Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Sweet Sweet Sweet


__ADS_3

Accident siang tadi sudah dilupakan dan berakhir begitu Nick dan Aurellie meminta maaf pada Zain dan Nando. Mereka sepakat tidak mengungkit lagi.


Darren belum bisa mendapatkan hadiahnya, karena sekembalinya ke kamar. Dasen dan Zain sama - sama terbangun. Kini Darren yang terlihat tampan dengan setelan tuxedo warna marun dengan sedikit tambahan detail warna hitam. Meski senyum tidak terpancar dari wajahnya, pesonanya tetap tidak bisa ditutupi.


Make up Senja pun sudah rapi kembali. Rambut yang tadi pagi digulung ke atas, kini di gerai dan di beri sentuhan curly untuk menambah sedikit volume. Gaunnya pun sudah berganti. Gaun yang membuat Darren benar - benar kesal, baju dengan tali satu senti di pundak kanan kiri itu mengeksplore punggung belakang Senja hingga hampir sampai ke pinggulnya, bagian dada depan juga terlalu ke bawah. Dengan warna merah marun merona, jelas sangat menonjolkan kecantikan Senja. Tidak butuh jarak terlalu dekat untuk mengaguminya. Dari jarak setengah lapangan bola, kecantikan itu sudah terpampang nyata.


" Wat, kalau Dasen rewel kamu telepon saja ya. Saya tinggal dulu " pamit Senja pada Wati. Dasen tidak diajak karena takut malah rewel.


" Yuk Ask !! " ajak Senja, menarik tangan suaminya.


Darren sedang berfikir keras, bagaimana agar bisa melindungi istrinya dari pandangan mata lelaki di luar sana. Andai bukan Bae yang memberikan gaun ini, andai Bae memberikannya kemarin, sudah pasti Darren akan menggantinya dengan gaun lain. Bae baru memberikan dua jam yang lalu.


Saat melangkah betis Senja pun terlihat dengan sempurna.


" Lakukan apa yang ingin kamu lakukan nanti. Tapi kita harus tetap datang dengan gaun ini. sepuluh menit lagi wedding entrance. Kita tepat ada di belakang mereka. Ayolah Ask...tidak ada waktu untuk protes. Sebagai gantinya kamu boleh melakukan apa saja " ucap Senja, sedikit menyelipkan janji.


Darren menarik nafas dalam. Jelas wajahnya sangat kesal. Wajah yang disukai Senja tentunya.


Darren merangkul pinggul Senja dengan posesif. satu tangan lagi bersembunyi di balik kantong celananya.


Chun Cha dan Aleandro juga memakai baju senada dengan Senja dan Darren. Hanya saja detail di pakaian Chun Cha lebih mencolok dan ramai. Tentu saja karena merekalah raja dan ratu seharinya.


Berbeda dengan wedding entrance pada umumnya. Di mana setelah pengantin urutan selanjutnya adalah orangtua kedua mempelai. Kali ini setelah pengantin di belakangnya adalah saudara - saudara mempelai. Di depan Chun Cha ada Zain dan Nando yang terlihat tidak kalah mempesona dengan daddynya. Zain semakin mirip wajahnya dengan Rafli, tapi dengan sifat menyerupai Darren.


Darren sedikit bernafas lega karena di belakang Senjanya dan Senja adalah Hyeon dan Eunji. Lagu from this moment dari shania twain mengiringi mereka menuju tempat yang disediakan untuk masing - masing. Sementara kedua orantua mempelai malah sudah berada di meja terdepan.


" Ma Nja, suasana romantis gini enaknya ngapain ? " bisik Darren di sela - sela langkah mereka.

__ADS_1


" Tidur miring dipeluk dari belakang " jawab Senja dengan asal.


" Kakak ipar, ada mobil sport terbaru " ucap Hyeon dari arah belakang.


Senja langsung melengos. Darren pasti akan langsung tertarik untuk membeli. Padahal mobil lama juga jarang dipakai. Mereka berhenti sebentar, untuk memperbaiki baju Chun Cha yang sedikit beribet dengan sepatunya.


" Eunji dan Hyeon akan membelikan untuk kakak ipar, asal -- " Eunji membisikkan sesuatu pada Darren.


Darren melihat istrinya sekilas. " Deal, kalau kalah sebaliknya ya " tantang Darren.


Senja hanya menggelengkan kepala mendengar obrolan laki - laki di samping dan di belakangnya.


Senja teringat akan sosok Deandra, dia menggigit bibir bawahnya.


" Semoga bahagia di surga kak " doa Senja dalam hati.


Darren lega begitu mereka sudah sampai di meja yang disediakan untuk mereka. Dengan duduk, punggung istrinya tidak akan lagi terlihat.


Kelegaan itu ternyata hanya berlangsung tidak sampai tiga puluh menit, karena sesuai permintaan dari Bae, pesan dan kesan pernikahan dari pihak Chun akan diwakili oleh Senja selaku kakak tertua. Pemandu acara pun memanggil nama Senja Khairunisa Kemala untuk naik ke atas pelaminan.


" Sama kamu Ask " ajak Senja, mengulurkan tangannya pada Darren tanpa di duga.


Seluruh tamu enggan melepas pandang dari arah pelaminan atau yang hanya bisa melihat dari layar proyektor yang disiapkan dari berbagai sudut. Pemandangan yang sangat langka bisa melihat Darren Mahendra memamerkan istrinya ke ruang public selama ini. Darren Mahendra dikenal sangat pelit membagi kisah tentang keluarganya.


Beberapa kali mengisi halaman depan majalah bisnis, Darren hanya menyebut orang yang sangat berpengaruh dalam hidupnya adalah istri dan keluarganya.


" Selamat malam semua. Saya langsung ke pesan dan kesan pernikahan untuk adik saya saja ya. Rasanya saya tidak perlu memperkenalkan siapa saya dan siapa laki - laki tampan di samping saya ini lagi, pasti semua sudah mengenali suami saya " sapa Senja dengan ramah, membuat Darren makin mengeratkan tangannya di pinggul istrinya.

__ADS_1


Sepanjang Senja memberikan sambutan kesan dan pesan pernikaha. Sesekali Darren menimpali dengan kata - kata becanda, pandangan penuh cinta dan gerakan naik turun mengelus pinggul istrinya. Semuanya tak luput dari perhatian para undangan, hingga gibah tipis - tipis pun hampir terjadi di setiap meja.


" Ternyata Darren Mahendra tidak sedingin kelihatannya " ucap perempuan di salah satu meja.


" Tangan pak Darren ternyata lincah juga " ucap seorang yang lain menyorot gerakan tangan Darren yang sesekali memang mencolok meremas pinggul istrinya dengan gemas.


" Kelihatannya istrinya sedang hamil " bisik ibu - ibu seusia Sarita.


" Anaknya bukannya masih kecil ya " sahut seorang yang lain.


" Wajar Jeng ... Banyak orang saja begitu, gimana pas di kamar coba " ucap salah satu yang lain bertepatan dengan saat Darren mencium bibir Senja sekilas. Saat memberi contoh pesan tentang pentingnya menjaga kemesraan setelah pernikahan.


" Astaga pa, anak dan menantumu memang ya, kalau suruh ngumbar kemesraan paling pintar " umpat Sarita.


" Anakmu juga itu ma " timpal Mahendra.


" Sangat menginspirasi " puji Hyeon.


" Patut di tiru " sahut Eunji.


" Kalian menikah semua, semakin tercemar mata eomma dan appa " Arham mengatakan sambil terkekeh.


Selesai sudah kesan pesan pernikahan dari pasangan yang entahlah akan disebut sebagai pasangan apa, dikatakan harmonis mereka juga sering ada perselisihan - perselisihan kecil, di bilang tidak harmonis juga salah. Nyatanya di manapun mereka berada pencemaran mata dan telinga kerap kali terjadi.


Beberapa saat setelah kembali ke meja sampailah Chun Cha dan Aleandro melakukan Wedding kiss. Moment yang sangat dinanti - nanti oleh Eunji dan Hyeon.


" Berdoalah kak Kemala mual " bisik Hyeon pada Eunji.

__ADS_1


__ADS_2