
Setelah menerima telepon dari opanya .Tubuh Darren serasa melemas .Membayangkan Senja yang pasti sangat sedih dan terluka saat ini .Senja yang di depan orang selalu menunjukkan kekuatan dan ketegaran ,tapi menyimpan kerapuhan yang begitu dalam .
Darren mengganti bajunya ,bersiap menjemput belahan jiwanya .Merendahkan egonya .Sakit ketika dibanding - bandingkan dengan Rafli ,tidak sepadan dengan sakit yang Senja rasakan saat ini .Soal pesta lajang ,Darren tidak peduli lagi jika teman - teman menganggapnya bucin ,cemen atau ISTI .Darren tidak perlu menambah beban pikiran Senja ,dengan kegilaan yang tidak penting .
Menuruni anak tangga dengan langkah semangat seperti seseorang yang akan mengunjungi rumah pacarnya ,membuat Sarita yang baru saja datang bertanya - tanya .
"Seneng amat ? sudah berhasil bikin goal ? "tanya Sarita ,curiga Senja dan Darren khilaf siang ini .
"Mama asal aja ,Gawangnya aja di rumah Opa .Mana bisa Goal .Empat hari lagi ma , sekalian .Darren dan Senja tidak akan keluar kamar 2 hari 3 malam "ujar Darren .
"Kok bisa Senja di rumah papa ? "tanya Sarita heran .
"Katanya kangen Opa ,ini mau Darren jemput sekalian mau kasih undangan ke panti asuhan .Kami pulang malam ,kalau boleh sih pagi sekalian ."ucap Darren asal .
"ngawur saja kamu itu .Bawa anak perawan mama kudu pulang sebelum jam 10 malam "ucap Sarita .
"Senja mah bukan perawan lagi ma "sahut Darren .
"Terserah apa sajalah .Bagi mama Senja anak perawan mama .Kalau kamu mau pulang pagi juga terserah .Perjaka bukan ,Duda bukan "ledek Sarita .
"Ini nih ,anak kandung serasa anak tiri kalau sudah punya menantu idaman hati "ucap Darren kesal .
"Memang ...Sekarang mama punya teman nimpuk kalau sampai kamu macem - macem "canda Sarita .
"Suka - suka mama lah .Darren berangkat dulu .Jemput perempuan tercantik di rumah ini "canda Darren membuat Sarita menimpuk kepala Darren dengan tasnya .Karena dari Darren kecil Sarita selalu mengajari Darren ,jika ada yang bertanya siapa yang paling cantik di dunia ini ? jawabannya harus mama Sarita .
Di rumah Hutama Senja sudah selesai mandi dan bersiap kembali menunggu jemputan Darren .Chun Cha masih belum pulang kerja ,tapi kata Chun Cha malam ini dia dan Aleandro akan mampir sebentar ke Nando untuk memberikan perkenalan dulu pada Chun Cha agar nanti pas belajar ,Nando lebih nyaman .
"Sudah siap ketemu Darren ? "canda Hutama .
"Ih...Opa... ya siaplah Opa .Kan tiap hari emang ketemu "jawab Senja sedikit malu .
__ADS_1
"Ingat kata Opa ,Sebisa mungkin jangan membanding - bandingkan lagi dan yang paling penting jangan keluar rumah kalau sedang ada masalah .Untung saja perginya ke Opa ,coba kalau Senja perginya ke Aleandro pasti lain ceritanya "ucap Hutama terkesan santai .
"Iya Opa ,akan Senja ingat - ingat .Kalau sekarang kan belum resmi menikah ,jadi belum dosa dong Opa "bela Senja membuat Hutama terkekeh .
"Kamu masuk kamar dulu sana .Opa mau ngomong sama Darren dulu sebentar .Ingat nanti jangan langsung baik juga ,agak drama sedikit .Opa senang kalau anak itu belajar meminta maaf sama orang lain .Selama ini ,itu susah sekali .Gengsinya gede Nja "ucap Hutama .
Begitu mendengar suara mobil ,Senja langsung masuk ke kamar yang di sediakan Hutama khusus untuk Senja setiap kali datang ke sana .
"Kalau Opa gak telpon ,berani gak kamu jemput Senja ke sini ? "tanya Opa kembali tanpa basa basi .
"Tadinya sempat gak berani Opa ,tapi mikir emang mau ke sini .Tapi nganter undangan dulu "ucap Darren ,kelihatan bohongnya .
"Ngomong apa Senja sampai pergi dari rumah ? "tanya Hutama lagi .
"Opa jangan mengkronfontir omongan Senja dengan Darren deh .Senja pasti sudah cerita "ucap Darren .
"Senja hanya bilang hanya salah paham "ucap Hutama menanti kejujuran cucunya .
PLAKKK .... Hutama menampar pipi Darren lumayan keras .
"Kamu laki - laki ,jika perempuan mengungkit terus masa lalunya masih wajar .Tapi kamu menjadikan masa lalu orang yang katanya kamu cintai sebagai bahan olokan itu bodoh .Kenapa kamu sekarang lambat sekali berfikirnya ? "tanya Hutama sinis .
"Efek Senja Opa ,Senja bikin Darren susah mikir yang lain "jawab Darren sok polos .
"Kamu kira Opa percaya .Jangan - jangan cucu Opa Senja ,karena dia lebih pintar darimu "ucap Hutama meledek Darren .
"Opa menyembunyikan Senja di mana ?"tanya Darren asal .
"Nanti saja cari Senjanya .... Opa mau besok kita ketemu dengan papanya Senja .Ajak papamu sekalian .Besok mereka datang kan ? "papa bertanya balik .
"Iya Opa mereka datang .Tapi kata mama ,Senja bakalan nginep sama mereka di hotel dan Darren tidak boleh menemui Senja "ucap Darren ,sedikit merengek .
__ADS_1
"Itu memang benar .Harus begitu .Besok atur kita bertemu papa Senja .Bisnis Rajata banyak di negara S ,hanya papa Senja yang mampu membuat mereka jatuh .Orang yang gila uang harus kita habisi dari uangnya .Tapi jangan terlalu cepat juga .Mereka harus menderita pelan - pelan "ucap Hutama .
"Tapi kita harus memastikan satu hal dulu Opa "ucap Darren serius .
"Apa ? "tanya Hutama yang memang tidak tahu banyak tentang masalah Senja dan keluarga Rajata .
"Kita harus memastikan Firly adalah Rafli "
"Mereka memalsukan kematian anak mereka sendiri ? "tanya Hutama heran .
"Kemungkinan besar Iya Opa .Sepertinya ada alasan kuat yang membuat Rafli menurut apa kata orangtuanya .Kita harus memastikan alasan itu bukan Zain ."kata Darren .
"Mereka benar - benar keluarga yang tidak waras .Harta membuat hati nurani mereka mati ,mengorbankan anak demi ambisi .Besok pastikan saja kita bisa bertemu papanya Senja .Opa yang akan atur langkah - langkahnya "ucap Hutama ,meninggalkan Darren lalu berjalan menuju kamar Senja .
"Pulanglah ..Opa tidak mengantar kalian ke depan .Opa mau istirahat "kata Hutama begitu melihat Senja membuka pintu kamarnya .
"Iya Opa ...Terimakasih Opa sudah mengingatkan Senja "ucap Senja tulus .
"Sudah tugas Opa "jawab Hutama singkat ,lalu meneruskan berjalan ke kamarnya .Usia memang tidak bisa bohong ,terlalu banyak duduk malah membuatnya kesusahan saat kembali berjalan .
Senja sedikit ragu menghampiri Darren yang sedang melihat hasil foto - foto prewedding mereka yang baru saja dikirim oleh fotografer .
"Kita pulang "ajak Senja singkat .
Dareen langsung menoleh begitu mendengar suara Senja .Darren reflek berdiri dan memeluk Senja .
"Jangan pergi - pergi lagi .Kalau mau marah , pukul saja aku "ucap Darren ,memeluk seperti seminggu tidak bertemu .
"Aku masih malas ngomong "ucap Senja menuruti permintaan Hutama .
"Ayolah Ask ...Jangan bicara aku - aku lagi ,bilang Senja .Itu lebih manis di dengar "pinta Darren ,melingkarkan tangannya di pinggul Senja lalu berjalan ke pelataran tempat mobilnya berada .
__ADS_1
"Lihat nanti "jawab Senja singkat .