
Setelah pulang dari rumah sakit .Darren menunggui Senja di kantornya .Darren tidak mau meninggalkan Senja sendirian .
"Abang gak ada kerjaan ?"tanya Senja ,melirik Darren sebentar lalu kembali fokus ke laptopnya .
"Ya ada lah .Kan bisa di kerjain di sini ."jawab Darren ,menganggkat ponsel keluaran terbaru dengan harga dua kali lipat gaji Senja saat ini .
Senja melirik layar ponselnya yang sudah retak .Darren mengikuti arah lirikan mata Senja ,membuat mata Darren melotot sempurna dan berdiri .
"Kamu memakai ponsel yang sudah seperti ini ?"tanya Darren heran ,menimang-nimang ponsel Senja lalu mengetuk layar ponsel Senja dua kali .Foto Senja bersama Firly dan Zain langsung tertangkap mata Darren .
"Bang ...ini privasi ." Senja mengambil ponselnya dari tangan Darren .
"Kamu boleh membuka ponselku semau kamu ."ucap Darren ,meletakkan ponselnya ke meja Senja .
"Tapi Senja tidak berniat membukanya ."jawab Senja santai .
"Pulang kerja anterin aku ke mall sebentar ya ."pinta Darren .
"Boleh ...Sekalian Senja mau beli baju boleh ya bang ...Baju Senja banyak yang sudah gak muat ."ucap Senja .
"Aku suka kalau kamu berisi seperti sekarang .Aku tidak akan menyuruhmu diet setelah melahirkan .Kita akan langsung mempunyai anak setelah anak itu lahir ."kata Darren ,berandai - andai .
"Abang ngomong apaan sih ,belum tentu juga kita nikah ."ucap Senja pesimis .
"Kita pasti menikah .Aku tidak peduli kamu mencintaiku atau tidak .Kita akan menikah ."sahut Darren optimis .
"Abang mah nikah mulu yang di omongin ."kilah Senja .
"Senja .... Aku punya kesalahan yang sangat besar sama kamu .Memastikan kebahagiaanmu dan menjadikanmu kamu bagian penting dari hidupku adalah prioritasku saat ini ."ucap Darren serius .
"Bang ... Tolong jangan terlalu tinggi menaruh harapan abang .Senja takut mengecewakan dan membuat hati abang sakit ."ucap Senja lirih.
"Lakukan saja yang semestinya kamu lakukan .Selebihnya serahkan padaku .Jangan halangi hatimu untuk mengakui dan memuji kehebatanku ."ucap Darren ,membuat Senja tersenyum .
"Kita berangkat sekarang yuk bang !! Senja sudah selesai ."ajak Senja ,tangannya menutup laptop lalu mengambil tas tangannya .
Darren menggenggam tangan Senja ,tidak melepas sedikit pun .Membuat beberapa karyawan Senja yang tadinya mengira Senja ada hubungan dengan Aleandro menjadi mengubah pikirannya .
__ADS_1
Sampai di mall ,Darren mengantar Senja membeli baju di sebuah brand yang lumayan ,tidak murah juga tidak mahal .Darren sudah mengarahkan ke brand yang biasa Darren pakai ,tapi Senja menolak .
Keuangan Darren bukan tandingan Senja .Memaksakan diri membeli baju di sana ,akan membuat Senja dan anak yatim piatu yang di tanggungnya puasa beberapa bulan .Meskipun Darren sudah menawarkan diri untuk membayarkan ,tapi Senja tidak mau .Memberi kesempatan bukan berarti memanfaatkan Darren sesukanya .
"Yuk bang ..."ajak Senja sambil menenteng tiga paper bag berisi baju - baju pilihannya .
"Sudah ?kok cepet banget ? "tanya Darren heran .Karena Darren pernah mengantar mamanya berbelanja dan waktunya berlipat - lipat lebih lama dari ini .
"Ngapain lama - lama bang .Abang mau beli apa .beli dulu .Habis itu kita makan ya .Senja yang traktir ."ajak Senja lagi .
Darren mengambil paper bag dari tangan Senja ,lalu memasukkan Clutch nya ke dalam paper bag .Lalu kembali menggandeng tangan Senja menuju counter hand phone merk salah satu buah .
"Awas !!! "teriak Senja reflek melepas gandengan tangannya dan berlari menahan manekin yang mau menjatuhi bocah laki - laki kecil berusia 6 tahunan .Seusia Zain ,seandainya Zain masih hidup .
"Hati - hati sayang .Jangan lari - larian ya ,bahaya ."ucap Senja ,mengusap lembut Kepala bocah itu .Senja memperhatikan wajah bocah itu ,sekilas dan semakin lama seperti tidak asing baginya .
"Kamu membuatku deg - deg an Senja .Jangan berlari secepat itu .Kamu sedang hamil ."ingat Darren .
"Di mana orangtua mu ? "tanya Senja lembut
"Kamu sama siapa ? mana orangtuamu ? kenapa sendirian ?"tanya Senja lembut .Senja melihat anak itu fokus melihat gerak bibirnya .Senja mulai sedikit menduga .
"Di sini sama siapa ? "tanya Senja kali ini sambil memperpelan gerak mulutnya dan menambah gerakan tangan .
Anak itu menjawab dengan isyarat tangannya dan suara yang tidak begitu jelas .
"Mama di sana ."ucap si anak menunjuk arah toko pakaian anak - anak .
Benar dugaan Senja ,bocah ini mengalami gangguan bicara dan pendengaran .
"Nama tante Senja ,kamu siapa ? "tanya Senja seolah ingin mengenal bocah itu lebih jauh .Darren hanya melihat kelembutan Senja dengan kagum .
"Nando ."jawab bocah itu tetap menggunakan bahasa isyarat tapi dengan suara juga .
"Nando ganteng sekali .Tante punya anak seumuran nando .Tapi sudah di surga ."ucap Senja dengan senyuman hangat .
"Pa..pa ...Nando ..ju..ga ..di ...sur..ga .."jawab bocah itu ,Darren tidak terlalu paham hanya menyimak .Meskipun ada gerakan tangan yang mendukung ,Darren tidak terlalu paham .
__ADS_1
"Anak pintar ... ayo ,tante antar ke mama kamu ."ajak Senja di jawab anggukan mantap si bocah .
"Bang tunggu sebentar ya ,Senja antar anak ini dulu ke mamanya ."ucap Senja yang juga hanya di balas anggukan oleh Senja .
Senja menggandeng tangan bocah itu ,sesekali Senja memperhatikan garis muka dan matanya yang mengingatkan Senja pada seseorang .
Seorang perempuan seusia Senja .Tinggi ,berkulit eksotis ,tinggi dan ramping menghampiri Senja dan Nando .
"Maaf kak kalau Nando mengganggu kakak ."ucap perempuan itu sopan .
"Tidak kak ,Nando anak yang manis .Tadi dia berlarian di luar ,hampir membuat manekin jatuh menimpanya ."jelas Senja .
"Astaga Nando ... Mama sudah bilang jangan berlarian .Gaji mama bisa habis kalau harus mengganti manekin "ucap Perempuan itu walaupun ada rasa kesal tapi masih dengan suara lembut .
"Yang penting anaknya sudah gpp Kak .Nando tante pergi dulu ya ,semoga kapan - kapan tante bisa bertemu nando lagi ."ucap Senja kali ini sambil membuat dirinya berdiri dengan lututnya .
"Tan..ta ..baik ..can ..tik ."puji Nando sambil membelai wajah Senja .
"Terimakasih sayang .Apakah Nando mau hadiah dari tante ? ."tanya Senja lembut .
Nando mengangguk senang .Sepertinya mama Nando hendak menolak ,tapi buru - buru Senja memberikan kode untuk membiarkan Nando .
"Peluk tante dulu ... Nanti tante akan berikan apapun yang nando mau ."janji Senja sambil merentangkan tangannya ,Nando langsung menghamburkan dirinya dalam pelukan Senja .
"Zain .... kamu apa kabar sayang ? apa Zain sekarang sudah sebesar Nando ? Zain lihat mama kan ? Zain sedih gak lihat mama kesepian ? Zain sedih gak lihat mama sering sendirian ? Zain tenang di sana ya nak ...tunggu mama ,sampai kita berkumpul lagi ."bisik Senja lirih .
Nando mengusap punggung Senja seolah mengerti kerinduan Senja pada Zain .Seolah menangkap bisikan keresahan Senja .Zain merenggangkan pelukan Senja .Lalu mengelus pipi Senja .Mencium lembut pipi Senja .Membuat Senja tidak kuasa menahan tangis .
"Terimakasih Nando ..."ucap Senja kembali merengkuh tubuh Nando ke dalam pelukannya .
Mama Nando membiarkan Senja puas memeluk putranya .Sebagai seorang Ibu ,dia bisa merasakan bagaimana perasaan Senja sekarang .
Dari jauh Darren melihat Senja meneteskan air matanya .Senja jarang menampilkan sisi lemahnya di hadapan orang lain ,Senja begitu pintar menyembunyikan kesedihannya .Padahal ,sesekali menjadi cengeng juga tidak masalah.
Darren melangkahkan kakinya mendekati Senja .Langkahnya menjadi pelan ,begitu melihat perempuan mengulurkan tangannya untuk mengusap pundak Senja .
"Rossa ..."ucap Darren antara sapa dan tanya ,perempuan itu pun langsung menoleh ke arah Darren .
__ADS_1