Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Rencana Senja dan Sarita


__ADS_3

" Hah ? Di reject ? salah denger ma Nja nih. Gak fokus pasti " gumam Darren sambil mencoba menghubungi istrinya lagi, tapi selalu ditolak.


Darren menghampiri perawat yang sedang memberikan makan pagi pada Hutama.


" Daster ini buat kamu, tapi besok kamu harus bisa menganter opaku. Aku akan memintakan lebih banyak lagi daster pada istriku sesampainya di Jakarta, yang penting besok kamu bisa " ucap Darren sambil memberikan daster Senja pada perawat itu.


Perawat menaruh mangkok bubur Hutama, lalu menerima Daster itu dengan senang. Memang luar biasa cinta lelaki di depannya pada istri rupanya. Perawat itupun mengiyakan akan menjadi pendamping Hutama sampai di Jakarta. Sekalian dia juga ingin sebentar menjenguk keluarganya.


Senja yang salah fokus dan salah dengar semakin kehilangan mood baiknya. Sarita yang tadi mendengar ucapan anaknya pun mendekati Senja.


" Nja, ngasih Asi tuh harus senyum, masak manyun gitu. Nanti dikira Dasen kamu ngambeknya sama dia " ucap Sarita.


Senja tersenyum srkilas dengan terpaksa.


" Nja, tadi Darren ngomongnya bukan mau pulang 40 hari lagi lho, tapi mau ngomong kalian sudah mau 40 hari. Ngerti kan apa dipikiran Darren ? " tanya Sarita hati - hati.


" Beneran ma ? abang nggak ngomong kalau pulangnya 40 hari lagi ? " tanya Senja memastikan.


" Bener Nja. Malah Darren minta ijin kamu mau memberikan daster kamu untuk perawat. Supaya mau terbang besok katanya " jelas Sarita.


" Ohhh.. Senja nggak fokus tadi ma, tapi biarin deh ma. Sekalian saja. Senja jadi ada ide. Mama bisa bantu Senja kan ? " tanya Senja pada mertuanya.


" Apa dulu ? " Sarita tanya balik.


Senja menggeser bokongnya agar lebih dekat dengan Sarita, lalu membisikkan sesuatu. Sangat panjang. Beberapa kali Sarita menganggukkan kepalanya.


" Mama nggak sabar lihat anak mama kejer - kejer lagi " ucap Sarita senyum - senyum sendiri.

__ADS_1


Sementara itu ketegangan sekaligus kekonyolan terjadi antara Aleandro dan Chun Cha.


" Om Al, maafkan Chun, om Al tahu persis kenapa Chun melakukan ini. Bagaimana om Al bisa melupakan kak Kemala. Saat tidur bersama Chun pun kakak memanggil Chun dengan nama Senja. Chun denger om, tapi Chun pura - pura mebgabaikan. Chun pengen om membantu om melupakan kak Kemala. Kakak bisa bayangkan kalau kakak ipar tahu istrinya disebut kak Al saat meniduri perempuan lain " uvap Chun Cha ketus.


" Tapi tidak begini caranya Chun, Senja sedang capek - capeknya sekarang. Kamu membuatnya semakin stres " ucap Aleandro.


" Chun tau Chun salah, bantu Chun minta maaf sama kak Kemala om " rajuk Chun Cha.


" Aku tidak mau ikut - ikut Chun, tidak untuk saat ini. Senja kalau sudah kesal sulit diajak bicara. Hanya Darren yang mampu menjinakkan. Kamu hubungi Darren saja, tapi belum tentu juga Darren mau membantumu, sudah lama tidak bertemu Senja, bisa - bisa mempersulit urusannya sendiri. Beri waktu untuk Senja, bicara dua tiga hari lagi saat anak - anak sudah membaik. Jangan muncul di depannya dulu " saran Aleandro.


Chun Cha termenung sebentar, bagaimana kalau sampai kakaknya itu bercerita dengan eomma dan appanya, pasti akan semakin kacau. Kakaknya tidak pernah berbuat onar seperti dirinya, tentu saja omongan Senja selalu lebih didengar.


" Om, kita jadi nikah kan ? " tanya Chun Cha memelas.


" Hemmmmm " jawab Aleandro asal. Kalau sampai tidak jadi, Senja pasti akan kecewa sekali padanya.


" Jangan semakin gila kamu Chun, kita ke tempat eomma appa mu setelah papa datang. Kita bicarakan baik - baik keinginanmu. Kita menunda takutnya Senja tidak bisa datang. Jadi kita bisa menyederhanakan acara agar tidak terlalu banyak orang yang datang " ucap Aleandro.


" Tidak mungkin, jika kak Kemala dan kakak ipar kemarin saja seperti itu, eomma pasti menginginkan lebih. Karena Chun bukan Jamda " ucap Chun dengan percaya dirinya.


" Bukan Janda tapi juga tidak perawan " sahut Aleandro.


" Jangan bilang tidak perawan kak. Berpengalaman " balas Chun Cha.


" De, kemarin di test darahnya kan ya. Hasilnya bagaimana ya ? "Aleandro teringat tes darah baby De kemarin.


" Chun tidak berani menelpon kakak, sungguh tidak berani. Kembali ke sana juga tidak mungkin, tidak ada nyali. Semoga kakak ipar besok pulang bisa memulihkan mood kak Kemala " harap Chun Cha.

__ADS_1


" Aku harus tahu hasilnya segera Chun. Aku yang akan ke sana. De itu anakku, aku tidak bisa terus mengandalkan Senja. Sekalipun dia perempuan yang luar biasa, tapi aku tidak enak sama Darren. Kalau kita sudah resmi, sebisa mungkin De harus lebih sering bersama kita " kata Aleandro.


Chun hanya mengangguk, masalah De dia sama sekali tidak keberatan. Hanya saja De susah - susah gampang, asal tidak kelihatan Senja, masih aman. Tapi kalau sudah melihat sebentar saja, pasti tidak mau dengan yang lain.


Vano sudah kembali memeriksa anak - anak Senja, dia membawa hasil tes darah baby De yang melegakan bagi Senja. Tidak ada yang serius, selain daya tahan tubuhnya yang memang lemah. Membawa jauh - jauh baby De dari orang yang sedang sakit, untuk saat ini adalah solusi terbaik. Tertentu saja sambil meningkatkan daya tahan tubuhnya.


" Nja, masih inget Rianti nggak ? " tanya Vano.


" Inget banget lah " jawab Senja.


" Baguslah, besok dia datang. Mumpung di Indonesia, dia ngajak ketemuan. Lusa mungkin. Barangkali kamu bisa ikut "


" Aduh Van, kalau keluar rumah kayaknya berat deh. Dasen susah ditinggal lama - lama, kalau pertemuannya di sini saja bagaimana ? kalau Maya kamu masih kontak nggak Van ? " tanya Senja, semangat sekali.


" Ada sih kontak Maya. Tapi jangan deh. Maya sekarang berbeda dengan Maya yang dulu. Aku pernah salah paham dengan istriku gara - gara dia, sampai istriku minta cerai. Aku pikir dia seperti kita biasa gini Nja, tau batasan lah ya. Secara kita harus menjaga perasaan pasangan kita masing - masing. Dia menterorku dengan pesan - pesan menggoda. Nggak hanya pesan tapi juga foto " jelas Vano.


" Dia belum menikah ? " tanya Senja malah menjadi penasaran.


" Sudah, tapi selalu jadi istri simpanan. Dia sudah terbiasa disimpan, makanya jadi keenakan dan hampir tidak mengenal urat malu. Kalau dia tau suamimu, yakin deh pasti bakalan dikejar. Ya meskipun suamimu pasti tidak akan terpengaruh, jelas kamu tetap lebih segalanya. Tapi jangan deh, lebih baik kita menghindari masalah " ucap Vano, sedikit serius.


" Owhhh...sayang sekali ya " kata Senja.


" Alhamdulillah kita bertiga tidak memilih jalan yang salah, aku tuh malah bangga sama kamu. Kamu tidak memanfaatkan kecantikanmu untuk hidup enak, kaya dan mapan dengan instant " ucap Vano.


" Jalannya masing - masing Van. Semoga Maya kembali ke jalan yang benar " harap Senja.


" Amin "

__ADS_1


Sementara di belahan negara lain, Darren masih menunggu jawaban dari pesan yang dia kirim pada istrinya.


__ADS_2