
Hari yang sudah dijadwalkan pun tiba .Bukan hari yang ditunggu bukan juga hari yang ingin dihindari .Cepat atau lambat ,kenyataan harus dihadapi .
Setelah kurang lebih 7 jam 20 menit perjalanan melalui udara ,Senja ,Darren dan Aleandro menapakkan kakinya di shanghai .Hawabdingin seketika menyeruak .Senja melihat sebuah papan tertera suhu 8 derajat celcius .Senja merapatkan mantel tebal yang menyelimuti badannya .Lalu menutup telinganya dengan headset .
Mereka langsung menuju hotel yang sudah dipesan Aleandro sebelumnya .Sebelum sejenak istirahat ,ketiganya menyempatkan diri sarapan bagi di resto hotel .Di antara mereka bertiga Darren lah yang fasih berbahasa china .Darren memang menguasai beberapa bahasa .
"Ask ,kamu kenapa dari tadi diam dan terlihat tidak nyaman .Apa kamu sakit ? "tanya Senja pada suaminya yang semenjak di rumah menjadi pelit bicara ,hanya sesekali tersenyum .Tapi tangannya selalu menempel di lengan Senja .Bergelayut seperti anak kecil takut ditinggal ibunya .
"Enggak Ask ,cuman pengen cepet istirahat "jawab Darren ,bohong .
Aleandro paham apa yang dirasakan Darren sekarang .Apa yang akan terjadi nanti ,semua tidak bisa menebak .
Mereka makan dengan cepat ,karena ingin segera menyegarkan diri dan beristirahat .
Kondisi di kamar hotel ,jauh lebih hangat karena adanya heater atau penghangat ruangan .
Setelah segar bukannya bisa tidur ,Darren malah merasa tidak mengantuk sama sekali .Darren membolak balikkan badan beberapa kali mencari posisi yang nyaman .Padahal ,biasanya tidak perlu kasur seempuk ini .Di lantaipun asal badannya nempel Senja ,Darren bisa tertidur pulas .
"Kenapa Ask ? "tanya Senja ,semakin menyadari keresahan suaminya .
Darren tidak menjawab ,dia hanya bisa memeluk Senja erat .Rasa takut kehilangan semakin besar .Rasanya baru sebentar merasakan hangatnya berkeluarga .Senja merasakan suaminya sedang menahan suara tangisnya .Pundak Darren bergetar .
"Ask kenapa ? Ada apa ? Apa yang terjadi ? "tanya Senja ,khawatir .
Darren menggelengkan kepalanya kuat .Wajah dan hidungnya terlihat memerah ,matanya basah .
"Ask ... Ngomong dong ,jangan begini .Senja bingung .Senja ada salah ? Senja minta maaf "ucap Senja ,matanya juga ikut memanas seperti ingin ikut menangis .
"Aku sayang kamu Ask ,aku cinta kamu "ucap Darren ,tangisnya pecah ketika kembali memeluk Senja .
"Senja juga sayang kamu Ask .Senja cinta kamu "jawab Senja dengan wajah yang masih kebingungan .
Darren mendudukkan Senja di tepian ranjang ,lalu dia bersimpuh di depan Senja .
"Maafkan aku Ask .Maaf ...aku membohongi kamu "ucap Darren akhirnya .
Senja menghapus air mata di pipi Darren dengan tangannya .Lalu dengan lembut mengecup kelopak mata suaminya yang terpejam.
__ADS_1
"Kamu bohong apa Ask ? "tanya Senja ,begitu tenang .
"Kita ke sini tidak untuk bisnis Ask .Maaf aku bohong "ucap Darren .
"Terus ? "tanya Senja agak kesal .Karena dipikirannya sudah negatif .Pasti Darren mengajaknya untuk bulan madu .Bagaimana mungkin Darren malah tega meninggalkan bayi yangbmasih merah demi bulan madu .Senja menjadi kesal .
"Lihat aku Ask .please "bisik Darren lirih ,melihat Senja memalingkan wajahnya .Tapi sebentar ,kalau bulan madu kenapa Aleandro harus ikut ? Senja kembali menatap wajah suaminya .Kenapa matanya terlihat menyimpan kesedihan dan kekhawatiran .Di mana tatapan mata nakal dan percaya diri yang selalu membuatnya terbuai itu .
"Katakan Ask ,kamu bohong apa ? kenapa sampai sesedih itu ? "tanya Senja tenang tapi tidak menutupi rasa penasarannya .
"Aku dan Aleandro akan mengantarmu bertemu dengan Rafli Ask "ucap Darren akhirnya .Dia memutuskan jujur .Senja akan harus tau darinya sebelum bertemu dengan Rafli .Setidaknya Senja tidak akan terlihat seperti orang bodoh di depan Rafli.
"Mas Rafli ? "tanya Senja meyakinkan diri .
"Iya Rafli ,suami kamu "jawab Darren ,perih .
"Mendiang suamiku Ask .Mendiang "tegas Senja .
"Dia masih hidup Ask .Rafli masih hidup .Kamu akan bertemu dengannya nanti "ucap Darren pelan tapi menyayat hati .
"Mulai kapan kamu tahu mas Raflivmasih hidup Ask ? Firly itu mas Rafli kan ? "tanya Senja lembut .
"Sudah lama Ask ,sudah lama .Tidak hanya aku ,semua tau ,termasuk Appamu "jawab Darren jujur ,tidak berani menatap istrinya .
Senja memejamkan mata ,menggigit bibir bawahnya lalu menghela nafas dalam .
"Kenapa baru sekarang ? Kenapa kalian menyembunyikan dari Senja ? "tanya Senja datar ,tapi terdengar tegas penuh penekanan .
"Rafli tidak ingin kamu tahu .Dia akan menjelaskan sendiri padamu .Pada kami ,dia tidak mau mengatakan apapun "ucap Darren ,terlihat lelah dan pasrah .
Senja melepas genggaman tangan suaminya ,lalu berdiri menghampiri cendela kaca yang memperlihatkan kabut di luar .Terlalu sulit untuk menerjemahkan apa yang Senja rasakan .Wajahnya terlihat datar .Tidak ada keterkejutan ,bahagia ataupun sedih .
"Ask ...Maafkan aku "ucap Darren lirih .Darren berdiri di samping Senja ,dengan tangan yang bersembunyi di balik kantong celananya .Dia ingin tangannya tetap berada di sana saat ini ,menjaganya agar tidak menyentuh Senja .
Darren ingin memberi ruang untuk Senja berdialog dengan dirinya sendiri ,merenungi apa yang terjadi dan apa yang akan dihadapi nanti .
"Aku sungguh minta maaf Ask .Dengan memberitahumu dan membawamu ke sini .Aku terima segala resikonya .Meskipun aku tidak akan pernah siap .Aku mencintaimu Ask ,sangat ...Aku takut kehilanganmu ,tapi aku lebih takut melihatmu menyesali keputusanmu "ucap Darren ,membiarkan Senja sendirian .Darren memilih berdiri di sisi lain memandangi punggung istrinya yang tidak bergerak sama sekali dari tadi .
__ADS_1
Senja membalikkan badannya ,mendapati Darren yang memandangnya dengan tatapan terluka .Senja belum berbuat apa - apa .Kenapa Darren terlalu cepat memutuskan untuk terluka .
Laki - laki di depannya ini memang bukan yang pertama ,tapi dialah yang bisa membangkitkan gairah dan cinta di hati Senja secara bersamaan .Setelah empat tahun hidup sendiri dalam kesepian dan kehampaan ,laki - laki inilah yang datang membuat hatinya kembali merasakan kesal,kecewa ,marah ,cinta dan juga cemburu .
Senja mendekati suaminya lalu merengkuh tubuh Darren ke dalam pelukannya .Membiarkan Darren membenamkan kepala di lehernya .
"Kamu tidak salah Ask ...Kalian pasti punya alasan kenapa menyembunyikan semua dari Senja .Terimakasih akhirnya mau jujur dan membawa Senja kemari "ucap Senja lirih .
"Aku mencintaimu Ask ...Aku takut kehilanganmu ...Aku takut sekali "ucap Darren bertubi - tubi .
"Senja tidak akan meninggalkanmu Ask "bisik Senja .
Darren menggeleng lemah .Saat ini Senja masih bisa setenang ini .Tapi nanti ,saat Senja berhadapan langsung dengan Rafli ,saat Senja tau Zain masih hidup ,dan saat Senja tau alasan Rafli sebenarnya .Akankah tetap seperti ini ??
Darren mencium bibir Senja ,menjadi sedikit asin karena bercampur dengan air matanya yang kembali jatuh .Seolah paham Darren sedang butuh ketenangan sekaligus kekuatan .Senja membalas ciuman Darren .telapak tangan Senja mulau naik turun mengusap dada suaminya .Ciuman Darren beralih ke leher Senja .
"Senja milikmu Ask ... Hanya milikmu "bisik Senja lirih ,tapi berhasil membuat Darren kembali bergelora .
Senja menuntun suaminya ke atas ranjang .
"Masih takut Ask ? "tanya Senja lirih .
Darren mengangguk pelan ,dengan tangan sudah meraba bagian inti Senja .
"Ambil semua Ask ...lakukan apapun yang membuat ketakutanmu hilang ...Senja milikmu Ask .Ayo Ask ..."ucap Senja dengan suara mendesah dan menggoda .
Darren menghujam bagian inti Senja dengan bagian inti miliknya .Kali ini lebih cepat bahkan terlalu cepat , seolah ingin menyatakan sentakan ini adalah sentakan yang hanya ada antara Senja dan dirinya .
"Teruskan Ask ...lakukan sesukamu ... Tidak ada yang bisa mengambil Senja darimu "Senja terus menyemangati suaminya .
"Arghhhhhhh.....Kamu milikku Ask ....hanya milikku ...Arghhhh...Arghhh ..."dengan nafas tersengal Darren mengakhiri pergulatan tubuhnya dengan Senja .
"Terimakasih Ask ... Jangan tinggalkan aku "bisik Darren .
Senja menggigit bibirnya pelan .
"Tuhan teguhkan pendirianku nanti ,semoga tidak ada hati yang tersakiti nanti "doa Senja dalam hati .
__ADS_1