
Setelah Darren mandi ,mereka bertiga pun sudah bersiap hendak berangkat ke rumah Senja yang kini di tempati Rosa .Mereka bertiga berangkat dengan dua mobil .Karena Darren tidak mau Aleandro terus mencuri - curi kesempatan pada Senja .Harusnya Chun Cha juga ikut ,tapi rupanya Chun Cha lebih memilih menemani Hutama ke puncak untuk mencari udara segar .
"Ask ...Tolong ambilkan air mineral buat di mobil .Tenggorokanku agak tidak enak ."pinta Darren lembut .Senja menitipkan tasnya pada Darren lalu kembali ke dalam .
"Apa yang dilalui Senja kemarin sudah berat .Jangan menambah beban pikirannya ,hanya karena kecemburuanmu yang tidak beralasan ."ucap Aleandro tiba - tiba .
"Tidak beralasan katamu ? aku sudah melarangnya pergi kemanapun apapun alasannya .Tapi apa yang terjadi kemarin .Dia membahayakan dirinya sendiri dan yang lebih fatal dia menghabiskan waktunya bersamamu Al ."ucap Darren tegas .
"Apa kamu lupa ? kamu yang menyuruhku menjaga Senja selama kamu tidak ada di sini .Aku mengikuti Senja tanpa dia tau .Tapi sejak dia menginjakkan kakinya di kantor Rajata aku tidak mau sembunyi .Senja seharusnya tidak sendirian ke sana .Tapi dia sudah terlanjur menemui mantan mertuanya dan keluar dengan raut kesedihan yang sangat terlihat .Aku membawanya ke pantai biar dia sejenak melepas beban pikirannya .Dia seorang ibu Darren ,jenazah anaknya yang sudah tenang di usik .Menurutmu apa dia tidak punya hati ,hingga dia bisa menyempatkan diri bersenang - senang denganku setelah apa yang dia alami ? "tanya Aleandro heran dengan pemikiran pendek Darren .
"Kalian berdua terlihat sangat menikmati kebersamaan kalian ."ucap Darren sinis .
"Satu foto tidak menggambarkan seluruh kejadian .Kamu harusnya mengkhawatirkan kondisi Senja saat ini .Setelah apa yang dia alami kemarin ,bisa berdiri dan tersenyum setegar ini ,itu sungguh tidak wajar .Senja menyimpan bom kesedihan yang sangat besar .Aku berharap kemarin dia menangis dan meluapkan emosinya .Ternyata tidak ,Senja bercerita dengan datar .sesekali tersenyum dan tertawa tapi matanya tidak pernah berbohong .Luka dan kesedihan jelas terlihat di sana .Kelembutan Senja yang menyamarkan betapa sekarang dia sedang tidak baik - baik saja ."ucap Aleandro panjang lebar .
Darren terdiam ,apa yang diucapkan Aleandro memang benar .Tapi bukan pembenaran juga untuk Senja pergi seenaknya dan berdua dengan laki - laki lain tanpa sepengetahuan Darren .
Senja keluar membawa beberapa botol air mineral .
"Yuk kita berangkat ...Kak Al mau air mineral juga ?"tanya Senja .
"Enggak Nja ...Makasih .Tenggorokanku baik - baik saja ."sindir Aleandro pada Darren .
Darren menarik tangan Senja untuk masuk ke dalam mobilnya .Aleandro menatap tajam Darren yang begitu over protektif pada Senja .Aleandro kemudian juga memasuki mobilnya ,melajukan perlahan kendaraannya .Darren mengikuti di belakang .Berbeda dengan Aleandro yang sudah paham rumah Senja ,Darren baru pertama kali ini ke sana .
"Ask ... Kalau marah memang betah banget ya ?"tanya Senja memecah kebisuan .
"Hemmmm" jawab Darren konsisten menjaga prinsipnya .
__ADS_1
"Kalau marah memang gak suka ya di ajak ngomong ? "goda Senja .
"Hemmmm..."jawab Darren .
"Ask tau gak ,Banyak orang yang pengen bisa ngomong dengan bener .Kok kamu malah membudayakan ngomong cuman hemmm ...hemmm aja sih "ucap Senja lagi - lagi menggoda Darren .
"Males "kata Darren singkat .
"Oh ... dicium males juga gak ?"tanya Senja terus menggoda .
"Gak ngaruh "ucap Darren sok nolak .
"Baiklah Senja ingat ya Ask ... Darren Mahendra males dicium .Noted "kata Senja lalu diam .Keduanya larut dalam pikiran masing - masing .
"Ask ... Emang gak punya koleksi lagu apa gitu di sini ? Sepi banget mobil ini "tanya Senja setelah beberapa saat suasana mobil hening tanpa suara .
"Kenapa lagunya gini semua sih ?"umpat Senja begitu melihat pilihan lagunya aliran musik dj remix dan beberapa musik EDM yang tidak pernah disukai Senja .
Senja mengambil earphone di tasnya ,lalu memutar musik dari ponselnya sendiri .Jelas saja selera musik mereka berbeda .Darren yang tidak pernah absen dari dunia malam ,pasti sangat menyukai musik yang memacunya untuk ikut menghentakkan tubuh .Sedangkan Senja lebih menyukai musik galau mendayu yang membuatnya kadang ikut terbawa perasaan sekalipun liriknya tidak pernah dia alami sendiri .
Darren terus mengikuti mobil Aleandro yang berjalan pelan di depannya .Kalau saja tidak bersama dengan Senja ,sudah pasti Darren akan mengumpati Aleandro habis - habisan .Senja terlihat asik dengan apa yang didengarnya ,sesekali Senja ikut bersenandung kecil .Itu karena Senja masih jaim sama Darren ,saat bersama Rafli keduanya sama - sama akan berteriak seru mengeluarkan lirik -lirik lagu yang diputar .Rafli dan Senja memiliki kesukaan yang sama .Meskipun Rafli juga anak dugem ,tapi dia menyukai musik romantis .
Darren mempertajam pendengarannya ,mendengarkan lirik demi lirik yang dilantunkan Senja .Darren seperti pernah membaca kata - kata itu .Darren mencoba mengingat - ingat di mana kata - kata itu .
"Hubungkan musicmu ke mp3 player mobil ."perintah Darren .
Senja menurut tanpa membantah .Menyambungkannya lewat bluetooth .Lirik itu kini jelas karena di layar juga langsung tertera text nya .Ya itu adalah pesan yang dikirim Firly untuk Senja beberapa haribyang lalu .Pesan yang tidak dihapus Darren .
__ADS_1
"Ulangi lagu ini sekali lagi ."perintah Darren lagi .Senja kembali menurut begitu saja .
Judul lagunya The Past dengan penyanyi Jed Madela .Jika lagu ini begitu familiar di telinga Senja ,berarti itu memang berhubungan dengan Rafli .Firly mengirimnya pasti ingin menyampaikan pesan tertentu pada Senja .Darren berfikir keras kali ini .Tapi bukan sesuatu yang bermanfaat yang keluar dari kepalanya ,malah kecemburuan yang muncul .Darren dan Senja sampai sekarang tidak mempunyai kenangan manis dan romantis berdua .
Tapi sepertinya Darren terlalu over thinking .Perlahan Senja merindukan semua yang Darren lakukan padanya .Hanya saja Darren yang menaruh ekspektasi tinggi ,mengira manjanya Senja saat ini padanya efek dari kehamilan Senja saja .
Aleandro terlihat memperlambat laju mobilnya begitu memasuki jalanan terakhir memasuki pemukiman rumah Senja .Satu hal yang Senja harapkan adalah ketua lambe gibah sedang tidak ada di posisinya .Dia tidak mau menjadi bahan gibah dan di trandingkan di seluruh kampung ,gara - gara datang ke sana bersama dua laki - laki tampan rupawan .
Aleandro menyalakan kedua lampu riting belakangnya ,pertanda dia akan menghentikan laju mobilnya .Satu tangan Aleandro keluar dari kaca mobil mengisyaratkan agar Darren yang melaju di depan sekarang .
"Apa sudah dekat ?"tanya Darren .
"Iya ...tepat di jalan depan ,hanya tiga rumah dari sana "jawab Senja .
"Owh ..pantes saja kita yang disuruh duluan .Dasar pengecut "umpat Darren .
"Ask ..Jangan begitu .Sudah bagus kak Al mau ke sini .Dia sudah berani menghadapi masa lalu yang dikiranya sudah selesai .Itu gak gampang lho "ucap Senja .
"Bela teruss..."sahut Darren kesal .
"Tidak membela Ask ,coba bayangkan posisimu yang ada di sana .Please ... Kak Al saudara kita bukan ? kita harus mendukung kak Al untuk memperbaiki dan bertanggung jawab dengan kesalahannya .Meski terlambat ."ucap Senja membuat Darren terdiam ,bukan membenarkan ucapan Senja tapi sedang malas mengakui Aleandro sebagai saudaranya lagi .
"Berhenti di depan situ Ask "ucap Senja menunjuk rumahnya yang terlihat rapi dan bersih .
Senja langsung turun ,tanpa menunggu Darren dia masuk ke halaman pekarangannya yang masih bisa untuk parkir dua mobil .Senja mengetuk pintu rumahnya ,Rosa membukakan pintu dan Nando yang memang sudah diberitahu Senja akan datang terlihat excited begitu melihat Senja ada di depannya .
Nando memeluk Senja ,Darren memperhatikan Aleandro yang seketika tidak melepaskan pandangannya pada sosok Nando .
__ADS_1