
" Enggak eomma, Kemala nggak hamil. Yakin enggak " sahut Senja buru - buru.
" Baguslah, kalau sampai hamil Zain sama Dasen biar eomma yang rawat " ucap Bae.
" Ya jangan dong eomma, anak - anak tidak boleh jauh sama orangtuanya. Kalau eomma mau dekat sama cucu, eomma tinggal di sini saja " usul Darren.
" Bolehkah ? eomma ingin menenangkan diri di sini dulu. Biar Appa, Eunji dan Hyeon pulang duluan beberapa hari lagi. Tapi yakin boleh eomma tinggal di sini ? " tanya Bae meyakinkan.
" Boleh eomma, kalau peelu eomma design sendiri kamar eomma supaya eomma nyaman " ucap Darren, sambil membantu Senja untuk bersandar.
Bae dengan semangat kembali ke meja makan memberi tahu yang lain kalau sementara dia akan tinggal di Jakarta. Arham tidak keberatan sama sekali. Hanya Chun Cha yang tidak senang, karena sudah hafal sifat eommanya. Peraturan - peraturan baru pun pasti akan segera diluncurkan.
Sejam kemudian, dokter Nurani, dokter pribadi keluarga Mahendra datang untuk memeriksa Senja. Bae yang khawatir Senja hamil terlalu cepat, ikut dokter masuk ke kamar Senja.
Dokter cantik berhijab, seumuran dengan Sarita itu pun memeriksa Senja dengan teliti. Yang dia hadapi saat ini adalah anak dari Mahendra. Level kritis dan cerewetnya lima kali lipat dari papanya.
" Bagaimana Dok ? " tanya Darren, sangat tidak sabar.
" Tidak ada yang serius Darr, kurang istirahat dan mungkin makannya tidak teratur. Tekanan darahnya terlalu rendah, asam lambungnya terlalu tinggi " jelas dokter Nurani.
" Anak - abak baru saja sakit dok, jadi waktu istirahat Senja jauh berkurang " Darren memberikan alasan logis.
" Makanya kamu bantuin jaga dong Darr, jangan bisa bikinnya saja. Anak itu bisa juga kok deket sama papanya, asal dibiasakan. Jangan baru nempel, terus anak nangis, kamunya sudah nyerah " ucap dokter yang memang sudah akrab dengan Darren sejak dia masih kecil.
" Kalau pas Darren di rumah juga dibantuin dok, kemarin pas kebetulan jemput opa " jawab Darren
" Ini anak saya tidak hamil kan dok ? " sela Bae.
" Tidak bu, hanya kelelahan " jawab dokter Nurani diikuti senyuman khasnya.
__ADS_1
" Syukurlah, mereka masih aman " ucaap Bae lega.
" Di jaga jaraknya Darr " saran dokter jadi ikut - ikutan Bae.
" Nah bener itu dok, kemarin anak baru tiga bulan sudah isi lagi. Saya takut sekarang kebablasan juga. Apalagi kemarin lahiran caesar kan kudu lebih hati - hati. Tapi kan mereka ini masih seneng - senengnya, takut bablas " ucap Bae tanpa filter lagi.
" Kalau istrinya cantik begini susah ya bu nahan godaan. Kalau istrinya Dituker sama kita mungkin Darren baru anteng " canda dokter Nurani, sambil menyiapkan obat untuk Senja.
" Ish....Tuanyaa Senja pasti bakalan tetep cantik lah dok. Yakin Darren. Eomma saja masih. cantik, iya kan eomma ? " rayu Darren pada mertuanya.
" Hemmm... Ya sudah kalau tidak hamil. Makasih ya dok, saya tinggal dulu " pamit Bae.
Mendengar suara Dasen menangis, mewurungkaaan niat Senja untuk memejamkan matanya sesaat.
" Kayaknya haus itu Darr, Direct Asi ya ? coba dipompa saja Nja, biar Darren yang ngasih Pakai sendok atau dot. Kamu kalau mau cepet sembuh kudu istirahat cukup. Minimal malam ini kamu tidur pules, pasti besoknya bakal enakan " saran dokter Nurani lagi.
" Ini obatnya ya Darr, sudah jelas cara minumnya di sana. Saya pulang dulu ya, Nja cepat sembuh. Jangan capek - capek. Kalau anak rewel terus bapaknya ikut rewel, langsung libas aja Nja " ucap dokter Nurani, lalu mencium pipi kiri kanan milik Senja.
" Nggak usah dianter Darr, kayaknya kamu pengen lihat Dasen menghilangkan dahaganya " lagi - lagi dokter Nurani menggoda Darren.
Darren merangkul pundak dokter Nurani dan mengantarnya sampai ke depan melewati Bae, Arham dan yang lain. Aleandro tidak terlihat, pasti sedang menyelesaikan tugas dari Darren.
" Darr, biar eomma yang jaga Kemala. Kamu di sini saja, ayo Chun ikut eomma " ajak Bae pada Chun Cha.
" Eomma saja, Chun jangan " ucap Darren reflek. Bisa - bisa melihat Chun malah akan membuat Senja semakin pusing.
" Memangnya kenapa ? ah...ya kenapa eomma baru sadar. Sepertinya Kemala menghindari Chun dan tidak bicara dengan Chun. Kenapa ? " tanya eomma.
" Tanya saja sama Chun eomma " jawab Darren.
__ADS_1
" Appa tanya Chun dulu, nanti Appa ceritakan. Eomma mau temenin Kemala dulu " ucap Bae.
" Eunji dan Hyeon mau nemenin Zain saja " pamit si kembar.
Tinggallah Arham, Chun Cha dan Darren.
" Ayo Chun ceritakan kenapa kakakmu sampai mendiamkanmu " selidik Arham.
Chun dengan hati - hati mulai menceritakan dari awal, mulai dari aksi pura - pura hamilnya sampai ketahuan tidak hamil, sampai kata - katanya yang menyinggung Senja tentang kehidupan yang selalu beruntung dan akhirnya berakhir dengan kemarahan Senja hingga mengusirnya. Darren yang baru tahu cerita sebenarnya langsung menggeleng - gelengkan kepalanya, jelas saja istrinya betah mendiamkan Chun Cha. Kali ini memang Chun Cha sangat keterlaluan. Seharusnya kalau memang pengen nikah, ya tinggal ngomong saja.
" Kalau kakakmu sudah sehat, bicara baik - baik lagi pada kakakmu. Minta maaf. Kali ini mema g jelas kamu sangat salah " ucap Arham.
" Kakak ipar, bantu Chun merayu kakak ya. Hanya kakak yang bisa membuat kakak luluh terklepek - klepek " rayu Chun Cha.
" Nggak bisa janji Chun. Daripada kakak yang didiemin. Kakak nggak mampu " ucap Darren angkat tangan.
" Chun, awal bulan depan menikahlah dengan Aleandro, bicarakan dengan Aleandro. Kita buat acara di sini saja, kalau kakakmu tidak bisa ke negara S " ucap Arham.
" Benarkah appa ??? boleh awal bulan depan ? " tanya Chun, kegirangan sambil menghitung hari dengan jemari tangannya.
Darren menerima panggilan telepin dari Aleandro, terlihat serius. Lalu menutup telponnya buru - buru. Masih menggunakan celana pendeknya, Darren menyambar kontak mobil sportnya.
" Kalau Senja tanya, katakan saja Darren ke rumah opa sebentar " ucap Darren buru - buru meninggalkan rumah.
Darren mengendarai mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi menuju sebuah bangunan tua. Sudah ada Aleandro menunggunya di sana bersama beberapa anak buahnya.
Darren dapat melihat dengan jelas ada Maya di sana. Tidak di ikat ataupun disakiti fisiknya sama sekali. Khas cara bekerja Aleandro dan Darren. Menekan todak harus dengan tekanan fisik, tidak juga dengan mengeluarkan banyak uang. Terlalu sayang menghamburkan uang untuk perempuan seperti Maya.
" Sekarang aku sudah di sini, apa kesepakatanmu ? " selidik Darren dengan gaya khasnya yang dingin dan angkuh.
__ADS_1