Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Menentramkan Jiwa


__ADS_3

Senja sudah berada di kediaman keluarga Mahendra .Rumah yang tidak kalah megah dan mewah dari rumah Hutama .Asisten rumah tangga di perkenalkan pada Senja satu per satu .Mereka seramah pemilik rumahnya .Yang diperkenalkan hanya ART inti saja menurut Sarita .Itupun sudah 12 orangan .Senja butuh waktu seminggu untuk menghafal agar tidak saling tertukar nama saat menyapa nantinya.


Walaupun baru pertama kali berada di tengah - tengah mereka ,Senja sudah merasa sangat nyaman .Penyambutannya tidak berlebihan ,hangat dan ketulusan mereka sampai di hati Senja .


"Kalau butuh sesuatu atau pengen apa -apa kamu bilang sama bi Darsih saja ya ."ucap Sarita sambil menunjuk perempuan berusia 50an yang merupakan kepala ART di rumah Mahendra .


"Iya ma " kata Senja .


"Bi Warni ,tolong bawa kopernya non Senja ya ."perintah Sarita pada perempuan berusia 40an .


"Baik nyonya ."jawab Bi warni ,langsung mendorong satu buah koper berukuran besar diikuti satu perempuan lebih muda lagi dengan membawakan satu koper Senja yang lain .


Senja tidak terlalu banyak membawa pakaian ,hanya pakaian kerja yang Senja bawa semua .Dengan kehamilannya sekarang ,banyak baju yang tidak muat .Senja sudah mempunyai rencana untuk membeli beberapa baju akhir pekan nanti .


Sarita mempersiapkan kamar untuk Senja di lantai 1 .Bukan tanpa alasan ,Sarita tidak ingin Darren kembali mengganggu Senja kalau mereka berada di lantai yang sama .Sarita paham betul bagaimana anaknya .Darren sudah ngebet pengen nikahin Senja sejak Senja menghilang kemarin .Sarita akan membuat Darren berusaha dengan benar untuk meyakinkan Senja agar mau menikah dengannya .


"Senja... aku tinggal dulu ya .Besok pagi aku jemput kalau berangkat ke kantor ."ucap Aleandro yang dari tadi hanya menyimak perkenalan ART dengan Senja .Aleandro harus memastikan kenyamanan Senja .


"Baik kak ...hati - hati .Sampai ketemu besok ."jawab Senja ramah seperti biasanya pada Aleandro .Boleh di bilang sejak kematian Deandra ,sikap Aleandro lah yang berubah pada Senja .Ada perlakuan dan perasaan yang berlebihan dari Aleandro untuk Senja ,sedangkan Senja biasa saja seperti sebelumnya .


Setelah Aleandro pulang ,Sarita mengantar Senja ke kamarnya .Kamar yang luasnya lebih dari separuh rumah Senja .Tembok warna cream muda dengan furniture warna senada .Ranjangnya sangat besar .Mereka pasti membeli seprei secara custom ,karena ukuran sebesar ini tidak akan ada di toko biasa .


"Kamu mandilah dulu .Kita biasa sholat maghrib dan Isya bersama di Mushola .Kecuali Darren tentunya ,dia akan pulang setelah semua penduduk rumah ini tertidur pulas ."ucap Sarita .Tapi kita lihat saja setelah ini ,apakah Darren akan tetap pulang pagi seperti biasanya ,atau malah pulang sebelum waktunya .


"Senja akan ikut sholat berjamaah nanti .Terimakasih ya Ma ... Senja jadi merasa mempunyai keluarga yang utuh sekarang ."ucap Senja tulus ,ingin sekali memeluk Sarita tapi tidak ada keberanian di hati Senja .


Sarita yang memahami bahasa tubuh Senja ,segera merengkuh tubuh Senja dalam pelukannya .Mengelus rambut Senja dengan lembut .


"Jangan sungkan Senja ,Mama benar - benar menyayangimu .Bahkan mama berharap bisa mempunyai menantu sepertimu .Tapi mama tidak mau berharap .Darren pasti sudah membuatmu kesal sebelum dia berhasil membuatmu jatuh cinta .Anak itu memang tidak bisa mengambil hati perempuan .Sampai tiga puluh tahun belum ada satu perempuan yang dia seriusi ."ucap Sarita lembut ,tetap sambil memeluk Senja .


"Sabar ya ma ,pasti nanti kalau sudah saatnya .Bang Darren juga bakalan ketemu jodohnya ."ucap Senja tak kalah lembut .

__ADS_1


Sarita melepas pelukannya pada Senja ,karena dia juga ingin mandi dulu .Sarita pun keluar dari kamar Senja ,meninggalkan Senja sendiri.


Di luar dugaan Sarita ,ternyata Darren sudah berada di kamarnya .Darren sebenarnya tidak tau kalau Senja sudah berada di rumahnya .Darren hanya berniat pulang ke rumah sebentar ,sebelum nanti dia akan pergi lagi dengan beberapa temannya ke club .


Darren sudah bersiap ke Mushola ,menggunakan baju koko warna hijau pupus lengan pendek dengan sarung warna senada garis -garis vertikal ,dan kopiah warna soft green yang semakin meningkatkan kadar kegantengannya .


Senja terburu - buru keluar dari kamarnya dengan menggunakan atasan mukenanya yang juga bewarna hijau muda dengan hiasan bordir .Tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri dan masih posisi kepala menunduk ,Senja membalikkan badan dan langsung berjalan cepat .


Brukkkkkk ....


Senja pun seperti menabrak tiang .


Kepalanya terasa kepentok sesuatu yang keras .


"Awww....Perasaan tadi tidak ada tiang di sini ."umpat Senja sambil menggosok kepalanya yang terasa nyeri .


Darren reflek menghentikan langkahnya dan menoleh cepat begitu tau seseorang menabraknya dari belakang .


"Ya Tuhan...sepertinya benturan tadi sangat keras .Kenapa tiang saja bisa tau namaku dan kenapa tiang bisa bicara"gumam Senja bingung .Masih mengelus kepalanya dengan posisi masih menunduk .


Darren memegang dagu Senja dan menaikkannya perlahan .Membuat mata Senja membulat sempurna begitu tiang yang dia maksud adalah Darren .


"Astaghfirullah Bang ... Kenapa tiba - tiba di sini ."ucap Senja bukannya minta maaf malah dia yang nyolot .


"Kamu fikir aku hantu heh .Lagian pakek tanya ngapain di sini lagi .Lupa ini rumah siapa ? yang ada ,harusan aku yang tanya .ngapain kamu di sini ? atau kamu sudah nerima lamaran mamaku ya ? kapan kita nikah ?" cerocos Darren dengan santainya .


"Lamaran ? nikah ?apaan sih ...enggak lah .Siapa juga mau nikah sama abang .Punggungnya aja keras gitu ."jawab Senja asal .


"Ini baru punggung ,Bayangin yang lain kerasnya gimana .Di jamin merem melek ."ujar Darren asal .


"Ogah bayangin ,sudah pernah .Biasa saja tuh .Gak bikin merem melek ."sahut Senja .

__ADS_1


Darren lupa kalau dia memang sudah pernah melakukan itu bersama Senja .Ya meskipun boleh dikatakan pemerk***** .Kenyataannya Senja memang tidak menunjukkan kepuasan waktu itu .


"Itu karena aku salah ...Kita akan melakukan lagi dengan benar setelah menikah nanti .Makanya kita nikah yuk ,kalau halal pasti enak ."seloroh Darren masih saja tidak serius .


"Nggak akan .... Minggir ...Abang membuat Senja harus wudhlu lagi ."ucap Senja ,mendorong tubuh Darren yang menghalangi jalannya lalu berjalan santai ke Mushola .


Senja sudah berada di deretan depan bersama beberapa ART ketika Darren masuk ke dalam Mushola bersama papanya .


"Wah tumben Den Darren sudah pulang .Dapat rejeki kita ."bisik ART yang masih seumuran Senja dari arah belakang Senja .


"Iya bener .Kapan lagi kita di Imami Den Darren .Tau gitu tadi bawa henpon Mar ,langka ini ."sahut ART yang lain .


Senja masih belum paham pembicaraan apa yang di maksud mbak - mbak di belakangnya ini .


Sampai akhirnya Senja melihat sosok Darren berdiri paling depan seorang diri .Sangat jelas terlihat karena postur tubuhnya sangat tinggi di banding yang lain .


Pikiran Senja mendadak buyar ,Jantungnya berdetak lebih cepat dan hatinya seperti sedang salah tingkah .Perpaduan bacaan surat yang begitu sempurna dan suara merdu mendayu menentramkan jiwa keluar dari seorang Darren Mahendra .Seseorang yang selama ini selalu Senja anggap menyebalkan .Ternyata Darren tidak seburuk yang Senja duga .


Bacaan awal hingga akhir sholat sungguh membuat Senja terpesona .Bahkan suara itu masih terngiang - ngiang dengan jelas sekarang .ART satu persatu meninggalkan Mushola tinggallah Mahendra ,Sarita ,Darren dan Senja .


"Ma ,boleh nggak kita mengadakan 4 bulanan kehamilan Senja .Tapi Senja pengennya yang ngaji'in abang ."bisik Senja pelan tapi manja .Entah Senja mendapatkan keberanian dari mana sampai berani meminta sesuatu pada Sarita .


"Tentu saja boleh ."jawab Sarita senang tanpa mengecilkan suaranya membuat Mahendra yang sedang berdoa menghentikan doanya dan menatap istrinya tajam .


"Ini lho pa ,Senja pengen ngadain Pengajian dan tasyakuran pas usia kehamilannya 4 bulan nanti ."sahut Sarita cepat sebelum omelan meluncur dari mulut pedas suaminya.


"Owhh....bagus itu .Kita siapkan saja acaranya sesuai kemauan Senja ."ucap Mahendra senang .


"Oke pa .... eh sebentar .Mama ke kamar dulu ambil henpon .mama lupa kalau ada janji sama temen mama nanti ."ucap Sarita buru - buru pergi masih menggunakan mukenanya .


"Papa juga harus telpon opamu .Ngingetin minum obatnya .Tunggu di sini .Sebentar lagi juga isya ."ucap Mahendra tak kalah buru - buru .

__ADS_1


Tinggallah Senja dan Darren berdua di dalam Mushola .


__ADS_2