
Mobil Senja mengarah ke kediaman keluarga Rajata .Senja sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Sonya .Mobil Senja berhenti di gerbang utama yang sangat tinggi dan menutup sempurna kemegahan di dalamnya .
Senja turun dari mobil ,berbicara sebentar dengan satpam rumah yang selalu bergantian menjaga rumah itu selama 24 jam .
"Nyonya sedang keluar negeri bersama calon mantunya bu ..."ucap seorang satpam begitu Senja mengatakan ingin bertemu Sonya .Meski Senja hanya setahun sekali datang ke sana ,itupun saat lebaran .Satpam masih menghafal betul wajah Senja yang selalu memberi angpau pada mereka dulu .
"Apa Raisa ada di rumah ? "tanya Senja .
"Non Raisa sudah lama pindah ke rumah suaminya bu ."jawab satpam itu lagi .
"Tuan Rajata ?"tanya Senja lagi .
"Di kantornya ,tadi bersama Den muda ."jawab satpam menyebut panggilannya pada Rafli .
"Baiklah ..Terimakasih pak ."ucap Senja .masuk ke mobil dan kembali memberikan instruksi kepada drivernya untuk pergi ke suatu tempat .Lagi - lagi sepeda motor sport tetap setia membuntuti kemanapun Senja pergi .
Driver memperlambat laju kendaraannya begitu memasuki pelataran gedung perkantoran menjulang tinggi bertuliskan 'RAJATA CORPS ' di puncak gedung .Kantor yang sudah lama tidak pernah dikunjungi Senja sejak kematian Rafli .
Menguatkan hati dan memantapkan langkah kakinya . Itulah yang dilakukan Senja sekarang .Kearoganan keluarga Rajata pada dirinya harus diakhiri .
Ada kalanya Senja diam , tapi ada saatnya juga Senja harus bertindak .Apa yang dilakukan keluarga Rajata sudah di luar nalar .Bahkan jasad yang tidak berdosa dan tidak berdaya pun masih mereka usik ,entah apa yang sedang mereka cari .
Senja berdiri tepat di depan meja resepsionis .Wajah dan gestur tubuhnya mendadak terlihat angkuh .
"Katakan pada tuan Rajata ,Senja Khairunisa Kemala .Perempuan pembawa sial ini ingin bertemu dengannya .Jika Tuan Rajata menolak ,saya pastikan wartawan akan datang tidak kurang 15 menit dari sekarang untuk melihat kekuatan seorang ibu yang sakit hati ." ucap Senja tegas dan tajam to the point tanpa basa basi membuat resepsionis sedikit kebingungan .Sepertinya resepsionis baru ,setidaknya mungkin dia baru bekerja setelah Rafli meninggal .Karena dia sama sekali tidak mengenali Senja .
Resepsionis langsung mengangkat gagang telepon dan melakukan panggilan internal dengan sekretaris Rajata ,menyampaikan apa yang Senja ucapkan ,lalu terdiam beberapa saat .Setelah hampir 5 menit menunggu resepsionis itu menutup teleponnya .
__ADS_1
"Asisten Pak Rajata akan menjemput anda ,Silahkan ditunggu sebentar ." ucap resepsionis sambil menunjuk set sofa yang tidak jauh dari mejanya .
"Terimakasih ."ucap Senja .
Tidak lama kemudian ,seorang laki - laki seumuran Aleandro berperawakan tinggi besar menghampiri Senja .
"silahkan ikut saya nyonya ."ucap laki -laki itu . Senja menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .
Laki - laki itu mengajak Senja menaiki lift khusus yang biasa Senja gunakan saat mengunjungi Rafli dulu .Semenit kemudian mereka sampai di sebuah lantai dengan design interior klasik yang mewah .Senja sudah bisa menebak ,di lantai inilah ruangan Rajata berada .Bukan tempat Rafli biasanya .Ruangan Rafli masih 2 lantai lagi di atas lantai ini .
Senja mengatur nafasnya , menenangkan debar di dadanya yang makin memburu .Setelah lebih dari 4 tahun ,inilah kali pertama Senja bertemu Rajata .Selama ini Sonya lah yang banyak menghinanya meskipun sudah terputus hubungan di antara mereka semenjak Rafli meninggal .Setelah tenang Senja pun masuk ke ruangan Rajata dengan pintu yang sudah terbuka lebar oleh laki - laki tadi .
"Apa yang membuatmu berani menginjakkan kaki di sini dan mengancamku ? "tanya Rajata dengan aura sangat dingin di balik meja kerjanya ,duduk dengan angkuh .
"Saya tidak akan datang ke sini kalau kalian tidak mengusik makam anak saya .Saya juga tidak berminat untuk bertemu dengan kalian kembali .Saya hanya ingin tau di mana kalian memindahkan makam anak saya ? ada hak apa kalian membongkar makamnya ? bahkan biaya makam saja kalian tidak keluar sama sekali ."ucap Senja pelan tapi sinis .
"Kalau kalian mau memindahkan makam anak kalian ,silahkan saja .Saya tidak peduli sekalipun saya juga berhak atas tubuh suami saya .Tapi jangan sampai mengusik makam Zain ,semasa hidup saja kalian tidak peduli .Jadi apa alasan kalian berani memindah jenazah Zain ?"ucap Senja tegas dan masih bertanya - tanya .
"Anak itu anak nya Rafli bukan ? Jadi kami juga berhak atas dirinya ."ucap Rajata enteng .
"Jangan bicara hak atas Zain ,Ingat apa yang kalian katakan dan perbuat selama Zain masih hidup .Kalian melihatnya sekalipun tidak .Hak kalian pada Zain hilang semenjak kalian mengatakan tidak akan mengakui Zain sebagai cucu karena terlahir dari perempuan pembawa sial ."ucap Senja ,berani .
"Kami berubah pikiran ,kami ingin memberikan tempat terbaik pada anak dan cucu kami sekalipun itu hanya berupa makam ."ucap Rajata terus mencari pembenaran sendiri .
"Zain tidak butuh itu dari kalian .Percuma kalian memberi tempat pemakaman yang terbaik menurut kalian ,tapi nama Zain tidak sekalipun disebut dalam doa kalian ."tegas Senja .
"Sudahlah .... Saya tidak akan memberitahu dimana makam mereka sekarang .Tidak ada hubungannya lagi denganmu ."ucap Rajata berdiri dari kursi kebesarannya .
__ADS_1
"Anda boleh memutus hubungan saya dengan anak anda ,Tapi ingat tuan ,tidak ada yang bisa memutus hubungan seorang ibu dan anak ,sekalipun itu kematian .Sebenci apa kalian dengan saya ,itu hak kalian .Sekarang saya hanya ingin tau di mana makam Zain ."ucap Senja pelan tapi tidak menutupi ketegasannya .
"Sudah saya bilang ,saya tidak akan memberitahu kamu sampai kapanpun .Kecuali kamu mau berlutut di kaki saya dan kaki istri saya karena menyebabkan kematian anak dan cucu saya ."ucap Rajata dengan seringai liciknya .
"Benarkah saya yang menyebabkan mereka meninggal ? apa anda bisa membuktikan ? apa anda merasa kematian suami dan anak saya begitu penting dan menguntungkan bagi saya ? Atau anda hanya salah sasaran saat itu ? "tanya Senja dengan senyuman sinis .
"Keluar kamu dari ruanganku dan jangan pernah injakkan kakimu di kantor ini lagi .Sampai kapanpun kami tidak akan memberitahu makam Rafli dan anaknya ."usir Rajata .
"Anda akan menyesal memperlakukan saya seperti ini tuan .Saya datang hanya ingin mengambil hak saya sebagai seorang Ibu .Tapi anda bersikeras tetap menyimpan hak saya .Silahkan saja .Saya akan mencari tahu sendiri .Saya tidak sudi mencium kaki orang - orang yang berhati culas seperti kalian ."ucap Senja masih terlihat berani .
"Jangan sombong hanya karena kamu akan segera menjadi menantu Mahendra .Bersama mereka pun belum tentu kamu bisa menemukan makam anakmu kembali ."ucap Rajata dengan tatapan licik dan sinis pada Senja .
"Jangan pernah meremehkan kemampuan seorang Ibu ,tuan Rajata .Seorang Ibu rela melakukan apapun demi anaknya .Ibu yang baik pun bisa berubah menjadi jahat kalau anaknya diusik .Satu hal lagi ,saya layak sombong karena saya menjadi menantu dari keluarga yang tidak hanya terpandang ,tapi mereka juga luar biasa baik .Kekayaan tidak membuat mereka miskin hati nurani dan memandang rendah orang lain ."ucap Senja kembali membalas tatapan sinis Rajata dengan tajam .
"Semoga mereka cepat menyadari ,di luar sana masih banyak perempuan dari keluarga terpandang yang bisa dijadikan menantu .."Rajata kembali menhina Senja .
Senja hanya menanggapi dengan senyuman sinis .
"Terimakasih atas waktunya tuan ...Saya tidak akan berhenti sampai di sini .Sekali kalian mengusik Zain jangan harap hidup kalian akan berjalan normal setelah ini .Semoga harta anda masih cukup untuk membeli kebahagian dan ketenangan ."ancam Senja ,pelan namun cukup membuat Rajata semakin kesal terhadapnya .
Senja keluar dari ruangan Rajata ,bulir air mata yang sedari tadi tertahan lolos jatuh .
"Maafkan mama Zain ."batin Senja lirih .
Di balik pintu toilet yang ada di dalam ruangan Rajata ,Firly menangis .Firly benar - benar tidak tau kalau langkah keluarganya sudah sejauh itu .Sekarang bagaimana bisa Firly mengharap Senja menerima dirinya ,jangankan sebagai suami ,sebagai temanpun Senja tidak akan mau .Bahkan maaf ribuan kali tidak pantas dia terima .Jika semua serumit dan semenyakitkan ini ,apalagi gunanya hidup .
"Senja !!!" teriak seseorang begitu Senja sampai di lobby .senja menoleh ke arah suara .
__ADS_1