
"Ay kita perlu bicara "ucap Rafli .
"Bicara saja mas .Aku bisa mendengarnya "sahut Senja ketus .
"Berdua Ay "kata Rafli ,sekilas melirik pada Darren yang sedang mengelus punggung Senja .
"Apa bedanya mas ? Abang ini suamiku .Apapun yang mas sampaikan pasti nanti sampaikan juga ke abang ,kalau mas bicara sekarang itu akan memudahkanku .Aku tidak perlu lagi mengulang perkataan mas "ucap Senja ,ketegasannya membuat Darren merasa nyaman meskipun sedang di antara masa lalu Senja .
"Hidup memang banyak pilihan Ay ,kamu benar .Mas bisa saja nekat kembali padamu dan mengabaikan janji pada mama papa .Mudah Ay ,itu mudah bagi orang lain .Tapi bagi orang yang hidupnya sudah dibatasi waktu ,itu tidak mudah .Jika mas menuruti kemauan ,kamu akan menghabiskan hidupmu dengan mengurus dua orang di ujung maut sekaligus " Rafli menjeda penjelasannya ,mendekati Senja yang masih menggenggam erat tangan Darren .
"Kamu terlalu cepat datang Ay ,harusnya masih beberapa bulan lagi .Saat Zain sudah selesai transplantasi .Mas akan memberikannya padamu ,bukankah saat mas memberikan kunci rumah kita sudah mas katakan akan mengembalikan semua milikmu satu persatu .Tapi semua di luar rencana Ay ,sudah terlanjur .Kamu datang di saat semua di luar kendali .Sekarang mas serahkan Zain padamu ,tapi jangan halangi mas bertemu Zain .Saat terbangun nanti Zain pasti mencari mas .Katakan apapun yang ingin kamu katakan pada Zain "ucap Rafli sendu .
"Mas sakit apa ? "tanya Senja ,melepas genggaman tangan Darren ,membalas tatapan sendu Rafli .
"Kamu bisa menduganya Ay .Kamu pasti tau dan dugaanmu benar "jawab Rafli membuat Darren kebingungan ,tapi tidak dengan Senja yang sektika menutupi mulutnya yang menganga sempurna dengan kedua tangannya .
"Sejak kapan mas ? kenapa lagi - lagi mas menanggung sendiri ? "tanya Senja berdiri memegang lengan Rafli yang sama sekali tidak berisi .Jauh berbeda dengan Firly yang dipeluk Senja saat di bandara .
"Sejak kesialanmu menular pada anakku .Berani sekali kamu menyusul anakku sampai kemari "ucap Sonya sinis ,tiba - tiba muncul di antara mereka .
"Ma ...Stop .Cukup !!! Mama keluar dari sini "ucap Rafli dengan marah yang tertahan .
"Tidak ,mama tidak akan membiarkan perempuan sial ini dekat - dekat denganmu .Cukup kamu berkorban Raf ,lihat dirimu sekarang .Sedangkan dia ? dia bahagia menjadi menantu Mahendra dan sudah diakui masuk keluarga Bae .Buka matamu ,berhenti melindungi perasaannya .Biar dia tahu kenyataan sebenarnya "ucap Sonya meskipun tidak dengan teriakan tapi tetap terasa penuh dendam dan kebencian .
__ADS_1
"Apa maksud anda nyonya ?"tanya Senja ,merasa kata - kata mantan mertuanya itu menyiratkan sesuatu .
"Apa Rafli tidak memberi tahumu siapa dan bagaimana ibumu ? Apa Rafli belum menceritakan bagaimana ibumu bisa mati ? Ibu yang meninggalkanmu di panti asuhan itu adik tiri yang tidak tau diri "ucao Sonya sinis
"Jadi anda membenci saya hanya karena orang yang bahkan saya sendiri tidak tau wajahnya ? "tanya Senja .
"Tentu saja ..."ucap Sonya terhenti .
"Cukup ma Keluar !!! Keluar Rafli bilang .Keluar ! "bentak Rafli .
Sonya dengan kesal ,menghentakkan kakinya dengan kasar menjauhi mereka .
Rafli meremas rambutnya kuat .Menjatuhkan tubuhnya di atas karpet yang menghampar tertindih sofa .Seorang Rafli Putra Rajata menangis sampai sesegukan .
Senja menoleh pada Darren dan Darren pun mengangguk seolah mengerti maksud istrinya .
Berlutut di depan Rafli ,Senja memegang pundak Rafli dangan kelembutannya .
"Mas pantas dibenci Ay ,sangat pantas .Mas memang jahat memisahkanmu dengan Zain .Kata maaf saja tidak cukup .Mas akan pergi jauh dari kalian ,Sekarang Zain sepenuhnya hak mu "ucap Rafli masih dengan suara bergetar menurunkan tangan Senja dari pundaknya ,lalu berdiri menyeka air matanya .
"Mas tidak akan kemana - mana "ucap Senja tegas .
"Tidak ,Jika mas di sini kamu tidak akan nyaman .Kamu pantas kecewa dan membenciku Ay .Melihatku ,akan membuat sakit hatimu bertambah "ucap Rafli .
__ADS_1
"Mas ingin menjadikan aku orang egois selanjutnya ? Tidak akan mas .Aku tidak sama dengan kalian .Mas enteng banget ya bilang mau pergi sejauh mungkin ? Kayak gak ada beban sama sekali "Senja kembali berdiri memandang Rafli dengan berani ,lalu sebentar melirik pada suaminya yang terlihat masih tenang .
"Kita akan tetap berada di sini demi Zain .Pikirkan perasaan Zain saat dia bangun .Dia kembali bersama mamanya tapi harus kehilangan papanya .Apakah harus begitu ? Apa dalam hidup mas harus selalu menjatuhkan pada pilihan yang salah ? Apa kehadiran kita bisa ditukar - tukar dengan seenaknya ? "tanya Senja bertubi - tubi ,Rafli kembali menjatuhkan dirinya ke atas karpet di samping Senja .
"Aku harus bagaimana Ay ,sebenarnya aku juga lelah menanggung ini sendiri .Aku lelah ,kadang aku berfikir .Kenapa tidak benar - benar mati saja "keluh Rafli .
"Jika mas mau mati setidaknya bereskan dulu kekacauan yang mas buat .Apa sebenarnya mas memang tidak pernah peduli bagaimana perasaanku ? apa mas pikir cintaku dan kasih sayangku itu main - main ,sampai mas berfikir untuk menanggung semua sendiri .hingga mas berfikir hanya mas yang bisa berkorban untuk keluarga kita ? mas tidak hanya egois ,mas juga pengecut yang suka menghindari masalah "ucap Senja datar tapi sangat mengena di hati Rafli .
"Kenapa kamu datang disaat aku mulai menata kembali hidupku mas .Bukan kebetulan kan mas muncul di bandara ,Sejak saat itu kita selalu dipertemukan sengaja atau tidak .Untuk apa mas ? jika mas mau benar - benar berkorban kenapa mas muncul kembali mas ?kenapa mas ingin bermain - main dengan hidupku ? Kenapa bisa mas tahu ibu kandungku ,apa yang terjadi dengan ibuku di akhir hidupnya ? Masih banyak pertanyaan di kepalaku mas .Tapi aku tidak mau membahas itu lagi .Aku tidak mengenal ibuku biarkan begini sampai mati .Tidak ada gunanya tahu .Sekarang aku ingin fokus pada Zain .Mas juga harus melakukan yang sama "tambah Senja tegas .
"Zain selalu menjadi prioritasku Ay "ucap Rafli yakin .
"Jika benar ,apa mas sendiri juga melakukan pengobatan ?"tanya Senja ,tatapannya sinis .Rafli menggelengkan kepalanya ,Rafli menghentikan terapy nya sejak Senja memutuskan untuk menikah .
"Bodoh ...mas benar - benar bodoh .Mas mengharapkan Zain sembuh tapi mas sendiri menyerah begitu saja "ucap Senja ,ada rasa iba di sana .Senja tidak tau seperti apa perasaannya sekarang .Rafli datang membawa pengorbanan dan keegoisan secara bersamaan .
Senja ingin berdiri ,tapi Rafli menahannya secara tiba -tiba dan memeluk Senja dari belakang .
"Pinjam pundakmu sebentar Ay ,hanya sebentar .Aku lelah .Biarkan aku bersandar sebentar "bisik Rafli tepat di belakang telinga Senja .Badan Senja rasanya lemas tidak bertulang ,tenggorokannya tercekat ,tatapan mata suaminya kini menghunusnya tajam .Senja menggelengkan kepalanya lemah dengan tatapan memelas pada suaminya .
Darren membalikkan badannya ,mengangkat satu tangan dengan lima jari terbuka seolah ingin mengatakan "TERSERAH ".
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Please tulis di koment ya ,kalo novel ini end .Kalian pengen otor bikin cerita yang bagaimana lagi ???? jawab di koment ya