Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
runtuh sekali lagi


__ADS_3

Senja mendongakkan wajahnya ,menatap Sendu wajah Firly yang juga sedang menatapnya dalam .Firly memberanikan diri membelai lembut pipi Senja .Tidak ada kata yang terucap ,hanya mata yang saling berbicara .Senja tidak lagi bisa membedakan , Saat ini dia sedang bersama Rafli ataukah Firly .


Firly sekuat tenaga menahan hasratnya untuk tidak mencumbu bibir lembut Senja .Dia tidak boleh melangkah sejauh itu .Firly kembali merekatkan pelukannya ,merengkuh pundak Senja lebih dalam dan membenamkan kepala Senja di dadanya yang bidang .Mencoba menghindari tatapan mata dan bibir Senja yang seolah mengijinkannya berbuat lebih jauh .


Kerinduan Senja pada Rafli ,kerapuhan dan kepenatan hati yang akhir - akhir ini Senja alami .Membuatnya semudah ini terlena .Mendadak Senja merasa sangat murahan .Pikirannya sungguh kotor .Senja mengharapkan Firly menyentuhnya lebih .Tubuhnya seolah haus sentuhan .Matanya terpejam ,dengan pikiran yang melayang .


Tidak hanya Senja yang sedang bergelut dengan hasratnya .Firly pun merasakan hal yang sama .Nafasnya semakin memburu ,bukan karena menahan berat beban tubuh Senja .Tapi karena menahan sesuatu yang ingin dilampiaskan.Berkali - kali Firly menelan ludahnya sendiri .Fantasinya tak kalah liar dengan Senja .Membayangkan sentuhan jemari Senja yang kini sudah naik turun dengan lembut mengelus lengannya .


"Aku bukan Rafli Senja ."ucap Firly akhirnya dengan suara yang parau dan mata berkaca - kaca .


Firly segera berdiri dan memalingkan wajahnya dari Senja .Memunggungi Senja ,menengadahkan wajahnya menahan buliran bening yang sudah tidak sabar ingin menjatuhkan diri .


"Maaf .....Maafkan saya pak Firly .Saya benar - benar kehilangan kontrol ."ucap Senja begitu Firly menyadarkannya .


"Lupakan .... Aku akan mengantarmu ke Mansion sekarang ." ucap Firly dibuat sebiasa mungkin .


Firly berjalan menuju pintu apartemennya diikuti Senja yang terus menunduk di belakangnya .Senja sedang merutuki kebodohannya kali ini .


Senja menggigit bibir bawahnya pelan ,Ingin rasanya dia segera berlari dari Firly .Rasa malu membuat Senja enggan menegakkan lehernya .


"Tegakkan kepalamu ...kamu bisa menabrak orang jika cara berjalanmu begitu ."ucap Firly mencoba membuat Senja kembali mau menatapnya .


Perlahan ,Senja memberanikan diri menegakkan lehernya .Seketika Firly bisa melihat wajah sendu itu dengan jelas .Keadaan Senja kali ini kontras dengan saat dia datang lagi .Bahkan dia tidak sesendu ini saat membicarakan tuan Arham .


Sekuat dan sedalam itu cinta Senja pada Rafli .Waktu bahkan tidak membuat Senja melupakan Rafli sedikit pun .


"Lupakan kejadian tadi Senja .Aku tidak menganggapnya sama sekali ."ucap Firly sekali lagi mencoba menenangkan Senja .


"Terimakasih pak ...Sekali lagi maafkan saya ."ucap Senja lirih .

__ADS_1


Firly hanya mengangguk .Lalu membukakan pintu mobilnya untuk Senja .Sesaat setelah Firly duduk di belakang kemudi ,dia pun melajukan mobilnya perlahan .


Sepanjang perjalanan hanya kecanggungan yang terjadi .Tidak satu pun kalimat keluar dari bibir keduanya .Firly dan Senja sama - sama sedang mengembalikan kesadarannya ke batas normal .


"Bagaimana kandunganmu ?"tanya Firly memecah keheningan tapi dengan pertanyaan yang salah .Ingatan Senja kembali ke beberapa tahun yang lalu .Di mana pertanyaan itu hampir setiap saat diucapkan Rafli ketika Senja sedang mengandung Zain .


"Baik pak .."jawab Senja singkat .


"Apakah kamu tidak menginginkan sesuatu ?"tanya Firly ,lagi - lagi dengan pertanyaan yang kembali merecall masa lalu Senja bersama Rafli ,suami paling siaga menurut Senja .Suami yang tidak pernah bosan menanyakan apa keinginannya sepanjang mata terjaga .


"Tidak pak ."jawab Senja masih singkat dan enggan .


Firly memperlambat laju mobilnya ,Jarak mansion sudah dekat .Dia ingin memanfaatkan waktu berduanya dengan Senja ,sedikit lebih lama lagi .


"Apapun yang akan kamu lakukan nanti setelah keluar dari mansion .Ingatlah aku .Aku akan selalu ada untuk membantumu .Kamu bisa mengandalkan aku .Anggaplah aku sahabatmu sekarang ."ucap Firly .


"Terimakasih pak ,Jujur saat keluar apartemen setelah saya berselisih paham dengan Darren saya ingin menelpon bapak .Karena saya tidak punya kenalan siapapun di negara ini selain bapak .Tapi saya malah menelepon bapak - bapak yang ternyata bapak saya ."ucap Senja miris .


"Segera .... Lima hari lagi saya akan keluar .Saya akan menemui Darren .Jika bapak bertemu dengannya ,sampaikan saja. Saya akan menemuinya segera .Saya ingin menyelesaikan masalah kami .Saya tidak ingin Darren terlibat dengan Chun Cha karena saya ."ucap Senja .


"Secinta itu kah kamu dengan Darren ?"tanya Firly mendadak sinis karena merasa Senja begitu peduli dengan Darren .


"Entahlah ... Sedalam apapun luka yang sudah dia torehkan ,saya tetap tidak ingin dia mendapatkan masalah karena saya .Darren tidak sedewasa pak Firly .Saat terlalu emosi ,logikanya benar - benar tidak jalan ."jawab Senja lirih tapi cukup membuat hati Firly makin merintih .


"Apakah kamu tidak sedikit pun mencemaskanku ?"pancing Firly .


"Saya yakin bapak sudah memperhitungkan semua ,saat bapak memutuskan untuk memanfaatkan Chun Cha .Tapi jika suatu saat nanti bapak mendapatkan masalah karena itu ,Saya janji akan membantu bapak .Saya tidak akan membiarkan bapak sendirian menghadapinya ."ucap Senja ,membuat Firly kembali tersenyum.


"Dan aku tidak akan membuatmu susah karena aku .Kamu harus bahagia Senja .Berjanjilah ... Kamu boleh menganggapku sebagai siapa saja .Sebagai Rafli ,sebagai sahabat atau pun hanya sekedar teman .Aku sanggup menjadi siapa saja untukmu .Karena aku adalah fans pertamamu ."ucap Firly seraya mengerlingkan satu matanya .

__ADS_1


"Dan saya sebisa mungkin akan menganggap pak Firly sebagai pak Firly ."ucap Senja membalas kerlingan mata Firly dengan matanya yang sangat indah .


Firly tertawa lebar .Setidaknya sampai Mansion mood Senja sudah membaik .Firly menghentikan mobilnya di depan pintu utama .Lalu turun dan mengantar Senja masuk ke dalam Istana megah yang di dalamnya penuh dengan percikan api kebencian .


"Dari mana saja kamu ? "tanya nyonya Bae begitu melihat Senja .


"Saya hanya keluar untuk menyelesaikan masalah saya Nyonya ."jawab Senja datar .


Nyonya Bae melirik Firly yang datang bersama Senja .


"Bagus .... Ibunya seorang pelac** anaknya pun akan menjadi pelac** .Lihatlah kamu datang dengan siapa ? berani sekali kamu mendekati calon suami Chun Cha ? apa kaca di kamarmu tidak cukup besar ?" tanya nyonya Bae disertai hinaan .


Firly hendak menjawab ,tapi tangan Senja mengisyaratkannya untuk diam .


"Anda boleh menghina Ibu saya Nyonya ,karena saya tidak mengenalnya sama sekali .Tapi jangan pernah menghina saya .Pastikan dulu laki - laki ini benar -benar calon suami Chun Cha atau bukan ,saya khawatir itu hanya keinginan anda saja .Dan satu lagi ,bukan kaca yang harus diperbesar untuk membuat kita tau diri .Cukup melihat ini ."ucap Senja sambil menepuk pelan dadanya .


Tuan Arham datang menghampiri Senja dan Firly .


Nyonya Bae langsung berlalu meninggalkan mereka .Sepanjang yang Senja lihat ,hubungan Nyonya dan tuan itu tidak pernah manis sekalipun .Setiap bertemu yang ada hanya pertengkaran dan pertengkaran .


"Pak Firly ..terimakasih sudah mengantar saya ."ucap Senja tulus .


"Sama - sama Senja .Aku Juga mau pulang dulu .Hubungi aku ,begitu kamu siap keluar dari mansion .Aku akan menjemputmu ."pamit Firly pada Senja .


"Terimakasih Firly ,kita akan bicara besok .Temui aku di kantorku ."ucap tuan Arham.


"Baik tuan ."jawab Firly dengan senyumnya .


Senja dan Firly pun sama - sama meninggalkan tuan Arham dengan arah langkah yang berbeda .Ada kelegaan di hati Firly .Meski tidak bisa dipungkiri ,hatinya terasa sesak karena hari ini harus dihadapkan dengan Senja sedekat itu .Menahan gejolak di depan Senja bukan perkara yang mudah .

__ADS_1


Sepasang mata milik Chun Cha tak lepas mengawasi Firly dan juga Senja sejak mereka memasuki pintu mansion .Kemarahan dan kebencian memancar dari wajahnya .Chun Cha tidak pernah melihat Firly menatapnya dengan pandangan seperti saat Firly menatap Senja .Bahkan saat bercinta dengannya ,Firly selalu memejamkan matanya .Seketika Chun Cha menyadari. selama ini Firly tidak mencintainya .


Dengan tidak sabar Chun Cha menyusul Senja ke kamarnya .


__ADS_2