
Sampai malam ,Senja tidak bisa menghubungi suaminya .Berkali - kali Senja menghubungi tapi tetap tidak terhubung .Padahal Zain sudah menanyakan Darren sejak tadi .
"Kamu pulanglah ke hotel dulu ,mungkin Darren menunggumu di sana .Zain biar aku yang jaga .Aku tau harus bagaimana menghadapinya "ucap Rafli ,melihat Senja gelisah tidak tenang .
"Aku pergi sebentar ya mas .Nanti biar Zain tidur aku yang temenin "ucap Senja ,sesaat kemudian langsung sudah menumpangi taksi menuju hotel yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit .
Sampai hotel ,Senja langsung membuka kamarnya .Tidak ada Darren di sana .Senja tidak melihat ada koper Darren di sana .Sepertinya Darren tidak main - main dengan kekecewaannya saat ini .
Senja kembali ke rumah sakit membawa semua barangnya ,agar besok saat kembali ke negara S sudah tidak perlu lagi ke hotel lagi .Meski sedikit kecewa karena Darren tidak datang menemaninya tidur ,Zain akhirnya kembali tersenyum riang karena bisa semalaman dipeluk mamanya .
Sampai 30 menit sebelum penerbangan ,Darren tidak menampakkan batang hidungnya .Ponselnya masih tidak aktif .Padahal semua sudah siap di dalam pesawat .Akhirnya pesawatpun tetap berangkat ,meski tanpa Darren .Senja menduga suaminya pasti sudah ada di Indinesia .
Lima jam empat puluh menit perjalanan Shanghai ke negara S terasa lama bagi Senja ,di diamkan suami ternyata sungguh tidak enak .Sampai negara S ,Senja dijemput langsung oleh Arham dan Bae yang sudah tidak sabar bertemu Zain .Mereka langsung mengantar Zain ke rumah sakit Huang .
Senja menghubungi Chun Cha untuk menanyakan apakah Darren sudah sampai di rumah Hutama atau belum .Menurut Chun Cha Darren sudah sampai sejak tadi pagi ,tapi belum keluar kamar sama sekali .
Berada di ruang perawatan Zain yang tak kalah besar dengan kamar perawatan di china ,dengan konsep seperti apartemen .
"Zain ,ini opa dan ini oma "ucap Senja memperkenalkan Bae dan Arham bergantian pada Zain .
"Mulai sekarang Zain akan sering - sering bersama opa dan oma "ucap Arham ,Zain yang selama ini hanya mendapatkan perhatian basa basi dari Sonya dan Rajata seperti langsung merasakan kasih sayang tulus dari Arham dan Bae .
"Apa kabar Raf ,badanmu kurus sekali Raf ? "tanya Bae tanpa basa basi .
"Baik Nyonya ,mungkin efek kelelahan dan kurang tidur nyonya Bae "jawab Rafli .
"La ,Darren kemana ? "selidik Bae .
__ADS_1
"Sudah di Indonesia Eomma ,ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda "jawab Senja bohong .
Senja kembali melihat ponselnya ,pesannya sudah dibaca ,hanya dibaca .Senja mencoba menghubungi Darren kembali begitu dibawah nama kontak Askim tertulis kata online .
"Zain ,besok sama Oma dulu gpp ya ? Mama ada urusan pekerjaan sebentar .Hanya sehari "ucap Senja sebisa mungkin tenang ,menutupi kegalauannya .
"Nja ,sepertinya kita tidak bisa meninggalkan Zain minimal sampai tujuh hari kedepan. Zain harus menjalani proses persiapan transplantasi nya "ucap Rafli tiba - tiba .
"Tuan Rajata sudah bersedia ? "tanya Senja .
"Tidak ,bukan papa Nja .Ada orang lain .Ternyata dia juga cocok .Dia juga akan datang besok "ucap Rafli lirih.
"Syukurlah ,aku harus bertemu orang itu .Apa aku mengenalnya ? "tanya Senja penasaran .
"Kamu mengenalnya ,besok kamu akan bertemu dengannya "jawab Rafli .
Layaknya masih baru pacaran ,Senja kesulitan merangkai kata - kata .
...Ask ,Senja minta maaf .Senja harus bagaimana ? Senja tidak bisa didiemin begini .Senja kangen kamu Ask .Senja ingin sekali kembali ke rumah ,tapi Zain harus persiapan untuk transplantasi dalam tujuh hari ke depan .Ada beberapa obat yang efeknya akan membuat Zain tidak nyaman .Maaf ,Senja belum bisa pulang .Ask ... Senja mencintaimu bukan hanya dimulut tapi juga di hati...
Langsung terkirim dan langsung dibaca .Tapi tidak ada tanda - tanda Darren akan membalas pesannya .
Darren memainkan ponselnya ,melewati sela - sela jemarinya .Tidak kalah gelisah dengan Senja ,Darren pun sebenarnya tidak bisa jika harus berjauhan dengan Senja .Tapi bayangan saat Rafli mencium bibir istrinya membuat darahnya selalu mendidih .Meski Senja tidak membalas ,tapi pejaman matanya seolah menyatakan kepasrahan Senja pada perlakuan Rafli .
"Kak ... Kakak ipar "teriak Chun Cha dari luar .Darren beringsut dari atas ranjangnya .
"Ada apa Chun ? "tanya Darren malas ,sesaat setelah membuat pintunya terbuka .
__ADS_1
"Ini kak "Chun Cha memberikan baskom berisi air hangat dengan beberapa dedaunan di dalamnya dengan malas .
"Apa ini ? "tanya Darren mengernyitkan keningnya ,merasa heran tapi tetap menerimanya .
"Dari kak Senja .Katanya telapak tangan kakak ipar suruh direndam di situ ,biar jemarinya gak kaku buat ngetik ,Ah ... ada lagi ,tapi masih dibikinkan bibi nanti biar bibi yang nganter .Sudah Chun mau siapin baju - bajunya baby De ,besok mau dibawa om Al nyusul kak Senja "cerocos Chun Cha ,langsung berlalu pergi tanpa menunggu tanggapan dari Darren .
Darren tersenyum ,Senja kadang memang konyol .Belum sampai pintu tertutup penuh ,bi Warni munculmembawa segelas minuman .
"Den ini tadi pesanan non Senja ,katanya biar tenggorokan Aden nggak sakit lagi "bi Warni langsung nyelonong masuk dan meletakkan gelas itu di atas meja .
Darren kembali melihat ponselnya ,ada satu pesan masuk kembali dari Senja .
...Ask ,tangannya direndem ya biar lemes .Siapa tau kalau sudah lemes bisa gitu bales whatsapp Senja .Itu beras kencurnya di minum ,kali aja tenggorokan emang sakit sampai gak bisa angkat telpon .Senja kangen banget .Seharian Senja gak bisa tenang .Please ,,, Jangan diemin Senja terus .Apa yang harus Senja lakukan agar mendapatkan maafmu Ask ????...
Darren tidak ingin membalas whatsapp Senja sekarang .Bukan berniat untuk tidak memaafkan ,tapi waktu kadang membuat seseorang lebih yakin pada perasaannya .Tidak ada salahnya mengambil waktu sendiri dulu masing - masing .
Sementara itu Senja dan Rafli baru saja keluar dari ruangan dokter yang menjelaskan prosedur transplantasi sumsum tulang belakang mulai dari proses sebelum ,tindakan sampai perawatannya .Semua rangkaiannya minimal 6 bulan tergantung kondisi tubuh Zain sendiri untuk kembali beraktivitas ringan .Setelah proses transpkantasi Zain masih harus berada di rumah sakit minimal 6 mingguan untuk observasi dan rangkaian kemo lanjutan .
"Ma ... kapan om Darren datang membawa pesawatnya ? "tanya Zain begitu melihat mamanya masuk ke ruangannya .
"Nanti mama telpon om Darren dulu ya ,om Darren harus menyeleasaikan kerjaannya dulu .Zain suka sama om Darren ? "tanya Senja hati - hati .Hanya dijawab anggukan ringan oleh Zain .
""Zain seminggu lagi Zain ulang tahun lho .Zain mau kado apa dari mama ? "tanya Senja lembut .
"Zain minta seharian bisa bersama mama dan papa .Zain ingin membuat papa tersenyum lepas .Gara - gara Zain papa capek .Zain hanya ingin melihat papa tersenyum seperti ketika mama dan om Darren tersenyum .Zain tidak ingin hadiah .Zain hanya ingin mama dan papa bersama Zain "ucap Zain penuh harap .
Senja tersenyum tipis ,kekhawatiran berkecamuk di dada dan pikirannya .Maaf belum di dapat ,tapi hal - hal yang membuat kenyamanan Darren serasa sudah antri untuk dilalui .
__ADS_1