
"Stop ...Jangan ganggu kakakku ."ucap Chun Cha .
"Aku hanya minta waktu lima menit .Hanya lima menit ."ucap perempuan bernama Raisa ,adik Rafli .
"Tidak ,kakakku sepertinya tidak mau bicara denganmu ."ucap Chun Cha ,melirik Senja yang terus berjalan mendekati lift .Sementara Raisa terus mengikuti .
"Senja tolong ,lima menit .Aku janji tidak lebih ."ucap Raisa memelas .
Senja menghentikan langkahnya .Lalu menatap enggan Raisa yang sepertinya banyak berubah secara fisik .Tubuhnya sedikit kurus ,padahal perawakannya dulu sangat berisi meski tidak bisa dikatakan gendut .
"Bicaralah ."ucap Senja datar .
"Tidak di sini Senja ,bagaimana kalau di ruanganmu ."tawar Raisa .
Senja melihat sekitarnya ,tidak ada karyawan yang lalu lalang dan berada di lobby selain Karina saat ini .
"Chun ...Kamu ke ataslah dulu ."perintah Senja yang di jawab anggukan kepala oleh Chun Cha .
Senja berjalan di sofa yang agak jauh dari meja resepsionis Karina .Raisa mengikuti langkah kaki Senja .
"Sekarang bicaralah ."ucap Senja tanpa ekspresi .
"Aku hanya ingin minta maaf .Tolong maafkan aku Senja .Mertuaku mengatakan kalau aku tidak memiliki keturunan karena aku ikut menjahatimu dan membohongimu ."pinta Raisa .
"Benarkah ? Tapi maaf aku tidak peduli .Apapun yang pernah keluarga kalian lakukan ,tidak membuat aku kelaparan dan menderita sedikitpun ."ucap Senja ,tegas dan berani .
__ADS_1
"Senja ... Aku sadar memaafkan aku mungkin terlalu berat .Tapi tolong jangan benci kakakku juga .Tolong Senja ,aku tidak tega melihatnya menderita seperti sekarang .Kakakku hanya ingin kamu tidak ikut membencinya .Kami yang salah ,papa mamaku dan aku yang salah .Kakakku tidak tau apa - apa .Salahkah kalau dia hanya ingin berteman denganmu ? "mohon Raisa .
Senja melirik jam dipergelangan tangannya ,masih tiga menit .Raisa yang angkuh meminta maaf padanya seperti sekarang ,permainan apa lagi ini .
"Kakakmu sudah mau menikah bukan ?terus apa hubungannya dia sekarang menderita dengan aku ? Aku bukan siapa - siapa Firly Raisa .Suamiku Rafli .Dan dia sudah meninggal 4 tahun lebih ."sahut Senja ketus .
"Senja ...Semua mama papaku yang memaksa dan menekan kami .Bukan kakakku .Tolong Senja temui kakak ku sekali saja .Dia tidak akan sering mengganggumu .Dia juga paham kamu akan menikah .Cukup katakan padanya kalian bisa berteman .Bersikaplah biasa .Aku tidak tega membiarkan kakakku terus menyiksa dirinya sendiri Senja .Dia seperti mayat hidup tanpa semangat .Jangan buat pengorbanannya selama ini sia - sia ."pinta Raisa .
"Sudah lima menit .Aku sudah mendengarkan semuanya .Katakan saja pada kakakmu ,aku tidak pernah meminta apapun padanya .Termasuk pengorbanan .Jika dia ingin menggantikan mas Rafli ,maaf itu tidak akan mungkin .Kami masih baru saja saling mengenal .Jalani saja kehidupan masing - masing .Pulanglah .... aku sudah membuang waktuku sia - sia ."ucap Senja selalu tegas meskipun sebenarnya ,hatinya sedang tidak baik - baik saja sekarang .
Senja menekan tombol lift ,menyandarkan tubuhnya di dinginnya tembok .Fikirannya kacau ,kata - kata Raisa sesungguhnya meninggalkan banyak tanya di fikiran Senja .Tapi saat ini Senja tidak ingin mengetahui apapun .Kebaikan Darren dan keluarganya adalah pagar dirinya untuk menerima Firly atau maaf siapapun dari keluarga Rajata .Senja tidak ingin maafnya mampu menggoyahkan keputusannya saat ini .
Lift terbuka ,Senja mengatur nafasnya supaya terlihat tenang dan baik - baik saja .
"Kakak baik - baik saja ?"tanya Chun Cha khawatir .
"Ah ..iya ..bodoh sekali aku ..Siapa yang bisa menyakiti Kemala .kakak tiri dari Chun Cha .Yang selalu menyebalkan tapi juga baik hati ."cerocos Chun Cha ,menirukan cara appanya memanggil Senja .
"Siapa perempuan itu kak ? "tanya Chun Cha .
"Tidak penting .Sekarang mulailah bekerja ...Dan jangan laporkan kejadian barusan pada kakak iparmu atau aku tidak akan mendekatkanmu pada kak Al "ancam Senja sambil membuka pintu ruangannya yang memang bersebrangan dengan meja kerja Chun Cha .
"Chun ... Tolong katakan pada Rosa untuk keruanganku sekarang ya .Terimakasih ."ucap Senja sebelum menutup rapat pintu ruangan .
Senja meletakkan tas nya di meja samping seperti biasa .Lalu menghempaskan bokongnya pelan di kursi empuknya .Meraba MP3 player yang selalu ada di lacinya lalu memutar lagu sekali ini saja .Suara Glen Fredly seketika mendominasi keheningan ruangan ,membawa perasaan Senja semakin masuk dalam kesedihan .Senja sungguh hanya ingin menangis saat ini .Lagu yang tepat ,kadang dengan mudah membantu menggiring air matanya untuk jatuh dan tumpah .
__ADS_1
"Permisi bu Senja .."sapa Rosa membuat lamunan Senja buyar .
"Ros ,aku besok tidak masuk .Aku mau ke makam mas Rafli sama Zain dulu .Aku mau ngasih tau mereka kalau aku akan menikah ."ucap Senja sendu .
"Baik bu .... Berarti untuk schedule meeting ibu besok di cancle semua ya bu ? Ada dua bu ,dengan PT.Loka dan PT. Alpa ."tanya Rosa .
"Biar nanti Chun Cha yang menghubungi mereka dan mereschedule meetingnya .Kamu boleh membuka laptopku kalau kamu butuh data urgent yang hanya bisa di akses dari sini ."ucap Senja .
"Baik bu Senja ....Bu maaf .Apa Nando pekan ini bisa ketemu Ibu .Nando terus menanyakan bu Senja ."ucap Rosa hati - hati ,berharap nama Nando membuat wajah sendu Senja segera menghilang .
"Astaga maaf Ros ,aku mengabaikan Nando setelah menyuruhnya masuk ke sekolah pilihanku .Maaf ,aku akan menemuinya hari minggu ya .Abang melarangku pergi - pergi selama abang gak ada di rumah ."ucap Senja merasa tidak enak .
"Kalau tidak boleh pergi - pergi ,kenapa besok malah ke makam bu ?"tanya Rosa setengah mengingatkan .
"Suasana hatiku sedang tidak enak Ros .Aku juga sudah lama gak mengunjungi makam mas Rafli dan Zain .Sudah setahun lebih sepertinya ."jawab Senja kembali dengan wajah sendu .
Ya ,Senja sudah lama tidak ke makam anak dan suaminya .Bukan tanpa alasan ,terakhir kali makam itu dipagari seperti layaknya sebuah rumah .Senja tidak bisa menyentuh batu nisan keduanya .Keluarga Rajata memang aneh ,sebagai istri dan ibu ,hak Senja benar - benar di rampas .Senja hanya ingin melihat dari jauh .Sejatinya doa untuk ruh yang sudah meninggalkan jasadnya bisa di mana saja .Tidak harus langsung ke makamnya ,tapi kali ini Senja ingin sekali kesana .Sebelum menikah ,berbicara seolah meminta ijin pada Rafli dan juga Zain akan membuat hatinya lebih lega dan tenang .
"Apa ada lagi yang ingin Ibu sampaikan ?"tanya Rosa .
"Tidak Ros ...Cukup ..Eh Ros ,maaf aku mau tanya .Tapi kamu boleh tidak menjawabnya .Karena ini terlalu personal sebenarnya .Ros ,apakah kamu sudah bisa memaafkan kak Aleandro ? bagaimanapun kak Al yang membuatmu hidupmu tidak senormal perempuan lain ."ucap Senja to the point tapi tetap hati - hati .
"Saya tidak pernah membenci atau dendam sama pak Aleandro ,karena kesalahan tidak hanya milik pak Aleandro .Saya juga salah bu ."Rosa langsung menjawab .
"Baiklah .... Kak Al pasti akan segera menemui kalian .Ini bukan tentang kamu atau kak Aleandro Ros .Tenang saja .Kalian harus melupakan masa lalu kalian demi Nando .Dia berhak tau siapa ayahnya .Kalian tidak harus bersama untuk membesarkan Nando ,banyak anak di luar sana yang hidup tidak jelas ,urakan ,dan berantakan padahal mereka tumbuh di lingkungan keluarga ideal .Jangan berkecil hati ,Nando langkahnya masih panjang .Suatu saat Nando yang akan meninggikan derajatmu ."ucap Senja ,bayangan Zain seolah menari dipikirannya setiap kali membicarakan Nando .
__ADS_1
"Terimakasih bu Senja ...Saya merasa beruntung memiliki Nando .Kalau bukan Nando siapa lagi yang menguatkan saya bu .Saya berdoa semoga kelak Ibu segera mendapatkan momongan setelah menikah nanti .Agar ada yang menggantikan anak ibu di hati bu Senja ."ucap Rosa tulus .
"Tidak bisa begitu Ros .Bahkan jika aku mampu mempunyai puluhan anak ,tidak akan ada yang mampu menggantikan posisi Zain di sini .Itulah keistimewaan kita sebagai ibu ros .kasih sayang seorang ibu tidak seperti sebuah roti .Makin banyak yang harus dibagi , makin kecil potongannya agar semua mendapat sama rata .Ibu tidak membagi kasih sayangnya seperti itu .Ibu memberikan kasih sayang sesuai kebutuhan anaknya dengan adil .Adil tidak melulu harus sama Ros ."ucap Senja ,meletakkan tangannya tepat di dadanya .Meresapi sesak dan kekosongan di dadanya setiap kali berbicara tentang anak .