Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Rencana Darren


__ADS_3

Belum sampai waktu jam kantor usai, Darren sudah memutuskan untuk pulang. Dia tidak mungkin menemui Angelica tanpa sepengetahuan Senja. Mengambil keputusan sendiri sudah tidak berani dia lakukan. Darren akan meminta izin pada istrinya terlebih dahulu.


Darren menghubungi Senja melalui telepon whatsapp, hanya terhubung, sama sekali tidak diangkat. Padahal Darren hanya ingin tahu, apakah Senja sudah membawakannya baju apa belum. Kalau sudah tentu saja dia akan langsung ke hotel.


Bersama di tengah - tengah orang lain, membuat Senja bersikap manis padanya. Biarlah hanya drama, yang penting masih bisa merasakan kehangatan istrinya.


Ternyata Senja pun belum berangkat ke hotel, Senja masih bermalas - malasan di atas ranjang.


"Mau berangkat jam berapa?" tanya Darren, bersikap seperti biasa.


"Nanti."


"Nanti itu juga ada jamnya Ask! Anak - anak kenapa sama mama terus?" Darren menatap istrinya dengan tajam.


"Di sana suasana lebih tenang, nyaman dan penuh kasih sayang." jawab Senja dengan santai.


"Aku tidak suka seperti ini Ask... Kalau ada masalah, ya kita selesaikan cepat. Jangan biasakan hidup seperti ini. Setiap kali ada masalah, selalu anak - anak dititipkan pada mama." ucap Darren, pikirannya yang kacau membuat emosinya juga terpancing.


"Aku tidak menitipkan begitu saja. Aku juga baru pulang. Kalau aku tidak ingat belum membawa bajumu, aku juga tidak akan pulang. Lebih baik aku di rumah opa." Senja turun dari ranjang dan langsung menggeret kopernya keluar kamar.


"Selangkah lagi kamu maju tanpa ijin dariku, jangan harap aku datang ke acara yang dibuat orangtuamu," ancam Darren.


Senja menoleh lalu tersenyum sinis.

__ADS_1


"Kamu nampak seperti seorang pengecut! Kamu yang mempunyai kesalahan, kamu yang merasa bingung karena tidak menemukan penyelesaian, sekarang kamu malah mencoba mencari - cari kesalahan orang lain. Silahkan jika kamu tidak mau datang. Tidak hanya kamu yang bisa mengancam. Jika kamu tidak datang, akupun tidak akan pulang. " Senja kembali meneruskan langkahnya.


Darren setengah berlari mengejar istrinya.


"Ask... Beri aku waktu untuk bicara sebentar." pinta Darren.


Senja menghentikan langkahnya. Tidak menjawab, tidak pula menolak permintaan suaminya.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu bertemu Angelica di resort?"


"Gunanya apa?" tanya Senja, sinis.


"Ask, aku ini suamimu. Kamu berhak menegur bahkan marah pada Angelica. Apa kamu tidak ingin membela suamimu sedikitpun?" Darren menatap Senja dengan lembut, tangannya mulai meraba pegangan koper yang juga dipegang istrinya itu.


"Membelamu? Dari masalah yang aku sendiri pun tidak tahu pasti? Kamu ingin membuatku terlihat bodoh di depan perempuan lain? Yang benar saja. Kamu bisa memutuskan sendiri tanpa melibatkan aku sebelumnya. Setelah seperti ini, pembelaanku tidak penting sama sekali. Kamu yang memulai, jadi selesaikan sendiri" Senja membalas tatapan mata Darren dengan sinis.


"Aku bukannya tidak bisa menyelesaikan sendiri, Ask! Tapi sebagai istri, tidakkah kamu menaruh iba pada suamimu? niatku baik, jika akhirnya seperti ini, aku tidak pernah menduga. Aku akan menyelesaikan dengan caraku." suara Darren terdengar makin pelan.


"Baguslah!" Senja melanjutkan langkah kembalu menuju lif.


"Benarkah hubungan kita harus sekacau ini hanya karena uang yang masih bisa kita cari? Kenapa kita harus korbankan waktu dan kebersamaan kita yang berharga? Uang itu pasti kembali kalau memang sudah menjadi rejeki kita." ucapan Darren kembali berhasil menghentikan langkah istrinya.


Senja membalikkan badan, tatapan matanya semakin sinis. "Ini bukan lagi soal uang. Terus saja kamu berfikir uang itu hanya dan hanya. Mendengar ucapanmu, aku mulai berfikir kalau kamu memang mengikhlaskan uangmu untuk perempuan itu. Silahkan! Aku tidak akan mempermasalahkan lagi. Aku bisa melahirkan dan membesarkan sendiri anakku tanpa kamu." ucapan Senja berhasil membuat emosi Senja meledak.

__ADS_1


Darren menarik pergelangan tangan Senja dan mencengkramnya kuat.


"Jaga bicaramu Ask... Sudah aku katakan berkali - kali, jangan pernah kamu berfikir sekalipun bisa hidup tanpa aku. Aku hanya minta sedikit bantuanmu. Kenapa kamu tidak mau? Aku tahu aku salah. Bisakan memaafkan. Aku akan menerima konsekuensinya. Kamu ingin kamu bagaimana?" Darren begitu emosional, pikirannya sedang buntu. Darren tidak pernag berfikir jernih di bawah tekanan Senja.


"Intinya, semua ini kamu yang mulai sendiri. Jadi silahkan kamu akhiri sendiri. Dari aku sudah jelas, Aku mau uang itu kembali. Tidak tahu bagaimana caramu. Aku pergi, terserah kamu akan datang atau tidak di acara besok." Senja menarik pergelangan tangannya dengan paksa.


Darren hanya bisa menatap punggung Senja dengan pandangan nanar. Senja tidak pernah sesulit ini digoyahkan.


Darren menghubungi Angelica, mengajaknya bertemu di sebuah resto dekat hotel tempat istri dan keluarganya menginap. Darren ingin menangkap basah perempuan ular itu secara halus.


Rupanya Angelica terlalu bersemangat, dia datang lebih dulu dibanding Darren. Dia sengaja memakai pakaian yang seksi. Rok ketat sejengkal di atas lutut dan atasan one shoulder memamerkan kulit putih beningnya dengan sengaja. Gestur tubuh dibuat begitu menggoda.


"Apa kabar Darr?" Angelica menyapa Darren dengan ramah. Hendak mencium pipi kiri kanan tapi di tepis oleh Darren.


"Bagaimana perkembangan usahamu Ngel? apa modal yang aku pinjamkan cukup?" tanya Darren memancing pembicaraan.


"Kamu tahu lah Darr, ini masih awal. Rasanya modal berapapun terasa kurang. Usahaku pun belum kelihatan. Sulit sekali memulai usaha baru. Apalagi dengan modal seadanya begitu," jawab Angelica begitu meyakinkan.


"Setelah aku Pikir - pikir kenapa kita tidak langsung bekerjasama saja, aku yakin di bawah management Mahendra Corps usahamu lebih cepat berkembang. Kamu bisa tetap kadi ceo nya di sana. Kita hanya berbagi keuntungan. Kamu membuka usaha di bidang apa sekarang? aku akan memberi suntikan modal lagi asal kamu bisa menjelaskan usaha apa yang sedang kamu rintis. Aku akan turun tangan langsung membantumu mengatasi kendala yang kamu hadapi." tegas Darren.


Seketika wajah Angelica berubah, dia bahkan tidak mempunyai usaha sekecil apapun untuk dijadikan tameng jika Darren mengetahui kebohongannya. Angelica mencoba mencari cara agar Darren bisa mengalihkan fokus dan pembicaraan Darren. Rupanya cara jahat tetap harus dilakukan, Angelica tidak mungkin bisa berhasil merayu Darren dalam keadaan normal, perlu sedikit racikan untuk menakhlukkan Darren.


"Tentu Darr, berkas file usahaku lengkap ada di apartemenku. Kalau kamu mau, kita bisa ke sana untuk memeriksanya. Apartemenku tidak jauh, ada di deretan sini juga. Bagaimana?," tawar Angelica, masih berusaha menggoda.

__ADS_1


Darren sudah banyak menghadapi wanita seperti Angelica, dia sering digoda dengan cara yang halus hingga cara yang kasar dan terang - terangan. Menghadapi perempuan ular seperti Angelica perlu kelicikan juga.


Senyum licik menyungging di bibir Darren, mungkin uangnya tidak akan kembali hari ini. Tapi Senja akan segera kembali seperti semula jika rencananya berhasil.


__ADS_2