
Setelah semua sepakat dengan hukuman yang ditentukan, rapatpun dibubarkan. Ketiga anak itu kembali ke kelasnya. Sementara Vano dengan gentle segera menyusul langkah Darren yang sedang berjalan dengan kesal menuju parkiran mobil.
" Darr tunggu ! " teriak Vano dari jarak lima meteran.
Darren menghentikan langkahnya dengan terpaksa.
" Kamu tunggu di mobil sebentar ya, aku mau bicara dulu sama papanya Zain " ucap Vano pada istrinya.
" Iya Ay, jangan lama - lama, sebentar lagi aku ada meeting penting " ucap mega, langsung meninggalkan suaminya bersama Darren.
" Aku mau minta maaf atas kelakuan Alex pada Zain. Alex selalu melakukan hal - hal konyol seperti ini jika ingin meminta perhatian kami. Aku sungguh minta maaf, Sebagai anak tunggal, Alex selalu menuntut perhatian yang berlebih.Segala hal harus berjalan semaunya. Darr, aku lihat Zain pribadi yang berbeda. Aku tidak ingin benar - benar menghukum Zain, aku hanya ingin mempunyai waktu berbicara berdua bersama Zain untuk memintanya berteman dengan Alex. Alex membutuhkan positif vibes untuk mengubah kebiasaannya " jelas Vano serius.
" Aku tidak keberatan, tapi Zain tidak boleh beraktivitas fisik berlebihan " ucap Darren, datar.
" Aku akan mengingatkan Zain untuk itu. Kita sama - sama orangtua pasti menginginkan yang terbaik buat anak. Sampaikan maafku juga untuk Senja " ucap Vano.
" Kamu punya salah pada istriku ? " tanya Darren heran.
" Bukan begitu, maksudku seorang ibu pasti sangat kesal pada siapapun yang membuat anaknya terluka " jawab Vano.
" Kamu tenang saja, istriku tidak berfikiran seperti itu. sudah selesai ? aku harus segera pulang. Tiba - tiba aku ingin cuti dan mengajak istriku jalan - jalan " ucap Darren dengan santainya.
" Baiklah. Terimakasih Darr. Salam sama Senja ya " ucap Vano, kemudian berlalu meninggalkan Darren.
__ADS_1
Darren mendengus kesal, masuk ke mobilnya dan mengendarai sendiri kembali ke rumah. Darren serius pada ucapannya tadi, Darren memang ingin mengajak Senja jalan - jalan. Darren akan nekat menitipkan Dasen pada Sarita kali ini.
Sampai rumah, Darren langsung mencari sosok istrinya. Karena dia tidak melihat Senja di kamar atau di mana pun.
" Wat, Ibu kemana ? " tanya Darren pada asisten rumah tangganya.
" Ibu ke rumah opa pak, tadi terburu - buru. Karena disuruh menemui opa " jawab Wati.
Darren tanpa banyak berfikir langsung menyusul istrinya ke rumah opa.
Rumah opa tampak lengang saat Darren sampai di sana. Tidak ada seorangpun di lantai bawah. Opa dan Senja biasanya mengobrol di lantai lima, lantai yang asri dengan kebun dan kolam renang indoor menyuguhkan view yang indah di kala senja.
Ternyata dugaan Darren benar, tapi langkahmya wurung negitu mendengar apa yang mereka bicarakan.
Akhir - akhir ini Senja memang jarang mengunjungi opanya. Dasen yang masih terlalu kecil, sungguh menyita waktu dan pikirannya. Komitmen untuk tidak memakai baby sister harus dijalankan dengan benar agar tidak selalu menjadi ocehan Bae.
" Opa ini sebenarnya nggak enak hati sampai menyuruh kamu ke sini, Tapi ada yang mau opa omongin " kata Hutama.
" Apa itu opa ? " tanya Senja penasaran.
Opa terdiam, melihat Dasen yang tertidur pulas di pangkuannya. " Janhan terlalu serius Nja. Mungkin bagimu ini tidak penting, tapi bagi opa penting " ucapnya.
" Apa itu opa ? " tanya Senja semakin penasaran.
__ADS_1
" Jangan terlalu serius Nja " Hutama semakin dibuat tidak sabar oleh Hutama.
" Kamu sayang nggak sama cucu opa ? cinta nggak ? " tanya Hutama.
Darren semakin merapatkan dirinya di tiang besar yang menjadi tempat persembunyian dirinya, telinganya dipaksa kerja maksimal agar bisa mendengar pembicaraan opa dan istrinya.
" Sayang dan cinta sekali opa. Meskipun Senja masih sedang berusaha menyayangi dan mencintai abang dengan porsi yang pas. Ada cemburu, kesal dan kadang marah. Perlakuan abang membuat Senja ingin mencintai abang lebih " jawab Senja yakin.
" Cemburu, kesal dan kadang marah itu wajar. Tapi selalu ingat jangan mendiamkan masalah sampai berganti hari. Dalam menjalani rumah tangga jangan terlalu sempurna " ucap Hutama, sedikit membuat Senja bingung.
" Maksud opa ? " tanya Senja lagi - lagi penasaran.
" Awal kehancuran hubungan rumah tangga adalah rasa bosan. Darren adalah laki - laki yang menyukai tantangan, dia tidak akan berhenti di kata sempurna, Banyak yang sempurna tidak bis meraih hatinya karena dia merasa terlalu mudah menggapainya. Untuk mempertahankan pernikahan kalian, Jadilah sedikit tidak sempurna. Jadilah tidak konsisten. Berikan cintamu tapi jangan semua, sisakan sedikit biar dia yang berusaha mendapatkannya sendiri. Jangan terlalu pengertian, Percaya tapi jangan sepenuhnya, cemburu tapi sewajarnya. Jangan membuat Darren terlalu sempurna di matamu " ucap Hutama panjang lebar dan serius.
" Kenapa begitu opa ? bukankah jika kita mencintai, apalagi sudah suami istri semua harus sepenuh hati ? " tanya Senja masih belum sepenuhny mengerti maksud opanya.
" Karena waktu berjalan Nja. Perasaan kalian bisa berubah. Sekarang kalian bisa ngomong tidak kan bosan atau jenuh. Pernikahan yang terlihat bahagia pun bisa hancur seketika karena sedikit percikan. Opa minta, apapun cobaan yang kalian hadapi, jangan tinggalkan cucu opa. Buatlah dia kembali benar, jika dia salah. Opa sudah cukup lama di dunia, semua yang orang impikan sudah opa dapatkan. Sudah tidak ada lagi keinginan untuk diri opa sendiri. Opa ingin menutup perjalanan hidup opa dengan sebuah harapan, opa memilih meletakkan harapan itu padamu. Jaga Darren seperti kamu menjaga hatimu " ucap Hutama diakhiri dengan senyuman tulus diakhir kalimat.
Darren meraba dadanya mendengar ucapan Hutama. Kenapa seperti ada sesuatu yang aneh, kenapa harapan itu malah diletakkan pada istrinya. Semua yang diucapkan opanya, harusnya lebih pantas untuknya. Di luar sana godaan kesetiaan begitu besar, dari yang berbayar hingga gratisan. Dia yang suka tantangan, kenapa istrinya yang diingatkan. Harapan itu terlalu berat untuk dilimpahkan pada istrinya. Harusnya untuknyalah harapan itu. Dia kepala keluarganya.
" Darren mempunyai segala hal yang perempuan inginkan. Ketampanan, kedudukan dan kekayaan. Di luar sana banyak perempuan yang rela hanya ditiduri demi mendapatkan keuntungan lebih jauh, di luar sana juga banyak perempuan yang rela dijadikan istri simpanan oleh suamimu. Apa yang akan kamu lakukan untuk membuat suamimu tidak tergoda ? " tanya Hutama.
" Tidak ada opa, Senja tidak perlu melakukan apa - apa. Jika hati abang memang sudah berpaling, apapun yang Senja lakukan akan terlihat percuma. Tapi Senja janji sama opa, jika sampai abang khilaf. Senja janji akan membuat abang tidak sanggup memaafkan dirinya sendiri. Seorang pengkhianat dalam pernikahan, layak hidup dalam penyesalan. Senja tidak akan meninggalkan abang begitu saja, tidak akan ! sampai matanya sendiri pun tidak sanggup melihat dirinya dengan biasa sekalipun " ucap Senja penuh penekanan.
__ADS_1
Darren menelan ludahnya kasar. Masih berandai - andai saja istrinya sudah setegas itu. Darren tidak berani membayangkan lebih, Senja yang sedikit kesal saja selalu sukses membuatnya kelabakan. Tidak akan !! jika boleh Darren memilih, lebih baik diberi cobaan pailit daripada harus diberi cobaan wanita. Uang bisa dicari, istri seperti Senja tidak ada lagi.