
Senja menggenggam pergelangan tangan Maya yang menjambaknya dengan kuat, lalu memlintir tangan itu hingga jemari Maya yang menggenggam rambut Senja melemah dan terbuka perlahan.
Di saat Maya masih merasakan nyeri dan panas di pergelangan tangannya, Senja tidak menyia - nyiakan kesempatan. Senja memutar badan Maya hingga posisinya membelakangi Senja dengan sempurna. Tangan Maya diborgol manual menggunakan dua tangan Senja ke belakang. Bibir Senja tepat sejajar dengan telinga Maya, Nafas Senja yang teratur terdengar nyata di telinga Maya. Tubuh Maya kini terkunci sempurna dengan tenaga Senja yang tidak sedang biasa saja.
Senja merapatkan tubuhnya ke punggung Maya, " Meskipun katamu sekarang aku seorang cinderlela, jangan lupa aku pernah besar dan tumbuh di jalan May. Hidupku tidak selalu manis, kemudahan itu bukan temanku. Keadaan mengajarkan padaku untuk bisa bertahan dalam kondisi apapun. Aku belum pernah menjadi sangat kejam, tapi aku tidak keberatan mencobanya jika ada yang mengusik keluargaku " bisik Jingga, sangat pelan. Darren dan Ullom sampai tidak mendengarnya. Senja melepas tangan Maya dengan kasar.
Darren tercengang melihat istrinya barusan, Senja hampir saja membuatnya jantungan karena mengira Senja akan membalas Maya dengan jambakan atau pukulan yang lebih kejam.
Seorang perawat menghampiri mereka semua, membawa amplop putih bertuliskan nama rumah sakit lengkap beserta alamatnya di bagian depan.
" Ini hasil pemeriksaan kehamilan dari bu Dila yan bu Senja minta. Silakan bu Senja. Saya permisi " ucap perawat seraya mengulurkan amplop pada Senja.
Senja menerima amplop itu, membukanya perlahan, lalu mengambil kertas yang ada di dalamnya, membaca kata demi kata dengan teliti. Sesaat kemudian senyum kemenangan mengbang dari bibirnya.
" Sudah ya May, jangan lagi ada kata - kata adikmu hamil " ucap Senja seraya menyerahkan kertas pada mantan sahabatnya itu. " Kita tinggal menunggu siapa pemilik barang haram itu. Kita tunggu proses hukumnya saja. Jangan berani coba - coba ikut campur atau merekayasa. Kami pasti akan tahu " tambahnya.
Maya semakin terlihat kesal, Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan senja sudah belasan tahun. Dia berharap kalau bertemu bukan dalam kondisi seperti ini. Mereka memang pernah berjuang bersama - sama, tapi Maya selalu iri dengan keberuntungan Senja dari jaman dahulu. Sama - sama dalam kesulitan, tapi malaikat penolong selalu saja datangnya pada sahabatnya itu.
__ADS_1
Maya menarik paksa tangan Senja, keluar menjauh meninggalkan ruangan rawat adiknya. Darren dan Ullom tidak mengikuti langsung, karena Senja tetap keukeh memberikan kode untuk tidak ikut campur sekarang.
Senja bukannya tidak bisa membalas cengkraman tangan Maya, tapi dia masih mengikuti apa mau Maya. Ternyata Maya membawanya ke koridor toilet yang sangat sepi.
Senja memutar pergelangan tangannya hingga terlepas dari genggaman Maya.
" Apa maumu May ? " tanya Senja santai.
" Harusnya kita belum bertemu Nja, Aku berencana menemui saat aku sukses dan kaya raya. Aku ingin kamu tahu kalau aku lebih hebat darimu. Kamu pikir enak hidup dibawah bayang - bayangmu. Ketika semua orang hanya menganggap kehadiranmu tanpa mempedulikanku. kita menjual nasi bungkus yang sama, tapi kenapa selalu punyamu yang habis duluan. Bahkan di antara kita berempat, kamu yang selalu didengar " ucap Maya berapi - api, bertepatan dengan datangnya Darren dan Ullom.
" Astaga May, jadi kamu memang benar - benar tidak tulus berteman dengan kami. Rasa iri membuat logikamu berantakan. Tapi ingat May, masalah kita sekarang tidak ada hubungannya dengan masa lalu kita. Hanya kebetulan kita dipertemukan. Jalan hidup orang masing - masing May, jika kamu ingin dianggap dan dihargai orang, kamu harus menghargai dirimu sendiri lebih dulu " ucap Senja.
" Urusan kita belum selesai Nja. Melihatmu sekarang. Aku semakin tidak rela. Usaha kita sama, tapi kenapa lagi - lagi kamu lebih berunting " ucap Maya, sinis dan begitu keras kepala.
" Usaha kita tidak sama May, tidak pernah sama. Aku tidak pernah berusaha kaya dengan menjadi istri kedua orang - orang kaya, aku tidak pernah menggoda suami orang untuk menunjukkan mengubah hidupku. Aku tidak pernah mengandalkan kaki dan tangan orang lain untuk bertahan hidup. Tapi Tuhan memang baik padaku. Terlalu baik. Penyakit hatimu akan semakin akut jika kamu tahu perjalanan hidupku dua tahun terakhir. Tidak ada keberuntungan May, setiap yang kita dapat ada pengorbanannya " jawab Senja, tegas.
" Kamu bisa bicara begitu karena kamu cantik Nja, kamu dengan mudahnya menutup bayangan orang lain. Kesempurnaanmu membuatmu lupa seseoang juga ingin berada di posisimu " sahut Maya, cepat.
__ADS_1
" Jadi ini masih soal iri hatimu yang terpendam ? maaf May, itu masalahmu. Aku tidak ada waktu untuk meladenimu. Belasan tahun berlalu, harusnya kamu semakin berubah baik. Dengan segala usahamu selama ini, apa menurutmu sudah cukup untuk menutup bayang - bayangku ? aku yakin tidak pernah bisa. Cintai dan syukuri yang kamu punya, atau kamu akan semakin kehilangan. Urusan kita selesai. Masa lalumu bukan urusanku. Sampai ketemu di pembuktian. Ingat jangan pengaruhi proses hukum. Seberapa banyak uang suami sirimu, kami juga punya. Kamu sedang menghadapi Senja Khairunisa Kemala " Senja mengakhiri perdebatannya dengan Maya yang sia - sia. Orang yang sudah dipenuhi rasa iri dan dengki akan sulit menerima kebenaran.
" Temanmu aneh sekali, bagaimana kalian dulu bisa bersahabat. Bagaimana dia pura - pura baik dulunya. Lebih mengerikan dari musuh yang kelihatan " ucap Darren sambil bergidik.
Darren dan Senja memasuki mobil yang dikemudikan Rudi. Setelah memastikan kedua atasannyasudah duduk benar, Rudi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
" Aku masih penasaran bagaimana kak Ming bisa berkenalan dengan Dila. Kak Ming tidak pernah ke Indonesia tanpa sepengetahuan kita " ucap Senja.
" Mungkin Dila nya yang ke negara S, cari mangsa di sana lebih mudah. Apalagi kalau trade record dia di sini sudah buruk, mending cari di sana. Pasti tidak banyak yang mengetahui latar belakangnya " Darren hanya menduga.
" Ohhh...Kamu pintar sekali. Sangat berpengalaman kalau soal motif perempuan - perempuan sedikit nakal " Senja melirik sinis suaminya.
" Jangan lupa suamimu ini incaran perempuan - perempuan pemburu kekayaan dan status, sedikit banyak pasti mengertilah. Maya salah besar jika dia bisa menyandarkan hidupnya pada seorang Ullom " kata Darren.
" Kamu benar Ask, pak ullom sangat pelit dan perhitungan. Setahuku dia masih senang hunting dari club satu ke club yang lain untuk mencari sensasi lain " Senja mengiyakan ucapan suaminya.
" Setidaknya Dila tidak hamil, tanggung jawab kalian putus di sana. Tinggal membersihkan nama kak Ming " tukas Darren.
__ADS_1
" Iya benar, Senja yakin kak Ming tidak terlibat " ucap Senja.
" Tapi ada yang masih mengganggu pikiranku sejak tadi. Sepertinya mama Nja ini bisa bela diri juga. Benarkan mama Nja ? "