Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Ternyata sama - sama


__ADS_3

Darren reflek menarik tangannya yang tertindih kepala Zain dan beranjak bangun.


" Apa Zain serius ? " tanya Darren masih belum percaya.


" Zain becanda " goda Zain.


Darren kembali menghempaskan kepalanya ke bantal.


" Zain serius Dadd, Zain sayang Daddy. Papa Rafli tidak akan terganti, Daddy Darren juga bukan pengganti " ucap Zain serius seperti orang dewasa.


" Daddy tahu, sini peluk Daddy " ucap Darren, menepuk bahunya. Zain pun menurut, tidur di atas bahu Darren penuh cinta. Keduanya melirik ke arah Senja yang tidur pulas tak bergerak sedikitpun.


" Mama Nja cantik ya Zain ? "


" Cantik banget Dadd, istri Zain nanti harus seperti mama " Zain berharap dengan polosnya.


" Kamu belum khitan Zain, jangan berfikir cari istri dulu. Sekolah yang bener, jadi orang sukses. Cewek yang akan mengejarmu " kata Darren.


" Daddy benar, Zain harus khitan dulu. Dulu yang ngejar duluan siapa ? Daddy atau mama ? " tanya Zain.


" Menurut Zain ? " Darren balik bertanya.


" Pasti Daddy lah " jawab Zain yakin.


" Zain pinter. Memang Daddy yang ngejar mama, mama pantes dikejar. Mama Nja itu baik banget, meski kadang ngeselin juga sih " ucap Darren lirih, takut Senja tiba - tiba mendengar.


" Pasti Daddy berusaha sangat keras, padahal Zain selalu berdoa papa dan mama bisa hidup bersama - sama lagi. Nggak tahunya mama malah menikah lagi sama Daddy " ucap Zain dengan gamblangnya.


" Umat Tuhan itu tidak hanya Zain, saat Zain berdoa, Daddy pun sedang berdoa untuk mendapatkan cinta mama Nja. Tuhan tidak mengabulkan semua doa umatnya dalam satu perkara yang sama. Ada salah satu yang doanya tidak diwujudkan, bukan berarti diabaikan. Tapi Tuhan punya rencana yang lebih baik. Mama dan papa tidak bersama, tapi mereka bisa bersaudara bonusnya Zain dapet Daddy yang kaya raya, tampan juga mempesona " ucap Darren, Zain bergidik mendengar kenarsisan Daddynya.


" Yayaya .... Zain mengerti. Sekarang Zain mau nyusul mama dulu. Besok ujian terakhir, ingat janji Daddy kalau nilai bagus sekolah reguler " ucap Zain.

__ADS_1


" Siap kak Zain. Daddy nggak pernah ingkar janji "


Zain berpindah diposisi tengah, di antara mama dan Daddynya. Ketiganya lelap dalam mimpi masing - masing.


Pagi hari yang selalu sibuk, tapi tidak bagi Senja kali ini. Senja masih enggan beranjak dari kasur empuknya.


" Ask, kamu sakit ? " Darren menempelkan punggung tangannya pada dahi Senja. Teraba normal. Senja hanya menggeleng.


Darren merapikan gulungan lengan kemeja slim fitnya sampai ke siku. Warna biru telur asin memang warna favoritnya, dengan celana chinos warna navy cukup membuatnya tampan seperti biasa. Darren hanya akan memakai jas dan dasi jika akan bertemu dengan relasi resmi.


" Ask aku sarapannya bagaimana kalau kamu tidur terus " Darren merengek manja.


" Sudah disiapin kan Ask di bawah " sahut Senja malas.


" Kan bukan kamu yang siapin, masakannya bibi gitu ? " tanya Darren yang sejak pindah di rumah baru mendadak rewel. Makanan untuk Darren harus dimasak sendiri oleh Senja. Sekalipun hanya telor ceplok, tidak jadi soal asal buatan istrinya.


Dengan terpaksa Senja turun, lalu ke kamar mandi sekedar sikat gigi dan mencuci mukanya.


Sepiring nasi berisi tumis brokoli dan telur omelet disajikan Senja di atas meja. Tanpa nasi seperti biasa, Darren akan makan roti, cake, atau cemilan apapun jam sepuluh nanti. Makan siang di antara jam satu sampai jam dua. Kalaupun Senja tidak sempat memasak, Senja pulalah yang memesankan lewat aplikasi online. Darren sekarang tidak semandiri dulu.


" Ask nanti makan siangnya Senja pesenin aja ya. Senja lagi males banget ini. padahal temen Senja rencana mau ke sini nanti " ucap Senja begit melihat suaminya menarik kursi untuk duduk menyantap makanannya.


" Temen ? " tanya Darren heran, selama menikah dengannya Senja tidak pernah bergaul dengan siapapun. Kenapa tiba - tiba ada teman yang mau berkunjung.


" Iya temen kuliah dulu Ask " jawab Senja masih dengan mode males - malesan.


" Suapin " ucap Darren menyodorkan piringnya pada Senja.


" Hemmm " jawab Senja, menerima piring, tidak terlalu semangat.


" Cowok apa cewek ? " tanya Darren sambil mengunyah suapan Senja.

__ADS_1


" Cowok cewek, sebenernya mereka ngajak reuninya di luar. Tapi mana boleh keluar rumah sendirian malem - malem. Daripada nggak ikut mending nawarin di rumah saja. Selain kegantengan yang sempurna, perlu juga menodai mata dengan yang biasa " cerocos Senja, tangannya masih menyuapi suaminya dengan telaten.


Darren meneguk habis segelas air putih, istrinya pintar berkata - kata. Salah mencerna sedikit bisa merugikannya.


" Berapa orang ? " tanya Darren.


" Empat orang, satu cewek tiga cowok " jawab Senja lengkap.


" Aku nanti juga ketemu teman kuliahku lho Ask " Darren mengingatkan, mencoba membuat Senja berfikir ulang sambil menerima suapan terakhir dari istrinya.


" Iya Ask, Senja inget kok " Senja membawa piringnya ke wastafel.


" Ceweknya empat, cowoknya cuma aku sama Hyun " ucap Darren mempertegas.


" Iya Ask, kemarin kamu sudah ngomong. Terus Senja harus gimana ? Senja percaya Askim bisa jaga diri dan jaga hati " ucap Senja tanpa beban.


" Ask, salah satu cewek itu dulu pernah naksir aku. Sampai sekarang belum menikah " Darren menambahkan informasi, berharap istrinya memilih ikut dengannya ketimbang bersama - sama temannya.


" Owhhhh....Dia kan yang belum menikah ? Kamu sudah Ask. Kamu tidak mungkin macam - macam. Kamu tau konsekuensinya jika berani main - main. Anak ini akan memanggilmu abang selamanya " ucap Senja, pelan tapi membuat Darren mental.


" Ask, serius gpp ? gak pakai ngomel ? nggak pakai pesan panjang ? " tanya Darren, masih belum terima istrinya mengijinkan pergi begitu saja.


" Iya gpp. Dari kantor langsung kan ? pakai baju yang keren Ask. Ganti dulu sebelum berangkat dan jangan lupa kadonya " ingat Senja, membuat pikiran Darren semakin tidak tenang.


" Ask, ikut aku saja lho. Temenmu besok saja ke sininya. Aku nggak tenang, kalau kamu bersama teman - teman kamu. Aku nggak bisa kalau ada yang mengagumi selain aku. Pas hamil gini kamu tambah cantik, tambak se**i. Cukup aku dan Zain yang mengagumimu " ucap Darren, terlalu berlebihan.


" Sudah siang Ask, nanti kelamaan di rumah. Kerjaan malah makin numpuk. Senja anter keluar yuk " ajak Senja, kalau diladenin bisa sampai malam - malam nggak bakalan kelar.


" Sebentar Senja ambilkan kadonya. Hati - hati ya, kabarin sebelum berangkat. Gak usah khawatir, Senja cuman di rumah saja. Cctv conect sama ponsel kan ? " tanya Senja, menenangkan.


" Iya, masih conect. Jaga sikap ya. Jangan pakai daster pendek " pesan Darren. naik ke mobil yang di kendarai driver, menurunkan kaca mobilnya penuh. Masih dengan wajah tidak ikhlas.

__ADS_1


__ADS_2