Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Dispointed


__ADS_3

"Jangan berteriak pada Senja ."ucap Aleandro .


"Kenapa kamu memeluk Senja Al ? Siapa yang mengijinkanmu memeluknya ?" tanya Darren ,emosi .


"Kak Al ...Chun tinggalkan kami berdua ."pinta Senja .


"Kendalikan emosimu atau kamu akan kehilangan Senja sebelum sempat memilikinya ."bisik Aleandro sesaat sebelum meninggalkan Senja dan Darren sendiri .Chun Cha yang dari awal Aleandro datang tadi sudah terpesona ,mengejar Aleandro dan berusaha untuk memperkenalkan diri .


" Apa masalahmu ask ... Tidak bisakah kamu membiarkan kami menyelesaikan pembicaraan kami ?"tanya Sanja datar .


"Kalian tidak sedang bicara ask ...kalian sedang pelukan .Kalau aku tidak datang ,entah bagaimana kelanjutannya ."tuduh Darren .


"Bisakah kamu tidak selalu berfikir buruk pada orang lain ? Apa bersabar itu sulit buatmu Ask ? Apa menurutmu aku akan bersenang - senang dengan kak Al ? Pikiran burukmu ini tidak pada tempatnya Ask .Aku kecewa padamu ."ucap Senja ,menatap tajam pada Darren .Fix Senja marah ,biasanya dia selalu menyebut namanya sendiri saat berbicara dengan orang - orang terdekat .


"Aku khawatir kamu berubah pikiran Ask ... Karena Aleandro pasti juga memaksamu untuk bersamanya ."kilah Darren.


"Tidak semua orang suka memaksakan keinginannya .Kami bicara baik - baik .Sangat baik malah .Begitulah cara orang dewasa seharusnya menghadapi masalah .Justru sekarang sepertinya kamu yang bermasalah Ask ..."ucap Senja lalu meninggalkan Darren yang sepertinya belum puas dengan jawaban Senja .


Senja melangkah tenang menuju ruang tengah .Meninggalkan Darren sendirian adalah pilihan terbaik .Saat emosi ,Darren susah menerima penjelasan .Senja hanya berharap sifat buruk itu perlahan akan hilang seiring berjalannya waktu .


"Aleandro langsung pulang .Sekarang kita makan malam dulu .Kita sudah terlambat makan 70 menit ."ucap Hutama begitu melihat Senja masuk .


"Mana bocah itu ?"tanya Mahendra ,menanyakan keberadaan Darren .


"Biarkan saja dia pa ,abang selalu bermasalah dengan emosinya .Jangan tanya apapun kalau abang ke sini ."pinta Senja tegas .


Hutama mengangguk - anggukkan kepalanya .Darren sepertinya memang cocok dengan Senja .Perempuan seperti Senja bisa menghargai pasangan sekaligus membuat pasangan tidak semena - mena padanya .


Mereka pun berjalan ke arah ruang makan ,Hutama dan Mahendra berada di depan .di susul Sarita dan agak ke belakang Senja dan Chun Cha .


"Kak ... Kenalin Chun sama laki - laki yang memeluk kakak tadi ,please ."bisik Chun Cha ,merayu dengan panggilan kakak dan bergelayut di lengan Senja .


"Hemmmmm ...."jawab Senja malas ,tapi tetap membuat Chun Cha senang .

__ADS_1


Tanpa menunggu Darren mereka memulai ritual makan malam mereka ,tidak ada pembicaraan serius .Sesekali hanya terdengar gurauan Hutama dan Chun Cha yang ternyata bisa langsung akrab .


"Opa ,bolehkah Chun menginap di sini saja ? "tanya Chun Cha tanpa sungkan .


"Tentu saja boleh ,Opa senang sekali karena ada temannya ."jawab Hutama .


"Chun ..besok hari pertamamu kerja .Jangan lupa ."ingat Senja .


"Dia bisa berangkat bareng Aleandro .Bukankah besok Aleandro pasti menjemputmu ?"ucap Hutama .


"Senja tidak boleh berangkat bersama Aleandro lagi ."sahut Darren ,datang langsung menarik kursi di samping Senja dan mendudukkan bokongnya di sana .Menyodorkan piring kosongnya pada Senja ,meminta diambilkan makanan seperti biasa .Tapi Senja pura - pura tidak melihat .


"Opa ,Senja boleh bawa kebab nya pulang ya .Kalau malam biasanya Senja lapar ."ucap Senja begitu melihat ada beberapa potong kebab turki di atas meja .


"Tentu saja boleh ... Kamu harus banyak makan .Biar cucuku lahir tidak semungil kamu ."canda Hutama .


Darren mendengus kesal ,merasa di acuhkan oleh Senja .Dengan kasar Darren mengambil makanan sendiri .


"Kalau ada masalah ,jangan marahin makanannya .Memang makanan itu tau apa ?"ucap Mahendra membuat Sarita ,Senja dan Chun Cha kompak menahan senyumnya .


"Pa ,Kami pamit ya sudah terlalu malam .Besok ada meeting persiapan ke negara S ."pamit Mahendra .


"Iya hati - hati ."ucap Hutama .


"Chun ,kalau kamu menginap di sini .ambil bajumu yang mau kamu pakai besok ."ucap Senja .


"Siap kak ,tau begini Chun ngakuin kakak dari dulu ."canda Chun Cha .


"Opa ,Senja pulang dulu ya ."pamit Senja ,mencium punggung tangan laki - laki berusia 80 tahunan ,tapi masih sehat dan terlihat jelas ketampanannya di masa muda dulu .


"Hati - hati .Jangan kasih ampun ."bisik Hutama .


Mobil Mahendra dan mobil Darren pun keluar beriringan dengan mobil Darren di belakang mobil papanya .

__ADS_1


"Masih marah ? "tanya Darren lembut ,satu tangan memegang setir mobil ,satu tangan memegang tangan Senja yang tidak memberikan reaksi apapun .


"Ask ... Forgive me please ."mohon Darren ,tepat saat berhenti di lampu merah .


Senja memalingkan wajahnya ke arah samping mobil .Senja tidak benar - benar marah ,tapi kebiasaan Darren yang selalu mengikuti emosinya harus di kurang - kurangin .


"Ask .... Kamu boleh marahin aku ,boleh pukulin aku .Tapi jangan diem begini .Aku malah bingung ."tambah Darren lagi .


Senja masih diam .Tidak sedikitpun bergeming untuk menjawab Darren .


"Ask...lusa aku mau menemui papamu ,bisa jadi aku minggu baru pulang .Kalau kamu mendiamkanku terus begini .Bagaimana aku bisa tenang perginya ."ucap Darren sedikit kesal ,tapi Senja tetap tenang .Seperti tidak mendengar apapun .Melihat jalanan yang sepi ,Darren menghentikan mobilnya mendadak ,lalu melock semua pintu mobilnya .Senja berusaha tetap tenang dan cuek .


"Ask .... Aku harus bagaimana ?"tanya Darren memelas .


Lagu all off me milik john legend yang dibuat ringtone panggilan masuk oleh Senja mengalun tanpa permisi memecah ketegangan sesaat .Senja lupa mensilent ponsel lamanya .Senja menggigit bibir bawahnya perlahan ,Darren sudah menyuruhnya membuang kartu lamanya karena semua kontak sudah dialihkan ke nomor baru .Senja masih mempertahankan nomer lama ,karena Senja masih sayang membuangnya .Tapi entah kenapa dia merasa berat .


Darren mengambil tas di pangkuan Senja ,melihat ponsel baru Senja tidak ada panggilan .Lalu beralih mencari benda menyala di kantong tas bagian dalam .


"Kenapa ?"tanya Darren sambil menggenggam ponsel lama Senja .Lalu membuka beberapa pesan masuk yang belum Senja buka .Dari nomer tak dikenal tentunya ,tapi jelas siapa pengirimnya .


"Kenapa selalu Firly Rafli Firly Rafli ...Apa maumu Ask ? Aku sudah bilang buang kartu lamamu .Apa kamu sengaja menyimpannya ,agar kamu masih bisa bertukar kabar dengan Firly ."ucap Darren terlihat sekali sangat kecewa .


"Tidak ...Bukan itu .Tapi Senja merasa sayang saja membuangnya .Nomer itu sudah Senja pakai bertahun - tahun Ask ."jawab Senja jujur .


"Itu bukan alasan Ask ... Aku kecewa sama kamu .Hal kecil yang aku minta ,kamu pun berat melakukan ."ucap Darren ,membuka pintu mobil dan menutupnya keras .


Senja memberanikan diri ikut keluar mobil membawa ponsel lamanya .


"Maafkan aku Ask ... Kamu bisa membuangnya sekarang ."ucap Senja ,menyerahkan ponselnya pada Darren .


"Kenapa harus aku yang membuangnya ? "tanya Darren sinis .


"Ask .... Sorry ."ucap Senja lirih ,padahal seharusnya dia yang marah tapi kenapa justru Senja sendiri yang terpojok .

__ADS_1


"Aku mau berubah Ask ... Aku tau emosiku selalu out of control .Aku sadar ,aku akan belajar mengendalikannya pelan - pelan .Itu kenapa aku butuh kamu untuk membantu menyeimbangkan emosiku .Tapi apa yang kamu lakukan berbeda Ask ... Kamu membuatku tidak yakin kalau kamu benar - benar ingin belajar mencintai aku .Kamu tau Ask ... Separah itu cintaku sama kamu .Aku tau kamu tidak mencintaiku. tapi saat kamu mengatakan akan belajar mencintaiku ,aku sudah sangat bahagia ."ucap Darren panjang lebar dengan pandangan yang sulit di artikan ,kecewa ,sedih ataukah marah .


__ADS_2