
"Mas Firly ... " panggil Senja dengan suara yang agak nyaring ,membuat beberapa orang jadi ikut menoleh ke arahnya .
"Senja ... Kok bisa di sini ?" tanya Firly balik bertanya .
"Iya mas kebetulan...Ehmm...Apa mas Firly ada waktu sebentar .5 menit ."ucap Senja dengan wajah menohon .
Pertanyaan tidak penting bagi Firly ,Seumur hidup nya pun aman Firly berikan ,asal Senja tidak memancingnya melakukan hal yang sangat dia hindari saat bersama Senja .Setidaknya saat ini .
Firly pura - pura berfikir sejenak .Melirik jam tangannya .Dengan ucapannya terakhir sebelum meninggalkan Senja kemarin ,terlalu ramah akan membuat Senja kembali menguji pertahanannya .Firly ingin memulai hubungannya kali ini dengan baik .
"katakan sekarang .Aku sedang sibuk ."ucap Firly bohong ,padahal dia ke kafe itu berencana ingin memesan makanan dan mengirimkannya pada Senja .
"Saya akan pulang ke Indonesia besok .Sebenarnya saya berniat telpon mas Firly nanti malam untuk berpamitan .Berhubung bertemu di sini ,jadi sekalian saja .Terimakasih sudah baik sama saya selama ini .Terimakasih sudah mencari Senja dengan mengorbankan diri mas Firly .Terimakasih .Senja pamit ya mas ."ucap Senja benar - benar to the point , ingin memanfaatkan waktu yang diberikan Firly .
Firly mendekati Senja dan mengambil posisi tepat di depan Senja .Saling berhadapan dan saling menatap .Dari jauh Aleandro hanya melihat ,tidak berniat untuk mengganggu Senja saat ini .Aleandro tau seberapa besar cinta Senja pada Rafli ,melihat sosok lain yang mirip dengan suaminya sedikit banyak mempengaruhi pikiran Senja pastinya .Senja pasti tidak akan sepeduli itu pada laki - laki lain .Firly hanya beruntung karena wajahnya semirip itu dengan Rafli .
"Kenapa begitu cepat ?"tanya Firly lirih .
"Ini malah sudah terlalu lama menurut saya mas ."jawab Senja .
__ADS_1
"Berkunjunglah kemari ."pinta Firly .
"Tentu saja mas ,tapi mungkin setahun lagi .Saya harus menunggu sampai melahirkan dan menunggu anak ini agak besar ."jawab Senja .
Firly merasa baru sebentar dia bersama Senja .Benar -benar baru sebentar .Belum juga dia mendapatkan hati Senja .Sudah harus terpisah .Apakah Firly harus ke Jakarta ? Tidak ...Keluarganya akan menekan Senja jika tau dia berhubungan dengan Senja .Merelakan Senja begitu saja ? Berjauhan dengan Senja ? Tidak ....Firly sudah tidak sanggup .
"Ya sudah mas .. Mas bisa lanjutkan urusan mas .Terimakasih waktunya ."ucap Senja .Langsung membalikkan badannya ,ada perasaan sedih dan juga kehilangan .Firly sedikit mengobati rasa rindunya akan sosok Rafli .Tapi Senja harus bersikap realistis kali ini .Bagaimanapun Firly adalah bagian dari keluarga Rajata ,Senja harus menjauhinya dan menghindarinya .Sudah cukup Senja di injak harga dirinya dan di hina seenaknya oleh keluarga Rajata .Senja tidak akan mengulangnya untuk kedua kali .Bagi Senja inilah saat terakhir dia melihat Firly .
"Senja ...Apakah aku masih bisa mengirim pesan padamu ,menelponmu dan melakukan video call denganmu ?"tanya Firly .
Senja tampak menggelengkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Firly .
Senja membalikkan kembali badannya ,menatap Firly dengan matanya yang bulat dan tajam .
"Maafkan aku mas ...Aku tau ini tidak adil .Karena kamu tidak tahu apa - apa .Aku sudah berfikir semalaman .Maafkan sikapku kemarin .Aku terlalu lupa diri .Mas Firly memang bukan mas Rafli ."ucap Senja akhirnya .
" Aku sudah melupakannya ."ucap Firly .
"Terima kasih mas .Tapi setelah tau mas Firly adalah saudara kembar mas Rafli ,Saya malah takut .Saya tidak ingin sampai keluarga Rajata tau ,lalu mereka akan kembali menghina sesuka hati .Saya sedang tidak ingin mencari masalah dengan siapapun saat ini ."ucap Senja ,mulai bergetar menahan tangis .Antara kenangan akan keluarga Rajata yang memang kejam dan sedih terpaksa memutus kedekatannya dengan Firly .
__ADS_1
Aleandro terus mengawasi Senja dan Firly .Keduanya terlihat serius tapi dengan pandangan mata yang sama - sama memendam kesedihan .
"Apa maksudmu Senja ? kamu ingin menjauh dariku ?"tanya Firly semakin mendekatkan tubuhnya dengan Senja .Kedua tangannya mencengkram lembut lengan Senja .
"Iya mas ...Lebih baik kita tidak pernah bertemu .Anggaplah kita tidak saling mengenal .Demi ketenangan kita berdua .Maafkan saya mas .Saya harus melindungi keselamatan saya sendiri .Sekarang tidak ada mas Rafli yang akan memasang badannya untuk saya ketika keluarganya mati - matian menyerang saya .Saya tidak akan pernah berdamai dengan keluarga Rajata ,setelah apa yang mereka lakukan pada Zain ."ucap Senja ,penuh dendam ,emosinya meledak bahkan beberapa pengunjung sudah menatapnya saat ini .
Aleandro mulai mendekati Senja menyadari emosi Senja kini mulai meninggi .
"Apa maksudmu Senja ? apa yang mereka lakukan pada Zain ?"tanya Firly spontan .
"Mereka boleh membenci saya semau mereka ,tapi apa salah Zain .Bagaimanapun Zain anak mas Rafli .Darah daging mereka ,tanah kubur Zain belum kering .Masih merah dan basah karena siraman air bunga mawar .Asisten keluarga Rajata memberikan tagihan pemakaman tepat di pangkuan seorang perempuan yang baru saja kehilangan suami dan anaknya ."Senja menghentikan sejenak bicaranya ,mencoba mengontrol diri karena menyadari semua mata sedang tertuju padanya .Tapi sedetik kemudian Senja kembali tidak peduli .
"Apa artinya uang 200juta bagi mereka ,apalagi untuk cucunya .Tapi mereka mau saya mengganti biaya pemakaman cucunya karena tidak mau cucu dari perempuan rendahan seperti saya .Betapa uang itu membuat saya dalam kesulitan .Apa yang saya punya tidak lagi menjadi milik saya .Hanya pakaian di badan yang tidak mereka rampas .Saya tidak akan melupakan itu .Mungkin ini terlalu kejam ,lihatlah sekarang mereka tidak di anugerahi cucu satu pun .Mereka hanya akan menua bersama uang dan kehormatan .Tidak akan pernah ada kehangatan dan kasih sayang .Saya bersumpah tidak akan sekalipun memberi maaf pada Rajata dan keluarganya ."ucap Senja lalu berlari ke luar Kafe .Aleandro pun segera menyusul Senja .Dan akhirnya tangis Senja tumpah dipelukan Aleandro .
"Menangislah sepuasmu Senja .Lepaskan semua bebanmu .Jangan tahan kesedihanmu .Luapkan saja ."ucap Aleandro mengelus punggung Senja lembut .
Senja semakin menenggelamkan kepalanya ke dalam dada Aleandro untuk menahan isak tangisnya .Waktu berlalu ,tapi Senja tidak bisa melupakan perlakuan keluarga Rajata pada Zain begitu saja .Kebencian ini malah semakin kuat saat ini ,entah kenapa .
Sementara itu di dalan Kafe ,Firly menjatuhkan bokongnya di satu kursi yang baru saja dia tarik .Jika yang dilakukan keluarganya sekejam itu ,Jika setelah kematian Rafli ,Senja jadi semenderita itu .Pantaskah sekarang dia berjuang untuk bisa hidup bersama Senja ?.
__ADS_1
Kenapa baru sekarang Firly mendengar hal seperti ini .Sangat dimaklumi kalau Senja tidak bisa memaafkan keluarga Rajata .Tapi bagaimana dengan dirinya ? apa artinya hidup tanpa Senja ? Jika tidak bisa memiliki harusnya bisa dekat seperti kemarin - kemarin .Firly menyesal sudah mengatakan dia adalah saudara kembar Rafli .Senja tidak menerimanya dan malah menjauh darinya .Semua ini karena keluarganya .Entah apa yang sebenarnya mereka cari ,belum cukupkah pengorbanan Firly selama ini untuk membuat hati keluarganya kembali seperti manusia normal pada umumnya .