Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Kegilaan Maya


__ADS_3

" Aku tidak meninggalkan satu sepatuku untuk mendapatkan hati seorang laki - laki. Lama tidak bertemu. Waktu merubahmu banyak May. Tapi perubahanmu tidak menjadikanmu lebih baik. Aku sudah banyak mendengar ceritamu dari Vano dan Rianti. Aku semakin yakin kakakku hanya korban dari permainan kalian " ucap Senja dengan berani.


Darren memasukkan kedua tangannya ke kantong samping celana chinosnya. Menatap istrinya penuh rasa kagum dan bangga. Senja tidak butuh siapapun, untuk membalas hinaan orang padanya.


Maya hendak masuk ke ruangan, tapi petugas kepolisian menghalanginya.


" Maaf bu saudara Dela sedang dalam proses penyelidikan. Tidak boleh lagi bertemu dengan sembarangan orang. Keluarga sudah mengajukan tuntutan resmi pasal kelalaian menyebabkan kematian " jelas anggota kepolisian itu.


" Kenapa dia bisa masuk tadi ? " tanya Maya, sedikit tidak terima.


" Atas permintaan pengacara korban dengan pendampingan petugas di dalam. Anda juga bisa bertemu jika mau mengurus prosedurnya. Segala pembicaraan yang anda lakukan direkam dan bisa dijadikan barang bukti tambahan jika diperlukan " ucap bapak polisi itu lagi.


" Kalian berani bermain - main dengan nama baik kalian rupanya " ucap Maya sinis.


" Tentu saja kamu berani. Sebelum melanjutkan rencana kalian, pastikan apa yang kalian ucapkan semua benar. Jika tidak, kalian tanggung sendiri akibatnya. Aku tidak peduli kita pernah sedekat apa dulu. Aku sedang menghadapi Maya yang berbeda dengan yang dulu aku kenal, jadi akupun bisa menjadi orang yang tidak kamu bayangkan sama sekali " ancam Senja.


" Sudah Ask ? " tanya Darren lembut dan mesra.


" Sudah, kita serahkan saja ke proses hukum Ask, perempuan itu jelas tidak hamil. Dia akan pura - pura hamil. Lihat badan perempuan ini, justru dia inilah yang hamil. Satu kebohongan mereka sudah jelas, biarlah kebohongan lain akan terungkap dengan sendirinya " jawab Senja, matanya melirik sinis Maya.


" Kamu hanya sedang beruntung Nja, kita lihat saja nanti. Kamu sedang menghadapi siapa. Apa kamu masih bisa sombong setelah tau siapa yang akan melindungiku " ucap Maya, masih dengan keangkuhannya.

__ADS_1


" Aku layak sombong May, dengan atau tanpa siapapun di samping, depan atau belakangku. Aku akan mengandalkan diriku sendiri untuk membela kakakku dari tuduhan kalian " balas Senja, santai dan dengan senyuman tipis.


Langkah kaki tegap dan tegas menghentikan sejenak perdebatan Senja dan Maya. Langkah itu berhenti tepat di belakang Maya, rupanya laki - laki pemilik langkah itu belum melihat Senja dan Darren karena masih fokus pada layar ponselnya. Senja masih menunggu, sampai ada tanda - tanda laki - laki itu menyapa atau Maya yang menyapanya duluan.


" Untunglah kamu datang dengan cepat sayang " ucap Maya, bergelayut manja di lengan si lelaki.


" Aku kehabisan cara menghadapi mereka, adikku juga korban di sini mereka malah menuntut adikku yang sedang hamil anak kakak mereka " tambahnya. Maya mulai mengadu.


" Apa kabar pak Ullom ? " sapa Senja dengan ramah. Darren menahan senyumnya melihat ekspresi kaget dan wajah memerah dosen pembimbing istrinya sekaligus rekan bisnisnya itu.


" Dunia sempit banget ya Ask, masih lebar ranjang kita " seloroh Darren asal.


" Pak Darren...Senja....Kok kalian juga di sini ? Jangan bilang kalau kalian keluarga korban laki - laki yang bersama Dila ? " Ullom bertanya dengan wajah sedikit khawatir.


Ullom membisikkan beberapa kalimat pada maya, keterkejutan jelas sekali di wajahnya.


" Nja, apa tidak bisa kalian berdamai saja " ucap Ullom.


" Tentu saja tidak bisa pak, kakak saya meninggal karena kelalaian Dila. Belum lagi dia malah menuduh kakak saya yang memiliki narkobanya, padahal jelas hasil tes kakak saya saja negatif. Saya yakin seribu persen, kakak saya benar - benar korban buaian Dila atau paling tidak suka sama suka. Pak ullom kenal saya dan suami bukan ? reputasi kami tidak akan kami buat main - main, kami sama - sama owner dari perusahaan yang tidak sembarangan, maka kami akan melakukan apapu untuk melindungi nama baik keluarga kami " ucap Senja panjang lebar.


" Aku percaya kamu Nja, Maya ini istri keduaku " ucap Ullom.

__ADS_1


" Ohhhh, semoga panjang jodoh pak " ucap Senja basa basi, tidak benar - benar tulus.


" Sayang, kamu kenal mereka ? " selidik Maya.


" Senja ini dulu mahasiswaku, sekarang rekan bisnisku, suaminya pun rekan bisnisku " jawab Ullom santai.


" Kalau begitu hentikan kerjasama dengan mereka, kalau sampai mereka tidak mau mengakui kehamilan adikku " ucap Maya keukeh.


" Apanya yang mau diakui ibu Maya, saya sudah meminta dokter untuk melakukan pemeriksaan. Anda ingin memanipulasi kehamilan ? silahkan. Siapapun yang membantu anda akan kami kejar sampai ke akar - akarnya. Kami rela membuang waktu, tenaga dan uang untuk mendapatkan kebenaran. Apalagi orang yang di belakang anda adalah pak Ullom, saya yakin beliau tidak semudah itu mengikuti kebodohan kamu " tukas Senja.


" Tapi Dila benar - benar hamil " ucap Maya dengan sedikit emosi.


" Kita tunggu saja hasil pemeriksaan dokter, jika benar, kami akan melakukan tes DNA dulu. Kami tidak mudah percaya apalagi diperdaya. Tenang saja, kami akan bersikap fair dan gantle. Jika itu memang anak kakak kami, pasti kami akan bertanggung jawab " ucap Senja dengan santai.


" Sudahlah May, apa yang dikatakan Senja benar dan masuk akal. Hasil pemeriksaan lebih valid jika sekedar omongan, kamu jangan suruh - suruh aku untuk memutus hubungan kerjasama dengan mereka. Aku mengenal mereka jauh lebih dulu sebelum aku mengenalmu, lagian kamu ini hanya istri siriku, jangan berani mengaturku apalagi masalah pekerjaanku. Fokus saja pada kehamilanmu, kalau sampai terjadi apa - apa dengan anakku, aku tidak akan berfikir dua kali untuk meninggalkanmu " ucap Ullom, tegas dan sedikit mengancam.


Senja mengelus dadanya, kemarin - kemarin Senja madih berharap Vano dan Rianti hanya betlebihan saat menceritakan tentang maya, tapi melihat kenyataan sekarang ini, Senja pun yakin kalau Maya tidak layak lagi disebut teman.


Darren dan Senja agak menjauh dari mereka, sebenarnya Senja juga masih menduga - duga kalau Dila tidak hamil, kalau sampai hamil tentu saja urusan mereka akan sedikit lebih panjang. Belum lagi kalau sampai anak itu benar anak Ming akan makin panjang lagi ceritanya. Sedangkan Dila sendiri pasti akan menjalani hukumannya karena penyalahgunaan narkoba.


" Sayang jangan mengancamku di depan mereka. Lagian kamu masih bisa berbisnis demgan yang lain, aku pokoknya tidak suka dengan meteka. Sekali saja dalam hidupku, aku ingin dipandang lebih dari Senja " ucap Maya yang memang menyimpan rasa iri dan dengki yang akut untuk Senja.

__ADS_1


" Kamu sudah terlihat lebih May dari aku, Lebih serakah, lebih jahat dan lebih kejam dari aku " ucap Senja, bicaranya benar - benar menantang. Membuat Maya menjadi emosi, maya langsung menghampiri Senja dan menjambak rambut Senja dari belakang. Ullom dan Darren serta pak polisi ingin melerai.


" Stop jangan ada yang membantu " ucap Senja agak keras.


__ADS_2