Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Amar dan Ali


__ADS_3

Pukul 04.35 semua sudah bangun termasuk Zain dan Dasen. Setelah mereka menjalankan ibadah dua rakaat bersama, mereka memilih untuk kembali bercengkrama di dalam kamar sebelum memulai aktivitas pagi.


" Mumpung Zain anteng, mama mau masak sebentar " pamit Senja.


" Iya ma " jawab Zain.


Senja pun meninggalkan para lelakinya bertiga di kamar.


" Zain ada ide tidak supaya mama Nja membatalkan kepergiannya ke kantor " Darren mengucapkannya dengan berbisik - bisik.


" Memangnya kenapa kalau mama Nja ke kantor ? ada sekretaris s3k5i ? " tanya Zain yang sudah banyak mengenal variasi kata semenjak masuk sekolah reguler.


" Tidak ! Tapi Daddy merasa terancam " ucap Darren jujur.


" Terancam kenapa ? " tanya Zain penasaran.


" Mama Nja akan mewawancarai calon sekretaris Daddy. Keduanya pilihan mama, perasaan Daddy tidak enak. Menurut Zain apa ada laki - laki yang lebih tampan dan lebih keren dibandingkan Daddy ? " tanya Darren dengan konyolnya.


" Pasti ada dadd, tapi sejauh ini Zain belum menemukan. Tapi pasti ada, yang lebih cantik dari mama Nja pun pasti banyak. Bukankah memang ketampanan dan kecantikan fisik tidak akan berhenti pada satu orang ? Bergantung pada mata siapa yang memandang. Bagi mama pasti daddy yang tertampan, tapi bukan berarti yang lain jelek " jawab Zain bijak.

__ADS_1


" Siapa yang mengajari Zain berfikir seperti itu ? " tanya Datren heran.


" Tentu saja papa Rafli. Kita tidak boleh membenci orang lain yang lebih tampan dari kita karena belum tentu laki - laki itu lebih tampan di mata orang lain. Kita harus jadi orang pertama yang mencintai diri sendiri. Saat kita percaya diri, orang lain lebih tidak meremehkan kita. Daddy tau di sekolah Zain, yang terbully adalah anak - anak yang membatasi dirinya padahal punya potensi " jawaban Zain lagi - lagi membuat Darren heran. Rafli sungguh sudah mempersiapkan Zain menjadi laki - laki dewasa. Sekeras apapun Senja dan Darren membuat Zain lebih anak - anak, tetap saja sifat terlalu dewasanya kadang muncul.


" Baiklah. Daddy yakin bagi mama Nja, daddy Darr yang terbaik " ucap Darren menenangkan dirinya sendiri, Darren masih mengingat dengan jelas saat istrinya begitu mengagumi Yuma karena kemiripan Yuma dengan bintang korea kesukaannya. Darren ngeri kalau harus membayangkan istrinya memandang laki - laki lain seperti itu lagi.


" Jangan bilang kalau calon sekretaris yang dipilih mama Nja cowok ? Terus cowoknya cakep ? " selidik Zain, mulai memahami arah pembicaraan daddynya dan Darren menjawabnya dengan anggukan lemah.


" Kata papa Rafli, mama adalah orang yang jarang memuji orang lain. Kalau mama mengatakan cantik, berarti pasti memang cantik. Jika mengatakan tampan, berarti memang tampan. Kita lihat saja nanti mama Nja akan mengatakan apa " ucap Zain, turun dari ranjang dan mengganti bajunya dengan baju seragam sekolah. Tiga puluh menit lagi dia akan berangkat ke sekolah. Darren pun ikut bersiap - siap, meninggalkan Dasen yang sedang anteng di atas bouncer ayun yang membuatnya serasa di timang.


Satu jam kemudian ...


Sesampainya di ruangan suaminya pun Senja dibuat heran, ruangan yang memang biasanya selalu bersih, rapi dan berbau khas wangi parfum Senja, sekarang tidak lagi. Baunya seperti minyak telon khas bayi yang sengaja di tumpahkan. Benar - benar seperti bau bayi yang baru saja selesai mandi. Ruangan istirahat Darren pun dirubah lebih ramah bayi dan anak - anak.


" Ask, ini kantor apa kamar bayi ? " tanya Senja tidak bisa menahan sendiri rasa penasarannya.


" Kemarin begitu Tina mengatakan kamu akan datang, aku meminta tolong OB untuk menata supaya Dasen kerasan dan berasa di rumah. Ini sekalian uji coba. Kalau Dasen tidak rewel, kedepannya aku ingin kalian lebih sering di sini kalau siang. Pasti menyenangkan kerja diawasi nyonya besar " jelas Darren, selalu diakhiri kedipan satu mata jika ada niat terselubung di dalam kalimatnya. Senja terlalu hafal.


" Terus karyawan kemana ? di bawah sepi sekali " tanya Senja lagi.

__ADS_1


" Owh, mereka aku larang berada di area lobby saat kamu dan Dasen akan melewati lobby. Dasen masih terlalu kecil. Tidak bagus berinteraksi dengan banyak orang " jawab Darren , Senja tersenyum senang. Suaminya memang yang terbaik kalau sudah urusan menjaga keluarga.


Jam interview pun tiba, yang di interview pun sudah datang. Senja menyerahkan Dasen pada Darren yang kembali deg - degan. Senja merapikan penampilannya, lalu memoleskan lipstik merah di bibirnya. Menegaskan kecantikannya yang semakin lama semakin terpancar nyata. Dres merah marun dengan tinggi selutut polos, rambutnya diikat sebagian di tengah dengan menggunakan jedai. Sesederhana itu tapi mampu menghipnotis siapapun yang melihatnya. Senja menyambar satu map yang ada di suaminya, lalu melangkah menuju ruang interview.


Darren mengikuti langkah istrinya, memasuki satu ruangan di sebelah ruangan istrinya sedang melakukan wawancara. Di mana kaca di ruangan Darren ini adalah kaca yang membatasi ruangan interview. Darren bisa melihat dengan jelas apa yang istrinya lakukan, tapi Senja tidak akan menyadari kalau dia sedang di amati. Kaca itu memang tembis pandang hanya dari satu sisi.


" Halo Mar, namamu Amar Khan, panggilannya Amar bukan ? kita langsung saja. Dari sekian banyak jenjang karier dan profesi. Kenapa kamu memilih mengajukan diri sebagai sekretaris ceo Mahendra group ? kamu lulusan universitas terbaik dengan nilai yang baik. Kamu juga pernah magang di perusahaan - perusahaan hebat " Senja langsung memulai tanpa basa - basi.


Amar, calon sekretaris berwajah india tapi berkulit putih. Sangat good looking, alisnya tebal menyatu, hidung mancung, bibirnya kemerahan sangat menarik dilihat. Tentu saja memang itu alasan Senja memilih Amar, karena dia ingin suaminya jika keluar kantor tidak menjadi satu - satunya incaran perempuan. Senja memilih dua bukan untuk memilih salah satunya, tapi akan menjadikan dua - duanya sekretaris Darren. Yang satu khusus di dalam dan yang satu khusu untuk menemani Darren saat Yanes tidak bisa menemani. Yanes tidak cukup kuat pesonanya untuk menarik perempuan.


" Dari dulu saya sangat berharap bisa bergabung dengan Mahendra group bu. Saya mendengar pimpinannya masih muda tapi sudah sangat sukses memimpin Mahendra group, saya merasa sangat terinspirasi. Saya rasa bekerja bersama orang hebat dengan posisi yang strategis ini sungguh akan memberikan saya pengalaman yang luar biasa " ucap Amar, matanya tidak berkedip menatap Senja yang dikiranya kepala Hrd. Karena posisi itulah yang biasanya melakukan interview final.


Setelah Amar menjawab. Senja langsung menyuruh calon kedua masuk. Namanya Ali Syakieb, keturunan indo Turki dengan kulit eksotis, hidungnya mancung, bola matanya kebiruan, ada lesung pipi yang ditampilkan saat dia tersenyum. Matanya pun tak lepas dari sosok Senja begitu pertama kali masuk. Sepertinya Ali ini lebih player ketimbang Amar. Dengan pertanyaan yang sama, Senja saat ini menunggu jawaban Ali.


" Akan menyenangkan bekerja di bawah sosok muda yang sukses, tampan dan pintar seperti pak Darren Mahendra. Saya bisa belajar banyak tentang bisnis sekaligus ilmu kehidupan. Sebelum mengirim CV saya mencari banyak informasi tentang tuan Darren Mahendra. Bukan bermaksud buruk, tapi saya sebagai bawahan harus memahami atasan saya dengan baik. Saya akan senang sekali jika bisa menjadi bagian Mahendra group. Prestige saya akan terangkat. Secara otomatis jodoh pasti dengan sendirinya akan menghampiri saya. Sekian jawaban saya Nyonya Darren Mahendra " jawab Ali, benar feeling Senja matanya tidak bisa bohong kalau dia player.


Darren sudah resah, istrinya terlalu banyak tersenyum dan berbicara di dalam sana. Kedua lelaki di sana jelas betah, Darren bahkan memastikan mereka berdua jarang berkedip mengikuti arah gerak istrinya.


" Selamat kalian diterima sebagai sekretaris pribadi Darren Mahendra " ucap Senja mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


Amar dan Ali saling bertukar pandang karena bingung keduanya di terima. Ali hendak membalas uluran tangan Senja, tapi diurungkan karena pintu ruangan terbuka lebar bersamaan dengan terdengarnya suara rengekan bayi.


__ADS_2