Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Positif


__ADS_3

Peristiwa yang langka sedang terjadi di keluarga Mahendra. Untuk pertama kalinya, Darren ikut melibatkan diri dalam urusan Deandra.


Biasanya Darren sangat anti mencampuri urusan Deandra. Jangankan urusan pribadi, urusan bisnis saja Darren tidak pernah terlibat.


Tapi kali ini Darren ikut di deretan Deandra, Aleandro, Sarita dan juga Senja yang sama - sama sedang menunggu hasil cek darah perempuan cantik itu.


"Tumben?" bisik Aleandro pada istrinya .


"Untuk menjaga musuh dari dekat katanya," jawab Deandra ikut berbisik.


"Musuh?" tanya Aleandro masih berbisik.


"Senja ... bagi Darren, Senja adalah musuhnya. Apapun yang berhubungan dengan Rafli adalah musuh kecuali kita tentunya " jawab Deandra dengan suara yang sangat lirih.


"Darren takut, Senja mempunyai niat terselubung dan mengkhianati kita. Sungguh sangat drama pikirannya. Terlalu berlebihan, "tambah Deandra dengan nada becanda.


Aleandro memonyongkan bibirnya. 'Alasan klasik untuk mendekati perempuan,' batin Aleandro.


Seorang perawat mendekati mereka. Dalam bahasa Inggris, perawat tersebut mengatakan bahwa hasil cek darah sudah keluar dan Dokter Frans sudah menunggu di ruangannya. Semua serempak langsung berjalan menuju ruangan Dokter Frans.


"Sebentar! kenapa anda ikut ?" tanya Senja menghentikan langkah mereka semuanya seraya memandang Darren dengan sinis.


"Anda ... anda ... namaku Darren. Mulai sekarang panggil aku Tuan Darren," ucap Darren dengan gaya sombongnya.


"Tuan? ish ... tidak akan! Kalau mau dipanggil Tuan, anda harus membayar saya dulu," jawab Senja santai.


"Kalian lihat kan? Dia ini sebenarnya sangat matrealistis. Dia masih belum membuka topengnya saja di depan kalian," ucap Darren sinis.


"Tentu saja ... Saya adalah perempuan normal. Kalau anda baik saya akan tertarik dengan kebaikan anda, tapi berhubung anda sangat menjengkelkan. Maka hanya uang anda yang membuat saya tertarik untuk menghargai anda," Senja menatap Darren dengab berani, membuat Sarita ,Aleandro dan Deandra menahan senyuman, karena tidak tahan melihat ekspresi Darren yang melongo.


'Kita lihat saja nanti! Kamu pasti akan tunduk padaku' ancam Darren dalam hati.


"Sudah -sudah kalian bisa membuat Dokter Frans menunggu sampai besok kalau begini caranya. Kita masuk semua saja, Semakin banyak yang mendengar, semakin banyak doa dan hasilnya pasti bagus," ucap Sarita akhirnya.


Mereka pun satu per satu masuk ke dalam ruangan Dokter Frans. Karena hanya ada dua kursi yang tersedia, tentu saja di relakan untuk Sarita dan Senja. Yang lain berjejer di belakang kedua perempuan bernama awalan huruf S itu.

__ADS_1


"Oke ... bisa kita mulai ya ?" tanya Dokter Frans


[ Anggap saja pembicaraan kali ini dalam bahasa inggris ya .........]


"Silahkan Dokter...."jawab Aleandro.


"Selamat Deandra ... Aleandro ... embrio kalian berhasil menempel di rahim Senja. Hasil cek darah menyatakan Senja positif hamil," ucap Dokter Frans, reflek membuat Deandra dan Aleandro saling berpelukan.


Senja mengusap perutnya lalu menggigit bibir bawahnya pelan. Ada kehidupan lain di dalam dirinya sekarang. Sarita memegang pundak Senja dan menatap Senja begitu hangat. Senja menjadi sangat melow. Ini adalah kehamilannya yang kedua, tapi kehamilan ini pasti akan sangat berbeda. Bukan hanya karena ini bukan benihnya, tapi juga karena semua juga akan lebih dibatasi.


Senja melihat ke arah Deandra dan Aleandro yang masih perpelukan. Air mata sama -sama menetes dari sudut mata keduanya. Hal itu tentu saja mengingatkan momen Senja bersama Rafli saat mereka tau akan segera mempunyai anak. Rafli berkali - kali langsung menciumi perut Senja. Saat itu Rafli begitu bahagia.


"Senja ... maaf, sementara kamu harus tinggal di sini sampai kandunganmu berumur sekitar 12-13 minggu. Lakukan usg 3 minggu lagi untuk mengetahui secara pasti usia kandunganmu. Tetap konsumsi vitamin, calsium dan jangan lupa makanan yang bernutrisi," jelas dokter.


"Saya harus di sini selama itu?" tanya Senja dengan wajah yang tidak senang.


"Iya Senja ... kamu boleh beraktivitas seperti biasa, asal bertahap dan tidak mengangkat beban yang berat. Karena ini kehamilan kedua, saya yakin kamu sudah paham juga apa yang boleh dan apa yang tidak." jawab Dokter Frans.


Semua pun mengerti dan merasa cukup dengan penjelasan dokter Frans. Setelah berjabat tangan dan berpamitan dengan dokter Frans mereka pun kembali ke apartemen.


"Mama tidak mungkin di sini terus, papa pasti merindukan mama. Lagian si menjelang malam sudah pernah hamil. Dia pasti bisa sendiri," ucap Darren membuka pembicaraan.


"Si menjelang malam ?" tanya Aleandro.


Darren tidak menjawab langsung, hanya pandangan matanya yang mengarah pada Senja.


"Kak Andra, Kak Al dan bu Sarita ... Kalian kembalilah ke Indonesia. Senja sudah biasa sendiri. Percayakan saja semua pada Senja," ucap Senja serius.


"Kamu biasa sendiri kalau di negara kita, kalau di negara orang belum pernah bukan?" Deandra terlihat khawatir.


"Jangan khawatir kak, negara ini tak sebesar pulau Jawa. Senja tidak akan tersesat di sini," canda Senja.


"Senja benar bee, kita akan mengunjunginya setiap akhir pekan," sahut Aleandro.


"Nah itu benar. jangan jadikan kehamilan alasan untuk mencari perhatian kami. Keturunan Hutama tidak ada yang manja. Jangan buat sepupuku itu mewarisi sifatmu yang tidak baik. Jangan lupa yang ada di dalam rahimmu itu cucu Hutama." Darren tetap memancing emosi Senja.

__ADS_1


"Kak Andra ... bagaimana kalau suruh ponakan Kakak ini saja yang hamil. Sepertinya hanya dia yang punya sifat terbaik di antara semua orang," sindir Senja.


"Kalaupun Darren bisa ,tidak akan aku menitipkan anakku padanya .Cukup ada satu Darren di dunia. Aku tidak bisa membayangkan Siapa perempuan yang bakalan tahan menjadi istrinya." Deandra mencebik ke arah ponakannya.


"Tiga puluh tahun masih single. Padahal kaya raya, tampang juga mempesona. Pasti sifatnya yang bermasalah," gumam Senja, masih terlalu keras. Karena semua orang mendengar umpatannya.


Aleandro dan Deandra juga Sarita tidak kuat menahan tawa mereka. Sedangkan Darren semakin merasa ditantang oleh Senja.


Genderang perang sudah ditabuh, pantang bagi Darren untuk mundur sebelum memastikan diri untuk menang.


"Jangan salah, banyak perempuan yang mau jadi istriku. Tapi memang aku yang sangat pemilih. Aku bukan Rafli yang sembarangan memilih istri. Aku yakin kamu pergi ke dukun untuk menyebarkan mantra agar Rafli jatuh cinta padamu." Darren menuduh dengan asal.


"Tentu saja ... Bahkan aku bisa pergi ke dukun lagi untuk membuat anda juga jatuh cinta pada saya," tantang Senja.


Sarita benar - benar puas dengan setiap jawaban Senja. Kali ini Sarita yakin, Darren akan kembali menelan ludahnya sendiri nanti.


"Jauh -jauh dari dia, Senja! anakku bisa mirip Darren kalau begini caranya. Kalian seperti tom and jerry sedang berebut sepotong keju "ucap Aleandro, melirik pada ponakan istrinya.


"Kamu benar bee ... Aku tidak mau anak kita mirip Darren," sahut Deandra.


"Kak ... apa kakak ada teman yang bisa menerima Senja bekerja. Senja akan jenuh kalau hanya berdiam diri di sini." Senja mengalihkan topik pembicaraan.


"Kamu jangan menghina keluarga Hutama. Pertanyaanmu terdengar meremehkan kami." Darren menyambar bagai petir dengan cepat.


"kamu tinggal pilih mau di perusahaan Al atau perusahaan Darren," ucap Deandra.


"Tentu saja Senja akan memilih bekerja di tempat Kak Al," jawab Senja terlihat senang.


Darren berfikir, ini adalah kesempatan bagus untuk membuat Senja tunduk padanya.


"Tidak! kamu di perusahaanku saja. Kalau kamu di perusahaan uncle, kamu akan keseringan modus. Kinerjamu pasti tidak maksimal, karena mereka pasti akan mengistimewakanmu. Karyawan titipan Owner seringnya bekerja seenaknya. Tidak! itu tidak baik bagi karyawan yang lain." ucap Darren mencari - cari alasan.


"Oke ... siapa takut." Senja mengiyakan begitu saja ucapan Darren.


Sarita benar - benar bahagia saat ini. Darren sedang bermain api sekarang, cepat atau lambat dia akan terbakar sendiri.

__ADS_1


Aleandro dan Deandra pun merasakan hal yang berbeda pada Darren saat ini. Mengingatkan mereka pada sikap Rafli yang menyalahkan HRD nya karena memilih Senja sebagai sekretaris Rafli. Bagaimana tidak ,Senja berpenampilan sopan elegant, tidak seperti sekretaris Rafli sebelumnya yang selalu seksi menggoda. Tidak taunya, belum genap seminggu Rafli sudah klepek - klepek sama Senja .


__ADS_2