Menikahi Surrogate Mother Tanteku

Menikahi Surrogate Mother Tanteku
Nasehat Senior pada Junior


__ADS_3

Dua hari tiga malam baby De di rawat di rumah sakit kondisinya masih naik turun, Aleandro masih bersikeras mempertahankan egonya. Chun Cha, Hutama, Mahendra dan Sarita sudah mengingatkan Aleandro. Baby De bukan hanya memmbutuhkan perawatan dokter, tapi kehadiran Senja juga akan sangat membantu.


Selera makan dan minum baby De yang turun dratis menjadi satu - satunya masalah membuat baby De mengalami dehidrasi akut. Panasnya naik turun karena hanya cairan indfus yang menolongnya.


Chun Cha yang tidak tega dengan kondisi baby De, nekat menemui kakaknya tanpa sepengetahuan Aleandro.


Senja sedang memompa Asinya yang dirasa sangat berlebihan beberapa hari ini. Jika tidak dipom dulu, Dasen akan tersedak saat pertama kali meminumnya. Dasen masih direct Asi atau Asi langsung dari Senja, tapi Senja keukeh tetap menyimpan hasil perahan Asinya untuk jaga - jaga di kala urgent.


" Kenapa mukamu Chun ? " tanya Senja, melihat adiknya datang - datang menunjukkan muka masam.


" De dirawat, di rumah sakit kak, sudah mau tiga hari ini. Kondisinya tidak stabil dan terus memanggil mama - mama " jawab Chun Cha dengan wajahelasnya.


Pantesan Senja sudah dua hari ini seperti ada yang tidak enak di hatinya. Tangisan De saat di bawa paksa Aleandro pun dari kemarin selalu terngiang - ngiang.


" Kenapa bisa sampai ke rumah sakit Chun ? " tanya Senja, kekhawatiran langsung terlihat jelas di wajahnya.


" De mogok makan dan minum kak. Anak sekecil itu sudah sekeras kepala itu kalau tidak mendapatkan keinginannya " kata Chun Cha.


" Bukan keras kepala Chun. De merasakan kangen, sebelumnya kan sudah lama diajak nginap di rumah kak Al, sekalinya kangen aku sama kak Al dipisahin begitu saja " sahut Senja.


" Lupain masalah itu kak, kasihan De sekarang. Masih tidak mau makan dan minum dan sering nangis. Tolong temuin De kak. Lepaskan kemarahan kakak pada om Al " pinta Chun Cha.


" Aku mau Chun, tapi abang sudah wanti - wanti aku tidak boleh bertemu dengan baby De, kecuali atas izinnya. Kamu tahu kan abang kalau sudah punya prinsip, pasti susah dipatahkan, Aku nggak mau memancing kemarahan abang " ucap Senja.


" Kakak rayu dong kakak ipar, masak kalah sih. Kasihan De kak " pinta Chun Cha lagi.


Senja mengambil ponselnya, lalu menghubungi suaminya. Tidak sampai deringan pertama selesai, sambungan telepon sudah terhubung.

__ADS_1


" Halo Ask " sapa Darren dengan lembutnya. Amar dan Ali yang sedang melakukan meeting nersama Darren dan Yanes langsung memasang wajah heran. Pasalnya beberapa menit yang lalu, suara Darren cukup tegas dan terkesan datar sedikit sangar saat memimpin rapat mereka. Tapi mendadak yang mereka dengar sangat berbeda, seolah mereka sedang menghadapi dua orang yang berbeda.


" Ask, De sakit dan sudah di rumah sakit. Tidak mau makan minum dan terus memanggil Senja " ucap Senja to the point.


" Terus ? " jawan Darren dengan santainya.


" Boleh nggak Senja nengokin De. Sebentar saja " pinta Senja.


" Terus ? " Darren bertanya lagi.


Senja tau arah pertanyaan suaminya." Dasen bisa aku bawa, dia bisa nunggu di mobil sama mama. Senja janji hanya sebentar " ucap Jingga.


" Aleandrobyang memintamu ? " selidik Darren.


" Bukan Ask. Chun yang meminta " jawab Senja, jujur.


" Ask... Ini cuman karena De. Kasihan kan " ucap Senja, mencoba lebih memelas.


" Tidak. Al tidak datang pada kita, berarti dia merasa bisa mengatasi sendiri. Jangan membuatku seperti tidak mempunyai wibawa di mata Al Ask. Aku sudah katakan jangan pernah pergi sebelum Al menemuiku. Tidak ada tapi - tapian. Tidak ada bantahan. Jangan membuatku marah apalagi kecewa. Mengerti ? " tanya Darren. Senja tidak menjawab, karena sedang menimbang - nimbang. Jika memaksa tetap pergi akan seperti apa.


" Ask, jangan berfikir untuk diam - diam pergi. Berani kamu keluar menemui De, Jangan pernah sentuh Dasen hari ini " ancam Darren langsung mematikan sambungan teleponnya dengan kesal.


Dia terpaksa mengancam, karena Senja pasti akan nekat. Sifat keibuan dan tidak tegaan Senja sangat kuat.


" Sampai mana tadi ? teruskan ! " ucap Darren kembali pada mode tegas.


Darren mengambil monitor 8 inci yang terhubung dengan cctv di rumahnya. Menyalakan dan mencari view yang menunjukkan keberadaan istrinya. Sejauh ini Senja tidak ada pergerakan atau tanda - tanda akan melakukan hal nekat.

__ADS_1


Pintu ruangan Darren diketuk dari luar. Darren memberikan kode pada Amar untuk membukakan pintumya. Belum di suruh masuk, Aleandro langsung menerobos begitu saja.


" Darr, De butuh Senja saat ini. Tolong ijinkan Senja menemui De. Tolong, aku nyerah Darr. De merindukan mamanya " ucap Aleandro tanpa basa - basi.


Yanes mengisyaraykan pada Amar dan Ali untuk mengikutinya keluar dari ruangan dan memberikan kesempatan papa Darren untuk bicara empat mata dengan Aleandro.


" Kamu mencari istriku hanya untuk De m saja ? Apa kamu lupa caranya minta maaf ? Aku tidak akan mengijinkan Senja menemui De sebelum kamu meminta maaf pada Senja dan Zain.


Aleandro terdiam, sangat gengsi untuk meminta maaf tapi dalam hati Aleandro pun menyadari kalau sikapnya berlebihan.


" Aku akan meminta maaf, bukan hanya katena De. Tapi aku tahu aku sudah menyakiti Senja dan membuat Zain takut. Aku lebih dulu datang kemari karena aku menghargaimu sebagai suami Senja. Karena Senja tidak mungkin melangkah keluar rumah tanpa izin darimu " ucap Aleandro tulus.


" Baiklah, sekarang kita ke rumahku. Setelah kamu minta maaf, aku sendiri yang akan mengantar Senja menemui De " ucap Darren sambil mengambil clutch miliknya di atas meja. Aleandro berjalan lebih dulu.


Darren menghentikan langkahnya di seberang pintu ruanga kerjanya, tepatnya di meja kedua sekretarisnya yang juga sedang ada Yanes di sana.


" Kalian teruskan meetingnya, untuk hasil akhir bisa kalian email saja " ucap Darren, tidak menunggu jawaban langsung melangkahkan kakinya lebih lebar untuk mensejajarkan diri denan Aleandro.


" Ini masih tidak seberapa, pasti masalahnya ringan. Kalau berat, kita justru tidak akan bisa keluar ruangan. Kita harus pura - pura tuli dan buta jika sudah berurusan dengan keluarga bos. Terutama kalau urusan sama istrinya bos. Cari aman saja " Yanes berbagi tips dengan kedua juniornya.


" Pak Yanes sering lihat mereka begini ? " tanya Amar dengan polosnya menyatukan dua ujung jari manisnya.


" Sudah biasa kalau itu, hanya boleh mendengar tapi gak boleh lihat. Aturannya begitu. Tapi lebih seringnya sih ngelirik. Kalau tidak beruntung, kita juga akan mendengar suara - suara aneh saat makan siang. Bersyukurlah kalian masuk di sini saat bu boss baru saja melahirkan. Kalau tidak telinga kalian akan terkena sial " jelas Yanes lagi.


" Maksudnya pak Yanes mereka ? " tanya Amar dengan polosnya, kali ini menyatukan kedua telapak tangan sambil membuka dan menutupnya kembali dengan cepat dan berulang.


Yanes mengangguk tanpa ragu.

__ADS_1


Kejadian kemarin saja sudah cukup membuat mereka berfantasi tentang istri bosnya. Apalagi kalau sampai sejauh itu. Jangan sampai mereka jadi semakin mengagumi dalam diam. Tau diri, tidak mungkin menjangkau.


__ADS_2