
"Ay ,kita ketemu Zain sekarang yuk ! "ajak Rafli sambil memberikan satu set pakaian medis pada Senja .
Setelah memakai pakaian medis ,Senja menghampiri suaminya yang sedang menunduk memainkan ponselnya .
"Ask ,Senja ketemu Zain dulu ya "pamit Senja ,meremas tangan Darren sebentar lalu berjalan di belakang Rafli .
Begitu Dokter membuka pintu ruangan di mana Zain berada ,tubuh Senja terasa begitu lemas .Zain sangat berbeda dengan Zain yang selalu Senja gendong dan Senja peluk ketika menidurkannya .
Senja menguatkan dirinya agar bisa setegar mungkin .Menarik nafas dalam ,lalu menghembuskan perlahan .Zain lebih pucat dibanding saat Senja melihatnya sekilas di pantai dan badannya sangat kurus .Badan Zain dulu segar dan menggemaskan .Alat - alat yang terpasang ditubuhnya menegaskan betapa seriusnya sakit yang Zain rasakan saat ini .
"Zain ... sayang ...Ini mama sayang .Zain pengen ketemu mama kan ? Zain kangen mama kan ? bangun yuk ? Mainan lagi yuk sama mama .Kita ke pantai ,ke mall ,ke taman safari .Tapi Zain jangan minta gendong mama ya ,karena Zain sekarang sudah besar .Mama pasti gak kuat lagi gendong Zain "ucap Senja lembut tapi sangat jelas ,sedikit bergetar karena menahan tangis .
"Karena sudah ada mama ,Nama Afli papa ambil lagi buat papa ya Zain .Nanti mama marah kalau nama kita diganti - ganti "ucap Rafli .
Senja baru sadar kalau Afli adalah Rafli ,Zain mungkin tidak bisa menyebut huruf R ,jatuhnya jadi Afli .
"Zain ...sudah ya bobonya ,ke taman yuk ? Zain sudah bisa renang belum ? kalau bisa nanti kita renang sama - sama "ucap Senja masih tidak putus asa .
"Zain belum bisa renang ma ,Nanti kalau Zain sembuh pasti Zain minta diajari renang sama mama "ucap Rafli menirukan suara Zain .Kondisi fisik Zain yang sering drop ,membuat aktifitas fisiknya terbatas .Zain jarang bermain layaknya teman sebayanya .Bahkan Zain belum bisa naik sepeda secara mandiri .
__ADS_1
"Zain bangun ya ,mama kangen sekali sama Zain ,maafin mama ya sayang ,mama nggak ngenalin Zain .Maaf...Mama janji gak akan ninggalin Zain lagi "bisik Senja ,tapi sesaat kemudian Senja sudah tidak kuat lagi menahan tangisnya .Senja berlari ke luar ruangan .Menjatuhkan badannya tepat di samping pintu ,tangisnya pun pecah tak tertahankan .Rafli segera menyusul Senja .
"Ay ,jangan nangis Ay ...Please ... Kita harus ikhlas .Kita harus lebih kuat untuk Zain "ucap Rafli lembut .
"Jahat kamu mas ..Jahat ... Mas tega membiarkan Zain melalui sakitnya tanpa aku .Kamu jahat mas ,Kamu masih bertahan memalsukan kematianmu ,sementara anakmu sedang berjuang antara hidup dan mati .Mas tega membiarkan Zain menambah beban pikiran Zain .Harusnya mas menghubungi aku .Mas pikir mas bisa menghadapi ini sendiri ? uang tidak bisa menggantikan sosok seorang ibu mas .Zain butuh aku .Tidak cukup ada mas di sisinya "teriak Senja bertubi - tubi ,sayup - sayup Darren mendengar suara teriakan istrinya .
Rafli langsung menggendong tubuh Senja paksa ,karena tidak ingin suara Senja sampai ke ruangan Zain .
"Turunkan aku mas ...Turunkan ...Jangan sentuh aku ...Jangan "teriak Senja .Rafli menurunkan Senja sesaat sebelum Darren sampai di tengah - tengah mereka .Aleandro sudah kembali ke hotel ,karena ada zoom meeting yang sangat penting .
"Ask .... Tenang Ask ...Tenang ...Kita sedang di rumah sakit "ucap Darren merengkuh bahu Senja dan membawanya ke dalam pelukan .
"Mas Rafli jahat Ask ...Jahat ,Senja tidak membayangkan kondisi Zain separah itu Ask .Bagaimana bisa mas Rafli tega membuat anak yang sedang sakit bertambah sakitnya karena merasakan rindu pada ibunya .Mas rafli jahat Ask "isak Senja di dada Darren .
"Ay ... kamu tahu mas tidak ada pilihan Ay ...ini bukan kemauan mas .Mas lakukan demi Zain juga "ucap Rafli mengiba .
"Hidup ini banyak pilihan mas .Banyak .Apapun pilihan yang kamu ambil ,harusnya kamu tidak memisahkan Zain sama aku .Seberapa dekat Zain sama aku ,mas juga tau .Mas mungkin memberikan pengobatan dan rumah sakit terbaik tapi mas lupa memberikan kegembiraan .Kebahagiaan juga merupakan obat ,bagaimana Zain bisa cepet sembuh kalau dipikirannya selalu mengharapkan kehadiranku .Tadinya aku berfikir kalau Mas adalah korban keegoisan orangtua mas .Tapi setelah melihat Zain ,aku merasa mas jauh lebih egois dari siapapun "ucap Senja tegas dan ketus .
"Sudah Ask ..sudah ...Tenangkan hatimu .Menyalahkan siapapun tidak membuat Zain sembuh .Pikirkan hal lainnya nanti ,kita fokus Zain dulu ya "ingat Darren begitu menenangkan Senja .berkali - kali Darren mencium pucuk rambut istrinya .
__ADS_1
"Ask ,bagaimanapun caranya pindahkan Zain ke rumah sakit di negara S saja .Kita yang akan mengurus Zain .Jauhkan Zain dari orang - orang egois itu "pinta Senja sendu .
"Kamu tidak bisa memindahkan Zain seenaknya Ay ,kondisi Zain belum stabil "ucap Rafli .
"Kenapa tidak bisa ? aku juga bisa egois mas .Sudah cukup kalian mengorbankan aku selama ini "ucap Senja ketus .
"Ay .... Kenapa kamu berubah secepat ini ? bukankah tadi sebelum bertemu Zain kamu biasa - biasa saja ? "tanya Rafli heran .
"Kenapa ? kamu masih tanya kenapa ? sebelumnya aku belum melihat Zain .Aku mengira Zain tidak seburuk ini mas keadaannya .Apa mas kira Zain tidak tersiksa dengan semua alat yang dipasang ditubuhnya .Apa susahnya menghubungi aku mas ?Sementara mas selalu tau aku sedang apa dan bagaimana "ucap Senja semakin ketus .
"Ay ,please .Jangan seperti ini "pinta Rafli sambil memijat keningnya dengan keras .
"Zain anakku mas ,aku juga berhak menentukan apa yang terbaik untuk Zain "
"Ask ..Sudah ..Jaga emosimu "Darren merangkul Senja menjauh dari Rafli .
"Minta Appa memindahkan Zain ke negara S Ask ...Senja yakin di sana juga ada rumah sakit dan dokter yang sama bagusnya dengan di sini .Biarkan aku egois kali ini "kata Senja ,menatap suaminya dengan tatapan Sendu .
"Kita harus menunggu Zain stabil dulu Ask ,Jangan karena kecewa dan kemarahan ,kita jadi mengambil keputusan yang salah .Kita tunggu perkembangan Zain beberapa hari lagi "ucap Darren mengingatkan Senja .
__ADS_1
Rafli meremas dadanya ,sakit di kepalanya tidak seberapa dibanding dengan sakit yang dia rasakan karena kebencian Senja saat ini .Senja masih orang yang sama saat menyangkut Zain .Senja pernah memarahi seorang dokter karena salah memberikan obat pada Zain .Senja pernah membeli hampir seluruh isi salah satu store karena karyawan mengatakan Zain anak liar yang tidak pernah masuk mall .Padahal rasa ingin tau Zain di usia 15 bulan sudah sangat tinggi dan cenderung terlalu aktif .
Rafli kembali ke ruangan Zain .Membiarkan Darren yang sedang menenangkan Senja dengan pelukannya .Saat Zain terbangun ,Senja pasti akan kembali baik padanya .