
Nampak Tante Restu datang berkunjung ke rumah Lia, dan sang Tante pun menginap di rumah keponakannya itu.
Sudah 3 hari ini sang Tante baru datang dari luar kota.
"Lia,, Alhamdulillah Tante dapat rezeki dan Tante akan bawa kamu liburan, kamu mau ya? Pokoknya kamu jangan menolak." ucap sang Tante terlihat seakan memaksa.
"Liburan kemana Tante?" tanya Lia yang dihinggapi rasa penasaran.
"Ke Singapura," ucap sang Tante tersenyum renyah dan menatap lekat ke arah Lia
Degh..
Bayangan negara Singapura seakan mengingatkan dia ketika pergi bersama Tante Dini. Saat itu Tante Dini sangat perhatian kepada Lia, dengan memberikan segalanya, oleh-oleh dan juga barang mewah. Tante Dini jika memberikan hadiah tidak tanggung dan tidak perhitungan. Tapi semua itu seakan dikubur dalam-dalam oleh Lia.
_____
"Lia,,,Lia,,,!" sang Tante menepuk pundak Lia dengan pelan. Karena nampak terlihat Lia seperti sedang melamun.
"Iy,,,iya, Tan!" jawabnya terdengar kaget dan bayangan Tante Dini pun buyar.
"Mau enggak, Tante ajak liburan ke Singapura?" tanya sang Tante kembali.
"Boleh nawar enggak Tan? yang deket saja Bali, hehehe,,," ucapnya.
"Mending Singapura luar negeri, Bali masih dalam negeri," sindir sang Tante dengan tersenyum lebar.
"Tante masih ingat enggak? waktu aku pergi dengan Tante Dini ke Singapura!? Mungkin jika kita liburan kesana akan banyak kenangan yang akan mengingatkan aku kembali terhadap Tante Dini, dan aku enggak mau! Kalau kenangan bersama Tante Dini hinggap," ucap Lia.
Lia memejamkan matanya kemudian dia membuang napas kasar.
"Yasudah, kalau kamu enggak mau liburan ke Singapura, kita perginya ke Bali saja," ucap sang Tante tersenyum renyah.
"Apa sih yang enggak, buat keponakan Tante yang sangat Tante sayangi," kembali sang Tante berucap dan memeluk erat tubuh Lia.
"Makasih Tante," ucap Lia matanya berkaca-kaca.
______
Entah mengapa tiba-tiba bayangan Tante Dini menghinggapi dirinya, terasa begitu dekat, dan pikirannya Lia seakan melayang jauh. Kembali dadanya terasa tersentak saat mengingat kejadian minggu lalu ketika Tante Dini perutnya menubruk ujung meja jati, Lia pun terlihat meringis.
"Kenapa Lia,,!?" tanya sang Tante, dihinggapi rasa khawatir dengan perubahan muka Lia yang meringis seakan dihinggapi rasa linu.
"Kenapa tiba-tiba aku teringat Tante Dini ya? Tan Minggu lalu Tante Dini berkunjung kesini dan dia mengalami kecelakaan," ucap lIa dengan pandangan menunduk dan nampak matanya berkaca-kaca.
Sontak Tante Restu terperanjat dengan ucapan Lia tersebut.
"Kecelakaan,,, kecelakaan, apa maksud kamu!?" tanya sang Tante seperti dihinggapi rasa penasaran.
Lia pun kemudian menceritakan semua apa yang terjadi yang menimpa Tante Dini ketika di rumahnya. Nampak sang Tante pun meringis ketika mendengar cerita dari Lia bahwa Tante Dini mengalami kecelakaan.
_______
__ADS_1
Ting...
Tiba-tiba pesan muncul dari Rian.
{"Lia, maaf,,,aku hanya ingin mengabarkan bahwa Tante Dini sekarang mengalami depresi, dan tadi aku sudah menjenguknya. Begitu miris keadaan Tante Dini sepertinya dia tidak ikhlas karena mengalami keguguran. Cantika pun tadi sempat dia sebut namanya, malahan dia bilang Cantika itu anaknya dan dia ingin bertemu,"} tulis pesan Rian.
Degh...
Lia nampak terkejut dengan isi pesan dari Rian. Lia pun kemudian memperlihatkan tulisan pesan tersebut kepada Tante Restu.
Tante Restu pun nampak terkejut tatkala melihat isi pesan tersebut.
"Lia,,,entah mengapa setelah melihat isi pesan tersebut, Kok Tante merinding ya, apa ini hanya perasaan Tante saja," ucap Tante Restu, dia pun sama nampak terlihat seperti membayangkan sosok Tante Dini.
"Argh,,,Tan, aku pusing dengan konflik keluarga Rian. Memang Tante Dini begitu sangat baik dan perhatian terhadapku jika dibandingkan dengan Ibu Viona, tapi sudahlah Tan, aku jika mengingat keluarga Rian, dan aku akhirnya peduli. Nah yang aku takutkan nantinya, aku jadi kembali bersatu dengan Rian dan hal itu tidak mau terjadi," ucap Lia memijit keningnya seakan pusing dibuatnya.
_____
Sang Tante pun tidak mau lagi membahas soal keluarga Rian dan dia pun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Oh, Iya, gimana hubunganmu dengan Adrian, apakah dia sudah menelepon kamu Lia!?" goda sang Tante.
"Tante, ternyata selalu -Kepo- dengan kehidupanku," Lia tersenyum lebar.
Nampak sang Tante nampak tersipu malu saat disindir oleh keponakannya itu.
"Sudah Tan, sudah meneleponku, malahan aku dan Adrian sudah bertemu," ucap Lia tersipu malu.
____
"Tante sangat bahagia sekali, Sayang, gimana hubungan kamu sama Adrian. Apakah kalian saat ini berpacaran atau,,,!?"ucap sang Tante seakan mengejek.
Nampak Lia hanya tersenyum tipis.
"Kita berteman saja," jawab Lia.
"Jangan berteman saja Sayang, Tante ingin kamu hubungan sama Adrian lebih serius, jika lelaki yang mengejar jika itu tandanya dia cinta sama kita, beda jika wanita yang selalu mengejar wanita. Adrian nanti akan sayang sama kamu dan setia. Percaya deh, omongan Tante," ucap sang Tante seakan setuju jika Lia berhubungan lebih serius dengan Adrian.
Karena dari pandangan pertama sang Tante sudah yakin, Adrian adalah lelaki yang baik dan cintanya begitu tulus kepada Lia, karena terlihat dari binar matanya.
_____
"Iya,,iya,,,Tan, aku ngantuk Tan, mau tidur dulu. Tante mau tidur sekarang, apa mau nonton acara sinetron dulu di Televisi!?" sindir Lia, karena sang Tante begitu suka dengan acara sinetron.
"Mau nonton sinetron dengan Teh Sumi," sang Tante pun berlalu ke kursi sofa untuk melihat acara sinetron sementara Lia berlalu ke dalam kamar.
____
Di dalam kamar.
Lia merebahkan badannya di atas kasur, kemudian dia menatap langit-langit kamar, dia mencoba memejamkan matanya nampak bayangan Adrian lelaki yang lembut dan kharismatik hinggap datang dalam bayangannya, Lia pun tersenyum sendiri.
__ADS_1
Lia menghela napas secara perlahan, kemudian dia membuka matanya, dan Lia pun beranjak dari tempat tidur lalu dia membuka sedikit jendela. Terasa semilir angin malam menusuk pori-pori kulitnya sangat sejuk hawa diluar sana, dan Lia pun mendongakkan kepalanya lalu dia menatap langit begitu banyak bintang-bintang yang berkedip.
________
"Bintang tetaplah bintang, dia akan selalu membuat langit menjadi indah bagaikan lukisan yang berkilauan," Frisilia Mehendra menatap indahnya ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.
Ting...
{"May the stars and moonlight shine brightly on your night. Have a good night."}.
Semoga bintang-bintang dan cahaya bulan menyinari malammu. Selamat malam.
_______
Sebuah pesan tersebut nampak dikirimkan oleh Adrian lelaki yang selalu mengharapkan ketulusan cinta dari Lia, semenjak Lia masih lajang dan kini dia sudah terluka hatinya.
Lia menatap layar ponsel, entah balasan apa yang akan Lia tulis kepada sosok lelaki yang mengaguminya itu. Yang jelas kini hatinya dihinggapi dan mengingat masa lalu tentang Adrian. Setelah Lia berpikir sejenak Lia pun memberikan sebuah balasan.
{Before going to sleep, thank the lord for making your day wonderful. Good night!}.
"Sebelum tidur, bersyukurlah pada Tuhan untuk hati yang indah ini. Selamat malam!"
______
Sosok Adrian yang mampu menaklukkan hati wanita dengan pesona dalam dirinya.
Selain tampan dia juga pintar, dan sifat dinginnya membuat kaum hawa dibuat penasaran. Banyak wanita yang menggoda namun dia seakan tidak peduli itu.
Adrian hanya terpesona dengan sosok Lia, tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, Lia yang saat itu tidak mau untuk menjalin asmara karena ingin fokus untuk bekerja.
{"Argh,,,,,entah kapan pintu hatiku ini akan terbuka untuk Adrian, tapi entah kenapa ketika beradu pandang dengannya, dadaku seakan bergemuruh, karena di matanya nampak terlihat binar cinta yang begitu tulus terhadapku."} ucap Lia.
______
{"Lia, pasti kamu belum tidur. Apa aku boleh menelepon kamu?"} tulis pesan Adrian. Karena Adrian melihat layar ponselnya Lia tertulis online.
Lia pun kembali membalaskan pesannya untuk Adrian. {"Boleh,"} balasnya.
Adrian pun menelepon Lia, lalu mereka bercerita masa lalu tentang teman-teman, dan juga tentang masalah keluarga. Ternyata Adrian pribadi yang asik untuk di ajak diskusi, nampak Adrian pun tidak pernah memaksa agar Lia mau untuk menerima cintanya karena Adrian punya prinsip ("jodoh ditangan Tuhan, kalau Lia akan jadi jodohnya pasti Adrian akan bisa mendapatkannya,")
Obrolan pun tertuju ke masalah pribadi, Adrian mengatakan bahwa dia akan di jodohkan oleh Papanya dengan seorang Dokter dia adalah anak teman Papanya. Tapi kedua orang tua Adrian pun tidak akan memaksa kepada Adrian, agar anaknya harus menerima perjodohan tersebut, itu terserah anaknya yang menjalani.
Degh...
Entah mengapa dada Lia sontak bergemuruh hebat tatkala mendengar kabar tersebut.
"Apa aku tidak rela jika Adrian harus menikah dengan orang lain!?" gumam hati Lia.
Pikirannya berkecamuk tidak karuan.
Bersambung...
__ADS_1