Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Ooforektomi unilateral


__ADS_3

" Darren pengen berbicara dengan dokter dulu sebelum memutuskan " ucap Darren lirih, suaranya serak.


" Kamu boleh meninggalkan anak Appa jika kamu khawatir tidak bisa mempunyai anak lagi Darr. Silahkan. Tapi anak Appa harus selamat " ucap Arham.


" Ini bukan masalah anak Appa, Darren hanya ingin tahu resikonya. Darren tidak mau ada satu pun hal yang membahayakan Senja. Darren tidak peduli bisa mempunyai anak lagi atau tidak, Darren hanya ingin Senja selamat dan bangun segera " kata Darren, tegas.


" Itu yang kita inginkan Darr " ucap Bae.


" Apa Senja akan segera pulih jika tindakan ini dilakukan ? " tanya Darren ragu.


" Dokter mengatakan seperti itu Darr "


" Senja masih bisa punya anak Darr. Tapi itu urusan belakangan, sekarang kamu tanda tangani itu dulu supaya dokter segera melakukan tindakan atau pendarahannya semakin parah dan menyebabkan infeksi " ucap Bae.


" Tindakan apa lagi ? " Hutama bertanya.


" Salah satu indung telur Senja mengalami kerusakan akibat benturan tuan Hutama. Kita masih bersyukur bukan rahimnya yang kena. Itu yang menyebabkan Senja juga tidak segeea pulih. Karena ternyata pendarahan di dalam terus ada akibat indung telurnya " jawab Bae.


" Ooforektomi unilateral (prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat satu ovarium ) adalah jalan satu - satunya yang harus dilakukan Darr. Jika semua lancar, besok Senja pasti akan pulih " tambah Arham.


Darren membaca kembali kertas di dalam map di tangannya, lalu menandatanganinya dengan berat hati. Bae mengambil kembali map itu, bersama Arham keduanya kembali menemui dokter.

__ADS_1


Darren kembali menangis sesenggukan, seperti ini rasanya ternyata takut kehilangan dan ditinggalkan. Jangankan mengalami untuk membayangkan saja Darren tidak ingin lagi ada di posisi sekarang.


Suara tangisan baby Dasen membuat hati Darren semakin pilu, rintihan suara Zain yang memanggil - manggil mama Nja di pelukan Sarita melengkapi sayatan hati Darren.


" Ask, Jangan biarkan aku sendirian menghadapi ini Ask. Aku tidak sanggup " Darren menutup kedua telinganya dengan tangannya. Tangisan baby Dasen semakin pilu, seolah merasakan kesedihan orangtuanya.


" Darr, coba gendong Dasen. Tapi tenangkan hatimu. bayi itu peka " ucap Hutama, tangannya melambai menyuruh Chun Cha mendekat.


Chun Cha dengan hati - hati meletakkan Dasen di tangan kanan Darren yang sudah ditekuk membentuk sudut empat puluh lima derajat. Sementara tangan kanan Darrenasih terpasang selang infus.


"Das, Kita sabar ya. Mama Nja pasti akan sembuh. Das kuat, jangan nangis. Mama Nja tidak cengeng. Das sama Daddy dulu ya, kita tunggu mama Nja " uvap Darren, suaranya pelan. Air mata mengalir setetes demi setetes.


" Dad, mama Nja pasti sembuh kan ? " tanya Zain yang baru saja minta turun dari pangkuan Sarita.


" Adek Dasen tidak menangis lagi " ucap Zain menunjuk ke arah baby Dassen. Pipinya merah dan cuby.


" Darr, sini biar mama gendong. Kamu istirahatlah. Zain temani Daddymu berbaring. Oma tidak mau lagi dengar suara anak laki - laki menangis di sini " ucap Sarita pura - pura kesal.


Satu jam berlalu, Bae dan Arham kembali ke ruangan. Wajah mereka sudah tak sekusut sebelumnya.


" Operasi Senja berjalan lancar. Kita tunggu empat sampai enam jam ke depan. Menurut dokter tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi "ucap Arham, memberi sedikit kelegaan pada Darren dan juga yang lain.

__ADS_1


" Semoga mama Nja segera bangun ya Zain. Daddy lebih senang dimarahi mama Nja ketimbang harus seperti ini " gumam Darren.


" Daddy harus berjanji tidak sering - sering membuat mama Nja marah. Jangan membuat mama Nja kesal. Biar mama Nja bahagia bersama kita " ucap Zain polos.


" Daddy janji sayang. Daddy akan menjaga mama Nja lebih baik " ucap Darren.


Darren membiarkan Zain tertidur di atas dadanya. Tentu tidak mudah bagi Zain melihat kondisi mamanya sekarang.


" Darr, waktunya minum obat " ucap Sarita.


" Tolong ambilkan ma, kasihan Zain kalau Darren gerak - gerak " kata Darren.


Sarita mengambilkan obat dan segelas air putih lalu membantu Darren meminumkannya.


Darren termenung melihat baby Dasen dan Zain. Keduanya tertidur pulas. Zain di dadanya sedangkan baby Dasen digendongan Sarita.


" Darr....tidurlah kalau Senja sadar, mama akan bangunkan kamu. Jaga kesehatanmu juga. Kita masih menunggi CT scan dan MRI mu, semoga semua baik - baik aja " ucap Mahendra.


" Darren tidak bisa tidur pa, Darren takut memejamkan mata. Darren ingin tetap terjaga sampai Senja sadar. Darrwn ingin menastikan Senja kembali pada kita secepatnya. Darren sungguh tidak bisa tanpa Senja. Darren taku pa. Senja tidak selemah ini " ucap Darren lagi dan lagi mengutarakan kekhawatirannya.


" Semua akan baik - baik saja " ucap Mahendra.

__ADS_1


Darren mengusap air matanya yang lagi - lagi jatuh tak terkendali.


" Ask, aku menyesal bangun lebih dulu. Rasanya aku ingin tidur lagi. Aku ingin mencarimu, sedang di mana kamu sekarang Ask. Berhenti membuat aku khawatir, jika aku salah hukum aku dengan cara yang lain. Jangan seperti ini " batin Darren lirih.


__ADS_2