
Pasca kejadian Dasen menangis karena bola, Darren dan Senja seperti dua orangtua dengan anak kesayangan masing - masing. Darren dengan Zain dan Senja dengan Dasen. Sepertinya apa yang dikatakan Sarita benar, rasa bersalah Senja kini di kompensasikan menjadi sayang yang berlebihan. Untung saja hal itu tidak mempengaruhi keharmonisan keduanya.
Hanya sesekali mereka beradu mulut demi kesayangan masing - masing. Seperti saat Zain hendak belajar, tiba - tiba Dasen menangis karena melihat Zain meninggalkannya. Senja memarahi Zain seolah anak pertamanya itu tidak mau menjaga adiknya. Dengan bijak, Darren menengahi dan meluruskan pikiran Senja. Sepertinya cara pengasuhan Senja dan Darren kini agak berbeda dan itu tidak baik. Daddy Darr akan mencari waktu terbaik untuk mendatangkan temannya, seorang psikolog anak yang diharapkan bisa menjadi penengah perbedaan konsep keduanya.
Seperti kali ini, Darren menemani Senja yang sedang di make up untuk menjalani sesi pemotretan produk bersama. Wati dan Zain nampak santai bermain dengan Dasen. Sementara Darren, memperhatikan detail make up istrinya dengan seksama. Senja tidak boleh terlihat berlebihan, semua harus pas di mata Darren. Kenzi tidak masalah, selama Darren profesional dia setuju saja. Selera Darren sekarang jelas tidak perlu diragunak lagi.
"Beb, nih baju pertamanya ye! Bayi ganteng tadi mana? ini bajunya ya." laki - laki tulang lunak bernama asli Tarjo, tapi semua crew memanggilnya miss Joy.
Darren langsung melihat dan mengamati wardrobe yang akan dikenakan istrinya. Senja juga melakukan hal yang sama dengan pada baju Dasen. Seluruh permintaan model, bahan bahkan wanginya baju sudah tertuang dikontrak dengan jelas, tapi meskipun begitu Darren tetap memastikan semua sesuai.
Sesi pemotretan pun dimulai. Saat pengambilan foto Darren dan Dasen, semua benar - benar ikut andil. Untuk membuat Dasen tersenyum, Zain dan Darren bahkan harus turun tangan langsung menggoda. Semua crew sangat senang berkerjasama dengan Senja, selain ramah Senja memang sangat berbakat. Untuk take yang dilakukan sendiri hanya dibutuhkan waktu dua jam untuk mendapatkan berbagai pose yang diinginkan dengan berkali - kali berganti wardrobe.
Yang paling sulit dilakukan adalah ketika pembuatan video pendek Senja dan Dasen saat menggunakan berbagai produk. Mereka harus melakukan bertahap beberapa hari hingga hari ini lah hari terakhir pengambilan scene.
Di ujung proses yang sudah dilakukan berhari - hari, Kenzi menginginkan ada sentuhan tangan sosok laki - laki di salah satu ikon foto. Rasanya sebuah iklan keluarga sangat tidak lengkap kalau tidak ada gambaran adanya sosok laki - laki meskipun itu hanya sekilas.
Masih belum selesai berbicara, niat Kenzi sudah dipotong dan ditolak mentah - mentah oleh Darren. Dia tidak mau istrinya berdampingan dengan laki - laki lain, apalagi sampai menjadi tontonan umum sepanjang masa.
__ADS_1
"Bro, dengerin dulu napa. Gampang meleduk banget jadi orang. Ini kan cuman beberapa jepretan saja, manti juga diambil yang terbagus. Ngapain cari jauh - jauh. Di sini kan sudah ada dua laki - laki tampan nan rupawan. Ada gue sama lu. Kalau lu nggak mau, gue dengan terikhlas mau gantiin lu." Kenzi menjelaskan dengan gaya santainya.
"Gue? foto shoot terus dijadiin billboard juga? enggak - enggak, aku risih kalau banyak orang yang kenal. Senja jarang keluar, jadi nggak masalah. Lah gue ketemu klien di mana - mana. Malah berabe kalau ada yang ngefans gue, cukup bini gue aja," tolak Darren.
"Ya sudah, gue nggak mau buang - buang waktu buat maksa lu. Jadi gue aja ya yang gantiin." Kenzi mengambil baju yang disiapkan crew wardrobe untuk model pria.
Melihat Kenzi terlalu bersemangat menggantikan dirinya, Darren menjadi tidak rela. Dia menyambar baju yang sudah ada di tangan Kenzi.
"Gue aja," sahut Darren.
"Ask, aku laper." rengek Senja.
"Apa Lu? diperut bini gue ada dua calon anak. Lu nggak usah heran." Darren menimpuk kepala belakang Kenzi dengan pelan.
Kenzi hanya meringis. Darren menyuruh Ali yang kali ini ikut mendampingi untuk mencari makanan.
Pemotretan pun dimulai. Karena pemotretan ini khusus untuk produk ibu hamil, Dasen sudah pulang duluan bersama Wati dan Zain. Mereka dijemput Mahendra. Meninggalkan Darren dan Senja yang kini berada di bawah arahan floor director untuk bergaya dengan berbagai pose.
__ADS_1
"Bu Senja rilex saja ya, dagunya dinaikin dikit agak angkuh tapi berikan sentuhan sensual. Yups begitu! Badannya santai, jangan tegang. Pak Darren tangannya lemes pegang perut ibunya. Di elus - elus gpp biar nemu feelnya. Jangan tegang pak, kayak gak pernah megang saja." teriak seorang pengarah gaya bernama Ronald.
Senja terus berpose lalu berganti baju lagi. Barulah setelah hampil tujuh puluh lima menit, pemotretan mereka selesai.
"Terimakasih semua, maaf kalau ada salah - salah kata selama beberapa hari kita bersama. Terimakasih sabar menghadapi saya yang amatiran, saya nitip rejeki buat anak - anak kalian ya, yang belum punya anak dikasih ke istri atau orangtuanya aja. Makasih semuanya." Senja dengan ramah berpamitan pada seluruh crew, membagikan amplop putih berisi beberapa lembar uang ratusan. Tuhan memberikan banyak rejeki padanya di kehamilan kali ini, sudah selayaknya Senja berbagi dengan orang - orang yang membantu pekerjaannya.
"Terimakasih bu. Semoga kita ada project selanjutnya," harap seorang crew.
"Terimakasih bu, kiranya Tuhan memberkati ibu sekeluarga," doa seseorang yang lain.
"Aminnnn....Terimakasih semuanya." Senja melambaikan tangannya dengan ramah, meninggalkan pengalaman baru yang baru saja dilewatinya. Senja tersenyum sembari berjalan mengamit mesra tangan suaminya. Pencapaiannya sejauh ini sudah luar biasa.
"Terimakasih untuk kesempatannya Ask," ucap Senja.
"Sama - sama Ask, kamu pantas mendapatkannya. Kamu hebat dalam berbagai peran. Aku bersyukur aku tidak membencimu lama, dan malah jatuh cinta semakin dalam sama kamu. Terimakasih memilih aku yang pernah sangat berdosa ini menjadi suamimu. Perjalananku masih panjang, tapi cintaku sudah lama berhenti bertualang sejak mengenalmu. Jangan berhenti mencintaiku Ask. " Darren memeluk Senja dengan hangat.
"Tidak peduli seberapa panjang lagi perjalaanan kita, aku akan tetap mencintaimu Ask. Kalau bertengkar, jangan diam. Aku lebih senang berdebat. Aku hanya minta sedikit ruang untuk aku mengembangkan diri. Meraih pencapaian. Aku juga ingin membuatmu bangga Ask, karena aku tahu menjadi istrimu tidak cukup menjadi biasa saja." Senja mengecup lembut bibir suaminya.
__ADS_1
Darren menyambut kecupan sesaat Senja dengan tak kalah lembut, Keduanya lupa kalau mereka belum berjalan jauh meninggalkan crew. Ciuman itu semakin hangat, hanya saling memagut dan tidak saling menuntut. Seberapa dalam cinta keduanya, jelas bisa dilihat oleh sebagian besar crew yang menyaksikan pertautan dua daging merah tak bertulang itu.
"Woi.... ingat woii....Masih banyak orang woi," teriak Kenzi tepat di telinga Darren.