
Suasana pesta sudah terasa begitu Darren memasuki sebuah private room berukuran sangat luas di sebuah Club ternama di negara S .
Hentakan elekronik dance music membuat suasana semakin meriah. Acara ini jelas dikemas begitu epic untuk memanjakan tamu yang datang. Di mana sebagian besar undangan adalah CEO muda dari seluruh belahan asia.
Status single sang pemilik pesta, membuat sebagian besar tamu memiliki motif yang sama. Menjadi pasangan dari perempuan berpredikat CEO perusahaan G akan menaikkan prestige secara otomatis.
Dareen berjalan santai mencari spot yang nyaman untuk menikmati pesta sepanjang malam.
langkah kaki Darren terhenti ketika lagi-lagi melihat sosok Rafli Kw juga berada di sana. Darren semakin penasaran, siapa sebenarnya Rafli kw alias Firly ini.
"Boleh gabung?" tanya Dareen pada Firly saat melihat kursi di sekitar Firly masih tidak bertuan.
"Silahkan!" jawab firly lalu meneguk minumannya.
Tidak lama kemudian suasana semakin semarak dan riuh dengan tepuk tangan. Electronik dance musik pun menghentak sempurna membuat penikmatnya di luar kesadaran menggerakkan badan mengikuti irama. Perempuan Cantik, tinggi semampai, putih bersinar dengan senyum menawan bernama Gea, menelusuri floor dansa melambaikan tangan menyapa semua yang datang dengan hangat dan ramah.
Firly dan Darren tidak termasuk di deretan laki- laki yang tengah antusias dan berlomba menarik perhatian Gea.
"Gak ikut antri?" tanya Darren pada Firly dengan setengah berteriak karena suara musik sungguh mendominasi di banding suara lain.
"Kamu sendiri?" ucap Firly balik bertanya dengan setengah berteriak juga.
"Kamu sudah melihat pacarku tadi siang ... Kalau kamu?" Darren konsisten pada ucapannya tadi siang tentang status Senja.
Firly tersenyum. "Aku tidak suka kesempurnaan. Mereka yang terlihat terlalu sempurna tidak akan menjadikan hidupmu penuh warna. Hidup yang terlalu mudah justru akan membuat kita cepat bosan. Kita harus mencari sedikit kekurangan, Itu akan melengkapi kita dengan sempurna." teriak Firly panjang lebar.
Darren teringat ucapan Senja beberapa waktu yang lalu. pSeseorang yang sempurna membutuhkan sedikit kekurangan untuk memacu adrenalin. Ini sebuah kebetulan atau memang sebuah pertanda. Darren benar-benar semakin dibuat penasaran dengan kisah Rafli dan Senja.
Gea terlihat berjalan menghampiri meja Darren dan Firly. "Terimakasih sudah datang meski kita belum pernah bertemu sebelumnya. Saya Gea." Gea mengulurkan tangannya pada Darren dan Firly bergantian.
__ADS_1
"Darren...." ucap Darren sambil menyambut ulurab tangan Gea.
"Firly...." ucap Firly juga sambil menyambut tangan Gea.
"Wish you all the best." Darren mengangkat gelas berisi The Winston cocktail.
Firly ikut mengangkat gelasnya dengan wajahnya yang cool. Sedangkan Gea yang tidak memegang gelas hanya mengangguk dan tersenyum begitu mempesona.
Di antara semua yang datang, Darren dan Firly cukup menarik perhatian Gea. Keduanya terlihat tidak berusaha menarik perhatiannya. Padahal Untuk kesuksesan tentu tidak diragukan lagi, karena papa Gea hanya memberikannya list CEO muda dengan standart yang tinggi.
Selain merayakan ulang tahun, pesta ini memang ditujukan untuk memperkenalkan Gea di kalangan pengusaha dan tentunya untuk mendapatkan jodoh yang sempurna bagi Gea.
Darren melirik Gea yang sedang memperhatikannya dan Firly bergantian. Sedangkan Firly sepertinya memang tidak tertarik dengan Gea. Firly lebih asik menggerakkan tubuhnya dalam posisi duduk mengikuti alunan Edm.
"Aku akan kalian memberikan minuman spesial. Ikutlah denganku!" ajak Gea pada Firly dan Darren.
"Maaf ... aku next time saja," tolak Firly dengan halus.
"Kamu?" tanya Gea ke arah Darren.
"Aku tidak akan menolak." Darren mengeluarkan senyuman mautnya.
Gea memberi isyarat agar Darren mengikuti langkah kakinya. Darren merasa semua mata sedang menatapnya bersama Gea saat ini. Membuatnya sangat tidak nyaman. Bisa jadi mereka berpikiran sama dengan Darren sebelumnya. Tentang dekat dengan gea adalah jalan pintas mendapatkan prestige.
Gea membawa Darren ke sebuah ruangan yang benar-benar private di ujung tempat utama di adakan. Di sana hanya ada beberapa orang. Tidak lebih dari delapan orang jika ditambah dengan Darren dan Gea .
"Genk .... Kenalin ini Darren ... Darren kenalin ini temen - temenku. Semua dari Indonesia. Ini Fara dan suaminya dari perusahaan Expi. Ini Ziva, Amara dan Geo dari Des Corp. Ini stefani dari Airpa Corp dan Michael dari JV," ucap Gea sambil menunjuk satu-satu yang ada di sana sesuai nama.
"Hai .... Darren dari Mahendra Corp." Darren menyapa dengan percaya diri.
__ADS_1
Circle yang sempurna di kalangan Gea. Entah apa candaan dan obrolan mereka jika sedang bersama. Sangat tidak mungkin Ceo muda seperti mereka membicarakan kuota yang menipis, diskon buy 1 get 1 makanan di akhir bulan atau promo paket lunch di gerai bfb.
Darren cepat berbaur dengan mereka, benar saja obrolan memang tidak jauh - jauh dari traveling lintas negara, private jet, kapal pesiar, private island dan sejenisnya. Mereka ngobrol di temani Diva Vodka yang harganya sangat fantastis. Meskipun Darren sangat mampu, Darren tidak akan mengeluarkan uangnya hanya untuk membeli minuman itu.q
"Eh ... Tunggu sini sebentar ya ... Aku pamit dulu sama yang di luar, gak enak kan kalau langsung ngilang gini," ucap Gea pada yang lain.
"Alah pakek gak enak segala ... Biasanya juga ilang mulu," sahut Amara.
"Aku juga permisi ya... Aku pengen menikmati Edm di luar. Mau cari keringet," pamit Darren pada semuanya.
Darren dan Gea kali ini berjalan beriringan. Lagi-lagi puluhan pasang mata memfokuskan pandangan ke arahnya dan Gea. Sebagian besar mengira keduanya adalah pasangan.
"Thanks Gea atas jamuannya," ucap Darren.
"You're welcome Darren ... Boleh aku minta nomor ponselmu?" tanya Gea tanpa malu-malu sambil mengulurkan ponsel miliknya.
Darren menerima ponsel Gea, lalu mengetikkan nomer pribadinya di sana.
"Sudah ... kamu tinggal memberikan namaku di sana." Darren mengulurkan kembali ponsel milik Gea .
"Kapan-kapan kita ketemu lagi ya. Nikmatin malam ini. See you next time Darren," ucap Gea setelah mereka sudah sampai kembali di hingar bingar pesta yang sesungguhnya .
Darren kembali menuju meja yang tadi dia tempati bersama Firly. Meja itu tampak kosong, sepertinya Firly sudah meninggalkan pesta sebelum usai.
Darren kembali memeasan minuman beralkohol. Darren memang tergolong Menyukai jenis minuman itu, walaupun dia sering kali mengalami gangguan lambung setelahnya. Karena tidak tiap hari, Darren akan memanfaatkan kesempatan untuk minum sebanyak mungkin.
Seorang perempuan muda dan cantik menghampiri Darren dan menawarkan diri untuk menemani. Dengan senang hati Darren mengiyakan. Sebagai pengusaha, Darren harus memegang prinsip untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun.
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Darren keluar club dengan langkah sedikit gontai. Kali ini dia terlalu banyak minum sampai melebihi standart kemampuannya sendiri.
__ADS_1
Darren memanggil Taxi dan menyuruh driver mengantarkan ke suatu alamat. Darren sengaja menyuruh Driver pribadinya pulang setelah mengantar ke Club. Dia tidak nyaman di tunggui. Darren juga tidak suka membawa mobil sendiri, karena kalau sedang mabuk malah akan merepotkan saat pengaruh minuman sudah tidak terkendali lagi.