Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Lupa Ekspresi


__ADS_3

Senja sudah selesai di make up, begitu juga Chun Cha. Keduanya sama - sama cantik tapi tentu saja dengan aura berbeda. Siapa yang lebih cantik, tentu tergantung pada mata siapa yang memandang.


" Kak, Chun gugup sekali. Tangan Chun dingin sekali " ucap Chun seraya menunjukkan tangannya pada Senja.


" Atur nafas Chun, duduk tenang. Jangan berfikir yang berlebihan. Saat kamu keluar dari kamar ini nanti, kamu sudah resmi jadi istrinya kak Al. Akad dan resepsi tidak ada apa - apanya dengan permasalahan yang kalian hadapi saat pernikahan nanti. Sebisa mungkin nikmati hari ini. Jadikan hari ini berkesan buat kalian " ucap Senja masih dengan menggenggam tangan Chun Cha.


Chun Cha menuruti ucapan kakaknya. Chun sama sekali tidak menyangka akan ada di titik ini bersama Aleandro. Pertemuan keluarganya dengan Senja memang merubah keluarganya dengan dratis. Bae yang sekarang tidak sepenuhnya otoriter dan dirinya yang sekarang bukan pecandu alkhohol seperti dulu lagi.


Chun Cha melirik kakaknya yang masih menggunakan bathrobe sama seperti dirinya. Tanpa diduga Senja sebelumnya, Chun Cha memeluknya erat.


" Terimakasih kakak datang di tengah - tengah kami. Terimakasih sudah menjadi kakak Chun yang luar biasa. Meskipun Chun sudah menikah, Chun harap kakak tidak berhenti menjaga Chun. Maafkan Chun yang sering membuat kakak kesal " bisik Chun, menahan air mata karena takut make up nya berantakan jauh sebelum acara di mulai.


" Kak Al yang akan menjagamu mulai hari ini. Apapun yang kamu lakukan, pikirkan masak - masak. Bukan nama Arham yang sekarang kamu bawa, tapi nama Aleandro Zanetti. Baik buruknya kamu, orang akan menghubungkan kamu dengan nama itu. Kita akan sama - sama belajar jadi istri yang baik Chun " balas Senja seraya mengelus punggung Chun Cha dengan lembut.


" Jangan bosan mengingatkan Chun kak. Meskipun ada om Al, Chun akan selalu mencari kakak seperti biasa kalau sedang kesal " Chun berucap Manja, seperti sedang merajuk.


" Tidak bisa begitu Chun, kamu tidak boleh sembarangabmn menceritakan kekesalanmu apalagi jika itu menyangkut suamimu. Sekalipun aku ini kakakmu, jangan pernah libatkan kakak dalam masalah kalian. Biasakan menyelesaikan sendiri. Apapun masalahmu, selesaikan masalahmu secepat yang kamu bisa. Jangan berlarut - larut. Percaya sama kakak, menyelesaikan masalah di atas ranjang terbukti ampuh menyelesaikan masalah. Sebesar apapun masalahnya, ranjang solusinya " bisik Senja, lirih supaya tidak di dengar orang lain.

__ADS_1


" Ishhhh... kakak ternyata mesum sekali " dengus Chun Cha.


" Di atas ranjang bukan hanya tentang berhubungan badan Chun, tapi berkomunikasi, bercerita dan bercanda sebelum tidur. Setelah seharian sibuk, sedikit berbicara di atas ranjang cukup menenangkan apalagi kalau ditambah dengan sesi bercinta. Percayalah, pasti akan lebih berkesan. Kakak juga masih terus belajar sih. Tapi sejauh ini komunikasi malam hari di atas ranjang sangat penting " tutur Senja, meluruskan pikiran Chun Cha.


" Akan Chun coba kak " sahut Chun dengan cepat. Kini Chun terlihat lebih santai. Tangannya sudah tidak dingin dan berkeringat lagi.


Melihat Chun Cha sudah tenang, Senja meninggalkan Chun sendirian bersama fashion designer yang merancang gaun Chun. Sementara MUA Chun dan Mince sedang menikmati makan pagi di kamar lainnya. Senja belum mengganti bathrobenya dengan gaun yang sudah diberikan oleh Bae. Senja belum melihat modelnya, karena baju itu baru dibawakan Bae kemarin saat dia datang.


Darren sedang merapikan setelan jas yang dikenakan Zain saat Senja masuk ke kamarnya. Darren dan Zain terlihat memakai setelan jas dengan model, detail dan warna yang sama persis.


" Pagi sayang, sudah ganteng sekali anak mama Nja ini " sapa Senja samil moncubit pelan pipi Zain, sedikit membuat Zain kesal.


" Zain ke kamar uncle dulu " pamit Zain pada Senja dan Darren.


" Hati - hati Zain, jangan berlarian " ingat Senja, paham betul kebiasaan Zain yamg senang sekali berlari daripada berjalan.


Senja mengunci conecting room sebentar, karena ingin mengganti bajunya di luar saja. Sebuah gaun berwarna abu - abu muda, dengan potongan sederhana yang memamerkan bahu Senja dengan sempurna. dengan belahan bawah hingga sampai di atas lututnya. Saat Senja berjalan, kaki putih mulusnya pun tereksplore sempurna.

__ADS_1


Darren menatap Senja dengan kesal, kali ini bukan dibuat - buat, tapi natural keluar karena tidak suka dengan modek gaun yang dikenakan istrinya. Darren tidak mungkin selalu ada di samping Senja. Padahal setahunya sepupu Aleandro sangat mata keranjang. Melihat Senja pasti bisa membuat laki - laki itu kalap mata. Darren masih ingat bagaimana dulu Deandra juga sering dicuri - curi pandang oleh sepupu Al yang bernama Totti itu.


Melihat suaminya kesal, justru membuat Senja tergoda. Senja menarik tangan Darren hingga membuat suaminya itu hampir terjungkal karena belum siap berdiri. Darren pun semakin kesal. Tentu saja semakin kesal, Senja semakin gemas.


Senja merapatkan tubuhnya pada suaminya, membelai lembut wajahnya yang makin terlihat tampan. Senja tanpa ragu apalagi malu - malu menuntun tangan Darren untuk memegang pinggangnya, lalu Senja sendiri mengalungkan tangannya di leher Darren.


Sedikit berjinjit, Senja mulai menempelkan bibirnya pada bibir Darren yang enggan terbuka. Merasa diabaikan, Senja malah senakin tertantang. bibirnya kini berada di sekitaran leher suaminya dengan talngan yang sudah berpindah mengelus bagian tengah suaminya.


Darren berusaha menahan diri. Selama ini dia belum pernah menang menahan godaan Senja. Bibir Senja kembali ******* paksa bibir Darren. Perlahan Senja menggit bibir bawah suaminya, lenguhan tipis Darren terdengar seiring sensasi kenikmatan di bawah sana yang semakin terasa. Bagaimana tidak, pengait celananya telah terbuka, resletingnya sudah turun dan tangan Senja sudah menyusup sempurna di dalam boxernya.


Sekali lagi Darren harus mengakui kepiawaian Senja, Skor masih nol untuk dirinya dalam pertahanan. Kini Darren pun membalas lebih liar. Lidahnya melilit saling berbalas. Tangannya tidak mau kalah mengangkat belahan yang tinggi menjadi semakin tinggi.


Tanpa membuka pakaian masing - masing, cukup hanya menurunkan dalam** yang mereka pakai, penyatuan pun di mulai. Entah bagaimana perasaan Wati mendengar ******* dua majikannya yang saling bersahutan. Merasakan milik Senja semakin menggigit dan menjepit, Darren tidak mampu lagi menahan lama - lama pelepasannya.


" Ahhhhhhhhh...... " desah Darren, merasakan lega yang luar biasa. Setelah beberapa hari diabaikan akhirnya malah kekesalan yang membawa pada kenikmatannya kembali.


Darren memberikan tisu pada Senja, membiarkan istrinya yang melepaskan kepemilikannya sekalian membersihkan sisa luapan cairannya yang selalu berlimpah ruah.

__ADS_1


Setelah merapikan bajunya kembali, Senja juga merapikan lipstiknya yang sedikit belepotan. Terlalu senang dan puas membuat Darren lupa harus memasang mimik wajah seperti apa. Senyuman dan tatapan penuh cinta dia tujukan pada istri tercinta. Tapi.......


" Huekkkkkk......Huekkkkkk...... Balik badan. Jangan melihat Senja. Nanti jangan berjalan di samping Senja, apalagi menggandeng tangan Senja. Berjalan di belakangku saja. Wajahmu menyebalkan " sungut Senja.


__ADS_2