Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Berakhir melayang


__ADS_3

Senja dan Darren menghentikan langkahnya di depan pintu sebuah kamar. Telapak tangan Senja mengetuk pintu kamar dengan kasar dan tidak sabar.


Pintu terbuka, seorang laki - laki seumuran Darren, bernama Nick muncul dari sana. Dialah sepupu dar Aleandro dan juga papa dari Alex. Tanpa banyak bertanya Darren mendorong pintu kamar lebih lebar. Di tariknya krah kemeja Nick keluar kamar dengan paksa.


Bugh....Bugh....Bugh...


Tiga kali bogem mentah Darren sukses mendarat tepat mengenai rahang pipi Nick. Bogeman yang sama sekali tidak santai dan mendadak tentu saja berhasil membuat Nick tersungkur ke lantai.


Istri Nick yang bernama Aurellie keluar kamar. Melihat suaminya diperlakukan seperti itu dia tidak terima. " Hei Darr...Apa salah suamiku hah ? " Hardiknya serasa membantu suaminya berdiri tegak.


" Mana tangan yang mendorong anakku sampai terluka dan lengannya lebam ? mana ? " Senja mengabaikan pertanyaan Aurellie dan memilih langsung menyerang balik.


Aurellie dan Nick tentu langsung paham arah maksud Darren dan Senja menemui mereka.


" Kami akan melaporkan Darren ke pihak berwajib " Aurellie dengan tidak tahu dirinya malah mengancam Darren.


Senja melirik Darren yang sudah tidak sabar bereaksi, tapi tangan Senja memberikan isyarat pada suaminya untuk diam dan memberikan kesempatan kepadanya dulu.


Mendengar keributan, Bae dan Arham keluar. Mereka langsung kaget begitu tahu Senja dan Darren di sana dengan wajah yang diselimuti emosi kemarahan yang sudah tidak terbendung lagi. Sarita dan Mahendra menghampiri mereka untuk melihat saja dan tidak turut campur.


Senja melangkahkan kakinya menghampiri Aurellie, Menatap sinis perempuan berwajah indo italia itu.


" Jadi mulutmu ini yang mengatakan Nando adalah anak haram dan Zain adalah anak tiri. Anak haram dan anak tiri yang liar pantas berteman. Pantaskah mulut seorang ibu mengatakan hal itu di depan anak - anak hah ??? " bentak Senja, tatapannya tajam menghunus Aurellie dari atas ke bawah.


" Mereka mendorong anakku. Jadi aku melindungi anakku " bela Aurellie.


" Jadi begitu caramu melindungi anakmu ? Anakmu tidak didorong sengaja, lalu kamu berhak memperlakukan anak orang lain semaumu. Apa anakmu berdarah - darah. Apa kamu memang mendidik anakmu menjadi seorang pengadu sekaligus pengecut ? " tanya Senja, sinis.

__ADS_1


Aurellie tidak terima dengan perkataan Senja. Dia hendak menampar Senja, tapi dengan mudah Senja menangkis ayunan tangan Aurellie sebelum tangan itu menyentuh pipinya. Senja mencengkram pergelangan tangan Aurellie dengan keras, Aurellie menciloba berontak tapi plintiran Senja justru membuat Aurellie merasakan sakit yang lebih nyata.


Nick beringsut maju ingin membantu istrinya tapi Darren lebih gesit maju menahan tubuhnya. Darren mengunci tubuh Nick dengan mudah, Mereka memiliki tinggi badan yang sama. Tapi tenaga Darren ditambah kemarahannya berlipat - lipat lebih kuat dari Nick. Darren menggenggam erat dua tangan Nick di belakang punggung Nick, bebrapa kali membuat Nick meringis kesakitan karena tekanan kecil yang diberikan.


" Kami akan bawa kasus ini ke jalur hukum. Kalian bodoh. Pasti di sini banyak cctv " hardik Aurellie, masih berani menantang.


" Kamu pikir kami takut hah ? Bahkan kami tidak akan berhenti sampai mulutmu itu meminta maaf pada Nando dan Zain. Silahkan lapor kalau berani, kami juga punya bukti bekas cengkraman suamimu di lengan anakku. Ada luka jahitan di pelipis anakku. Kalian orang - orang dewasa yang menganiaya fisik dan psikis anak - anak. Kami tidak takut sekalipun kalian ingin melaporkan kami. Kamu pikir kamu saja yang bisa marah ketika anakmu menangis. Apa ibu dari anak yang kamu marahi juga akan diam saja hah ????? " Emosi Senja kembali meninggi.


Seorang anak kecil seumuran Nando dan Zain keluar, pasti anak itu bernama Alex. Wajahnya ketakutan. Senja melepas paksa cengkraman tangannya pada Aurellie karena tidak ingin anak itu melihat kekerasan di depannya dan Darren pun melakukan hal yang sama.


Senja mendekati anak itu lalu berdiri dengan lututnya " Hai Alex, Bisa ceritakan pada bibi apa yang terjadi ? kenapa sampai bisa anak bibi pingsan dan berdarah ? " tanya Senja dengan lembut. Alex melirik pada papa mamanya.


" Laki - laki sejati tidak boleh berbohong dan berani bicara kebenaran " tambah Senja.


Tanpa ragu, Alex menceritakan kronologi kejadian dari awal sampai akhir. Persis sama dengan yang diceritakan Nando dan Zain.


" Jadi menurut Alex, apakah Nando sengaja ? " tanya Senja sengaja ingin Alex mengulang pernyataannya.


" Alex sekarang masuk, Lain kali Alex harus jadi laki - laki yang kuat. Bukan pengadu. Hanya jatuh, tidak lecet dan tidak berdarah. Seharusnya Alex bisa selesaikan sendiri tanpa melibatkan mama papa. Alex tidak akan punya teman kalau apa - apa selalu mengadu " ucap Senja.


Setelah Alex masuk. Darren yang masih tidak terima dengan perlakuan Nick pada Zain kembali menyambar tangan Nick dengan kasar


" Tangan ini yang melukai anakku, jangan harap aku memberimu ampun " Darren sudah bernial memelintir tangan itu, tapi Senja menghalanginya.


" Tidak perlu Ask. bukan itu kemauan Zain bukan " ucap Senja mengingatkan suaminya.


Bae yang sedari tadi diam ikut maju.

__ADS_1


" Kalian berdua harus minta maaf atau kalian akan berhadapan dengan kami semua " ucap Bae.


" Ajak dua anak itu kemari, kami akan minta maaf " ucap Nick akhirnya.


" Kalian yang datang pada mereka. Kalian yang menemui mereka, bukan mereka yang menemuimu. Kami beri waktu kalian sampai satu jam ke depan, Jika tidak ada permintaan maaf. Kami yang akan melaporkan kalian " ancam Senja.


Darren merangkul pinggul istrinya, sedikit memanfaatkan kegentingan menjadi keuntungan. Darren mengajak Senja kembali ke kamar.


" Sebentar Ask " ucap Senja seraya membebaskan pinggulnya dari tangan Darren, lalu menghampiri Aurellie.


" Anak yang kamu sebut anak tiri yang liar itu adalah anakku. Taukah kamu cara Darren memperlakukan anak tirinya ? bahkan seorang anak kandung pun belum tentu merasakan cinta yang luar biasa seperti itu. Kita sama - sama seorang Ibu, melindungi anak adalah naluri terkuat kita. Tapi jangan sampai cara kita membuat kita kejam " ucap Senja penuh dengan penekanan.


Senja lalu menggeser tubihnya mendekati Nick.


" Mana tangan yang menyentuh anakku ? " tanya Senja, begitu sinis dan dingin.


Dengan gantle Nick mengulurkan tangan kanannya. Senja melirik suaminya, memberikan kode. Darren pun mengangguk.


Darren memegang bahu dan pergelangan Nick. Dengan senyuman sinis Dareen melakukan satu gerakan menarik dengan setengah memelintir, membuat tulang Nick mengeluarkan bunyi seperti patah.


" Beberapa hari ke depan, tanganmu tidak akan sanggup melakukan apa - apa Nick. Selain permintaan maaf, kamu juga harus tahu anak siapa yang berani kamu sentuh. Anak itu adalah anak Darren Mahendra " bisik Darren, tanpa merasa berdosa sedikitpun menggandeng istrinya meninggalkan Nick yang meringis kesakitan luar biasa. Bahkan Aurellie tidak bisa berkata apa - apa lagi untuk menghibur suaminya.


" Anak kita sudah dewasa pa " bisik Sarita pada Mahendra.


" Anakku yang membuat anak kalian dewasa " sahut Arham.


" Tidak, Kemala lebih mirip aku ketika sedang marah " sahut Bae tidak terima.

__ADS_1


Darren dan Senja hanya melempar senyum saat mereka melewati kedua pasang orangtuanya.


" Kamu membuatku panas dingin Ask, semoga anak - anak sudah tidur siang saat kita kembali " bisik Senja dengan sangat manja dan menggoda, membuat Darren berbunga - bunga.


__ADS_2