Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
khilaf


__ADS_3

"Sudah selesai belum Ask ? "teriak Darren dari luar kamar mandi .


"Sebentar lagi "sahut Senja dari dalam .


Lima menit kemudian Senja muncul dengan bathrobenya .


"Mau sarapan di sini atau sekalian cari di jalan Ask ? "tanya Darren .


"Di sini saja Ask "jawab Senja ,mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk .


"Ask .... Aku lusa ada meeting penting dengan investor .Jadi aku harus pulang dulu "ucap Darren .lalu menarik Senja ke pangkuannya .


"Iya Ask ... Lihatin perusahaanku ya Ask .Carikan aku orang kepercayaan yang bisa mengurus perusahaanku sebentar .Harusnya Chun Cha bisa ,bagaimanapun dia keturunan Bae .Pasti nalurinya bisnisnya bagus .Tapi dia belum percaya diri "ucap Senja .


"Jangan khawatir ,akan aku atasi "ucap Darren .


"Sudah lima hari kita di sini Ask ,Zain reaksinya masih sama .Masih suka meneteskan air mata saat Senja mengajaknya bicara .tangannya bergerak sedikit .Mudah - mudahan cepat membaik ya Ask .Setelah itu kita pindahkan ke negara S saja .Senja kasihan sama baby De Ask .Kalau di negara S ,baby De kan bisa ikut .Kasihan juga akhirnya tidak mendapatkan Asi .Padahal Asi Senja melimpah "ucap Senja sedih .


"Daripada dibuang sini buatku saja Ask "ucap Darren .Tanpa menunggu jawaban ,Darren langsung membuka bathrobe Senja yang ternyata di dalamnya belum memakai apa - apa .Darren melahap rakus satu persatu benda kenyal yang ada di depannya .Senja melenguh ,mendesah tidak karuan .


"Ask ..Kita harus ke rumah sakit "ucap Senja masih dengan suara mendesah karena kepala Darren sesang berada di antara kedua pahanya dan tangan meraba pucuk hitam di dadanya .


"Sebentar Ask ,sebentar "jawab Darren dengan nafas memburu .


Darren memasukkan pusakanya ke lubang sempit menjepit milik Senja ,menggoyangkan pinggulnya pelan - pelan .Sementara Senja meskipun pikirannya tidak sepenuhnya menikmati permainan suaminya ,tetap saja desah keenakan meluncur dari bibirnya .


"Ask cepet ...Zain sudah menunggu "ucap Senja .Perutnya menegang dan Darren merasakan cairan milik Senja membasahi miliknya .


Darren memacu lebih cepat ,meliuk -liukkan pinggulnya .Lalu menahannya sebentar .


"Aku mencintaimu Ask "ucap Darren sendu ,Tiba -tiba teringat pelukan Rafli pada Senja .Tidak ada jawaban dari bibir Senja ,tapi Darren merasakan jawaban itu datang dari bagian tubuh Senja yang lain .Bagian inti Senja menarik dan menjepitnya luar biasa .


Darren melanjutkan liukan pinggulnya ,lalu merubahnya ke gerakan naik turun dan akhirnya Darren pun menyemburkan cairan putih kental ke dalam rahin Senja .

__ADS_1


"Tuhan ,Jika aku saja tidak cukup menahan Senja di sisiku .Tolong hadirkan buah cinta kami di rahimnya .Agar kami tidak akan terpisah selamanya "doa Darren dalam hati ,lagi dan lagi .


Bersamaan dengan itu ponsel Senja berbunyi ,nama Rafli tertera di layatlr ponselnya .Dengan Darren yang masih menempel atas tubuhnya ,Senja segera mengangkat panggilan Rafli .


"Iya mas "


"......................."


"Benarkah ? mas serius ? " ucap Senja ,terperanjat langsung bangun dari tidurnya membuat kepemikikan Darren tertekuk paksa .Wajah Senja terlihat bahagia .


"Auwwww...Ask ,pelan -pelan nyabutnya .Patah ini nanti "rintih Darren terdengar oleh Rafli .


"........................................................"


"Aku ke sana mas "Senja meletakkan kembali ponselnya di sisi ranjang .


"Ayo Ask cepet ganti ,Zain sadar Ask ..Zain nyari Senja .Ternyata Zain denger semua yang Senja katakan selama ini ."ucap Senja semangat sambil memakai pakaiannya .


"Syukurlah Ask ... Aku akan menghubungi dokter dan rumah sakit di S .Kita ketemu Zain sekarang "ucap Darren tak kalah semangat .


"Aku mengerti Askim .Tidak masalah Zain memanggil dan menganggapku apa .Yang penting Mama Senja tetap menjadi istrinya Daddy Darren "jawab Darren .


Keduanya pun berangkat ke rumah sakit di mana Zain berada .


Sampai ruangan Zain ,seperti biasa Darren menunggu di ruang tamu ,bermain ponsel dan menjaga tas milik Senja .Sedangkan Senja setelah berganti pakaian medis langsung menemui Zain bersama Rafli .


"Zain ..."ucap Senja lirih ,tapi terdengar jelas oleh Zain yang sudah bisa duduk bersandar di brankarnya .


"Mama Nja "teriak Zain benar - benar lepas saking bahagianya .merentangkan kedua tangannya yang sekarang hanya menyisakan satu infus di tubuhnya .Tidak ada lagi peralatan medis lainnya .


"Iya ini mama sayang ...Mama Nja ,mamanya Zain .Maafin mama ya ,mama gak tau kalau itu Zain .Harusnya Zain manggilnya mama Nja .Pasti mama langsung tau sayang "ucap Senja ,memeluk tubuh rimpih Zain pelan .Hati Senja kembali terasa perih ,Zain yang dia peluk sekarang sungguh berbeda ,Senja dapat merasakan tulang lebih menonjol ketimbang daging yang seharusnya menjadi pembungkus dan pelindungnya .Air mata menetes begitu saja .


"Mama jangan nangis ,kata papa mama akan datang kalau Zain sembuh .Berarti Zain sudah sembuh kan ? Mama tidak akan meninggalkan papa dan Zain lagi kan ? "tanya Zain bertubi - tubi .

__ADS_1


"Tidak ...Mama tidak akan meninggalkan Zain lagi .Zain sudah sembuh tapi Zain masih harus berobat lagi ya .Selangkah lagi ,nanti Zain akan kembali puli .Bisa Ngapain dan kemana saja sama Mama Nja "ucap Senja semangat .


"Sama papa juga .Mama tau ? Zain selalu iri dengan Bevan .Setiap terapi ada mama dan papanya .Tapi Zain selalu sendiri .Zain benci karena harus berganti nama Afli ,kata oma Zain tidak akan ketemu mama kalau tidak memakai nama Afli "tutur Zain dengan polosnya .


"Zain sekarang istirahat ya ,Dokter menyarankan apa Zain ? "ucap Rafli seperti dulu mengembalikan semua ucapan pada Zain .


"Tidak boleh terlalu senang ,tidak boleh terlalu sedih ,banyak istirahat ,selalu berdoa dan bahagia "sahut Zain cepat .


"Mau ditidurin mama ? "tanya Senja .


"Mau ..."jawab Zain girang .


Zain memiringkan badannya membelakangi Senja .Baju pasien bertali belakang itu terbuka ,menunjukkan tulang - tulang Zain yang menonjol .Senja menahan perih hatinya .Saat tidur Zain sangat suka di usap punggungnya .Dulu daging menutup sempurna tulang ini .Kanker begitu kejam membuat tubuh Zain seperti tinggal rangka .


Senja terisak tanpa suara ,tapi tubuhnya bergetar .Rafli mengelus pundak Senja .


"Maaf Ay ...Maaf "ucap Rafli tanpa suara .Senja menggeleng - gelengkan kepala perlahan lalu menyandarkan kepalanya di dada Rafli .Menejamkan matanya ,merasakan wangi tubuh Rafli yang masih sama .Wangi yang tidak sama saat masih menjadi Firly dulu .


Dalam sekejab Zain sudah tertidur ,dengkuran halus mulai terdengar .


Rafli dengan sedikit keberanian mengecup rambut Senja .


"Aku merindukanmu Ay "bisik Rafli lirih .


Senja menengadahkan kepalanya membuat keduanya saling menatap sendu .Senja memejamkan matanya ,melihat Rafli selemah ini sungguh mrmbuatnya tidak tega .Rafli sedang sangat rapuh .


Melihat Senja memejamkan matanya ,Rafli mempunyai keberanian lebih .Dorongan cinta ,kerinduan dan hasrat melebur menjadi satu .Rafli mengecup bibir Senja yang mengatup rapat .Rafli memagutnya lembut .Sesaat Senja terlena .


"Tidak mas ..Jangan ,ini salah "ucap Senja segera berlari keluar ruangan sambil memegangi bibirnya .


"Maafkan Senja Ask ..Maaf "gumam Senja lirih .


Melihat Senja setengah berlari dan terus menegangi bibirnya ,membuat Darren bertanya - tanya .

__ADS_1


"Ada apa Ask ? "tanya Darren heran .


__ADS_2