Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Pasrah


__ADS_3

Senja mengerutkan keningnya menyatukan kedua alis tebal alaminya .


"Mama Afli "panggil anak laki - laki itu ,lagi .


Belum sempat Senja mengamati lebih detail wajah anak laki - laki bertubuh kurus ,dengan mata sayu ,kulitnya pucat ,kepala pelontos tanpa rambut .Seorang perempuan berseragam perawat menarik dan memaksa anak itu untuk menjauhi Senja .


"Nggak mau ...nggak mau ..sama mama Afli aja .Itu mama Afli "anak itu terus meronta ,Perawat itu buru - buru menggendongnya .Anak itu terlihat semakin meronta sambil terus memanggil mama Afli ,seperti Bevan memanggilnya .


Senja mencoba mengejar .Ingin mencari kejelasan dari potongan - potongan berbagai kejanggalan yang dia alami .


"Mbak tunggu ...mbak ...kasihan anaknya jangan dipaksa mbak "teriak Senja sambil mengejar perawat yang cukup gesit itu .


"Ask hati - hati "teriak Darren saat melihat ada batang pohon kelapa tergeletak di depan Senja .Darren hendak menarik ke belakang tubuh Senja ,tapi terlambat .


Duggg....Brukkkkk


kaki Senja tersandung batang pohon kelapa itu ,seketika tubuh Senja terhuyung ke depan .Bersamaan dengan itu Senja merasakan perutnya berkontraksi dengan hebatnya .Punggungnya terasa ditusuk - tusuk .


"Sakit Ask ...Sakit .."rintih Senja membuat Darren yang panik seketika menggendong tubuh Senja .Pasir membuat langkah Darren tidak begitu cepat .


"Bertahan sayang ...bertahan .Kita ke rumah sakit sekarang "ucap Darren terus memberikan semangat sambil mendudukkan Senja ke dalam mobil .memutari kab mobil lalu masuk dibelakang kemudi dengan cepat dan mengendarai mobil secepat yang dia bisa .


"Ask anak tadi itu Afli ask atau dia temannya afli sama seperti Bevan .Ask ,cari tau tentang anak itu ask ..auwwwww " ucap Senja panik diakhiri dengan teriakan kesakitan .


"Ask ...Jangan pikirkan anak itu dulu .Kita akan cari tau nanti .Kamu baru saja jatuh ,sekarang kamu kesakitan .Fokus dengan kandunganmu Ask .."ucap Darren .


Senja mengelus perutnya ,rasa sakit yang timbul tenggelam luar biasa .Keringat dingin sudah jatuh membasahi wajahnya .Senja menarik nafasnya dalam ,lalu menghembuskannya perlahan .Senja merasakan cairan hangat keluar dari inti tubuhnya .


"Ask ...cepetan Ask ,kayaknya ketuban Senja sudah pecah .Ayo ask ..."teriak Senja membuat Darren benar - benar panik .Ini pengalaman pertamanya menghadapi perempuan yang mau melahirkan .


"Sabar sayang ..Sabar ...sebentar lagi ..maaf ,bunda tadi tidak hati - hati ..maaf .Sabar ya ,sebentar lagi "ucap Senja terus menerus sambil mengelus perutnya yang semakin kencang dan kaku .


Darren memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk ugd sembarangan .Lalu menyerahkan kunci mobil dengan seenaknya pada satpam .lalu menggendong Senja dengan paksa ,karena sebenarnya Senja merasa masih kuat untuk berjalan .


"Sus ,tolong istri saya habis jatuh ,sepertinya juga mau melahirkan "ucap Darren terburu - buru .

__ADS_1


"Baik Pak ,baringkan istri bapak di sini .Kami akan tangani segera "ucap suster .


Darren membaringkan Senja di brankar ,suster lalu mendorongnya ke dalam ruangan dengan monitor usg lengkap .Seorang dokter laki - laki menghampiri .Suster menyibak baju atasan Senja hingga menampakkan perutnya ,Darren ingin sekali meminta dokter perempuan saja yang memeriksa istrinya ,tapi dia tidak boleh egois dikondisi yang sudah mendesak .


"Posisinya sudah siap lahir bu .Ketuban masih bagus ,detak jantung janin bagus ,berat badan lumayan besar ,tapi masih memungkinkan untuk lahir normal .Kita cek pembukaan dulu ya "ucap dokter .


Dokter itu kemudian memasang sarung tangan medis di tangannya .Suster membantu Senja meletakkan kaki Senja pada besi penyangga .membuat posisi Senja mengangkang sempurna .Suster menurunkan ** milik Senja .


"Tarik nafas ya bu ,jangan kaku .rilex saja "ucap dokter sambil memasukkan salah satu jarinya di mrs.* Senja .Darren seketika meraup wajahnya sendiri dengan kasar .Untuk anaknya nanti ,Darren benar - benar akan memilih dokter perempuan .


"Lama banget dok ,emang nyari apa di dalam ?"tanya Darren antara konyol ,polos atau bodoh .


Dokter bernama Andika itu hanya tersenyum .Darren adalah suami posesif yang entah sudah ke berapa kali yang dihadapinya saat membantu ibu - ibu cantik menggemaskan berjuang melahirkan .


"Masih bukaan 7 bu .Kalau Ibu masih kuat ,ibu bisa berdiri untuk jalan - jalan dulu .Atau menungging ,biar bapaknya bisa mengelus punggung ibu .Kalau mau ,saya bantu juga bisa "jelas dokter Andika hanya berniat becanda .


"Alhamdulillah ,kamu tidak kenapa - kenapa nak "batin Senja lega .


"Biar saya saja dok ,saya bisa "sahut Darren ,cepat .


"Presiden suite "sahut Darren cepat .


"Baiklah mari saya antar ,ibu mau jalan atau pakai kursi roda ? "tanya suster .


"Jalan saja sus ,siapa tau pembukaan lebih cepat "ucap Senja sambil sesekali terlihat meringis menahan sakit turun dari brankar .


Darren memapah Senja yang kini mendadak jalannya menjadi tidak biasa .


"Awww...Sakit Ask ..Nyeri "bisik Senja ,suaranya tertahan tapi tangannya mencengkram lengan Darren erat .


"Ask telpon Kak Al ,suruh kemari membawa koper yang sudah Senja siapin di kamar kita .Biar diambilkan bi Tati .Bi Tati tau kok kopernya yang mana .Telpon mama sama Chun juga ."ucap Senja ,masih terlihat kesakitan tapi masih kuat untuk berbicara cepat .Lengan Darren pasti lebam membiru .Senja memang terlihat santai ,tapi lengan Darren yang gak santai .Cengkraman itu menguat hampir lima menit sekali .


"Sakit Ask .."Senja menghentikan jalannya yang kurang dua langkah lagi menuju pintu ruangan presiden suite .Wajahnya meringis menahan sakit ,menggigit bibir bawahnya kuat .Tangannya tetap menggenggam satu lengan suaminya ,bukan menggenggam tapi mencengkram .


"Sakit ?"tanya Darren lembut .

__ADS_1


"Sakit banget Ask ,,, Senja tidak kuat lagi buat jalan " kata Senja lirih .Darren langsung menggendong Senja dan masuk ke ruangan yang dipilihnya ,dengan cepat membaringkan Senja di atas brankar .


Senja segera merubah posisinya menjadi menungging ,lalu menuntun tangan Darren untuk mengusap punggungnya .Di kondisi normal Darren pasti akan meremas bokong Senja jika posisinya seperti ini .


"Ask yang benar dong ,suruh ngusap gitu saja males banget sih "ucap Senja dengan kesal .wajahnya masih setia meringis menahan sakit .


Darren menambah kekuatan tangannya dan kembali mengusap punggung Senja .


"Sakit Ask ,pelan - pelan "ucap Senja membuat Darren bingung .


"Sudah ,gak usah .Kamu gak ikhlas "bentak Senja ,tidak terlalu keras tapi cukup membuat Darren mengelus dadanya seolah ingin mengatakan " Sabar "pada dirinya sendiri .


Senja memiringkan tubuhnya dengan satu tangan berada di pegangan brankar ,mengatur nafasnya perlahan .


"Terus aku bagaimana Ask ? "tanya Darren memelas .


"Telpon "jawab Senja singkat .Sakitnya sudah tidak tertahankan .


Darren lupa kalau dia dari tadi disuruh telpon untuk mengabari yang lain .Darren langsung menghubungi mamanya ,tangan Senja kembali meraih satu tangan Darren dan menjadikannya pelampiasan dari menahan rasa sakit .


Rasa sakitnya semakin tidak beraturan ,nyeri dan ngilu luar biasa datang bersamaan .Keringat terus jatuh .Baju Senja semakin basah .


"Sakit ... Ask ...sakit ...panggilkan suster "pinta Senja lirih .


Darren memencet tombol nurse call .Semenit kemudian seorang perawat masuk .Lalu kembali meminta Senja mengambil posisi mengangkang .


"Tidak usah pakai ** ya bu " ucap Suster .


"Astaga Ibu ,itu sudah kelihatan rambut babynya ,Ibu jangan mengejan dulu .Tolong jangan mengejan dulu bu ,tarik nafas perlahan .Sabar bu jangan mengejan "tambah suster ,karena rambut bayi sudah nyata terlihat .


suster berlari keluar ruangan memanggil dua suster yang lain ,lalu membuka pintu lebar untuk memindahkan Senja ke ruang persalinan .


"Ask ...Ask .."Senja terus memanggil Darren yang tampak kebingungan ,wajahnya memucat .


"Kenapa bapak diam saja ,Ayo pak ikut masuk ke ruangan bersalin .Biar bapak tau perjuangan istri bapak melahirkan anak untuk bapak itu tidak mudah .Jangan cuma ikut pas buatnya saja .Bapak juga harus ikut pas sakit begini "omel seorang suster senior .Darren hanya bisa pasrah dengan nasibnya saat ini .

__ADS_1


__ADS_2