Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Foto prewed


__ADS_3

Keesokan paginya, seperti biasa Senja selalu pulas jika tidur di atas ranjang milik Darren. Rasanya tidak sabar menunggu hari pernikahannya. Tidur di sofa panjang membuat Darren tidak nyaman. Bukan karena tidak bisa tidur. Tapi sebelum tidur, dia harus mati-matian meredam hasratnya.


Pintu kamar Darren terdengar diketuk dari luar. Dengan setengah mengantuk dia membuka pintu dengan cepat.


"Ada fotografer di bawah, katanya kalian akan mengadakan foto prewedding di rumah," ucap Sarita langsung masuk ke dalam kamar anaknya begitu pintu di buka.


Melihat Senja masih tertidur pulas dengan selimut yang menyingkap dan memperlihatkan bagian paha mulus perempuan itu sedikit, membuat Sarita menatap putra satu-satunya itu sembari senyum-senyum sendiri.


"Kenapa senyam senyum?" tanya Darren heran.


"Cobaanmu setiap malam ternyata sungguh besar, Nak," goda Sarita sembari merapikan selimut Senja dan menutup kembali tubuhnya dengan benar.


"Itu tidak seberapa Ma," sahut Darren dengan jujur.


"Tapi kamu belum ...." Sarita tidak meneruskan kalimatnya, tapi dia yakin Darren paham maksudnya.


"Tentu saja belum. Sebentar lagi," tegas Darren.


"Ya sudah mama ke bawah dulu. Bangunkan Senja, Mama gak habis pikir dengan kalian. Pre wedding di rumah saja akan bagaimana jadinya. "gerutu Sarita sembari berjalan meninggalkan anak dan calon menantunya berdua di kamar.


Darren mendekati senja, mendekatkan wajahnya pada perempuan yang bisa disebut istrinya dalan waktu beberapa hari lagi. Menciumi pipi perempuan itu bertubi-tubi dengan gemas.


"Ask, Senja ngantuk. Jangan ganggu!" ucap Senja kesal, tapi tetap memejamkan matanya.


"Di bawah ada fotografer, Ask, jadi kawin tidak?" goda Darren.


Senja langsung membuka matanya. Bukan karena kata kawin yang diabdengar. Tapi dia juga tidak suka membuat orang lain menunggu.


Senja langsung ke kamar mandi lalu mencuci mukanya sebentar. Tanpa mempedulikan Darren lagi, Dia turun ke kamarnya di lantai satu untuk mandi dan berganti pakaian.


Darren menyusul ke bawah menemui fotografer dan asistennya. Karena Darren tidak paham konsep yang di mau Senja, dia pun memilih menunggu calon istrinya, untuk menerangkan pada fotografer .


Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya keluar. Senja muncul dengan membawa empat buah paper bag yang isinya tidak diketahui oleh yang lain.


"Maaf menunggu lama, aku lupa kalau jadwalnya kita majukan. sekali lagi Maaf ya, " ucap Senja, merasa tidak enak dengan fotografer bernama Dion.


"Gpp kak, Terus kakak konsepnya gimana? Biar kita bisa setting set dulu."


"Aku pengennya natural gitu. Kayak pas bangun tidur lihat wajah suami, pas di dapur di resehin suami, pas nonton drakor disebelin suami. Daily activity lah, tapi dibikin dramatic dikit boleh lah!" jelas Senja lugas dan jelas.


"Owh oke kak, aku paham. Settingnya kamar tidur sama dapur ya kak? untuk wardrope kakak sudah siapin kan kak?" tanya Dion lagi.

__ADS_1


"Sudah dong, kalian siapin dulu set nya. Aku mau sarapan dulu, atau kalian mau sarapan sekalian?" tawar Senja ramah .


"Terimakasih kak. Kita sudah selesai sarapan," tolak Dion dengan sopan.


"Baiklah kalau butuh apa-apa ini ada mbak Dian dan mbak Asih yang akan membantu mempersiapkan semuanya." Senja menunjuk dua asisten rumah tangga yang diminta membantu secara khusus proses pemotretan hari ini.


"Siap kak! Terimakasih," kata Dion.


"Ask kita makan dulu yuk!" ajak Senja .


"Sebentar lagi aku nyusul," jawab Darren.


Setelah memastikan Senja menghilang dari pandangannya, Darren mendekati Dion.


"Buat shoot adegan aku nyium calon istriku yang banyak ya. Biarpun sudah pas, bilang saja feel nya belum dapet. Lakukan berulang-ulang sampai kamu lihat aku kasih kode cukup. Aku akan memberi kalian bonus di luar yang WO bayar untuk kalian," perintah Darren diikuti senyuman licik.


Meskipun agak aneh mendengar permintaan kliennya, Dion menuruti saja. Apa sih yang tidak bisa, kalau uang sudah berbicara.


"Kita serumah, tapi jarang banget bertemu ya, Ma," sapa Senja pada Sarita yang juga sedang sarapan pagi.


"Papa belum pulang juga ma?"tanya Darren yang sudah menyusul.


"Kalian tanyanya satu-satu dong. Mama lagi sibuk Senja, mama kan harus siapkan seragam buat keluarga mama juga di acara pernikahan kalian. Hari ini mama mau ajak Chun Cha ke designer langganan mama. Tapi dia masih perjalanan pulang dari punca," jelas Sarita.


"Papa mu pulang rabu, karena ada project dadakan bersama papanya Senja. Hari rabu itu sekalian mereka semua datang," jelas Sarita lagi.


Senja tidak kaget menanggapi mertua dan bapak kandungnya bekerjasama, karena sebenarnya Senja sudah mendengar dari Hyeon dan Eunji.


"Oh ya, Senja mulai rabu itu sudah menginap di hotel bersama keluarganya. Darren tidak boleh menemui Senja. Kalau bisa jangan video call. Whatsapp boleh, jangan saling kirim foto atau video. Biar nanti pas acara pernikahan kalian lebih greget. Mengerti?" tanya Sarita pada Senja dan Darren.


"Mengerti ma," jawab Senja dengan cepat.


"Ma, yang bener saja tidak boleh bertemu, Senja. Tiga hari itu lama, Ma. Apa tidak bisa cuman sehari saja," pinta Darren mengiba.


"Enggak! Sudah cepat selesaikaan makannya kasihan mereka menunggu," ingat Sarita.


Sepuluh menit kemudian, Senja dan Darren pun sudah berada di kamarnya kembali untuk melakukan pemotretan untuk dokumen pribadi pernikahan dan juga cover undangan.


Perempuan cantik itu, diberikan make up tipis sesuai konsep oleh MUA yang datang sesaat setelah Senja makan.


Senja sudah menyiapkan baju berbagai model dengan nuansa putih, untuk Darren tidak terlalu ribet hanya kaos dan kemeja putih.

__ADS_1


Fotografer pun memberi arahan pada Senja dan Darren untuk melakukan berbagai gaya. Dari yang agak ekstrim sampai yang santai. Darren kali ini benar-benar menang banyak, fotografer membuat posisi-posisinya sangat diuntungkan untuk skin to skin dengan Senja lebih sering.


Antara Senja dan Darren sebetulnya tidak perlu mengulang foto sampai berkali-kali, karena chemistry mereka sudah cukup kuat. Sekali diberi arahan mereka sudah dapat mengimprovisasi sendiri dengan epic.


"Apakah kamu bahagia Ask?" tanya Darren di sela-sela pemotretan.


"Bahagia Ask, ini pengalaman baru buat Senja. Dulu kami tidak melakukan prewed seperti ini. Senja berasa baru pertama menikah, padahal sudah janda." Senja mengatakannya dengan sedikit terkekeh.


"Kamu yang pertama untukku Ask, itu yang penting," bisik Darren tepat di daun telinga, membuat Senja merasa semriwing.


"Kurang nempel kak---lebih natural lagi---Kak Senja badan kakak jatuhnya kurang rilex---jangan ditahan kak---Lepas saja!" teriakan demi teriakan Dion terdengar.


"Jaga kontak mata---tahan ... tahan ... Sekali lagi kak. Sekarang kak Senja yang mencium kak Darren ya?! Usahakan kelihatan natural ya kak, anggap kita tidak ada!" teriak Dion lagi.


Senja menempelkan bibirnya ke bibir Darren, tangannya menumpu pada kasur, karena posisi mereka memang sedang di atas ranjang.


"Tangan kak Senja pindahin ke dada kak Darren--- yah begitu! Sekarang cium kak Darrennya ya, kak?! Jangan ditahan---Iya benar seperti itu. Kamera kita cukup bagus kok untuk menangkap gerakan sekecil apapun." Dion terus mengarahkan sembari memperhatikan kode-kode kecil yang dikirimkan oleh Darren.


Senja pun memindahkan tangannya ke dada calon suaminya, bibirnya memagut lembut bibir Darren. Kalau tidak ingat ada kamera yang menyorotnya, ingin sekali Darren membalas pagutan lembut Senja yang memabukkan itu.


Setelah mendapatkan beberapa gambar yang bagus dan Senja berganti pakaian beberapa kali. Mereka pun beralih ke dapur. Asisten rumah tangga berjejer menjadi saksi keuwuan Senja dan Darren. Ada yang geli sampai memegang bibir mereka sendiri tak kala melihat Darren dan Senja begitu romantisnya saling mencium. Ada yang meremas tangan teman disebelahnya, karena tidak tahan melihat Darren yang berkali- kali seperti sedang berbisik mesra pada Senja.


Tiga jam berlalu, pemotretan sederhana namun hangat pun selesai. Andai tidak ada permintaan dari Darren untuk mengulang berbagai adegan pasti dua jam saja pemotretan ini sudah kelar.


🍀🍀🍀🍀🍀


Otor kasih gambaran prewednya ya .abaikan muka yang bukan visual Senja dan Darren .jadi anggap saja ini mereka berdua ya ..Kita halu sama - sama .Btw jangan lupa vote ya kak ,mumpung hari senin .Jarang -jarang kan otor minta vote nya .








__ADS_1


Sudah dikit saja ya kak .Halunya itu Darren sama Senja .


__ADS_2