Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
sama - sama negatif thinking


__ADS_3

Aleandro di temani Chun Cha duduk di ruang tengah ,menunggu Senja yang masih menjalankan sholat Isya .


"Pak Al ,tau nggak ? "tanya Chun Cha gak jelas .


"Enggak ."jawab Aleandro cuek .


"Ih ... Pak Al gak seru .Chun tuh mau cerita kalau Chun dijodohin sama duda sama appa eomma Chun ,makanya Chun kabur ke sini .Tapi kalau dudanya kayak pak Al ,Chun gak bakalan nolak ."ucap Chun Cha tanpa malu - malu .


Aleandro tidak menanggapi ,malah asik dengan ponselnya .


"Pak Al ,tau nggak ?"tanya Senja lagi .


"Enggak ."jawab Aleandro singkat .


"Kak Senja besok mau ambil cuti .Mau ke makam suami sama anaknya .Tapi pak Al jangan bilang - bilang kalau Chun yang kasih tau ya .Chun tidak mau dimarahi kakak .Tapi Chun khawatir sama kakak .Tadi di kantor ada perempuan yang nyari kakak ,entah siapa kakak tidak cerita ."ucap Chun Cha setengah berbisik .


"Baiklah ...Aku akan pura - pura tidak tahu .Kalau ada apapun dengan Senja ,kamu harus memberitahuku .Mana ponselmu .Aku akan memberikan nomerku agar kamu mudah menghubungiku ."ucap Aleandro ikut berbisik .


"Maafkan Chun kak ,sambil menyelam minum air .Niatnya cuman biar besok ada yang jaga kak Senja ,ah...dapat bonus nomer ponsel pujaan hati .Ini mah berkah adik solehah ."batin Chun Cha senang .


"Ayo kak Al ...Chun ,Senja sudah siap ."ajak Senja muncul dengan dress terusan selutut warna mustard dengan bagian atas berbentuk sabrina ,membuat bahu Senja tereksplore sempurna .


Mereka bertiga pun menaiki mobil yang dikemudikan oleh drivernya Aleandro .


"Kak Al ,setelah pernikahan .Senja mau mengadakan acara 4 bulanan kehamilan Senja ."ucap Senja .

__ADS_1


"Boleh ."Aleandro mengeluarkan dompet dari clucth bewarna coklat tua yang dia bawa .Mengambil satu kartu debit platinum keluaran salah satu bank .


"Kamu pakai ini saja buat semua keperluannya ,jangan merepotkan siapapun .Dia anakku Senja .Buat aku jadi Ayah yang berguna ,Kamu harus memakai kartu ini .Terserah kamu pakai apa .Untuk membeli baju ,pasti bajumu tidak akan muat lama - lama .Jangan menolak ,ini tidak akan sebanding dengan kebaikanmu ."ucap Aleandro ,memutar tubuhnya hingga menghadap ke belakang lalu memberikan kartu tadi pada Senja .


Mau tidak mau Senja menerimanya .Tapi Senja hanya akan menggunakan untuk keperluan calon anak Aleandro saja .


"Senja terima ya kak .Sebenarnya tidak perlu begini .Keperluan anak ini juga tidak banyak ."ucap Senja .


"Kan kamu juga perlu baju ,tidak mungkin kamu memakai bajumu yang lama kan ? belilah yang nyaman ."ucap Aleandro .


Chun Cha merasa hidup kakaknya lebih beruntung darinya .Meskipun terbuang dan tidak berkelimpahan harta sejak kecil ,Senja dikelilingi orang - orang yang tulus menyayanginya sekarang .


"Chun ...kamu kenapa ? "tanya Senja ketika melihat Chun Cha murung .


"Kakak benar saat kakak bilang ,lebih baik kakak hidup terbuang daripada hidup bersama keluarga utuh tapi berakhir seperti Chun Cha ."ucap Chun Cha sendu .


"Kak ,kalau nanti Eomma marahin Chun kakak harus belain Chun ya .Chun tidak mau dijodohkan ."pinta Senja .


"Ish ... mana Chun yang pemberani .Kenapa mendadak layu begini ??? "ledek Senja .


Aleandro hanya menyimak pembicaraan kedua perempuan di belakangnya itu dengan raut wajah berfikir .Bukan berfikir tentang pembicaraan Senja dan Chun Cha ,tapi memikirkan bagaimana caranya besok bisa membuntuti kemanapun Senja pergi tanpa diketahui oleh Senja .


Di tengah perjalanan ,Ponsel Senja berdering .Darren meminta sambungan video call .Senja pun segera menerimanya sebelum pikiran Darren kembali negatif padanya dan Aleandro .


"Hai Ask ....sudah di apartemen ? "sapa Senja begitu melihat wajah Dareen memenuhi layar ponselnya .

__ADS_1


"Sudah dari tadi Ask ...aku sudah mengirim pesan ,tidak dibaca apalagi dijawab .Kamu kemana saja ? kamu sudah berangkat ?dan tidak pamitan dulu sama aku ? Ask ...kenapa kamu memakai baju seperti itu .Apa kamu tidak kedinginan ? "cerocos Darren tanpa jeda begitu melihat Senja berada di dalam mobil .


Senja segera memakai earphone nya .Meminimalisir omongan Darren di dengar khalayak yang ada di dalam mobil .


"Orang hamil itu mudah sekali gerah Ask ...Kamu cerewet sekali ."ucap Senja dengan kesal yang tertahan .


"Aku mau keluar sebentar ya ask ...Aku mau ketemu beberapa temanku di sini .Aku akan memberitahu mereka kalau aku mau menikah ."ijin Darren .


"Di Club ? "tebak Senja ,terlihat di layar ponsel Darren sedang menggangguk .Senja pun langsung mematikan sambungan video call nya .Senja merasa Darren jauh darinya malah bersenang - senang seenaknya sendiri ,sementara Senja di larang pergi - pergi .Memang tidak adil .Senja menonaktifkan ponselnya .Biar Darren tau kalau Senja sedang kesal .


"Chun ... kalau kakak iparmu telpon di nomormu dan menanyakan kakak sedang apa .Jawab saja kakak sedang di periksa dokter bersama kak Al .Bilang kamu menunggu di luar ."ucap Senja bersamaan dengan mobil berhenti di depan klinik kandungan dokter Senja saat awal pemeriksaan proses dirinya menjadi Surrogate Mother untuk calon bayi Aleandro dan Deandra .


Aleandro berjalan di samping Senja ,mengobrol santai .Sesekali Senja mencubit lengan Aleandro yang selalu meledek tubuhnya yang mungil .


Chun Cha menepok jidatnya ,karena layar ponselnya menangkap detail apa yang Senja lakukan .Sementara ponsel itu terhubung dengan Darrren Mahendra ,yang tentu saja berhasil mengancam akan memberi tau Nyonya Bae kalau Chun Cha sedang bersama Senja .Chun Cha melihat jelas raut cemburu dan kekesalan Darren saat ini .Chun Cha ingin memutus sambungan video callnya tapi Darren melarang .Jadilah sampai di dalam ruangan ponsel Chun Cha pun masih mengarah pada Senja tanpa Senja sadari .


Darren semakin kesal begitu melihat Senja berbaring di brankar periksa ,seorang suster menutup bagian pinggul Senja ke bawah dengan selimut tipis .Lalu menyibak dress Senja hingga memperlihatkan bagian perut Senja .Dokter memberikan gel dingin lalu menempel dan menggerak - gerakkan alatnya di sana .


Senja dan Aleandro begitu bahagia menatap layar monitor di depan mereka .Semua normal ,dengan catatan yang masih sama yaitu berat badan janin lebih besar dibanding berat badan janin usia 14 minggu pada umumnya .


Aleandro mengusap rambut Senja dan mengucapkan terima kasih berkali - kali .Sayangnya dengan berat badan janin yang di atas standart usianya ,Senja tidak diperkenankan untuk menjalani kelahiran dengan menggunakan metode water birth ( melahirkan di dalam kolam air hangat ).


Darren yang jengah dengan suguhan layar ponselnya langsung mematikan kasar dan membanting ponselnya ke kasur .Senja mematikan ponselnya karena tidak ingin kebersamaannya dengan Aleandro tidak diganggu rupanya .Inilah yang Darren takutkan ,Senja kadang terlalu ramah dengan Aleandro dan terlalu tulus menganggap Aleandro sebagai kakaknya tanpa berfikir perasaan Aleandro sendiri terhadapnya bagaimana .


"Apa sudah kelihatan dok ,anak kami cowok apa cewek ? "tanya Aleandro excited .

__ADS_1


"Belum pak mungkin bulan depan .Semoga dede nya tidak malu - malu ."jawab dokter Nuke .


Setelah berkonsultasi dengan Dokter sebentar ,Aleandro ,Senja dan Chun Cha meninggalkan tempat praktik dokter Nuke .


__ADS_2