Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Daddy Darr tambah umur


__ADS_3

" Maaf pak itu sangat privasi. Kami tidak bisa memberikan ke sembarang orang " kata resepaionis.


" Istri saya ada di sana bersama orang lain. Rumah tangga saya dipertaruhkan. Kalau kalian tidak mau memberikan baik - baik, saya akan dobrak pintunya " ancam Darren.


" Bapak yang bernama pak Darren ? " tanya resepsionis hati - hati.


" Iya, saya Darren. Bagaimana kalian tahu ? " Darren balik bertanya.


" Tadi bu Sarita menitipkan pesan. Baiklah kami akan mengantar bapak ke kamar yang bapak maksud " resepsionis memberikan kode pada temannya untuk mengantar Darren.


Penampilan Darren sudah tidak beraturan, lengan kemejanya tergulung sembaranganbsampai siku, satu sisi bajunya sudah keluar dari celana, wajahnya sedikit merah karena emosi yang masih terpendam.


Dengan hati - hati pegawai hotel membuka kamar 8201, lantunan lagu Hero dari mariah carey langsung menyapa telinga Darren. Wangi bunga mawar memenuhi ruangan di tambah suasana temaram. Darren melangkah maju, meski kakinya gemetar.


Ranjang king size dengan seprei putih bersih masih tertata rapi. Tidak ada tanda - tanda bekas manusia tidur atau sekedar menempelkan bokongnya di sana.


Darren mengecek kembali ponsel istrinya, barangkali dia salah membaca alamat. Tapi hotel di mana dia berdiri sekarang memang benar yang tertera di pesan itu.


Di tengah kebingungan dan pikiran Darren yang semakin buntu dan lelah.


" Selamat hari lahir ask. Terimakasih selalu menjadi suami dan daddy yang luar biasa. Maaf kalau ini bukan kejutan romantis, Maaf kalau beberapa hari ini sedikit dramatis. Senja sayang kamu Ask, selalu dan selamanya " bisik Senja tepat di belakang telinga suaminya.


Darren membalikkan badannya. Menatap sendu antara senang dan juga kesal. Senja yang sedikit merubah penampilannya malam ini. Menanggalkan daster kebangsaannya, menggantinya dengan gaun malam merah marun yang menegaskan warna kulitnya yang putih mulus, punggungnya tereksplore sempurna karena model gaunnya yang memang sangat terbuka di bagian belakang.


" Kamu jahat Ask, kamu tega membuat aku berfikir yang tidak - tidak " ucap Darren, masih tidak percaya.


" Kamu juga mengerjai Senja di hari ulang tahunku Ask. Senja pun bisa. Senja bingung harus memberimu kado apa. Sepertinya kamu sudah mempunyai segalanya. Sungguh Senja tidak menyiapkan kado apapun untukmu " ucap Senja merasa tidak enak.


Bagaimana bisa sampai Darren melewatkan ulang tahunnya sendiri. Pikirannya terlalu fokus digunakan untuk merayu Senja yang sedang marah, sampai lupa kalau hari ini adalah hari lahirnya.


" Kita akan menginap di sini ? " tanya Darren mulai manja seolah lupa umpatan dan ratapan kesedihan seharian penuh tadi.


" Iya, tapi sebelum subuh kita sudah harus pulang. Kalau tidak ibu suri akan menyulapku kembali menjadi upik abu "canda Senja. Bae hanya memberinya waktu berdua sampai jam empat pagi, tidak boleh lebih.


" Tidak bawa kado kan ? " Darren semakin merapatkan tubuh Senja ke badannya.

__ADS_1


Senja menggeleng lembut. " Senja tau kamu tidak butuh kado Ask. Senja tau pasti apa yang kamu inginkan " bisik Senja, suaranya sangat manja dan menggoda.


Darren hendak mencium bibir Senja, tapi Senja menolak, lalu melepaskan diri dari pelukan Darren. Membuka lemari lalu memberikan setelan tuxedo pada suaminya. " Pakai ini dulu Ask, malam ini Senja tidak mau biasa saja " ucap Senja kembali dengan suara lirih menggoda dengan kerlingan mata yang meruntuhkan iman lawan bicaranya.


Darren segera mengganti bajunya, Sekali lagi Darren menertawakan kekonyolannya sendiri hari ini. Bagaimana bisa otaknya untuk kedua kalinya berfikir buruk secara berlebihan.


Setelah memastikan penampilannya sudah sepdan. Darren kembali menemui istrinya. Dareen memeluk Senja dari belakang. " Mau berdansa denganku Ask ? " tanyanya mesra.


" Tentu saja Ask. I'm Yours " jawab Senja sambil membungkukkan badannya.


Darren mengambil ponselnya, memutar lagu yang dia mainkan saat Senja berdansa dengan Rafli di pulau cinta.


" Sebenarnya saat itu, aku juga ingin berdansa denganmu. Sekarang baru kesampaian. I love you Ask. Jangan membuat aku gila Ask. Jangan mengacuhkanku " bisik Darren merapatkan tubuhnya pada Senja. Kedua tangan Senja sudah mengalung manja di leher Darren, sementara tangan Darren sudah berada dipinggul Senja begitu erat.


...Tahukah kamu...


...Sedalam apa rasa cintaku?...


...Tahukah kamu...


...Tawamu, bahagiaku...


...Tangismu, kepedihanku...


...Semua tentang dirimu...


...Kut'rima apa adanya...


...Ku percaya, hati kecil tak salah memilih...


...Kau adalah jawaban doa penantianku...


...Waktu yang menuntun hatiku...


...'Tuk menunggu cinta yang sempurna...

__ADS_1


...Cinta itu kamu...


...Tahukah kamu...


...Kelemahanmu menguatkanku?...


...Tahukah kamu...


...Mendampingimu, jalan hidupku?...


...Alunan lagu dengan lirik yang amat mewakili isi hati Darren membuat keduanya tidak lagi sanggup menutupi bahagia dan rasa cinta mereka yang menggebu....


" Ask, apa harapanmu di usiamu sekarang ? " tanya Senja.


" Keinginanku masih sama dan selalu sederhana sejak menikah denganmu Ask. Aku hanya ingin disetiap bangun tidur ada kamu disisiku. Menyambut pagi dengan senyumanmu. Aku hanya ingin seperti itu sampai menua nanti, sampai maut yang memisahkan. Bersamamu aku tidak membutuhkan kesempurnaan yang lain. Mencintaimu adalah kesempurnaan itu sendiri " Darren menghentikan langkahnya.


Senja menutup rapat matanya, merasakan tangan suaminya yang kini membelai lembut dari pipi menuju bibirnya. Hawa panas nafas Darren kini terasa semakin nyata menyapu pipinya.


Tangan Senja mengarahkan tengkuk leher suaminya untuk membuat wajah Darren semakin dekat dan rapat dengannya. Kedua bibir pun kini menyatu sempurna, saling memagut dengan lihai. Hingga keduanya tidak lagi bisa mengendalikan dirinya. Lidah saling melilit bertukar saliva. Suara lagu pun kini beradu dengan decapan.


" Kamu akan selalu menjadi hadiah terbaik disetiap ulang tahunku Ask " bisik Darren, di sela - sela jeda tautan bibir mereka.


" Ambil yang ingin kamu ambil dariku Ask. Andai bisa, aku tidak keberatan jika pikiranku kamu yaang mengendalikan " jawab Senja begitu lembut.


Darren kembali menautkan bibirnya pada bibir ranum di depannya, tangan Darren perlahan menurunkan tali pita kecil yang ada di pundak Senja sampai ke siku. Resleting di bawah pinggul istrinya pun lolos terbuka tanpa suara. Hingga gaun itu terlepas sempurna, menyisakan ****** ***** warna senada dengan gaun Senja.


Ciuman Senja kini beralih ke leher suaminya. Sangat lembut sampai tidak meninggalkan jejak apapun di sana. Tangannya juga lincah membuka kancing kemeja hingga pengait celana.


" Ask...Aku minta kado ulang tahunku. Hari ini aku rajanya " bisik Darren, nakal diakhiri dengan gigitan kecil di daun telinga istrinya di ujung kalimat.


Bukan Senja namanya kalau tidak paham apa maksud suaminya. Senja mendorong tubuh Darren hingga terhempas di tepian ranjang dengan kaki yang masih menyentuh lantai. Senja berdiri dengan lututnya melakukan sesuatu dengan mulutnya. Hingga erangan dan racauan Darren sudah terdengar lebih intens, Senja segera membebaskan mulutnya.


Senja tidak langsung melakukan penyatuan, meskipun Darren berulang kali sudah mengatakan " ayo ask ". Senja terus mengulur waktu, kini dia merapatkan dua gundukn kenyl di dadanya dengan dada istrinya. Menyatukan pucuk hitamnya dengan pucuk hitam suaminya. Darren semakin meracau, di tambah lagi tangannya kini tidak tahan untuk tidak memainkan gundukan di depannya persis. Darren perlahan mer****, hingga ada asi yang merembes. Lenguhan Senja kini mulai terdengar, membuat adrenalin Darren semakin terpacu.


Sama - sama tidak tahan, akhirnya Senja mengarahkan kepemilikan Darren tepat pada bagian intinya. Senja pun mulai meliukkan dan menarik pinggulnya. Tidak bertahan lama hasrat keduanya pun tuntas.

__ADS_1


Mereka mengulangnya beberapa kali hingga tidak memejamkan mata. Mereka langsung kembali ke rumah Hutama begitu jam menunjukkan pukul tiga pagi.


__ADS_2