
Darren dan Senja sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan untuk ikut menghadiri launching produk susu khusus ibu hamil. Sebagai BA, Senja dan Darren tentu saja datang untuk memberikan review produk agar bisa menarik banyak konsumen. Kenzi hanya meminta tolong pada Darren kali ini saja untuk ikut tampil. Selanjutnya Darren boleh di balik layar saja.
Bukan perkara mudah untuk membujuk Darren agar mau ikut tampil, tapi lagi - lagi dengan sedikit ancaman, Kenzi berhasil membuat Darren menganggukkan kepala. Apalagi kalau bukan mengancam menggunakan pengganti lelaki lain untuk menemani Senja.
Pemandu acara mempersilahkan Senja masuk ke panggung pusat acara berada, Senja melambaikan tangan dengan anggun dengan senyumnya yang ramah dan mempesona. Kehamilannya yang sudah menginjak usia lima bulan membuat perutnya lebih bulat lagi daripada saat pemotretan. Memakai dress ibu hamil di atas lutut berbahan brokat warna hijau pupus dengan potongan kerah cape lengan sesiku. Rambutnya dibiarkan tergerai lurus sampai di bawah bahu, Senja terlihat sangat elegan dan sempurna.
"Aduh - aduh, kita lihat pas di iklan cantiknya kebangetan, ternyata aslinya lebih cantik lagi. Setuju nggak ibund - ibund di sini?" tanya pembawa acara dengan suara renyahnya. Di sambut jawaban mengiyakan yang serentak disusul riuh telapak tangan.
"Kita kenalan dulu yuk sama bunda cantik kita!" ajak pembawa acara sembari memberian mirophone papdsp Senja.
"Halo semuanya...Selamat siang. Saya Senja Mahendra, senang sekali hari ini saya berkesempatan bertemu dan menyapa bunda - bunda secara langsung," sapa Senja dengan ramah menyebut nama belakang baru pemerian langsung papa mertuanya.
Mama - mama muda deretan kedua dari depan saling berbisik. Menilai dan mencari - cari kekurangan Senja. Hal lumrah yang dilakukan sebagian perempuan berjenis tidak ingin kelihatan lemah dengan mencari kelemahan orang lain. Tapi rupanya mereka belum menemukan kesepakatan, meski berat badan Senja naik dratis tapi tidak sedikitpun mengurangi kecantikannya.
"Selanjutnya...kita sambut pasangan dari bunda Senja Mahendra." pembawa acara mempersilahkan Darren untuk ikut bergabung bersama mereka.
Riuh tepuk tangan dan teriakan histeris berlipat - lipat terdengar daripada saat Senja masuk tadi. Dengan gaya cuek sedikit angkuh, justru membuat kaum hawa yang kebanyakan sedang hamil itu semakin meleleh. Memakai celana chinos hijau botol, dipadu kemeja slim fit polos warna hijau pupus dengan lengan dilipat rapi hingga ke siku. Gayanya yang cool malah membuat semua semakin penasaran. Menduga - duga status pernikahan di kartu tanda penduduk sang pemilik wajah rupawan tanpa senyuman itu.
__ADS_1
Darren langsung melingkarkan tangannya ke pinggul Senja, hanya ini yang bisa dia lakukan untuk membuatnya nyaman. Darren memang mantan penebar jala pesona, tapi untuk dikagumi orang sebanyak ini dengan tingkat kenekatan berbeda - beda, Darren sangat terganggu.
"Kamu tampan sekali ask...Mereka pasti sedang mengagumimu luar biasa," bisik Senja.
"Aku cuma butuh satu pengagum, dan itu kamu!"
"Santai bund..Santai...Kita tadi sudah disapa sama bunda Senja, kita dengar sapaan dari ayah atau abang ganteng dulu sekarang. Ada yang belum tahu kan abang yang ini beneran masih abang - abang atau sudah ayahanda, langsung kita tunggu jawabannya sekarang. " pemandu acara memberikan pengeras suara pada Darren.
"Nama saya Darren Mahendra, suami dari Senja Mahendra. Daddy dari dua putra kami Zain, Dasen dan dua yang masih ada di dalam kandungan istri saya. Dalam kesempatan kali ini saya ingin menjelaskan bahwa keberadaan saya di iklan produk yang menjadikan istri saya sebagai BA hanyalah sebagai bentuk support terbesar saya pada istri. Jadi saya tidak akan selalu muncul di acara seperti ini nantinya," tegas Dareen. sukses membuat hati perempuan - perempuan yang ada di sana patah. Memupus harapan mereka yang menduga Darren dan Senja bukan pasangan resmi di dunia nyata. Satu tangan Darren masih setia melingkar di pinggul istrinya.
"Terimakasih ask," bisik Senja dengan tatapan penuh cinta. Darren memberikan kembali pengeras suara pada pembawa acara. Sesaat kemudian membalas bisikan istrinya dengan mencium sekilas kening Senja.
"Sudah kuduga, tidak mungkin senatural itu iklannya kalau bukan suami istri beneran," ucap salah seorang ibu - ibu dari kiri panggung.
"Hot daddy moms, bikin rahim makin anget," sahut ibu yang lain.
"Kira - kira cari istri cadangan nggak ya? kalau cari gue mau," bisik mama muda di depan panggung persis.
__ADS_1
"Kayaknya enggak. Cinta mati kayaknya, kita disini hampir ribuan, rata - rata masih muda meski perut lagi mblendung, tapi pandangan matanya nggak beralih dari istrinya," sahut mama muda yang lain.
"Kalau gue menang undian, gue mau bilang ngidam di cium. Kira - kira dia bakakan mau nyium gue nggak ya?" seorang mama muda berharap banyak. Wajahnya cantik, dengan alis celurit, bibir tebal penuh menggoda dan memakai dres hamil seksi yang memamerkan bagian dada yang sedikit tumpah.
Pembawa acara mengumumkan lima nomer beruntung untuk maju ke depan. Mendapatkan kesempatan langsung mendapatkan hadiah spesial dan boleh berinteraksi langsung face to face dengan brand Ambasador.
Lima orang perempuan dengan ukuran perut yang berbeda berderet di depan, termasuk perempuan yang ingin nyidam dicium Darren Mahendra.
Dua orang ibu hamil setelah diberikan hadiah dan paket produk meminta foto bersama Senja. Dengan ramah Senja menyanggupi. Tak puas sampai di sana, mereka ingin Senja mengusap perut mereka agar anaknya bisa secantik Senja kelak. Karena kebetulan hasil usg keduanya menunjukkan calon anaknya adalah perempuan.
Dua orang ibu hamil yang lain kompak hanya ingin berfoto bersama Senja dan Dareen. Kedua berharap rumah tangga mereka tertular kehangatan dan keromantisan sang BA. Pasalnya sepanjang berada dipanggung, mereka memperhatikan cara Darren menatap dan memperlakukan Senja. Di saat Senja berbicara di depan, mereka bisa melihat ada kebanggaan di raut wajah Darren. Cara mereka saling melempar pandang, cukup menunjukkan kasih sayang bukan sekedar akting semata.
Cobaan datang dari satu orang pemenang yang lain tak lain asalah perempuan hamil dengan dada sedikit tumpah tadi. Perempuan itu benar - benar mengatakan ingin mengusap pipi Darren dan dicium juga dipeluk. Rasa cemburu Senja sedikit terpancing karena gestur tubuhnya terlihat sangat berlebihan. Terkesan ingin menggoda.
"Mohon maaf kami bukan peri atau malaikat yang datang dan berdiri di sini untuk memenuhi semua keinginan ibu hamil. Istri saya juga sedang mengandung, kalau dia meminta ijin ingin mencium pria lain, saya pun tidak akan mengijinkan," tegas Darren, tanpa menggunakan pengeras suara karena masih menjaga perasaan perempuan itu.
Dengan rasa malu yang terlihat dari rona wajahnya perempuan itu turun dari panggung dengan langkah seribu.
__ADS_1
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, Darren dan Senja segera meninggalkan tempat acara. Belum sampai lobby segerombolan mama - mama muda menghalangi langkah mereka. Tangan - tangan mereka menarik tubuh Darren ke sana kemari untuk object foto selfie, Senja yang terlepas dari genggaman tangan Darren, diabaikan begitu saja. Darren merasakan seseorang mencubit lengannya, amarah langsung menghinggapinya. Darren tidak bisa melihat Senja, dia sibuk melindungi tubuhnya dari serangan ibu - ibu nekat. Security berusaha membantu Darren tapi diabaikan dan malah di caci.
.