Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
gara - gara Uloom


__ADS_3

Senja membiarkan suaminya yang sedang pura - pura tidur. Dalam waktu lima menit dijamin akan tidur beneran. Sambil menunggu Zain selesai home schooling, Senja ikut rebahan di samping suaminya.


" Iya Chun " jawab Senja, setelah menempelkan benda pipih berwarna putih ke daun telinganya.


" Kak, ini Chun lagi meeting sama Alfa corps, ownernya nggak mau nemuin Chun kak. Maunya sama kak Senja " ucap Chun dari seberang sedikit panik.


" Itu kan yang mau jadi eksportir barang kita ya Chun ? dari Turki kan ? " tanya Senja meyakinkan ingatannya.


" Iya kak, ini hari terakhir dia di Indonesia. Kalau kakak bisa ditunggu dua jam lagi maksimal. Tapi harus bisa, Chun sudah bantu nanganin perusahaan kakak. Untuk bekerjasama dengan Alfa corps itu tidak mudah kak, apalagi ketemu ownernya. Kakak buka jalan dikitlah buat Chun melebarkan sayap Chun ke luar negeri " harap Chun Cha.


" Sebentar nanti sepuluh menit lagi kakak kabari ya. Abang lambungnya kambuh Chun, dia tidak masuk kantor. Jadi kakak belum bisa memastikan atau tidak " ucap Senja.


Chun Cha mengakhiri panggilannya setelah kembali memohon kesediaan kakaknya untuk menemui relasi potensialnya.


" Ask...Askim.... " kata Senja sambil menggoyang - goyangkan lengan kekar suaminya.


" Hemmm " jawab Darren setengah sadar.


" Ask, masih sakit banget ya ? " tanya Senja.


" Lumayan, kalau di belai - belai sama istri yang ganasnya mirip singa betina sembuh pasti ini " jawab Darren asal.


Senja mencubit lengan Darren kuat.


" Sakit Ask "ucap Darren sedikit kesal.


" Ask melek dikit dong, Mau di kiss yang enak nggak ? " rayu Senja, Darren memicingkan matanya. Meskipun dia sangat menyukai ciuman istrinya, tapi kali ini dia tidak ingin sembarangan menerima begitu saja. Setelah marah - marah dan kesel nggak jelas, mendadak menawarkan sebuah ciuman itu bukan istrinya.


" Enggak perlu, pasti ada maunya " ucap Darren mencoba secuek mungkin.


" Kok pinter sih, gemes " Senja masih keukeh merayu.

__ADS_1


" Minta apa ? " tanya Darren to the point.


" Minta izin keluar rumah. Ketemu relasi sebentar saja " pinta Senja.


" Relasi ? mohon maaf, bu Senja kan sudah gak ngurus perusahaan lagi ya " ucap Darren, langsung mengambil posisi duduk.


" Iya Ask, bu Senja sekarang sudah beralih menjadi mama Nja. Tapi sekali ini saja Chun minta Senja yang datang. Ownernya pengennya langsung ketemu sama Senja " jelas Senja hati - hati.


" Kan ceo nya Chun ? kok minta kamu yang nemuin ? siapa sih ? " tanya Darren heran.


" Alfa corps " jawab Senja singkat.


" Kamu kenal Uloom Ask ? " tanya Darren semakin menegakkan duduknya.


" Uloom ? " Senja balik bertanya.


" Ownernya Alfa corps itu namanya Uloom. Indo - Turki, dulu dia sempet jadi dosen juga " jelas Darren.


" Serius ? Tapi masak pak Uloomnya Senja sih ? " ucap Senja lolos tanpa filter.


" Uloom dosen pembimbingnya Senja maksudnya " ralat Senja.


" Nggak, berapa kerugian Chun bilang saja. Aku ganti. Gak ada acara ketemu - ketemu " sahut Darreln cepet. Sebagai sesama laki - laki, dia tentu paham modus si uloom.


" Ask bisa nggak sih nilai sesuatu itu nggak dari uang mulu. Memang uang kamu bisa beli kesempatan berharga buat Chun ? please Ask. Sekali ini saja. Siapapun dia, juga bakalan paham Senja ini lagi hamil. Nggak mungkin macem - macem. Cuman satu lakik yang tetep nekat macem - macem lihat perempuan buncit gini " Senja tetep keukeh merayu Darren.


" Nggak pergi atau perginya sama aku. Nggak ada pilihan lain " ucap Darren tegas.


" Perginya sama kamu saja deh, ketimbang di kamar mulu. Tapi lambungmu gimana Ask ? " tanya Senja masih belum yakin.


" Sudah enakan. Yang penting jangan diabaikan lagi " Darren langsung masuk ke kamar mandi. senja yang masih rapi, enggan mengulang mandinya kembali.Memilih hanya berganti baju dan berdandan tipis sedikit.

__ADS_1


Satu jam kemudian Darren dan Senja sudah sampai di hotel tempat meeting dengan owner Alfa corps. Memasuki meeting room yang sudah disiapkan oleh Chun Cha.


" Pak Uloom " sapa Senja terdengar begitu excited, ternyata benar Uloom yang dimaksud adalah dosen pembimbingnya.


" Kok bisa sih pak Uloom ? astaga pak... Apa kabar ? " Senja seolah lupa dia datang bersama siapa.


" Bisa dong. Aku baca company profile perusahaanmu. Sekali lihat pemegang sahamnya 100% adalah Senja Khairunisa Kemala, langsung oke. Approve tanpa note apapun. Nama dan orang yang nggak pernah bisa dilupakan begitu saja " ucap Uloom tak kalah bersemangat.


" Ehemmmm " Darren mengeluarkan sedikit deheman, untuk membuat keduanya sadar akan keberadaannya.


" Owh ya pak, kenalin ini ownernya owner. Atasan sekaligus bawahan Senja. Suplier tunggal keturunan Senja kemarin, sekarang dan selamanya " ucap Senja membuat Darren yang tadinya kesal menjadi sumringah.


" Pak Darren, Mahendra group ? " tanya Uloom ramah.


" Benar, Atasan dan bawahan Senja. Bisa memerintah tapi kadang juga diperintah " kata Darren.


" Duduk yuk, tau begini kita gak usah meeting resmi gini. Kita bisa makan malam di mana gitu, pasti lebih enak. Soal bisnis gak usah di bahas ya. Approve tanpa notes pokoknya " ucap Uloom ramah.


Senja adalah mahasiswi yang cerdas, menyeleaaikan pendidikannya 3,5 tahun dengan nilai sempurna. Banyak bertanya dan terkesan suka mendebatnya. Selain kecantikannya, Uloom mengingat Senja karena selalu membawakannya makanan setiap ada pertemuan saat bimbingan.


Mereka bertiga terlibat pembicaraan seru. Jauh dari dugaan Darren, Uloom memang hanya mengingat dan menyayangi Senja sebagai mahasiswi yang paling pintar di kelasnya. Darren dan Uloom sendiri pernah beberapa kali terlibat dalam project yang sama. Bahkan mabuk di club bareng pun pernah.


" Pak Darren masih suka ke club ? " tanya uloom dengan santainya, yang ditanya sudah merasa terancam. Baru saja baikan, jangan sampai ada pembicaraan yang nyleneh lagi. Senja tidak sedang di mode cuek seperti dulu sekarang.


" Enggak pak, di rumah lebih menyenangkan sekarang. Saya nggak bisa jauh - jauh dari mama Nja " jawab Darren.


" Minum sudah nggak pernah lagi ? " tanya Uloom masih penasaran.


" Masih kalau ada relasi yang ngajak, tapi saya harus memastikan tetap mempertahankan kewarasan. Karena kalau pulang dalam kondisi kacau, ancaman hukuman berlapis pak, tanpa banding tanpa kasasi " jawab Darren, setengah bercanda.


" Memang suamimu nggak boleh ke club ya Nja ? " tanya Uloom pada Senja.

__ADS_1


" Boleh kok pak, tapi term and condition tetap berlaku " sahut Senja cepat.


" Nja... malam ini boleh nggak suamimu nemenin aku ? soalnya hari ini aku terakhir di indonesia. Ada club baru di daerah timur. Pengen lihat saja, katanya sih oke. Pak Darren inget nggak kita pernah memilih satu cewek yang sama ? tapi saya kalah karena kalah nominal dan ceweknya memang lebih milih pak Darren. Dua tahun nggak sampai kayaknya ya pak, sya inget bener. Dulu sepertinya size yang utama ya pak " Lagi - lagi Uloom bicara tanpa filter, Darren langsung menoleh pada Senja. Istrinya tersenyum, tapi senyuman itu bukan senyuman tulus. Sepertinya kejadian menyiapkan bekal sendiri akan terulang malam ini.


__ADS_2