Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Thanks mom


__ADS_3

Minggu yang tidak hanya padat, tapi juga sedikit melelahkan. Setelah gelaran pengajian tujuh bulanan sederhana di rumah Hutama. Sekarang giliran acara puncak ulang tahun Mahendra Corps yang harus dihadiri.


Acara di gelar di sebuah ballroom hotel bintang lima dengan kapasitas tamu tidak lebih dari dua ribuan.


Darren Mahendra sebagai tuan rumah, nampak sudah bersiap menerima tamu sejak maghrib usai tadi. Meskipun pada undangan tertera acara baru akan dimulai pukul 19.30 WIB, tapi para undangan sudah banyak yang datang. Dipastikan tidak akan ada yang datang lebih dari jam yang tertera, karena Darren Mahendra terkenal sangat disiplin dan on time.


Di samping Darren, berdiri Mahendra dan Sarita. Senyum bahagia terus menyungging di wajah mereka. Dua tahun terakhir Mahemdea Corps terus merangkak naik dengan profit yang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya.


Sinergi seluruh karyawan ditambah kepemimpunan Darren yang semakin matang adalah kunci, ditambah lagi doa dan dukungan keluarga yang luar biasa. Sejak menyandang gelar suami dan juga daddy, semua serasa lebih mudah Darren lakukan. Seberat apapun masalah perusahaan, dia mempunyai tim penyemangat yang luar biasa di rumah.


"Selamat Darr, semoga Mahendra Corps semakin terdepan." Rajata datang memenuhi undangan Mahendra.


Sejak Rafli meninggal, hubungan Rajata dan Senja memang menjadi lebih baik. Mereka pun menjalankan RSZ dengan sangat amanah. Sonya juga sering melakukan video call dengan Zain, cucu semata wayang mereka. Hanya saja Zain memang tidak pernah berlibur dengan opa oma kandungnya itu. Senja sebenarnya tidak melarang, tapi Zain sendiri yang tidak pernah mau.


"Terimakasih atas kehadirannya Tuan Rajata," balas Darren.


"Di mana Zain dan Senja?" tanya Sonya, heran karena tidak melihat Senja menemani suaminya disaat tamu undangan sudah berdatangan.


"Senja sedang hamil Nyonya Sonya, dia akan datang mendekati dimulainya acara." Darren melirik jam di pergelangan tangannya, masih tiga puluh menit lagi.

__ADS_1


Rajata dan Sonya bergeser, berjabatan tangan dan berbincang hangat sesaat dengan kedua mertua Senja yang baru sebelum duduk menempati kursi - kursi yang melingkari meja dengan tatanan yang sangat rapi.


Hampir sembilan puluh lima persen undangan sudah datang. Tidak sedikit tamu yang bertanya - tanya tentang keberadaan nyonya Darren Mahendra. Mereka acap kali melihat keharmonisan keluarga Darren pada billboard di berbagai tempat strategis yang tersebar di seluruh kota - kota besar Insonesia.


"Di mana istri pak Darren?" tanya salah seorang tamu setengah berbisik.


"Mungkin baru melahirkan,jadi tidak datang," sahut tamu yang lain.


"Ssttt!! Lihat itu keluarga DNG Corp datang, Ini namanya berlian ketemu berlian. Batu kali kayak kita minggir," bisik seorang istri, pada suaminya yang meruoakan relasi bisnis Darren.


"Cari tahu, di mana anak - anak Darren Mahendra nanti bersekolah. Anak pertama mereka satu tahun lebih tua dari Almira. Siapa tau bisa berjodoh dengan Almira," timpal sang suami, seraya memandangi rombongan Bae, Arham, Chun Cha, Aleandro, Eunji dan Hyeon.


"Tapi kesayangan Darren Mahendra, beberapa kali meeting dibhari libur, pak Darren selalu mengajak anak itu. Lagi pula tanpa Mahendra anak itu juga pemilik RSZ corp." bisik sang suami, seraya melirik anak perempuan bernama Almira yang duduk tepat di samping istrinya.


Tepat kurang lima menit sebelum acara dimulai, keluarga kecil yang dinanti - nanti pun menampakkan diri. Memberikan pemandangan yang membuat semua orang merasa iri, serasa kesempurnaan memang diciptakan Tuhan hanya untuk Darren Mahendra.


Bagaimana tidak? Karier dan bisnis sukses diusia relatif muda, tampan, istri cantik dan semakin terlengkapi dengan memiliki banyak anak. Tidak ada yang tahu seringkali keluarga kecil itu mengalami gesekan masalah karena hal - hal kecil.


Dengan satu tangan, Darren menggendong balita berumur sembilan bulan bernama Dasen Kyun Mahendra. Senja mengamit satu lengan Darren dengan satu tangan lain menggandeng tangen Zainan Algrizal. Perutnya yang benar - benar besar dan bulat sempurna membuat spekulasi kembali terjadi. Sebagian besar para tamu menduga - duga bayi kembarlah yang

__ADS_1


ada di dalamnya.


Sepanjang jalan menuju tempatnya, Senja tidak henti menebarkan senyuman pada para tamu, bahkan tak sungkan membungkukkan sedikit badan dan menganggukkan kepala dengan sopan saat melewati tamu yang dirasa lebih senior.


Tak lama setelah menempati meja keluarga, saatnya Darren memberikan sambutan pada para tamunya. Dengan langkah kaki yang mantap penuh percaya diri, Darren naik ke atas panggung, berdiri di belakang standing mix yang disiapkan agar suaranya terdengar ke seluruh ballroom.


Tidak hanya Sarita, Hutama dan juga Mahendra yang kini memandang kagum pada Darren, Senja pun menyiratkan pandangan mata yang sama. Cara bicara suaminya sungguh tegas namun enak di dengar, tidak mengumbar senyuman, cenderung datar tapi kenapa begitu menawan.


"Di akhir sambutan saya, ijinkan saya menyampaikan rasa terimakasih saya pada dua orang perempuan yang paling berpengaruh di Mahendra Corp. Keduanya berpengaruh bukan hanya karena merupakan pemilik saham, tapi saya yakin Mahendra Corps tidak akan sesukses sekarang tanpa dukungan dan doa dari mama saya dan istri saya tentunya." Darren bergantian melempar pandang pada Sarita dan Senja.


Seorang karyawan Mahendra Corp mengajak Sarita untuk naik ke atas panggung. Seorang karyawan lagi membawa nampan berisi bunga dan sebuah kotak persegi berukuran sedang. Satu tangan Darren meraih tangan mamanya, Satu tangan lagi menggenggam pengeras suara, belum mengucap apa - apa sudah ada rasa haru di sana.


"Ma, terimakasih sudah membesarkan Darr dengan luar biasa. Menjadikan Darr disiplin dan pantang menyerah. Terimakasih atas doa yang tidak pernah putus. Darren tidak bisa membalas apapun selain menjadikan keinginan mama yang sederhana tidak sekedar angan. Tahun ini cucu mama akan genap empat orang, semoga dua tahun lagi bisa menjadi enam orang. Darr akan berusaha pantang menyerah mewujudkan harapan mama," ucap Darren, keharuan berubah menjadi gelak tawa karena ujung kalimat Darren.


Sarita mencubit lengan Darren dengan keras. Bisa - bisanya Darren bercanda di depan orang dengan candaan seperti itu.


Berbeda dengan Sarita, para undangan sangat menikmati pemandangan di depan mereka. Darren Mahendra, ceo tegas, disiplin, tidak suka kompromi, sedikit angkuh dan bisa dikatakan sombong ternyata sangat manis jika berada di tengah keluarga. Mereka jadi tidak sabar bagaimana saat nanti Darren mengucapkan pada satu lagi perempuan yang berpengaruh dalam hidupnya.


"Tidak peduli sekarang Darren sudah lebih tinggi dari mama. Tidak peduli Darren sudah menjadi seorang suami bahkan seorang ayah, Darren akan selalu menjadi anak mama. Doa mama memudahkan setiap langkah Darren. I love you ma." Darren memberikan buket bunga anyelir merah muda. Lambang kasih sayang yang kuat seorang anak pada ibunya. Lalu memberikan kotak persegi tadi pada Sarita.

__ADS_1


Darren memeluk Sarita, "Thanks ma, Darren bangga terlahir dari perempuan sehebat mama." bisiknya, air mata Darren menetes begitu saja.


__ADS_2