Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Ada apa ????


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, tapi Senja masih belum mau tidur seranjang dengan Darren. Untung saja di rumahnya masih ada eomma, setidaknya Darren masih bisa mencuri - curi ciuman saat ada eommanya. Senja masih seperti biasanya, dia tidak akan menunjukkan pertengkaran mereka di depan orang lain. Tapi jangan ditanya lagi kalau di dalam kamar hanya berdua, aura dinginnya langsung terasa.


" Ask, aku malam ini ada meeting, pulangnya agak telat ya " pamit Darren.


" Hemmm " jawab Senja.


" Sampai kapan diem terus begitu ? kan sudah dijelasin, ada saksi juga " Darren sedikit kesal karena Senja terlalu keras kepala.


" Aku nginep di opa malam ini " Senja mengabaikan pertanyaan suaminya. Tangannya sibuk memasukkan beberapa pakaiannya dan pakaian Dasen ke dalam koper.


" Iya, aku juga nginep di sana. Bawakan aku baju kerja buat besok sekalian kalau begitu " pinta Darren.


" Kamu tidur di rumah saja nemenin Zain. Karena Zain tidak mau ikut " jawab Senja agak panjang.


" Ask, kepalaku sudah pusing sekali karena kurang tidur. Mau sampai kapan sih kamu siksa aku ? Kemarahanmu sudah tidak masuk akal dan berlebihan " tegas Darren kesal.


Senja begitu tenang mendengarkan omelan suaminya.


" Aku berangkat " pamit Darren, mengulurkan tangannya seperti biasa. Senja menyambut uluran tangan itu, lalu mencium sekilas punggung tangan suaminya tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Darren mewurungkan niat menutup pintu kamarnya begitu mendengar istriku menjawab panggilan telepon sepagi ini.

__ADS_1


" Iya Ros " sapa Senja.


" Bu Senja maaf mengganggu. Sepertinya ibu harus datang ke kantor pagi ini, ada beberapa pembayaran urgent yang harus dimajukan butuh disposisi langsung dari Ibu atau saya kirim dokumen ke rumah saja ? " tanya Rosa hati - hati.


" Tidak perlu Ros, aku akan ke kantor hari ini. Dasen sudah lumayan bisa anteng sekarang. Sekalian aku mau belanja keperluannZain dan Dasen " jawab Senja, lalu meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


Darren tidak jadi berangkat ke kantor, mendengar istrinya juga akan pergi. Darren melempar clutchnya ke atas ranjang, membuka kancing kemejanya yang sudah rapi, lalu melepas dan melemparkan sembarangan. Begitu juga dengan sepatu yang dia kenakan.


Senja pura - pura tidak peduli, dia mengganti bajunya dengan baju kerja. Sengaja memilih baju yang akan memancing kemarahan suaminya. Rok pendek sedikit ketat di atas lutut, di padu atasan polos dengan blazer press body memamerkan lekuk tubuhnya yang berisi. Senja memoles bibirnya dengan lipstik merah, menegaskan kecantikan yang biasanya lembut dan natural menjadi sangat menggoda.


" Apa maumu Ask ? aku sudah meminta maaf. Aku bohong juga bukan untuk senang - senang. Kenapa kamu memperlakukan aku seolah aku ini pengkhianat. Apakah kamu senang memperlakukan aku seperti ini ? apa kamu senang melihatku tersiksa ? apa yang ingin kamu dapatkan ? kamu juga ingin kebebasan ? kamu ingin kembali bekerja ? silahkan. Kamu yang bekerja, aku yang akan mengasuh anak - anak " ucap Darren, tajam dan tegas.


" Siapa takut ? Dengan senang hati aku akan kembali bekerja " tantang Senja sambil memakai sepatu heels setinggi delapan centi di kakinya.


Darren kembali memakai kemejanya, lalu menelpon Yanes untuk mengubah lokasi meetingnya nanti malam. Darren meminta Yanes memesan sebuah ruang vvip di sebuah club malam terkenal di ibu kota.


Senja yang kembali masuk ke kamar untuk mengambil kopernya mendengar percakapan Darren dengan Yanes. Keduanya sedang di fase kejenuhan dan kelelahan masing - masing, ego mereka sedang sama - sama ditinggikan. Tanpa Darren sadari, dialah yang masuk dalam perangkap istrinya.


Senja sengaja meninggalkan ponselnya di atas nakas. Darren membawa ponsel istrinya. Beberapa pesan masuk dari nomer tidak dikenal masuk di sana. Darren mengumpat keras saat membacanya.


Deru suara mobil terdengar semakin menjauh meninggalkan halaman rumahnya, pertanda Senja sudah benar - benar pergi. Tanpa pamit padanya.

__ADS_1


" Wat....Dasen sama Eomma ke mana ? " tanya Darren.


" Barusan pergi sama bu Senja pak " jawab Wati hati - hati.


Wajah Darren semakin mengeras. Kebohongannya yang tidak seberapa ternyata malah dijadikan istrinya kesempatan. Darren membuka riwayat chat dari nomer tak dikenal itu, awal perkenalan istrinya sampai sekarang dengan laki - laki misterius itu.


" Akan kubunuh laki - laki itu Ask...Aku sudah menjaga hatiku untuk kamu. Kesetiaanku bahkan tidak perlu kamu ragukan. Tapi malah kamu yang mengkhianati pernikahan kita " gumam Darren, air mata sudah kembali menggenangi pelupuk matanya. Senja selalu membuatnya berhasil menjadi lelaki yang rapuh dan cengeng.


Darren mengendarai mobil sportnya sendiri, dia mengarahkan mobilnya ke kantor Senja. Di perjalanan Darren memerintahkan pada Amir untuk membatalkan semua schedulenya hari ini. Urusan keluarganya jauh lebih penting. Nasib pernikahannya sedang dipertaruhkan. Darren tidak akan pernah menceraikan Senja apapun yang terjadi. Dia akan membuat Senja menderita seumur hidup karena tega mengkhianatinya.


Darren terus membuntuti istrinya, mulai dari keluar dari rumah Hutama, kantor sampai sekarang di pusat perbelanjaan. Senja bukannya tidak tahu sedang dibuntuti suaminya, Senja tau persis malah. Tapi dia memang sedang sengaja ingin membuat suaminya sangat kesal dan emosional.


Senja masuk ke sebuah butik gaun langganannya. Darren semakin mengernyitkan keningnya. Otaknya sudah diajak berfikir keras sejak tadi pagi. Dari kejauhan, Senja terlihat memilih beberapa baju. Darren merasa tidak ada acara yang mengharuskan Senja untuk membeli gaun baru dalam waktu dekat ini. Untuk acara Chun awal bulan depan, tentu akan menggunakan designer keluarga khusus.


Setelah lebih dari satu kali waktu permainan sepak bola, Senja keluar dari butik sambil menenteng satu buah paper bag besar. Lalu Senja masuk ke ruangan di mall yang disediakan khusus untuk laksasi. Sepertinya Senja sedang memompa Asinya yang sudah terasa penuh. Darren masih terus mengintai.


Nomor tak bernama itu kembali mengirimi Senja pesan. Rupanya keduanya ingin melakukan temu darat setelah hanya berkenalan lewat online. Sebuah alamat lengkap dikirimkan oleh laki - laki misterius itu. Darren mengatakan laki - laki misterius karena setiap foto yang dikirimkan pada Senja tidak ada yang berwajah. Hanya bagian leher ke bawah, dengan menunjukkan bagian dada yang berbulu dan kotak - kotak. Sangat Senja sekali.


Darren terus mengikuti Senja yang kini kembali ke rumah Hutama. Darren kembali membuka dan membaca pesan - pesan yang masuk di ponsel istrinya. Logika Darren benar - benar tidak bisa diajak berfikir sekarang. Darren menghentikan pengintaiannya.


Pukul delapan malam lewat lima belas menit, suasana rumah opanya sangat lengang. Jam tujuh tadi saat dia menelpon Rianti, Senja masih ada di rumah. Darren membuka kamarnya, tidak ada Senja di sana.Rianti yang kebetulan lewat mengatakan bahwa Senja keluar sesaat setelah Darren meneleponnya. Sementara Dasen dan Bae menurut Rianti sedang bersama Sarita.

__ADS_1


Kesabaran Darren benar - benar habis. Darren pun langsung ke tempat di mana dia menduga Senja berada.


" Berikan saya kunci duplikat kamar 8201 " pinta Darren pada resepsionis hotel berbintang lima dengan tidak sabar.


__ADS_2