Suamiku Terjerat Cinta Sahabat

Suamiku Terjerat Cinta Sahabat
Bab: 102 Rasa bahagia


__ADS_3

Adrian terlihat bahagia ketika sang Mama menceritakan semua, bahwa sang Papa menyetujui jika anaknya berhubungan serius dengan Lia sampai jenjang pernikahan.


Adrian pun memberitahukan kabar gembira tersebut kepada Lia di sambungan teleponnya. Nampak Lia terdengar bahagia ketika mendapatkan kabar tersebut.


Dan akhirnya kedua orang tua Lia pun mengetahui semuanya. Bahwa Adrian adalah anak dari Papa Steven dan Mama Silvi.


______


"Dunia memang sempit ya, Pak! Aku enggak menyangka Adrian adalah anaknya rekan bisnis, Bapak. Mungkin ini jalannya dari Allah kita harus sabar dan akhirnya semua akan terjadi dengan jalannya," ucap Ibunya Lia.


"Bu, tadi Ibu dengar enggak, Cantika menelepon Rian, dan bercerita Lia akan menikah. Dasar anak-anak, harusnya Cantika jangan dulu cerita. Dan kata Cantika tadi bilang gini (Papa Rian kayak ngambek Mama mau nikah sama Om Adrian!)" ucap sang Bapak.


"Peduli apa dengan si Rian itu, Pak! Lagian kemarin Lia menggugat cerai Rian gara-gara dianya sendiri yang selingkuh bukan salah Lia. Nah, sekarang Lia mau menikah dengan lelaki yang sangat mencintainya dan tanggung jawab apa itu salah!? Sudah lebih masa Iddah kok, dalam Islam enggak apa-apa," ucap sang Ibu kembali menegaskan.


"Maksud Bapak seharusnya anaknya jangan ngomong ke Papanya, bahwa Mamanya akan nikah! Lagian kita juga tidak tahu nikahnya akan di adakan kapan, kalau sudah mau mendekati baru." jawab sang Bapak.


"Namanya juga anak-anak Pak, mungkin karena rasa bahagia. Kalau anak kan ngomongnya kemana aja, lagian tadi Cantika ngomong sama Papanya lama jadi segala di ceritain sampai lupa waktu," sang Ibu seakan tidak peduli jika cucunya itu menelepon mantan menantunya untuk memberitahukan bahwa anaknya Lia akan menikah.


_______


Nampak di dalam kamar.


Cantika memberikan ponsel miliknya kepada Lia, yang memberitahukan bahwa Rian sang Papa memberikan sebuah pesan. Rian tidak memberikan sebuah pesan kepada ponsel Lia karena nomor Lia diganti, dan Lia pun memberitahu kepada sang anak jangan memberikan nomor Lia kepada Rian.


{"Aku tidak rela jika kamu menikah dengan Adrian, dan aku tetap ingin rujuk dengan kamu Lia, rasanya Desy dengan kamu beda. Sekali lagi aku tekankan disini, kamu pokoknya harus membatalkan pernikahan dengan Adrian!"} pesan tersebut membuat Lia kesal entah mengapa. Dan Lia pun dengan cepat menghapus pesan yang diberikan oleh Rian sang mantan suami karena takut dibaca oleh sang anak.


"Nak, boleh Mama ditinggal sendiri dulu ya, kamu sama Nenek dulu diluar ya," ucap Lia kepada anaknya. Cantika pun menganggukkan kepalanya dan berlalu keluar kamar.


_____


Nampak Lia membaca pesan dari Adrian yang baru saja muncul di ponselnya.


"Sayang, nanti besok kedua orang tuaku akan berkunjung ke rumahmu, semoga rencana kita lancar ya, dan kamu semoga cepat sembuh jangan banyak pikiran, tetap semangat," tulis pesan Adrian


{"Terima kasih support nya, selama ini Mas,"} balas pesan Lia kepada Adrian.


{"Sayang, jika pagi ini kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan dalam doa dan pengharapan maka kita sudah meraih separuh kemenangan, selalu berpikir positif apapun itu,"} tulis pesan Adrian kembali kepada Frisilia Mehendra.


{"Mas, kamu tidak akan berjuang sendirian tapi aku akan selalu hadir dalam hidupmu,"} balas Frisilia Mehendra tak kalah menyemangati Adrian.


______

__ADS_1


Kedua pasangan tersebut nampak bahagia namun masih ada kerikil tajam yang selalu menghadang mereka yaitu kehadiran sang mantan wanita yaitu Rian.


_____


Tok ..Tok... Tok...


Tiba-tiba pintu di ketuk beberapa kali oleh sang Tante dan memanggil nama Lia.


Lia pun membuka pintu kamarnya dan nampak sang Tante sudah memakai pakaian rapi dan dia mau berpamitan pulang.


"Lia, Tante sangat senang akhirnya kamu bisa bersatu dengan Adrian. Semoga kedepannya kamu diberikan kelancaran ya," sang Tante menatap lekat ke arah keponakannya tersebut dan memeluk erat.


"Tante mau kemana?" tanya Lia.


"Mau bertemu dengan Tante Bela, kamu istirahat dulu saja jangan dulu beraktivitas karena badanmu masih belum pulih," ucap sang Tante seakan menghawatirkan keadaan keponakannya itu.


"Adrian dengan orang tuanya besok mau kesini, Lia harap Tante kesini ya, datang," Lia berharap sang Tante bisa datang untuk berkunjung kembali.


Tante Restu menganggukkan kepalanya dan tersenyum renyah.


"Pasti, Sayang, Tante akan datang kesini, mungkin besok pagi Tante kesini lagi, ya," sang Tante terlihat binar matanya menyiratkan rasa bahagia karena dia pun merasakan kebahagiaan dari Lia.


"Tante, terima kasih ya, Tante selalu hadir buat Lia, entah balas budi apa yang akan diberikan oleh Lia kepada Tante," Lia matanya berkaca-kaca seakan terharu kepada sang Tante, karena Tante Restu yang selama ini selalu mensupport dirinya dan selalu hadir dalam kehidupannya.


_______


Nampak ketika mengemudikan mobilnya


Tante Restu terlihat mukanya sumringah tersenyum bahagia, dia pun tidak menyangka pada akhirnya Adrian akan mendapatkan restu untuk menikah dengan keponakannya itu yang dulu di tentang keras oleh Papanya Adrian.


Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam, dan akhirnya tibalah sang Tante di rumah Bela, sahabatnya tersebut.


_____


"Hai, Bel, gimana kabarmu!?" sapa Tante Restu kepada Bela dengan memeluk erat sang sahabat.


"Alhamdulillah, mana Lia, keponakanmu, katanya mau kesini?" tanya Bela pandangan mengarah kedalam mobil.


"Masih sakit, Bel," jawab Tante Restu.


Sakit apa sebenarnya dia, kayaknya sudah hampir seminggu ya, dia sakit belum sembuh," ucap Bela.

__ADS_1


"Kayaknya dia kecapean terlalu sibuk, tahu sendiri kan, keponakan aku itu, orangnya ulet dan rajin kalau kembali bisnisnya jalan," ucap Tante Restu.


_______


Mereka pun dengan asik membicarakan bisnis fashion nya, dan nampak Tante Restu tersenyum bahagia karena bisnis yang di jalani dengan Bela sang sahabat itu berjalan dengan lancar, dan keuntungan tersebut akan dibagikan kepada Lia juga karena Lia pun menanamkan saham disana.


"Alhamdulillah untungnya lumayan ya, buat modal nikah! Hehehe..." ucap Tante Restu.


"Lia, mau nikah!?" tanya Bela.


"Iya, doakan saja ya!" jawab Tante Restu.


"Dengan orang mana dia mau nikah?" tanya lagi Bela terlihat dihinggapi rasa penasaran.


"Teman lamanya namanya Adrian. Alhamdulillah dia orangnya baik dan terlihat tanggung jawab, Adrian itu kayaknya cinta mati sama Lia karena lelaki itu begitu gigihnya mengejar cintanya, aku salut dengan lelaki itu," ucap sang Tante tersenyum bahagia tatkala mengingat sosok Adrian.


"Syukurlah kalau begitu. Nah, beda dong ya, dengan mantan suaminya!" ucap Bela terlihat tersenyum sinis.


"Rian, maksud kamu Bel?" tanya Tante Restu.


"Iya, mantan Lia si Rian pacarnya kan, temanku juga si Desy suka kesini. Dia kayaknya lagi galau," ucap Bela.


"Galau, maksudnya galau gimana?" tanya kembali Tante Restu seakan dihinggapi rasa penasaran.


"Rian kan sekarang enggak ada di Bandung tapi pindah ke Kalimantan, katanya janjinya mau sebulan tapi Desy bilang ditambah masa kerjanya Rian jadi 2 bulan disana. Dan si Desy sudah tidur dengan si Rian katanya si Desy takut jika hamil karena dia ketika melakukan hubungan dengan Rian sedang masa subur," bisik Bela.


Tante Restu menutup mulutnya dengan penuh dengan telapak tangannya, dia seakan menahan tawa.


________


"Bego, dasar si Desy, mungkin karena terlalu cinta dan takut ditinggalkan sampai rela tidur dengan si Rian!" sambung kembali Bela.


"Kayaknya Desy segala sesuatu selalu cerita sama kamu ya, Bel, sampai masalah pribadi pun dia cerita sama kamu," tanya Tante Restu.


"Ya, kan dia tidak dekat dengan kedua orang tuanya, mungkin enggak da lagi teman curhatnya," jawab Bela.


"Miris ya, kelakuan si Desy!" ucap Tante Restu.


Tante Restu pun mengenang kembali saat itu, begitu terobsesinya seorang Desy mengejar cintanya Rian, sampai dia tega mengkhianati sahabatnya sendiri.


"Berbagai cara dia lakukan agar bisa merebut hati orang yang dicintainya," gumam hati Tante Restu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2