
Tepat pukul 11.30 ,Senja dan Aleandro menginjakkan kakinya di bandara Jakarta .Wajah Senja seketika berseri -seri .Sejenak lupa kejadian di bandara yang sempat meresahkan jiwa dan pikiran Senja .
"Welcome back to Jakarta Senja ." gumam Senja pada dirinya sendiri .
"Mau langsung pulang ?"tanya Aleandro .
"Senja mau makan rujak cingur dulu kak ,di mall PX .Kayaknya enak siang - siang begini ngerujak .Senja sendirian saja gpp kok kak ."jawab Senja .
"Gpp ,aku temani .Aku gak terlalu banyak kerjaan .Mulai sekarang aku akan jadi Daddy siaga ."ucap Aleandro lalu menggandeng Senja dengan salah satu tangannya .
"Baiklah kak ...Tapi jangan mengeluh atau jangan protes kalau Senja terlalu lama .Senja sangat merindukan suasana di sini ,Senja akan memuaskan diri dulu di luar sebelum tenggelam di kamar Senja nanti."canda Senja .
Jadilah Driver yang menjemput mereka ,mengantar keduanya ke mall terlebih dahulu .Aleandro dengan setia menemani kemana pun kaki Senja melangkah .Yang awalnya hanya menginginkan rujak ,sekarang sudah ada somay ,bakso ,dan mie ayam di depannya .
Aleandro yang baru pertama kali ini menemani perempuan hamil ,merasa aneh dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Jangan meremehkan kekuatan ibu hamil kak ,Kami bahkan masih bisa menambah seporsi soto lagi sekarang."canda Senja begitu melihat wajah keheranan Aleandro .
"Bukankah bayi nya sudah besar ,kamu bilang akan diet .Kenapa malah makan sebanyak ini ?" tanya Aleandro masih terheran - heran .
"Dietnya mulai besok saja kak .Terlalu sayang untuk dilewatkan .Setelah sekian lama ,Biarlah hari ini Senja nobatkan sebagai hari pembalasan .Senja akan berolahraga nanti begitu sampai di rumah ." canda Senja .
Aleandro menelan ludahnya sendiri ,melihat Senja memasukkan Satu demi satu makanan ke mulutnya .Meskipun semua porsi kecil ,tapi kalau di total keseluruhan bisa di makan Aleandro seharian penuh .
__ADS_1
Senja menutup mulutnya ,menahan sendawa agar tidak mengeluarkan suara .Kenyang dan mengantuk inilah yang Senja rasakan saat ini .
Bayangan kasur empuknya sudah di depan mata .Serasa memanggil - manggil Senja untuk menidurinya .
"Aku sudah memberi kabar pada papanya Andra ,kalau kamu sudah berada di Jakarta .Karena beliau juga sangat mengkhawatirkanmu .Kak Sarita juga khawatir denganmu .Kapan kamu mau bertemu mereka ? "tanya Aleandro ,lalu meneguk habis sebotol kecil air mineral .
"Besok juga gpp kak .Karena Senja pengen segera kerja juga .Ohw .. ya terus sekarang siapa yang menjalankan perusahaan kak Andra ?" tanya Senja ,baru sadar setelah kepergian Andra pasti perusahaan tidak ada yang memimpin .
"Sementara masih aku Senja ,Sebenarnya aku gak mampu ngurus perusahaan Deandra .Bukan bidangku dan aku juga tidak tertarik .Tapi perusahaan juga harus tetap berjalan ,karena banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di sana ." ujar Aleandro .
"Iya kak betul ....Termasuk Senja juga bergantung di sana .Kalau sampai perusahaan itu berhenti operasional ,Senja akan merana ."sahut Senja .
"Kamu tidak perlu khawatir dengan kehidupanmu sekarang Senja .Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya ." kata Aleandro .
"Tidak kak ,Senja harus bertanggung jawab dengan diri Senja sendiri .Senja harus buktikan kalau Senja bisa hidup layak tanpa mas Rafli .Senja ingin ,dalam hati mereka mau mengakui keberhasilan Senja .Karena Senja yakin ,mulut mereka tidak akan pernah mau memuji atau mengakui ."ucap Senja ,masih ada sedikit emosi .Entah kenapa Senja semakin sensitif jika kembali berbicara tentang Rafli dan keluarganya .
"Kak Al ... Kita pulang saja yuk ." Ajak Senja mengalihkan pembicaraan .Aleandro pun menurut saja apa kata Senja .Sebetulnya masih banyak yang ingin Aleandro bicarakan ,terutama tentang Senja dan Firly di bandara S tadi .
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Senja .Tidak ada pembicaraan berarti sepanjang perjalanan Aleandro hanya bercerita tentang kesulitannya menjalankan usaha Deandra .Selama ini Aleandro tidak pernah ikut campur ,meski dia juga mempunyai saham di sana. Aleandro hanya ingin mensupport istrinya ,tidak untuk mencari keuntungan finansial .
Mendengarkan Aleandro bercerita ,layaknya sebuah dongeng bagi Senja .Semakin lama matanya semakin berat dan Senjapun akhirnya tertidur bersandar di bahu Aleandro .
Bagai mendapatkan kesempatan .Aleandro pun merubah posisinya ,tangannya yang tadi tertindih tubuh Senja kini sudah melingkar sempurna di pundak Senja yang sudah semakin pulas di dadanya .
__ADS_1
Aleandro tidak pernah menyangka jalan hidupnya akan seperti ini .Dia memang pernah berbuat salah ,tapi Aleandro sudah berusaha berubah lebih baik dari waktu ke waktu .Aleandro akan menerima dengan senang hati kalau memang dia berjodoh dengan Senja .Tapi dia berjanji tidak akan memaksa jika Senja memang belum siap .
Mobil Aleandro yang dikendarai oleh driver sudah sampai di depan rumah Senja yang terlihat tidak terawat .Tentu saja selama hampir tiga bulan rumah itu tidak berpenghuni .Rumah bercat cream tua ,model minimalis .Tidak besar ,ukurannya 10 x 18 meter dan hanya satu lantai .Meskipun begitu ,Senja harus mendapatkannya dengan kerja keras dan hidup sederhana .Bukan di perumahan ,sekalipun jalan depan memang lumayang lebar ,cukup untuk dua mobil .Tapi letaknya di perkampungan padat penduduk ,dengan tetangga yang masih hobby mencampuri urusan satu sama lain .
Seperti sekarang ,melihat mobil mewah berhenti tepat di depan rumah Senja .Seorang ibu yang menjadi ketua perkumpulan lambe gibah pun tidak menyia - nyiakan kesempatan .Dengan mengunakan kemampuan kamera henpon cicilan perhari sebanyak 365 kali ,langsung mengambil foto mobil Aleandro dan mengirimkannya ke group dengan anggota yang online lima menit sekali demi tidak ketinggalan update berita . sekarang ketua lambe gibah sedang berada di posisi strategis untuk memantau pergerakan selanjutnya dari dalam mobil .
Aleandro menepuk pundak Senja dengan sedikit keras ,karena sudah tiga kali dia mencoba membangunkan dengan lembut Senja tetap tidak bangun juga .
Akhirnya Senja sedikit menunjukkan pergerakan .Matanya sedikit terbuka ,dan begitu sadar mobil berhenti .Senja pun langsung melebarkan matanya .
"Ah ..Sudah sampai rupanya ."gumam Senja yang masih belum sepenuhnya sadar .Senja masih bersandar di bahu Aleandro .Senja mengeliatkan tubuh nya .
"AW....."teriak Aleandro sambil mengusap keningnya yang terkena siku Senja .
"Astaga kak Al ..maaf ..maaf ."ucap Senja buru - buru .
"Sudah gpp ..Ayo turun .Kenapa kamu gak bilang kalau rumahmu tidak ada pembantu .Itu rumahmu pasti kotor sekali .Harusnya kamu tadi ke hotel dulu beberapa hari .Biar rumahmu dibersihkan dulu sama pembantuku " omel Aleandro setengah kesal .
Senja dan Aleandro pun turun dari mobilnya .Seketika henpon ketua gibah terjatuh ,sepertinya henponnya meronta melihat wajah Aleandro yang memang rupawan layaknya aktor - aktor yang sering mereka lihat di Tv .
"Owalah ...Ternyata mbak Senja to ...aduh kirain siapa .Sudah lama gak kelihatan mbak "sapa ibu ketua lambe gibah dengan pandangan mata ke arah Aleandro .
"Eh bu Dharma ...makin glowing saja bu ."puji Senja basa basi ,karena Senja hafal betul siapa perempuan yang ada di depannya saat ini .
__ADS_1
"Ah ...Mbak Senja bisa saja .Ini saya memang lagi rajin perawatan mbak .Banyak yang bilang saya kok cantik ,masih awet muda ,padahal kan mbak Senja tau anak - anak sudah pada sma kan ya ."ucap ibu lambe gibah bernama asli bu Dharma tetap konsisten memandang ke arah Aleandro .
Senja mengedipkan matanya tiga kali ,begitu Aleandro seperti kebingungan melihatnya .Seolah ingin mencari sedikit pencerahan .