Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Kenyataan mengubah perasaan


__ADS_3

Setelah tahu apa tujuan mereka ke China dan siapa yang akan ditemui ,Sekarang malah Senja yang lebih banyak diam .Tangannya tidak lepas sedikitpun dari tangan Darren .Senja enggan melepaskan tangannya dari tangan suaminya .


"I love you ask "bisik Darren .


"I love you more ,ask "jawab Senja ,lalu kembali diam .


Tangan Senja terasa semakin dingin ,jantungnya berdetak dengan ritme yang semakin tidak beraturan begitu mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah rumah sakit .


"Ask ..Kenapa di rumah sakit ? "bisik Senja .


"Entahlah ,Aleandro yang selalu berhubungan dengan Rafli akhir - akhir ini "jawab Darren lirih .


Aleandro melihat ke arah Senja sekilas .Lalu mensejajarkan langkahnya dengan Senja dan Darren .


"Nja ,aku harap kamu bisa mengendalikan emosimu .Ini sama - sama berat untuk kalian berdua .Rafli dan kamu sama pentingnya bagiku .Dengar ,resapi dan pahami .Menyela seperlunya .Biarkan Rafli yang banyak bicara kali ini "ucap Aleandro .


"Iya Kak "jawab Senja lirih .


Lift berhenti tepat di sebuah pintu ruangan VVIP .Aleandro menekan bel pintu .Tak berapa seorang suster membuka pintu dan mempersilahkan Aleandro masuk .Hanya Aleandro .Senja dan Darren menunggu tepat di depan pintu .


Setelah beberapa saat ,Aleandro keluar .


"Nja ,masuklah .Kontrol emosimu "ingat Aleandro lagi .

__ADS_1


Senja menarik Darren ,tapi Aleandro memberi kode agar Darren tidak ikut masuk .


"Kalian bicaralah berdua dulu ,aku percaya sama kamu Ask .I love you "ucap Darren ,berat tapi terpaksa merelakan Senja menemui Rafli sendirian .


Senja masuk mengikuti langkah kaki seorang suster .Tanda tanya masih memenuhi kepalanya .Dalam pikiran Senja ,Rafli yang sedang sakit sekarang .


Senja melewati sebuah ruangan tertutup hanya ada kaca tembus pandang di sisi samping .Senja tidak terlalu fokus ,dia tidak menyadari seorang anak tergeletak lemah seperti sedang tidur panjang di sana .


Senja menghentikan langkah kakinya .Kekuatan yang tadi dia kumpulkan ,kini runtuh .Senja berada di level tertinggi kerapuhannya saat ini .Bayangan Rafli dan juga Darren bergantian melintasi pikirannya .


"Ay ..."sapa Firly lirih .


Senja memberanikan diri menatap Rafli .Badannya terlihat kurus dibanding saat terakhir bertemu Rafli sehari setelah resepsi pernikahannya .Rambutnya tidak rapi seperti biasanya ,lingkar hitam di bawah matanya menegaskan kelelahan yang panjang .Kesedihan nampak dari sorot matanya yang berkaca - kaca .


Rafli memperhatikan Senja ,perempuan yang pernah dan masih mengisi hatinya penuh .Terlihat lebih cantik dengan tubuh yang lebih berisi .Wanginya masih sama seperti biasa .Wangi yang sudah familiar di hidung Rafli sejak pertama Senja memperkenalkan diri sebagai sekretarisnya .


"Aku masih menunggu penjelasanmu mas "ucap Senja ,mengingatkan Rafli yang masih memandangnya sendu .


"Kecelakaan itu mama yang merencanakan Ay ... Betapa gilanya mama .Karena ketidaksukaannya denganmu ,mama tega mencelakai anak dan cucunya sendiri juga "Rafli mulai membuka pembicaraan ,Senja diam bergeming .


"Sebenarnya kita semua selamat ,tapi kondisi Zain saat itu kritis .Ginjalnya mengalami kerusakan parah karena terkena himpitan pegangan car seat yang patah .Tranplantasi ginjal adalah satu - satunya yang bisa menyelamatkan Zain saat itu "Rafli menjeda penjelasannya ,memperhatikan Senja yang sedang menutup wajahnya menahan tangis .Senja tidak bisa membayangkan bagaimana Zain yang masih dua tahun menahan kesakitan saat itu .


"Saat itu kita sangat dikejar waktu ,dokter melakukan tes cepat pada kita semua .Saat tes itu dilakukan ,mama sudah mengabarkan kesemua orang bahwa mas dan Zain meninggal .Mereka mengadakan pemakaman pura - pura .Mas malu tumbuh di keluarga seperti itu "tambah Rafli .Senja menengadahkan kepalanya ,tetap berusaha menahan air mata itu jatuh .Senja tidak berniat menatap Rafli ,Senja tidak sekuat itu .

__ADS_1


"Dari semua keluarga yang dites termasuk kamu Ay ...Hanya papa yang bisa menjadi donor untuk Zain .Papa memberikan syarat yang tidak mudah .Tapi jika kamu yang ada di posisi mas ,mas yakin akan melakukan hal yang sama .Kita akan menyesal kalau kita membiarkan anak kita pergi begitu saja tanpa memperjuangkan apapun .Papa minta mas meninggalkanmu ,berganti identitas dan menjadi apa yang mereka mau "Rafli kembali diam .Meremas rambutnya sendiri .


Air mata Senja tumpah .Hatinya goyah .Menatap wajah Rafli yang sendu dan rapuh .Senja memejamkan matanya ,terbayang wajah Darren yang menangis mengatakan begitu mencintainya .Senja merasa sedang menyakiti hati keduanya .


"Zain .... Zain masih hidup kan mas ?di mana Zain sekarang mas ? "tanya Senja menggebu - gebu .


"Zain berhasil diselamatkan karena ginjal papa Ay ,sampai umur 5 tahun Zain menjalani hidup normal seperti biasa .Sampai mas sering melihat badannya lebam ,mimisan dan mudah lelah "Rafli kembali menghela nafas dalam .Membayangkan reaksi Senja ,membuat hati Rafli semakin sakit .


"Zain di vonis leukimia Ay .Zain tumbuh bersama foto - fotomu dan harapannya bahwa suatu saat kita akan hidup bersama lagi .Bukan mas yang mengajari ,bukan mas yang memaksa .Zain yang luar biasa ,dia waktu terakhir bertemu denganmu saat masih 2 tahun ,tapi ingatannya tentang kamu dan kasih sayangmu tidak bisa kami hapus Ay .Zain tidak mau jauh - jauh dari fotomu "ucap Rafli ,mendekati Senja yang sudah semakin terisak dengan pundak yang semakin terguncang .Rafli berlutut di depan kaki Senja .Menggenggam tangan Senja yang dingin .


"kanker Zain sebenarnya sudah membaik tahun lalu karena tubuh Zain merespon baik kemoterapi sebelumnya bahkan sudah di katakan Remisi atau tidak ada tanda - tanda kanker .Tapi setahun terakhir Zain kembali drop .Dokter menyarankan transplantasi sumsum tulang belakang ,karena kemungkinan kanker itu akan kembali dan tidak ada tanggapan dari perawatan lain "jelas Rafli .Senja memberanikan diri membalas genggaman tangan Rafli ,lalu membalas tatapan Rafli yang sendu .Seberat ini ternyata beban Rafli .


"Di mana Zain mas ? Zain harus sembuh .Mas tolong ,bawa Senja pada Zain "pinta Senja ,Rafli tersenyum mengusap kepala Senja yang kembali normal menyebut namanya sendiri .


"Nanti Ay ,Zain boleh ditemui tiap malam jam 7 sampai jam 9 .pagi jam 5 sampai jam 8 .Tapi mas selalu di sini 24 jam "jawab Zain .


"Bagaimana Zain sekarang mas ? Apa Zain sudah menemukan pendonor yang cocok ? "tanya Senja lebih lembut .


"Papa Ay ...Papa yang harusnya mendonorkan untuk Zain .Tapi Zain sedang ingin beristirahat rupanya .Zain mungkin terlalu lelah menahan rasa rindunya .Semua ini gara - gara mama terlalu keras .Saat kamu di pantai ,Zain melihatmu ,dia memanggilmu .Mama dengan cepat menyuruh perawatnya menjauhkan darimu .Sejak itu Zain semakin drop dan sekarang malah enggan membuka matanya "jelas Rafli .


"Anak itu ???? Afli ... anak yang memanggil Senja mama Afli itu Zain .... Zain maafin mama terlalu bodoh tidak mengenalimu nak ..., Maaf ... maafin mama Zain ... Zain "ucap Senja bertubi - tubi ,tangannya semakin bergetar ,tubuhnya mengejang menahan sesak luar biasa .Bumi terasa berputar lebih cepat ,membuat pandangan matanya gelap .Tubuh Senja pun terkulai lemah jatuh tepat dipelukan Rafli .


Dengan menggunakan bahasa China ,Rafli menyuruh suster memanggil dua orang yang menunggu di luar pintu .Siapablagi kalau bukan Darren dan Aleandro .

__ADS_1


__ADS_2