Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Pengakuan Darren


__ADS_3

Senja menyambar tisu di atas meja ,lalu menyeka darah segar yang sedikit mengalir dari bibirnya karena gigitan Firly .Bibirnya bengkak seketika karena Firly lebih melibatkan nafsunya daripada perasaannya .


"Aku Firly Senja ,Jangan memaksaku menjadi Rafli .Kalau kamu memintaku menjadi Rafli sepenuhnya ,aku tidak sanggup .Kamu boleh menganggapku Rafli ,tapi bukan salahku jika apa yang kamu rasakan beda dengan yang biasanya Rafli lakukan untukmu . Jaga dirimu baik - baik . Aku butuh waktu untuk sendiri saat ini .Jika kamu memerlukan aku ,kirim pesan saja padaku .Aku pulang ......."ucap Firly dengan suara bergetar tanpa menoleh Senja .


Senja diam terpaku memandang punggung Firly yang semakin menjauh dari penglihatannya .Senja kembali menyesali kebodohannya .Senja memaksakan Firly menciumnya ,berharap dia mendapatkan ciuman seperti yang Rafli berikan .Ciuman yang lembut ,dalam dan penuh cinta .Bahkan Senja sering kali tidak menyadari Rafli sudah membuatnya tidak menggenakan sehelai benangpun .Karena kelembutan Rafli benar - benar membiusnya .


Sedangkan yang dilakukan Firly barusan adalah perpaduan hasrat dan cinta yang sangat menggebu dan menuntut .Tidak sabar dan tergesa - gesa untuk sampai ke tujuannya .


Senja menarik nafasnya dalam .Meredam gejolak perasaannya yang masih bergelombang halus .Naluri senja yang sedang membutuhkan bahu untuk bersandar bisa saja salah .Kerinduannya pada Rafli menjadikannya tidak realistis .


Senja berjalan ke arah pintu kamarnya yang tidak ditutup kembali oleh Firly .Entah apa yang ada di pikiran Firly saat ini .Dia meninggalkan Senja dengan terburu - buru .


"Sorry aku terlambat ."kata Darren tiba - tiba muncul di depan pintu terengah -engah ,seperti baru di kejar anjing komplek .


Senja memandangi Darren dari atas ke bawah ,terlihat sangat lelah .Dengan kemeja yang setengahnya keluar dari celana ,menutupi ikat pinggang dengan harga ratusan juta .Lengan kemeja yang digulung hingga siku sekedarnya .Rambutnya sedikit lebih panjang dari biasanya ,kering dan tidak on point .Sepertinya Darren tidak memakai pomade hari ini .Semua tampak sedikit kacau .Tidak seperti Darren biasanya yang rapi ,wangi dan mempesona .


"Masuklah .... "ucap Senja datar .


Senja memberikan satu botol air mineral ukuran sedang pada Darren yang sudah duduk di sofa ,sementara Senja memilih duduk di tepian ranjangnya .

__ADS_1


"Terimakasih ."ucap Darren lalu membuka dan meneguknya sampai habis .


"Sama - sama "jawab Senja singkat .


"Kenapa bibirmu ?"tanya Darren heran melihat bibir Senja .


"Tidak kenapa - napa .Aku salah memilih lipstik .Mungkin alergi salah satu bahan yang ada di sana ."jawab Senja sekenanya .


Suasana kembali hening ,canggung dan kaku .Keduanya bingung harus mulai dari mana .Rencana yang tadinya tersusun rapi di kepala Senja ,ambyar karena kejadian yang dia alami bersama Firly barusan .


Padahal Senja menyuruh Darren datang ingin menanyakan kenapa Darren begitu marah dan membencinya sampai tega melecehkan dirinya .Harusnya Senja juga melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya ,selemah ini kah Senja sekarang ? Semurah inikah Senja menghargai dirinya ? Harusnya Darren yang berlutut meminta maaf ,bukannya senja langsung memaafkan sebelum maaf itu terucap seperti sekarang .Senja merasa aneh dengan dirinya sekarang .Terlalu baik atau bodoh ,Senja sulit membedakan .


"Maafkan aku .Aku kehilangan kontrol waktu itu .Aku tidak suka kamu dan Aleandro terlalu dekat .Aku merasa kalian terlalu mudah mengkhianati Aunty Andra .Aku salah Senja .Maafkan aku .Aku tau maaf saja tidak cukup .Aku sudah mengambil kehormatan yang selama ini kamu jaga .Aku sudah keterlaluan .Meskipun aku tau kamu sudah tidak gadis lagi ,tapi untuk perempuan yang sangat menghargai komitmen itu sangat berharga bagimu ."ucap Darren pelan tapi terdengar tulus .


"Tidak ...Aku hanya tidak suka kamu dekat - dekat dengan Aleandro .Aku tidak mau kamu sampai menikah dengannya .Tolong jangan khianati Aunty Andra ."ucap Darren lagi dan lagi .


"Pikiran anda terlalu jauh .Sampai kapanpun saya tidak akan melakukannya .Sekalipun sebelum meninggal kak Andra memang mengijinkan kami menikah dan membesarkan anak ini bersama .Tapi saya tidak akan melakukannya .Saya tidak sanggup hidup bersama dengan seseorang yang sudah seperti kakak saya sendiri ."ucap Senja masih datar .


"Senja .... Aku tidak tau ini cinta atau bukan .Tapi aku selalu tidak suka dan aku tidak nyaman saat kamu bersama Aleandro atau pun Firly .Aku ingin kamu hanya bersamaku .Aku rela jika setiap hari kamu mencaciku .Bertengkar denganku ,tapi tolong jangan lagi pergi .Aku merasa kehilangan seseorang yang berani menentangku dan menilaiku apa adanya .Jangan pergi kemanapun .Kamu boleh menghukumku apa saja atas kebodohanku dan kesalahanku yang fatal .Bahkan aku tidak keberatan jika aku harus bertanggung jawab dengan menikahimu ."ucap Darren serius .

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu dipertanggung jawabkan .Saya bukan perawan yang anda renggut kesuciannya .Kita lupakan saja .Anggap tidak ada yang terjadi .Saya hanya berharap anda lebih bisa mengendalikan emosi .Jangan sampai emosi anda menimbulkan penyesalan - penyesalan lain "ucap Senja membalas keseriusan Darren .


"Jangan panggil aku seresmi itu Senja .Aku merasa kita semakin asing .Tolong panggil dengan sebutan lain asal jangan mas .Wajahku tidak seperti mas - mas "pinta Darren ,perlahan kenarsisan kembali muncul .


"Abang Darren... terimakasih sudah mengantar baju - baju saya .Sekarang abang boleh pulang .Di antara kita sudah selesai .Satu hal lagi ,saya bisa hidup sampai detik ini tanpa bantuan dan belas kasih orang lain .Meskipun saya dekat dengan Kak Andra ,saya tidak pernah memanfaatkan kebaikannya apalagi hartanya .Saya tidak perlu punya banyak harta untuk bisa menikmati hidup ini .Jangan selalu menilai orang dengan uang .Kita memang hidup butuh uang .Karena tidak ada yang gratis di dunia ini ."ucap Senja penuh penekanan di kata 'abang ' .Darren pun tidak berniat untuk protes .


"Maafkan aku Senja .Aku salah menilaimu ."ucap Darren .


"Tidak masalah ... Terserah orang mau menilai diri saya seperti apa ,tapi saya juga punya hak untuk melindungi dan membela diri saya sendiri .Mulai sekarang masalah kita sudah selesai .Tidak ada beban apapun antara kita ."Senja tersenyum sinis pada Darren .


"Bisakah kita berteman ,beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya .Sekali saja ."pinta Darren .


"Mulai kapan kita bisa berteman ? Dari mulai awal kita bertemu .Kita selalu bertengkar .Jadi untuk apa kita sekarang harus berteman ? dan apa gunanya kesempatan itu ? lebih baik semua berjalan seperti biasa saja .Tidak perlu merubah apapun .Pertemanan yang direncanakan tidak akan membuat kita nyaman ."jawab Senja sinis .


"Baiklah ...Aku tidak bisa memaksamu .Aku sudah cukup senang kamu bisa memaafkanku .Aku harus kembali ke Indonesia besok ,Tapi Aleandro akan datang menemuimu .Jaga dirimu dengan baik .Jangan menghilang lagi .Kamu boleh menolakku sebagai temanmu ,tapi jangan menyuruhku menjauh darimu .Biarkan aku membuktikan ,aku benar - benar ingin mengenalmu lebih jauh Senja .Aku berharap kita tidak sekedar teman nantinya ."ucap Darren .


"Terserah abang "


"Aku besok akan pulang ke Indonesia .Kerjaanku sudah menumpuk di sana .Aleandro akan menemuimu besok ,Jaga diri baik - baik .Kalau kamu mau ,tinggallah di apartemenku .Kamu akan lebih aman di sana .Kamu bisa datang ke sana kapanpun kamu mau .Twins apartemen ,lantai 58 ,Kode aksesnya adalah tanggal lahirmu .Aku sudah menyiapkan kamar khusus untukmu .Selama kamu di sana ,aku janji tidak akan datang menemuimu di sana .Kamu bisa tenang ,karena aku tidak akan mengganggumu sementara ."

__ADS_1


"Sementara ?"


"Ya ...Begitu kamu kembali ke Indonesia aku akan membuatmu terbiasa dengan wajahku ini ,pagi siang malam kamu akan sering melihatku .Hingga kata bosan dan kesal tidak akan cukup mewakili umpatanmu padaku nanti ."janji Darren dengan seringainya yang khas dengan keangkuhan .


__ADS_2