Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Egois


__ADS_3

Seminggu berlalu perang dingin masih terjadi antara Senja dan Darren. Hanya Zain yang menghangatkan hubungan mereka.


Bahkan kedatangan Arham dan Bae kemarin semakin membuat Darren tersudut. Ucapan Bae tentang godaan gadis Jepang membuat Senja semakin mendiamkan suaminya.


Baby De masih menempel manja di dekapan Senja. Zain juga masih bergelayut di tangan mamanya. Menggoda baby De dengan permainan cilukba.


"Ask, sudahan ya marahnya. Aku sudah memutuskan untuk membatalkan project di Jepang. Aku juga nggak bisa ngebayangin sebulan tanpa kamu Ask. Jadi sudah ya marahannya ? " rengek Darren.


"Entar nyesel "sahut Senja cepat.


"Enggak akan, aku akan nyesel kalau sampai kehilangan kamu "ucap Darren serius.


"Masak ? " tanya Senja sinis.


"Ask, tapi jadi tidak jadi. Aku harus tetap ke Jepang. Aku akan ke sana lima hari untuk menjelaskan pembatalan dan memberikan detail Pada penanggung jawab project yang baru. Mereka tetep memakai ide kita, hanya pelaksananya lain " ucap Darren hati - hati.


"Pergi saja. Terserah " ucap Senja ketus.


Zain menatap Senja dan Darren bergantian.


"Ma, kita jadi pulang ke rumah opa buyut kan hari ini ? " tanya Zain.


"Iya jadi, biarkan saja yang mau ke Jepang. Adek De mama taruh dulu ya, Zain ajak mainan. Mama masukin barang - barang yang mau di bawa dulu " ucap Senja mengacuhkan Darren.


Senja dengan cekatan memasukkan barang - barang ke koper. Darren semakin serba salah.


Senja memanggil ART meminta tolong memasukkan barang - barang ke mobil.


"Bi warni berangkat duluan, tolong sampai rumah opa di tatakan ya bi barangnya. Kalau opa tanya bilang saja Senja nyusul "ucap Senja.


"Zain sudah siap ? "tanya Senja.


"Sudah " jawab Zain singkat.


"Zain turun ke bawah ya sama mbak sus nya adek De " Senja menuntun Zain ke kamar di mana baby sister baby De berada.

__ADS_1


"Ajak anak - anak ke bawah dulu ya mbak " ucap Senja seraya memberikan baby De.


Senja kembali ke kamar mengambil tasnya, Darren menahan tangan Senja.


"Ask...Mau kamu sebenarnya bagaimana ? "tanya Darren.


"Mauku jelas Ask. Aku tidak suka ditinggal, sebentar atau lama bagiku sama tersiksanya, sama nggak enaknya " jawab Senja ketus.


"Kalau begitu ikutlah ask. Tolong kali ini saja kamu mengalah. Aku sudah ikut kemana mau kalian. Tinggal di rumah penuh foto Rafli pun aku mau. Apa kurang aku menunjukkan kalau aku ini sayang sama kamu " ucap Darren sedikit emosi.


"Oh...Jadi kamu mau aku membalas apa yang kamu lakukan padaku dan Zain selama ini. Baiklah Ask, Lakukan saja apa yang menurutmu benar " ucap Senja menyingkirkan tangan Darren dari lengannya.


Senja berjalan cepat diikuti Darren di belakangnya. Mereka kembali ke rumah Hutama.


Sepanjang perjalanan hanya celotehan baby De dan Zain yang terdengar.


"Zain besok Zain mulai home schooling, tapi mama nggak bisa nemenin ya. Mulai besok mama mau masuk kantor " ucap Senja, Darren melirik tajam istrinya.


"Iya ma, mama tenang saja. Opa buyut akan menemani Zain " jawab Zain, masih dengan bermain tepuk - tepuk tangan dengan baby De.


Tidak lama mereka sampai di rumah Hutama, Zain langsung di ajak Hutama ke kamarnya. Baby De istirahat bersama baby sisternya.


"Apa lagi ? " tanya Senja.


"Siapa yang mengijinkanmu kembali bekerja ? "tanya Darren sesampainya di dalam kamar mereka.


" Aku juga harus mencari kesibukan. Bukankah kamu sudah fix berangkat besok ? apa harus aku menyiapkan pakaianmu ? " tanya Senja sinis.


"Ask, aku tidak mau kamu kembali bekerja. Semua sudah diurus Chun. Diamlah di rumah menjaga anak - anak "


"Kamu terdengar sangat egois Ask. Sangat egois "ucap Senja.


Senja menghempaskan bokongnya di atas ranjang, kepergian Rafli saja masih menyisakan kesedihan bagi Zain. Setiap malam Zain membutuhkan dekapan Darren untuk membuatnya nyaman. Jika Darren pergi tidak hanya Senja yang kelabakan, tapi Zain juga.


"Aku tidak egois Ask, aku sudah mengalah. Masak lima hari saja kamu tidak bisa menerima " Darren sepertinya semakin salah bicara.

__ADS_1


"Iya benar bagimu cuman lima hari. Apalah bedanya hidup tanpa Senja. Jangankan cuma lima hari, setahun pun kamu tidak masalah "


"Ask, tidak seperti itu. Ayolah Ask jangan buat langkahku berat. Aku tahu aku salah, aku tidak memperhitungkan semuanya dari awal. Tapi biarkan sebentar saja aku melakukan kewajibanku pada pekerjaan. Aku janji akan secepatnya menyelesaikan " Darren agak melunak.


"Pergilah. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi " ucap Senja kembali memalingkan wajahnya.


"Ask jangan mengancamku. Mau tidak mau aku besok harus pergi " ucap Darren tegas.


Senja hanya tersenyum sinis. Mengambil ponselnya dan membuka media sosialnya yang sudah lama tidak dia buka.


Ternyata Darren banyak mengupload foto - foto kebersamaan mereka selama di pulau cinta ke sosial media. Ada satu komentar yang membuat Senja penasaran. Karena hampir disetiap postingan Darren, perempuan itu berkomentar. Senja membuka profil akun tersebut.


"Oh... Jadi ini alasannya kenapa semangat sekali berangkat ke Jepang " ucap Senja menunjukkan sesuatu di ponselnya pada Darren.


"Ask...Ask...bukan.Aku tidak akan bertemu dia.Entah darimana dia tau, itu yang dia upload foto lama Ask. Jauh sebelum mengenal kamu. Sungguh aku tidak menjanjikan akan menemuinya " bela Darren.


"See you soon Darl " ucap Senja menirukan caption di bawah unggahan foto perempuan jepang berdua dengan Darren.


"Ask...Aku harus bagaimana biar kamu percaya ? " tanya Darren.


"Jangan pergi " ucap Senja tegas.


"Tapi Ask, bagaimana pertanggungjawabanku. Kita bisa membuang milyaran rupiah sia - sia karena ketidakhadiranku " ucap Darren benar - benar serba salah.


"Istri masih bisa dicari. Penggantinya banyak di luar sana. Jadi lebih baik mempertahankan uang milyaran rupiah ketimbang menuruti permintaan istri " sindir Senja.


Darren menarik tangan Senja, tapi Senja menepis dengan kasar.


"Jangan sentuh aku Ask, Kemarin aku merasa aku perempuan paling bersyukur di dunia ini. Sekarang kamu seperti menjatuhkan aku begitu saja. Aku tidak meminta banyak, apa uangmu sekarang tidak cukup untuk kita hidup. Keluar kamu dari kamarku Ask..Keluar " teriak Senja.


"Ask... Ini kamar kita, aku juga berhak di sini. Kalau kamu marah, kesal silahkan. Kali ini aku memilih egois. Aku tetap akan pergi. Hanya lima hari. Jangan berfikir bisa lari dariku. Selama aku tidak ada, aku sudah menyuruh orang untuk berjaga di sini. Kamu tidak akan bisa keluar dari rumah " ucap Darren semakin menggila.


"Dasar egois " Senja memukul lengan Darren kuat. Tapi hanya terasa seperti sentuhan manja bagi Darren.


"Aku memang egois. Ingat apa yang sudah jadi keinginan Darren Mahendra tidak ada satupun yang bisa mencegahnya " ucap Darren licik.

__ADS_1


Zain masuk ke kamar mengerlingkan matanya pada Darren.


"Aku benci kamu Darren


__ADS_2