
Sarita mengetuk pintu kamar Senja berulang - ulang ,tapi tidak ada jawaban .Karena khawatir ,Sarita memutuskan untuk membuka pintu kamar Senja .Ternyata kamar kosong tidak ada siapapun di sana .Sarita langsung menuju kamar Darren .Karena pintu tidak di kunci ,Sarita membukanya dengan mudah .Dan benar saja ,Senja tertidur pulas di sana .
Pelan - pelan Sarita menyentuh kening Senja yang tidak panas .Tidak biasanya Senja tidur sampai sesiang ini .
"Ma ..."sapa Senja terkejut dan sedikit mengeliat sambil beringsut dari posisi tidurnya .
"Kamu sakit ?"tanya Sarita lembut .
"Enggak ma ."jawab Senja lalu melihat jam di dinding .
"Astaga sudah jam 9 .Maaf ma ... Tidur di kasur abang enak sekali .Ranjangnya beda sama ranjang Senja ."kilah Senja menutupi malunya dengan salah tingkah .
Sarita hanya tersenyum menanggapi sikap Senja ,ternyata Senja bisa juga gengsi mengakui kalau dia nyaman karena sudah mulai biasa dengan anaknya .
"Ya sudah kamu mandi sana ,terus sarapan .Ke kantor biar di antar driver mama ."ucap Sarita .
"Senja nanti di jemput sama driver kantor ma ,nanti siangan dikit .Senja ingin santai dulu pagi ini ."ucap Senja tak sepenuhnya jujur .
"Ya sudah ...Jangan lupa makan .Mama mau arisan dulu ."pamit Sarita .Senja mengernyitkan dahinya ,membuat alis tebalnya menyatu .Heran dengan kegiatan Sarita yang selalu melakukan arisan di pagi hari .
Senja kembali melihat ponselnya ,dan kembali kecewa karena Darren tidak juga menghubunginya .Haruskah Senja menghubungi lebih dulu ? tapi kan Darren yang salah .Begitulah gejolak hati Senja saat ini .
Sederet tulisan yang sudah diketik kembali di hapus lalu mengetik lagi membuat serangkaian kata ,namun berakhir sama .Dihapus dan dihapus lagi .
__ADS_1
Hal yang sama juga dilakukan oleh Darren yang kini sudah berada di kantornya di negara S .Karena Mahendra memutuskan untuk menemui kliennya sendiri .
Darren memainkan ponsel di sela - sela jemarinya yang panjang .Hati dan pikiran Darren semakin resah ,begitu mendapatkan kabar dari Chun Cha kalau Senja ijin tidak masuk kantor hari ini .Tadinya Darren berfikir Senja sedang tidak enak badan .Tapi saat dia menelpon mamanya ,fikiran itu hilang .Karena mamanya mengatakan kalau Senja akan keluar nanti agak siang .Rasa kesal Darren pun menjadi bertambah ,karena Senja tidak menurutinya untuk tidak kemana - mana selain ke kantor .Walaupun mamanya tidak menjelaskan Senja mau kemana ,Darren sudah berfikir tujuan Senja pasti bukan kantornya .
Keduanya masih sama - sama berfikir .Rindu yang tertahan gengsi dan berbalut curiga adalah perpaduan rasa yang tepat untuk menciptakan kegalauan yang sesungguhnya .
Akhirnya Senja memberanikan diri melakukan video call ,dia merendahkan sebentar gengsinya .Cinta yang selama ini dia agung - agungkan belum ada untuk Darren ,tapi nyatanya ketidak hadiran Darren membuatnya merasa ada yang kurang .Mulut bisa menghindar mengatakan cinta ,tapi hati akan sulit untuk mengingkarinya jika cinta sudah datang .
"Hai ask kemana saja ? kanapa baru menghubungiku ? "tanya Darren lembut begitu layar ponselnya sudah dipenuhi wajah yang selalu berhasil membuatnya merindu .Kata - kata umpatan dan kekesalan yang tadi tersusun rapi di fikiran ,langsung hilang begitu melihat wajah cantik bangun tidur dengan rambut yang sedikit acak - acakan .Sangat menggemaskan .
"Kamu yang kemana saja ? kenapa tidak menghubungi Senja ? Apa kamu mabuk semalaman ask ?"tanya Senja tidak ada marah yang tadi sempat menguasai pikirannya .Wajah segar Darren dengan tatapannya yang dalam melalui layar ponsel membuat Senja enggan mengeluarkan kemarahannya .
"Tentu saja tidak Askim ... Aku cuman sebentar di sana ,karena aku hanya memberi tau mereka tentang pernikahan kita .Bagaimana kandunganmu ? sepertinya semalam ada yang bahagia sekali sampai nyubit lengan Al terus .Itu manja sekali Ask ... Seharusnya tidak seperti itu "sindir Darren dibalut dengan kelembutan yang epic .
"Tangan Senja sudah terbiasa mencubit siapapun di dekat Senja kalau sedang becanda Ask ...Anak ini besar sekali untuk ukuran seusianya .pantas saja perut Senja sedikit membuncit sekarang .Dulu saat hamil Zain Usia 6 bulan baru agak kelihatan .Kamu sudah ketemu pak Arham ? "cerocos Senja membuat Darren semakin gemas .
"Hemmmm .... ya sudah .Senja mau mandi dulu ,Senja baru bangun .Senja tidur di kamarmu semalam Ask ."ucap Senja malu - malu membuat Darren ingin segera pulang rasanya .
"Mandilah ,jangan dimatikan videonya .Kita bisa ngobrol sambil mandi ."ucap Darren nakal dan Senja pun langsung memutuskan sambungan video call nya .
Darren kembali bersemangat setelah menerima telpon dari Senja .Terlalu senang membuat Darren lupa bertanya kenapa Senja tidak pergi ke kantor dan mau kemana Senja nanti siang .Darren akan merutuki kelalaiannya nanti .
Dua jam kemudian ,Senja melangkahkan kakinya ringan di antara jalan berumput yang tertata rapi dengan pemandangan deretan makam yang mewah dan rapi sejauh mata memandang .Dua buket bunga mawar putih berada didekapan Senja .Satu untuk Rafli dan satu untuk Zain .
__ADS_1
Langkah Senja melambat ,melihat sekelilingnya .Senja merasa jalan dan arahnya sudah benar .Pemakaman Zain dan Rafli ada di blok E7 dan Senja sedang berdiri tepat di blok itu sekarang ,tapi ada yang aneh .Senja tidak mendapati makam keduanya yang dulu sudah di pagar keliling oleh keluarga Rajata .Semua sudah rata dengan makam - makam yang lain ,tapi tidak ada nama Rafli dan Zain di sana. Senja terus berjalan ,lebih cepat meneliti satu demi satu nama nisan di blok E7 .Senja bolak balik hingga dua kali ,tapi tidak menemukannya .
Dengan tergesa - gesa dan wajah yang memerah karena terik panas dan juga kekesalan ,Senja menuju kantor pelayanan pemakaman yang membuatnya harus berjalan sedikit lebih jauh dari pemakaman .
"Saya ingin tanya di mana makam Rafli putra Rajata dan Zain putra maheswara di pindahkan ? "tanya Senja to the point .
Petugas pemakaman itu langsung memasukkan nama kedua nya satu per satu di kolom pencarian .Mereka menghela nafas dalam .Sepertinya yang di maksud Senja adalah pemakaman yang menurut mereka sangat aneh sepanjang mereka bekerja di sana .
"Ada hubungan apa anda dengan keduanya ?"tanya petugas hati - hati .
"Saya adalah istri dari Rafli putra Rajata sekaligus Ibu dari Zain putra Maheswara .Saya bisa menuntut kalian kalau sampai ada tindakan yang kalian lakukan dengan makam anak saya ,tanpa sepengetahuan saya ."ancam Senja .
"Keluarga membongkar pemakaman beberapa bulan yang lalu .Mereka mengambil peti - petinya dan mengembalikan lahan pada kami ."jelas salah satu petugas .Jangan ditanya kenapa dengan cepat mereka memberikan informasi ,karena pemakaman itu di kelola secara profesional ,segala aktifitas ter file dengan baik di komputer sehingga kapanpun dibutuhkan data bisa di akses kembali meskipun sudah puluhan tahun sekalipun .
"Keluarga siapa yang kalian maksud ?Kalian lihat di berkas kalian siapa yang membayar pemakaman ,menandatangani kontrak dan siapa yang membayar perawatan tahunan untuk makam atas nama Zain .Di situ jelas nama Senja Khairunisa Kemala .Itu nama saya .Seharusnya kalian memberi tahu saya jika ada perubahan ."Senja semakin emosi .
Petugas makam kembali mengecek data .Tapi data sepertinya sudah di ubah ,semua penanggung jawab berganti dengan nama Sonya .Petugas menunjukkannya pada Senja .Membuat Senja menarik nafasnya dalam menahan kemarahan .Buket bunga dipelukannya perlahan terlepas dan akhirnya jatuh .
Senja meninggalkan ruangan pelayanan pemakaman dengan kesedihan ,kekecewaan dan kemarahan .Langkah Senja masih terlihat tegap .Bukan saatnya untuk meratapi keadaan saat ini .Senja harus kuat jika ingin menemukan kembali makam anak dan suaminya .
Sepasang mata dari jarak yang tidak terlalu jauh dari Senja ,menyaksikan semua yang di lakukan Senja dari tadi sejak menginjakkan kaki di area pemakaman sampai sekarang .
"Tunggu waktu kalian selesai Rajata .... Kalian sudah terlalu jauh mempermainkan hidupku ."gumam Senja penuh dendam .
__ADS_1
Senja masuk ke dalam mobilnya ,mengarahkan driver menuju suatu alamat .
Sebuah sepeda sport warna hitam mengikuti mobil Senja dengan jarak yang cukup dekat .Senja terlalu fokus dengan pikirannya .Sampai tidak menyadari keadaan sekitar .