
Pagi hari yang cerah .Secerah senyum Senja menyapa karyawan resort yang memandang ramah ke arahnya .Senja mencari udara segar dengan berjalan - jalan di sekitaran danau buatan yang ada sisi kanan resort .
"Mamanya Afli ... Mamanya Afli ...!!!"teriak seorang anak kecil yang jaraknya tiga meteran di samping Senja .Karena merasa bukan Senja yang di sapa ,Senja pun hanya tersenyum sekilas dan melanjutkan langkahnya kembali .Anak itu mengejar Senja dan setelah jaraknya cukup dekat diapun menarik - narik tangan Senja .
"Mamanya Afli ..." sapa anak itu lagi .Senja mengernyitkan dahinya bingung ,lalu menunjuk dirinya sendiri dengan tangan ."saya ???"tanya Senja memastikan kalau yang dimaksud anak itu adalah dirinya .Anak itupun mengangguk .
Senja membalikkan badannya ,berjongkok tepat menghadap anak kecil berusia lagi - lagi seusia Zain jika Zain masih bersamanya .Senja baru menyadari tidak ada rambut yang menghiasiq kepala anak itu ,bibirnya sedikit kering ,kulitnya sedikit pucat tapi tidak menutupi ketampanannya sedikitpun .Hidungnya mancung ,bola mata kecoklatan meski tatapannya sedikit lelah tapi dia terlihat masih bersemangat .
"Anak ganteng ini manggil tante ?"tanya Senja lembut .
"Iya ...Mamanya Afli ...Afli kemana ? "tanya si anak tetap keukeh pada pernyataan awalnya .
"Nama tante ,Senja .kamu boleh memanggil tante Senja "ucap Senja mengulurkan tangan kanannya .
"Bukan tante Senja ,tapi mamanya Afli "ucap anak itu keukeh .
Seorang Ibu menghampiri anak itu ,berusaha menenangkan .
"Maaf ya mbak ,mungkin anak saya salah lihat .Atau dia sedang berkhayal "ucap si Ibu ,lalu menyerahkan pegangan tangan anak itu ke pengasuhnya .
"Tidak apa - apa mbak .Kita yang dewasa saja ,kadang masih salah mengenali orang "jawab Senja .
__ADS_1
"Afli mana ? "tanya anak itu terlihat marah .
"Iya ...Iya sayang .Sebentar .Bunda ngobrol sebentar ya sama mamanya Afli .Nanti kalau sudah tau di mana Afli .Bunda kasih tau Bevan .Sekarang Bevan sama mbak dulu "rayu si ibu .
"Kalau bunda bohong ,Bevan tidak mau minum obat .Bevan mau ketemu Afli "ancam si anak dengan setengah berteriak .Ibunya hanya tersenyum dan memberi kode pada pengasuhnya untuk membawa anak bernama Bevan itu menjauh sebentar .
"Maaf ya mbak ,Sudah setahun ini Bevan mencari sahabatnya .Biasanya mereka menjalani terapi bersama .Tapi keadaan temannya itu sepertinya susah untuk stabil dan mudah drop .Entah keluarga Afli memindahkan Afli kemana .Bagi anak lain yang bisa hidup dan beraktivitas dengan bebas ,tentu mudah mendapatkan teman baru lagi .Tapi bagi cancer survivor (pejuang kanker ) seperti anak saya ,teman yang memahami benar - benar kondisinya sangatlah sulit .Kesamaan rasa sakit yang mereka derita , gerak yang dibatasi dan rangkaian kemoterapi yang tidak mudah untuk dilalui membuat mereka seperti saling terikat satu sama lain "ucap Ibu Bevan terdengar sendu tapi wajahnya menyiratkan ketegaran .
"Sayangnya saya bukan mamanya Afli mbak .Kalau saya tau ,saya pasti akan mempertemukan mereka "sesal Senja .Beberapa hari terakhir Senja merasa Ibu yang paling tidak beruntung di dunia ini ,tapi melihat perempuan di depannya .Entah apa Senja akan sekuat perempuan ini .Bagaimana rasanya melihat anak berjuang melawan rasa sakit yang tidak biasa .Hanya bisa mendampingi anak melalui sakitnya ,bahkan jika bersedia menggantikan sakitnya pun tidak akan bisa .
"Mbak ,maaf saya lancang .Tolong saya .Bevan terlanjur memanggil mbak sebagai mamanya Afli .Bevan tidak akan berhenti kalau dia tidak mendapatkan kepastian .Entah bagaimana bisa tiba - tiba Bevan memanggil mbak seperti itu .Saya tahu kita tidak saling mengenal dan ini bukan urusan mbak .Tapi saya mohon mbak mau bicara sebentar pada Bevan .Katakan saja Afli sedang berobat di mana ,terserah mbak .Saya mohon mbak .Bevan tidak pernah main - main dengan ucapannya "pinta ibu Bevan sungguh - sungguh .
"Iya Bevan .Terimakasih mbak .Saya Dela "ucap perempuan itu mengulurkan tangannya .
"Senja "balas Senja dengan mengulurkan tangannya .Mereka berdua berjalan menghampiri Bevan yang masih merajuk .
"Bevan mau ketemu Afli ? "tanya Senja ,kembali berjongkok agar tingginya sejajar dengan Bevan .
"Iya "kata Bevan ,mengangguk semangat .
"Mamanya Afli tanya dulu boleh ?"
__ADS_1
"Boleh "
"Bevan kok tau kalau tante ini mamanya Afli .Seinget Mamanya Afli kita tidak pernah bertemu "ucap Senja hati - hati .
"Afli punya banyak foto mama Afli .Afli selalu membawa foto itu kemanapun .Kata papanya Afli ,mamanya Afli baik .Selalu menjaga Afli dimanapun Afli berada .Kalau mau ketemu mamanya ,Afli harus sembuh dulu "ucap Bevan dengan polosnya ,tapi berhasil mengiris perih hati Senja .Begitu banyak orang yang diuji lebih besar darinya ,namun bisa menghadapi ujian itu lebih sabar .
"Mamanya Afli belum boleh ketemu Afli sayang.Karena Afli belum sembuh benar .Tapi Afli titip pesan ke papanya Afli .Kalau ada temannya yang bernama Bevan nanyain .Suruh bilang Kalau mau ketemu harus sama - sama sembuh dulu .Harus rajin kemoterapinya ,gak boleh telat obatnya .Bevan masih beruntung , karena setiap hari ketemu sama mamanya Bevan .Sedangkan Afli ? Afli pengen ketemu mamanya saja nunggu sembuh dulu .Kasihan Afli kan ? tapi Afli gak ngerengek .Afli tetep semangat .Apa Bevan tidak ingin seperti Afli ?"tanya Senja telaten .
"Tentu saja Bevan ingin .Bevan akan semangat sembuh seperti Afli .Bevan boleh titip sesuatu buat Afli ? "tanya Bevan .
Senja mengangguk pelan .Tidak mungkin untuk menolak .Berbohong untuk sebuah harapan ,Siapapun yang disebut Bevan dengan Afli semoga menemukan jalan kesembuhan dan bisa bertemu kembali menjalin oersahabatannya dengan Bevan .Senja tidak sempat berfikir tentang foto yang disebut Bevan .Bisa saja Bevan salah atau memang ada seseorang yang memang sekilas terlihat mirip dengannya .
"Ini mamanya Afli .Tolong berikan pada Afli "Bevan memberikan sebuah gambar pesawat antariksa lengkap dengan bulan dan bintang ,dibuat dengan goresan tinta di tangannya dalam sekejap .Gambaran itu nampak nyata Anak yang berbakat .
...Jangan menyerah ,bulan masih setia menunggu kita ....
Kalimat sederhana yang tertulis di antara gambar - gambar itu .Wajah Senja terasa tertampar .Yang dihadapi Bevan ,Afli dan orang - orang di sekitar mereka pasti lebih berat .Mereka harus menghadapi emosi anak yang naik turun sesaat setelah kemoterapi .Melihat anak mereka mengerang dan merintih kesakitan setiap saat .Itu tidak hanya berat ,tapi sangat berat .
Senja melipat kertas yang diberikan Bevan ,melipatnya jadi dua bagian dan mendekapnya di dada .Bevan reflek menghamburkan tubuhnya di dada Senja .Berharap mendapatkan sebuah pelukan .Senja pun memeluk Bevan erat .Mencium pucuk kepala Bevan berkali - kali .
Ibu Bevan menggerakkan bibirnya mengucapkan terimakasih tanpa suara pada Senja .Keduanya saling tercekat .Pertemuan yang tidak terduga ,naluri seorang Ibu membuat Senja tidak kesulitan memahami keinginan ibu yang lain .Tidak salah jika seorang Ibu memanglah pembohong besar .Pagi ini dua kekuatan Ibu ,berbohong demi Bevan.
__ADS_1