
" Sudah siang banget. Sana berangkat " ucap Senja, setelah Darren sudah rapi kembali.
" Kalau saja Yanes nggak cuti, aku bakalan males - malesan di rumah dulu " keluh Darren.
" Yanes cuti berapa lama Ask ? " tanya Senja.
" Cuman tiga hari Ask, dia sadar diri. Lagian buat apa lama - lama. Ya kali di kamar terus 24 jam. Lagian ada Nando, mereka juga pasti nyuri - nyuri waktu untuk melakukan itu " jawab Darren.
" Ask, Yanes ngajak Rosa tinggal di rumah Yanes. Berarti rumah Senja kosong kan ya. Enaknya di jual atau dikontrakin ya Ask ? " Senja terlihat bingung.
" Terserah kamu Ask " jawab Darren.
" Kalau dijual itu sayang, karena itu rumah hasil keringet Senja sendiri Ask. Itu rumah kan Senja beli ngumpulin banget dari nol. Makan pun Senja ngirit biar bisa bayar cicilan. Senja nggak mau terlalu banyak dibantu kak Andra dan kak Al. Kalau mau makan enak Senja dengan senang hati ikut mereka makan siang, sesekali saja buat memperbaiki gizi. Kalau pengen nonton juga ikut mereka, lihat mereka ciuman sudah biasa " cerocos Senja.
" Kok kita nggak kenal dari dulu - dulu aja ya Ask ? kalau tau istrinya Rafli modelan gini, sehari setelah dia pura - pura dikubur, aku langsung akan lamar kamu " ucap Darren asal.
" Perasaan dulu ada yang ngomong selera Rafli rendahan. Katanya Rafli dipelet. Sebentar Senja inget - inget dulu perkataan Askim yang muanis banget dijamannya " Senja diam dan berfikir sejenak, " Ah ya, Senja ingat Askim pernah mengatakan pada Senja seperti ini Wajahnya membuat aku mual " tambah Senja, menirukan gaya bicara suaminya yang angkuh dengan mata sedikit menyipit dan dagu diangkat.
Darren mendengus kesal karena Senja mengingatkannya akan tingkah konyolnya di awal - awal perkenalan mereka. Di awal pertemuan sebenarnya Darren sudah tertarik, tapi mengetahui Senja adalah janda dari Rafli, Darren menjadi sangat kesal. Sangat tidak mungkin saat itu mengakui selera Rafli sangat bagus.
" Ask, rumahmu dijual saja. Biar kamu nggak inget - inget masa sulitmu. Kan sudah ada rumah ini. Rumah yang kamu peroleh dari hasil memeras keringat juga " ucap Darren, mengedipkan satu matanya. Terlihat sangat nakal.
" Tapi beda Ask, keringet kerja keras sama keringet enak " kata Senja, santai.
" Ini kita mau ngobrol terus atau gimana nih ? kantor pindah di sini gimana ? " sindir Darren.
__ADS_1
" Ish..Owh ya Ask, ada beberapa kandidat sekretaris. Tapi aku gak bisa cuman menilai dari foto, cv dan hasil psikotest. Buatku psikotest kadang gak bisa jadi ukuran. Tempatku kerja dulu banyak yang hasil psikotestnya bagus, kerjanya malah gak benar. Aku nggak lulus, tetep bisa kerja juga " ucap Senja.
" Terserah kamu mau wawancaranya kapan. Aku manut. Aku kerja dulu ya Ask, cari nafkah buat keluarga. Biar semua sejahtera dan bahagia. Doakan makin mengalir rejeki kita, biar kalau Tuhan takdirkan anak kita banyak, kita bisa memberi mereka bekal usaha " ucap Darren, sedikit serius.
" Iya Ask, hati - hati ya. Maafkan Senja sekali lagi. I lobe you Ask " ucap Senja sambil memeluk suaminya dengan manja.
" I love you more mama Nja "
Senja mengantar Darren ke depan. Sarita melihat anaknya itu berlipat - lipat lebih segar ketimbang tadi.
" Sudah Darr ? " tanya Sarita penuh maksud.
" Belum ma, masih belum boleh " Darren menjawabnya santai, lalu berpamitan pada mamanya dan Zain. Sementara Senja tidak mengantar sampai depan, karena tangisan Dasen sudah memanggil - manggil.
Senja membawa Dasen ke ruang tengah bergabung dengan Sarita dan Zain.
" Pakai jarik ma, kalau nggak paki jarik sepuluh menit bakalan gak kuat mama " ucap Senja melepas jarik batik yang membelitdi pundaknya. Dari sekian macam gendongan modern, Senja masih tetap meyakini jarik adalah gendongan ternyaman sampai kapanpun.
" Darren habis ngambek ya Nja ? " tanya Sarita hati - hati.
" Iya ma, Senja yang salah. Senja ada salah ngomong yang bikin abang tersinggung " jawab Senja.
" Nja, mama mau berterimakasih sama kamu. Mama benar - benar bahagia melihat Darren sekarang. Mama merasa Darren berlipat - lipat lebih baik " ucap Sarita tulus.
" Senja yang lebih berterimakasih pada mama. Senja tidak tau kalau sampai mertua Senja orang lain, pasti tidak akan mau menerima Senja. Senja merasa mempunyai keluarga utuh di sini. Mama menerima Senja tanpa syarat, padahal abang adalah anak tunggal, Umumnya mereka akan mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya " ucap Sarita.
__ADS_1
Hal yang menyenangkan dan patut disyukuri. Meski hanya menantu tapi Senja diperlakukan dengan baik. Mama Darren selalu menjadi orang pertama yang datang membantu Darren dan Senja ketika ada kesulitan. Senja tidak perlu memintanya, karena mama papa Darren pasti akan datang tanpa harus diminta terlebih dahulu .
" Mama berharap kalian bisa terus seperti ini. Pernikahan itu memang tidak selamanya mulus, pasti akan selalu ada peetengkaran - peetengkaran kecil yang terjadi. Tapi inget, tidak ada satupun masalah yang selesai cuman dengan didiamkan dan jangan sampai keluar rumah dalam keadaan marahan " nasehat Sarita.
" Terimakasih ma, Senja akan ingat - ingat pesan mama " balas Senja.
Mereka berdua terus mengobrol santai, sampai tidak menyadari kedatangan Aleandro yang mengantar baby De dan baby sisternya.
" Seru banget ngobrolnya " ucap Aleandro, menyadarkan keduanya sudah ada orang lain di sana.
" Eh kak Al, maaf kak terlalu seru tadi. Hai... De, sini mama Nja kangen " ucap Senja pada Aleandro lalu beralih pada baby De yang sudah menunggu di sapanya.
Senja belum berani menggendong baby De, masih bisa memeluk saja. Setelah mendapatkan pelukan Senja, baby De berjalan mendekati Zain yang sedang menyusun lego kecil - kecil menjadi sebuah castle yang sangat detail. Zain membuatnya dengan telaten sejak tadi pagi. Dengan santainya baby De yang tidak mengerti apa - apa, memegang puncak castle dengan kuat, hingga meruntuhkan bangunan itu sampai kebawah.
" De !!! kakak bikinnya susah. De datang - datang malah ngerusak " Zain berbicara agak keras karena terkejut sekaligus kesal karena usahanya sia - sia. Zain menyahut potongan lego yang ada di tangan baby De. "De mainan sendiri sana, jangan ganggu kakak " ucap Zain ketus dan keras. Baby De menangis, melengking seperti biasanya jika tidak mendapatkan yang di inginkan.
" Zain, jangan membentak dan kasar pada baby De " Aleandro tiba - tiba membentak Zain.
" Tapi baby De salah " bela Zain.
" Kamu yang salah " Aleandro mulai mengintimidasi Zain.
" Dan kak Al jangan membentak Zain " ucap Senja, memasang badan untuk Zain dari tatapan mengintimidasi Aleandro.
" Jangan membela Zain Nja, dia membentak baby De di depanku. Aku tidak suka anakku di bentak siapapun " Aleandro semakin emosi.
__ADS_1
" Kak Al lihat dulu masalahnya, yang dilakukan Zain tidak sepenuhnya salah. Kita bisa memberitahu Zain baik - baik " ucap Senja. Sarita menyuruh Zain ke atas bersama baby sister dan baby De.
" Jelas kamu membela Zain karena dia bukan anakmu Nja. Baby De akan selalu menjadi prioritas terakhir bagimu " ucap Aleandro seenaknya dan tentu saja berhasil memancing emosi Senja.