Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Soon to be daddy


__ADS_3

Rafli dan Darren secara bersamaan dengan mobil masing-masing sampai di depan rumah sakit Huang. Darren berjalan lebih buru - buru ketimbang Rafli yang memang terlihat santai. Sampai di ruangan Darren mencuci kaki, tangan dan mukanya dulu, lalu mengganti kemejanya dengan kaos polos biasa.


Darren membuka ruangan Zain yang saat ini sedang tertidur, tidak ada istrinya di sana. Darren malah dikejutkan dengan kemunculan mertua perempuannya dari dalam toilet ruangan Zain.


"Senja di mana Eomma? tanya Darren pada Bae.


"Ke dokter Frans" jawab Bae santai.


"Kok ke dokter Frans? memang mau progam IVF lagi?" Darren terlihat sangat heran.


"Iya bener mau IVF lagi, mau nyoba hasil persilangan beruang kutup dan beruang madu kira-kira bakalan seperti apa," seloroh Bae asal.


"Eomma serius dong!" rajuk Darren.


"Ish ... gak ada pantes-pantesnya kau merajuk," Bae pura - pura kesal, matanya melirik sinis.


"Eomma ... Senja sama siapa? Kenapa gak nunggu Darren?" Darren kembali bertanya, semakin jelas ketidak sabarannya.


"Nunggu kamu lama, keburu dehidrasi itu anak. Semalam kamu gas berapa kali sampai kelelahan begitu?" pancing Bae, mertua perempuan Darren itu paling tidak ada saringan kalau sudah bicara.


"Cuman dikit Eomma." Darren tanpa ragu menjawab pertanyaan mertuanya.


"Gak usah disusul, sebentar lagi pasti pulang. Senja aman sama Hyeon. Lebih aman ketimbang sama kamu, menghabiskan tenaga Kemala di ranjang mulu." Bae lagi-lagi bisa menebak isi pikiran Darren yang memang sudah berniat menyusul Senja.


Dugaan Bae kembali benar, Senja baru saja masuk ruangan Zain bersamaan dengan Rafli yang tadi sempat berhenti di apotik rumah sakit untuk membeli obat. Keduanya masuk ke ruangan istirahat masing - masing untuk membersihkan diri dan berganti pakaian dulu. Memasuki ruangan Zain harus bersih dan steril.


"Mas Rafli mau ke kamar Zain kan ? boleh minta panggilin Eomma nggak mas ,aku tunggu di sini "ucap Senja berbinar - binar .


Rafli hanya mengangguk . Meski ikut penasaran dengan raut wajah Senja yang terlihat lebih bahagia , Rafli menahan diri untuk bertanya - tanya .Bisa sedekat oni meski sudah tidak ada hubungan apa - apa sudah bersyukur , jangan sampai dia berbuat di luar kesepakatannya dengan Darren .


Bae muncul bersama Darren .Senja tidak tahu kalau suaminya memang sudah datang .


"Bagaimana La ? "tanya Bae penasaran .

__ADS_1


Senja hanya mengangguk cepat dengan wajah dan mata sama berbinar - binarnya .


"Ah akhirnya Eomma akan menimang bayi kecil lagi "ucap Bae begitu senang , Darren masih bingung dengan pembicaraan kedua perempuan yang pernah berhubungan layaknya Tom and Jerry . Nyatanya sekarang Bae begitu memanjakan Senja .


"Bayi siapa lagi Ask ? Al nitip bayi lagi ? " selidik Darren masih bingung .


Senja mengeluarkan testpack beserta secarik kertas dari dokter Frans . " Soon to be Daddy " ucap Senja dengan senyuman lebar satu tangan mengelus perutnya .


" Hamil ? made in Darren Mahendra ? " tanya Darren mulai heboh .


Senja lagi - lagi hanya mengangguk . Darren langsung memeluk Senja .


"Terimakasih Ask .... Terimakasih , ini luar biasa buat aku . Aku selalu berdoa agar kita cepat diberi momongan dan Tuhan mengabulkan Ask ... Terimakasih . Kita harus menjaga dia baik - baik . Aku bahagia ask , benar - benar bahagia . Aku mencintaimu " ucap Darren bertubi - tubi sambil mencium kening Senja berkali - kali dengan lembut . Darren benar - benar terharu , air mata membuktikan betapa bahagianya Darren sekarang .


"Ask ... Kamu tidak boleh capek - capek sekarang .Oh....Ask , aku bahagia . Wuhhhhhh " Darren mengipasi matanya dengan telapak tangan sendiri , menghindari air mata haru yang terus menetes .


Rafli yang tadi berniat memanggil Senja karena Zaun terbangun dan minta disuapi Senja menunda sesaat maksud kemunculannya di sana .Rafli bisa membayangkan perasaan Darren sekarang , begitulah dulu Rafli saat mendengar Senja hamil Zain .Satu mimpi Zain terwujud , meski itu bukan dari Rafli .


"Thanks Raf , aku benar - benar tidak menyangka secepat ini . Luar biasa Raf " ucap Darren , tidak bisa menutupi kebahagiaannya .


"Sorry ganggu sebentar , Zain mencari mamanya .Katanya laper tapi minta disuapi "ucap Rafli pelan , sebenarnya tidak enak menjeda kebahagiaan Darren dan Senja .


Bae yang dari tadi hanya menyimak langsung mengamit tangan Senja , mengajak Senja menemui Zain segera .


"Sekali lagi selamat ya " ucap Rafli lagi .


"Ternyata begini ya Raf rasanya , aku deg - deg an banget ini . Aku harus gimana nih Raf ? " tanya Darren kembali konyol , padahal Darren pernah menghadapi Senja saat sedang hamil baby De .


"Waktu hamil Zain dulu , Senja manja banget .Tapi emosinya jangan di tanya lagi . Bisa nangis cuman gara - gara kita tidur ngadep tembok " bisik Rafli berbagi pengalaman .


"Pas hamil baby De kemarin gak rewel , tapi ......." Darren tidak melanjutkan ucapannya karena tidak etis .


Rafli paham maksud Darren ,karena dulu saat hamil Zain pun keinginan Senja menjadi tiga kali lipat dari biasanya . Sungguh berkah bagi Rafli .

__ADS_1


"Aku paham " sahut Rafli cepat .


"Raf terus urusan Erika bahenol ini gimana ? Nih dia nelpon mulu daritadi .Dia bilang sudah dapet alamat apartemenku .Kok jadi ngeri ya Raf " ucap Darren setengah berbisik .


"Bilang saja bakalan dateng . Daripada kamu dijemput paksa ke apartemen kan makin kacau "saran Rafli .


Tanpa berfikir panjang , Darren pun melakukan saran Rafli .Mengiyakan undangan Erika .


"Sudah aku oke'in , yang terjadi setelah ini aku cuman bisa pasrah " ucap Darren , agak nyeri membayangkan kalau Senja sampai tau cerita dibalik sosok Erika bahenol .


Di dalam ruangan Zain , Bae begitu telaten bermain lego dengan Zain yang baru saja selesai disuapi Senja .Zain memutuskan akan tidur dengan opa dan omanya malam ini .Senja mengiyakan saja apa kemauan Zain ,


"Kamu pulang saja La , istirahat . Masih 9 minggu , jangan dulu gumul sama suamimu . Tahan dulu . Pakai tangan atau apalah asal jangan di temuin sama pasangannya "saran Bae selalu tidak ada yang ditutup - tutupi .


"Iya Eomma ... Eomma ...Terimakasih ya , mau menerima dan menyayangi Kemala " ucap Senja tulus .


"Hemmmm .... "jawab Bae ,malas kalau sudah diajak melow begini .Karena Bae jadi teringat semua masa lalu antara dirinya , Arham , Arhan dan Wulandari .


"Sana pulang , biar bisa istirahat .Bilang Rafli suruh istirahat juga , Papamu paling 30 menit lagi datang " ucap Bae .


"Zain beneran mau bobo sama oma sama opa ? "tanya Senja ingin memastikan .


"Iya ma , mama pulang saja sama papa " ucap Zain yang memang masih belum mengerti apa yang telah terjadi dengan kedua orangtuanya .


Di luar , Rafli dan Darren masih serius membahas kemungkinan - kemungkinan yang terjadi jika Erika bahenol tiba - tiba muncul di depan Senja . Diskusi mereka berdua berhenti begitu mendengar derap kaki Senja .


"Ask , kita pulang dulu yuk ! Zain minta bobo sama emma dan Appa .Mas Rafli di suruh istirahat juga sama Eomma " ajak Senja .


Darren dengan senang hati menerima ajakan istrinya , membayangkan kenikmatan di atas ranjang bersama Senja .


Di dalam mobil yang dikendarai Darren , ponsel Darren terus berbunyi . Perasaan Darren semakin tidak enak . Senja reflek mengambil ponsel suaminya .


"Siapa Erika Bahenol ? "tanya Senja sambil memperlihatkan layar ponsel pada Darren .

__ADS_1


__ADS_2