Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Nasi sudah menjadi bubur


__ADS_3

" Namanya ? " tanya Darren pada Wati, matanya melirik ke arah Senja yang menunduk dalam hingga dagunya menempel ke dada.


Semua seperti sedang menunggu jawaban Wati. Terutama Mahendra dan Sarita yang hafal kelakuan anaknya sebelum mengenal Senja. Tidak pernah pacaran, tapi dengan gampangan menyerahkan naganya pada anak gadia pengusaha - pengusaha kakap untuk di elus - elus.


" Tidak tau tuan, cantik, tinggi, kayak artis di tv - tv " jawab Wati polos.


" Biar mama yang melihat " ucap Sarita, cepat mengambil inisiatif karena Senja sudah berdiri.


" Senja ke kamar dulu, mau istirahat " ucap Senja lirih.


" Ma, Zain bagaimana ? boleh kan ikut oma opa, lima hari saja deh. Boleh ya ? " rayu Zain.


" Iya boleh, minta tolong mbak Ane ya siapin bajunya Zain. Mama nggak bisa ke atas " jawab Senja lembut.


" Ayo sama Oma saja Zain. Setengah jam lagi kita harus berangkat " ucap Bae.


Zain menggandeng tangan Bae ke lantai dua.


" Ros, makasih ya. Maaf aku tinggal masuk dulu. Nando, tante Senja sebenarnya kangen sama Nando. Besok - besok main ke sini lagi ya " ucap Senja pelan.


Rosa dan Nando pun memutuskan untuk pulang di antar Aleandro dan Chun Cha sekalian mereka mengajak baby De jalan - jalan. Di depan mereka berpapasan dengan perempuan yang mencari Darren.


" Wahhh...Kakak ipar nyalinya gede juga berani ngasih alamat rumah pada seorang cewek " bisik Chun Cha pada Aleandro.


" Kalau Darren berani macam - macam, aku yang pertama kali akan mematahkan naganya " balas Aleandro tak kalah lirih.


Sarita terlihat berbincang - bincang biasa dengan perempuan itu. Pandangan mata Sarita menyelidik penuh tanya.


Arham, Mahendra, dan Hutama memilih untuk menyingkir ke ruangan keluarga yang lebih private. Mereka tidak ingin terlibat dengan urusan Darren kali ini. Senja lebih menakutkan dari istri - istri mereka saat sedang cemburu.

__ADS_1


Darren bingung harus melangkah ke mana. Kalau dia masuk ke kamar, apa yang akan dikatakan kalau Senja bertanya siapa tamunya karena dia sendiri tidak tahu. Kalau menemui tamunya, Senja pasti akan mengira tidak peduli dengan perasaan Senja. Darren terdiam. Memijat pangkal hidungnya pelan.


" Darr, siapa yang memilih sekretaris barumu ini ? " tanya Sarita sinis.


" Yanes dan Hrd ma " jawab Darren.


" Setelah Den, apa kamu tidak kapok juga ? " tanya Sarita kesal.


Dena di pecat secara tidak hormat kurang lebih tiga minggu yang lalu karena membuat Senja insecure luar biasa. Terang - terangan Dena menggoda Darren saat mereka lembur bersama Yanes. Dena memasukkan obat perang**ng pada minuman Darren. Untungnya Darren tidak pernah mau meminum minuman selain air putih dari galon di ruangannya atau buatan OB. Yaneslah yang menjadi korbannya. Dengan terpaksa, Darren menghubungi Rosa untuk membantu Yanes. Rosa dan Yanes yang baru akan menikah sebulan lagi terpaksa melalui malam pertama mereka jauh sebelum waktunya.


" Maksud mama apa ? Darren nggak ngerti ? " tanya Darren yang benar - benar tidak mengerti.


" Di luar itu sekretarismu yang baru, dia membawa file yang harus kamu tanda tangani karena Yanes sedang mewakilimu meeting. Jika datang ke rumahmu saja dia berpenampilan seperti itu, bagaimana polahnya jika di kantor. Apakah kalian tidak bisa memberikan persyaratan yang benar saat menerima seorang sekretaris. Mama ini perempuan, feeling mama kuat. Dari gesturnya saja sudah bisa mama pastikan dia tidak lebih baik dari Dena. Bisa dikatakan sama saja, bahkan mungkin lebih " ucap Sarita panjang lebar. Dia tidak peduli sekretaris itu akan menunggu di ruang tunggu sampai Dasen bisa merangkak sekalipun.


" Darren belum tau ma. Ini mungkin hari pertamanya kerja. Darren benar - benar tidak tahu. Darren masih menghubungi Yanes dan menyuruh Yanes kemari " ucap Darren, kalau Sarita mengatakan hal seperti itu, berarti sekretarisnya memang cukup potensial mengancam ketenangan istrinya.


" Di mana Appa mu Dar ? " tanya Bae.


" Di dalam eomma " jawab Darren pelan, sungguh Yanes mengirim sekretarisnya di saat yang tidak tepat. Darren bisa saja dikeroyok habis - habisan.


Bae menghampiri suaminya dan mengajak berangkat ke bandara. Senja keluar kamar sendiri, mengira urusan suaminya sudah selesai.


" La, eomma dan appa pulang dulu ya. Jaga kesehatan. Inget pesen eomma jangan iya - iya aja sama suamimu. Jaga jarak kehamilanmu. Zain aman bersama eomma " ucap Bae memeluk Senja dan menciumi pipi Senja seperti masih anak balita.


" Iya eomma, terimakasih eomma sudah menyayangi Kemala. Menjaga Kemala beberapa hari ini. Terimakasih Eomma, Kemala sayang Eomma " Senja memeluk Bae erat. Setelah melahirkan Dansen, Senja merasa perasaannya lebih sensitif ketimbang biasanya.


" Sudah tugas Eomma " jawab Bae singkat.


" Appa pulang dulu, jaga keluarga baik - baik, dengarkan penjelasan suami sebelum mendahulukan emosi " Arham memeluk dan mencium pucuk rambut Senja.

__ADS_1


" Iya Appa, Kemala akan ajak Dasen ke sana begitu sudah boleh melakukan penerbangan " ucap Senja


" Zain liburan dulu ma, Zain nggak akan bikin repot oma opa. Zain akan menelpon mama. Zain nggak akan lupa minum obat dan istirahat. Zain sayang mama " pamit Zain, lengkap sebelum nasihat itu keluar dari mulut Senja.


" Sama Daddy nggak sayang ? " tanya Darren merasa nggak dianggap.


" Sayang dong. Sini Dad, gendong Zain sampai ke mobil " pinta Zain.


" Zain jangan main terus di sana, jangan meminta yang aneh - aneh. Pesawat Zain sudah banyak, jangan sampai membeli lagi " ingat Senja.


Seperti biasa Zain menaiki punggung Darren, mereka selalu senang melakukan gerakan pesawat terbang.


Arham berpamitan dengan Mahendra, Hutama dan Sarita yang juga ingin sekalian pulang. Sarita tidak mau berlama - lama menyaksikan kemarahan Senja yang mungkin akan terjadi setelah ini.


Melihat serombongan orang - orang dengan aura kekayaan yang terpancar nyata, perempuan yang dimaksud Sarita sebagai sekretaris Darren itu berdiri dan memberikan senyum terbaiknya. Darren yang fokus berlari kecil ala pesawat terbang tidak memperhatikan perempuan itu sama sekali. Berbeda dengan istrinya yang langsung menscrining dari atas ke bawah sembari terus berjalan. Sama seperti Darren, yang lain juga tidak peduli.


Setelah mobil tidak terlihat lagi, Senja buru - buru masuk ke dalam rumahnya. Sedikitpun dia tidak menoleh apalagi membalas senyuman perempuan yang masih berdiri mengamati keluarga atasan barunya itu. Atasan yang pernah dia kenal.


" Ask " panggil Darren, menyadari Senja meninggalkan begitu saja.


Darren menghentikan langkahnya, bagaimanapun urusan pekerjaannya juga harus selesai. Darren yang dari tadi cuek langsung menutup mulutnya tidak percaya.


" ****, stupid " umpatnya dalam hati. Dia benar - benar dalam masalah kalau sampai Senja tahu. Nasi sudah menjadi bubur, makan bubur saja nggak enak. Harus ada suwiran daging ayam, bawang goreng dan juga kuah kuning biar agak sedep.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Jangan lupa mampir ya kak


Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Ku Dengannya Kau Dengan Dia, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/fictionsWatch?id\=4975196&\_language\=id&\_app\_id\=2

__ADS_1


__ADS_2