Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Tembok penghalang


__ADS_3

"Enggak ,Mas gak akan sanggup "jawab Rafli cepat .


"Mas tolong !! biar kita sama - sama enak jalannya .Mas suatu saat pasti juga akan menemukan pasangan lagi "ucap Senja .


"Apa pentingnya ? Pernikahanmu toh sudah sah .Mas mengucap talak atau tidak ,tidak ada pengaruhnya bukan ? "tanya Rafli dengan pandangan matanya yang layu .


"Penting bagiku mas .Apa yang menjadi alasanku menjadi janda selama ini ternyata hanya rekayasa kalian .Rasanya tidak berlebihan kalau aku meminta mas mengucapkan talak yang sebenarnya "ucap Senja datar .


Rafli menarik nafas dalam ,tidak pernah terlintas sedikitpun dipikirannya untuk bercerai dengan Senja .Dari sebelum menikah ,Rafli sangat mencintai Senja .Cinta itu semakin besar ketika mereka menikah dan bertambah terus setiap harinya .Bahkan waktu lima tahun tidak sedikit mengikis cinta Rafli pada Senja .Perempuan yang dijodohkan padanya silih berganti datang tapi tidak satupun yang bisa menggoyahkan cinta Rafli .


Rafli ingat betul pernah mengkhianati Senja bersama adik tiri Senja sendiri .Itu bukan karena cinta ,bukan juga karena nafsu ,tapi karena ingin memastikan keberadaan dan kenyamanan Senja saat itu .Itulah kali pertama dan terakhirnya Rafli berkhianat .


"Mas ...Tolong .Ini akan membebaskan beban kita juga .Tanpa aku mengucap ,tentu mas masih merasakan .Tapi kita harus membangun sekat mas .Batasan kita harus jelas .Kita harus meredam apa yang masih tersimpan di hati kita .Jangan sampai kita menjalani sebuah hubungan tak bernama yang menjadikanku seorang pengkhianat .Tidak mudah bagi suamiku merubah perasaanku ,aku tidak mau usahanya sia - sia karena keegoisan kita "ucap Senja panjang lebar .


"Mas paham .Dulu saat menjadi Firly ,betapa anehnya saat mas harus memanggil namamu saja.Sekarang mas harus memanggilmu Senja juga saat sudah menjadi diri sendiri .Mas sadar tidak ada harapan lagi untuk mas saat akad pernikahanmu terucap .Hanya satu harapan yang tersisa ,harapan tentang kematian yang indah "ucap Rafli ,pikirannya menerawang jauh .


"Kematian akan datang mas ,pada siapapun yang masih bernyawa .Belum tentu mas yang sudah di vonis tidak berumur panjang akan mati duluan .Bisa saja aku yang terlihat sehat justru akan berpulang duluan .Jangan mendahului takdir mas ,berusahalah seperti mas mengusahakan kesembuhan Zain "tutur Senja ,Rafli tersenyum kecut .


Senja membalikkan badannya .


"Senja Khairunisa Kemala ,mulai hari ini aku Rafli putra Rajata bukan suamimu lagi .Tidak ada hak dan kewajiban yang mengikat kita berdua .Segala sesuatu tentang kita sudah menjadi urusan masing - masing "suara Rafli bergetar .Kata - kata yang sama sekali tidak ingin dia ucapkan akhirnya terlontar dari mulutnya .

__ADS_1


"SAH "sahut Darren santai ,menaruh beberapa kotak makanan di atas meja .lalu menghampiri Rafli ,memegang pundak Rafli yang bergetar .


"Thanks Raf .. Tanpa ikrar perceraian darimu pun pernikahan kalian sudah putus sejak kamu tidak memberi kabar dan menafkahi Senja lahir batin bertahun - tahun .Tapi ikrarmu memantapkan langkah kita semua .Mulai sekarang hubungan kalian hanya sebatas Zain "ucap Darren ,menepuk pelan pundak Rafli dan sekarang mendekati Senja yang membelakangi mereka .Darren memeluk istrinya dari belakang .


"Menangislah Ask ... It's okey ,aku mengerti "bisik Darren .Senja menggeleng lemah lalu membalikkan badannya .


"Tidak Ask ... Jangan buat aku terus merasa bersalah .Kita harus menjadi lebih baik setelah ini "ucap Senja ,membenamkan kepala di dada suaminya .


Rafli meninggalkan Senja dan Darren menuju ruangan Zain .


"Terimakasih Ask ...Aku hanya memintamu untuk memberitahu tentang panggilannya ,tapi kamu memberiku lebih .Terimakasih Ask ... Kamu membuatku menginginkan lebih siang - siang begini "bisik Darren nakal ,Senja memukul manja dada Darren .


"Kalau kamu memukulku seperti itu ,yang di tengah malah mengeliat Ask "canda Darren lagi .


"Apa itu ? "alis Darren menyatu karena kerutan di keningnya .


"Memperkenalkanmu pada Zain "ucap Senja sambil membuka kotak makanan mereka .Seperti biasa mereka selalu makan dari kotak yang sama ,Darren selalu minta disuapi kalau makan bersama Senja .Jadilah semenjak pernikahan berat badan keduanya semakin bertambah .Olahraga di pusat kebugaran bersama hanya wacana ,memanggil instruktur yoga untuk Senja pun belum kesampaian .Nyatanya olahraga satu - satunya yang rutin dan tidak pernah dilewatkan hanyalah olahraga di atas ranjang .


Rafli mendorong kursi roda dengan Zain yang duduk di atasnya .Senja tersenyum menghampiri Zain ,sementara Darren tamoak salah langkah .Zain terlanjur melihat dan melempar senyum padanya .Senyuman hangat dan tulus .


"Om yang memeluk mama di pantai ? "tanya Zain tiba - tiba ,membuat Rafli ,Senja dan Darren kompak saling bertukar pandang .Ingatan Zain sangat kuat ,mewarisi ingatan Senja yang juga sangat tajam .

__ADS_1


"Hai Zain .. Kenalkan om Darren ,teman mama Senja dan papa Rafli "ucap Darren sangat bersemangat ,menundukkan badannya meraih tangan Zain .


"Zain bosen ya di dalam kamar ? "tanya Senja ,dijawab anggukan kepala Zain .


"Nanti kalau Zain sudah boleh keluar dari rumah sakit ,kita akan pergi ke manapun Zain mau "sahut Rafli .


"Zain mau ke pantai melihat senja bersama mama Senja ,tapi Zain tidak mau Om yang memeluk mama .Sekarang kan sudah ada papa "ucap Zain dengan polosnya .Darren tersenyum dan mengangguk pada Zain .


"Tidak masalah ... Tapi Zain harus janji akan mengajak Om saat jalan - jalan nanti .Zain tidak akan menyesal kalau mengajak om .Kita bisa menerbangkan pesawat kecil di sana .Om punya banyak "ucap Darren ,mengeluarkan ponsel dan menunjukkan video pesawat remote control koleksinya .Seperti anak kecil pada umumnya ,Zain langsung tertarik .Zain dan Darren terlibat pembicaraan seru ,mengabaikan Rafli dan Senja .


Senja tersenyum lega melihat pemandangan di depannya .Darren yang biasanya susah akrab dengan anak - anak dalam sekejap sudah membuat Zain menatap terpesona padanya .


"Kalau Zain suka ,semua pesawat ini boleh jadi milik Zain "ucap Darren ,mata Senja membulat sempurna .Darren selalu menyayangi pesawat - pesawat itu seperti Malika ,si kedelai hitam yang dibesarkan seperti anak sendiri .Seorang pembantu pernah nyaris kehilangan pekerjaannya hanya salah saat menata ulang koleksinya .


"Mau dong Om "teriak Zain kegirangan .Meski teriakan Zain berbeda dengan kebanyakan teriakan anak normal pada umumnya. Teriakan itu terdengar seperti bicara biasa bagi anak-anak lain.


Hati yang gembira adalah obat .Mungkin itulah yang terjadi pada Zain sekarang .Kegembiraan dan harapan jelas tergambar dari wajahnya .Meski masih sesikit pucat ,senyuman tidak lagi pasang surut dari wajahnya ,tidak ada lagi drama - drama merayu ini itu saat meminum obat .Rafli menyesal tidak mempertemukan Zain dengan mamanya sejak dulu - dulu .


"Zain mau lihat ke luar cendela ? "tanya Senja .


"Mau "jawab Zain singkat .

__ADS_1


Senja mendorong kursi roda Zain ,Rafli dan Darren berjalan di belakangnya berdampingan mengikuti langkah Senja .


"Ma ,nanti malam boleh ya Zain tidur sama mama dan papa ? "tanya Zain .Pertanyaan lumrah seorang anak yang sudah tidur terpisah dari orangtuanya ,tapi tidak lumrah bagi Darren ,Senja dan Rafli .Ketiganya saling pandang .


__ADS_2